Kamis, 14 April 2022

Dampak Perubahan Iklim Semakin Terasa, Jaga Bumi Kita Mulai Dengan Hal Sederhana

Jika bicara tentang keadaan alam akhir-akhir ini, jujur sangat membuatku khawatir.  Karena perubahan iklim saat ini, terjadi secara menyeluruh, bukan saja di lingkungan tempat tinggal kita saja, di daerah lainnya di seluruh Indonesia bahkan luar negeri, perubahan iklim ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Lokasi foto ini di Bukit Bintang Hutan Pinus yang udaranya sangat segar dan sejuk (dok.pri)


Hal yang sangat aku rasakan di daerah tempat tinggalku saat ini, curah hujan yang semakin tinggi, bahkan sampai terjadinya hujan es. Kemudian di siang hari, gelombang angin yang cukup ekstrim sampai meruntuhkan paralon penyangga air hujan di depan rumahku. Padahal saat itu keadaan sedang tidak hujan, paralon itu runtuh oleh angin kencang.

Jika hujan, cuaca dinginnya sangat menusuk kedalam tubuh, sehingga berdampak pada masalah kesehatan. Hampir semua anggota keluargaku bergiliran sakit, dimulai dari anakku, suamiku lalu aku sendiri. Gejala sakit yang kami rasakan yaitu demam, suhu badan panas tinggi disertai nyeri otot dan sakit kepala.

Hampir semua merasakan gejala sakit yang sama. Karena pada saat itu, selain curah hujan yang tinggi dan angin kencang, cuaca juga setiap harinya berubah, atau bisa disebut pancaroba yang cukup ekstrim.

Dalam satu hari cuaca tidak bisa diprediksi setiap harinya, saat pagi sampai menjelang siang panas terik, dan menjelang sore sudah mulai mendung disertai angin kencang, sampai pada akhirnya mulai sore sampai malam hujan tiada henti.

Dan keesokan harinya, cuaca mendung dari pagi, disertai angin kencang. Pokoknya saat itu, cuaca yang terjadi sangat tidak seperti biasanya. Bahkan perkiraan cuaca menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun bisa berubah dari yang sebenarnya terjadi.

Prakiraan Musim Kemarau 2022 pada 342 ZOM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami Awal Musim Kemarau 2022 pada kisaran bulan April hingga Juni 2022 sebanyak 261 ZOM atau 76,3% dari 342 ZOM.

Sumber : www.bmkg.go.id

Sumber foto merupakan Screenshoot dari artikle BMKG 


Menurut BMKG, di bulan April ini seharusnya sudah masuk musim kemarau, tapi kenyataan yang terjadi curah hujan malah semakin tinggi di beberapa daerah. Hal ini menunjukan bahwa adanya perubahan iklim yang mengalami kemunduran waktu untuk cuaca.

Nah dengan begitu, maka kita sudah harus waspada. Di saat cuaca sedang tidak stabil seperti itu, lebih baik kita sering-sering berada di dalam rumah, jika tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah. Selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga agar kesehatan dan keselamatan kita terjaga.

Tindakan kehati-hatian kita dengan berdiam di dalam rumah juga tidak akan membuat kita bosan kok, kalau kita bisa melakukan hal positif yang lebih kreatif. Misalnya mengisi hari dengan mencoba bercocok tanam atau merawat tanaman yang ada di rumah.

Selain itu, kita juga bisa ikut berbaur bersama warga di lingkungan rumah membuat kebun kecil, untuk tanaman hidroponik  yang nantinya akan bermanfaat untuk kita juga. Sebagai contoh foto dibawah ini ada berbagai macam pohon dan tanaman seperti pohon cabai, pepaya, dan ada beberapa tanaman sayur dalam polybag.

Kebun kecil yang dibuat oleh warga setempat di lingkungan rumahku (dok.pri)


Hal tersebut jelas akan membawa dampak besar bagi kelestarian alam, walaupun tanamannya tidak begitu banyak, tapi setidaknya kita sudah bisa ikut berperan untuk menjaga kelestarian alam, yang dampaknya juga bisa mengurangi perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini.

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga bumi kita yang indah ini, #UntukmuBumiku harus kita rawat dan lestarikan dimulai dengan hal-hal yang sederhana. Saatnya #TeamUpForImpact untuk bumi kita, karena sekecil apa pun tindakan positif dari kita untuk menyelamatkan bumi, maka akan membawa dampak yang besar untuk masa depan bumi kita.

Selain ikut serta membuat lingkungan hijau dengan tanaman hidroponik, warga dirumahku juga sangat mendukung upaya pemerintah kota, yang sedang merapihkan lahan pinggir sungai, untuk dijadikan taman. Dimana dulunya, kawasan pinggir sungai ini, dijadikan tempat usaha dan tempat tinggal liar oleh penduduk pendatang baru.

Lahan bekas pedang liar, yang nantinya akan dirapihkan untuk taman (dok.pri)


Foto tersebut adalah bukti penggusuran lahan perdagangan liar yang sekarang sedang dirapihkan oleh pengurus pemerintah, untuk nantinya dijadikan taman penghijauan yang indah. Seperti taman dibawah ini.

Ini adalah sebagian taman yang sudah dirapihkan oleh pemerintah daerah (dok.pri)


Bagi aku pribadi, walaupun bentuk dukungan itu terbilang kecil tapi dampaknya akan sangat besar bagi kita semua. Dan dengan begini, semoga kesadaran masyarakat juga akan semakin paham, bahwa dengan membangun pemukiman untuk berdagang atau tempat tingga di lahan pinggir sungai itu, jelas akan sangat membahayakan jiwa mereka sendiri suatu hari nanti.

Baiklah semoga artikle ini bermanfaat dan bisa menjado contoh bagi masayarakat lainnya, untuk segera menyelamatkan Bumi kita, karena #UntukmuBumiku tempat kehidupan kita di masa kini dan nanti.

Let's #TeamUpForImpact



This entry was posted in

15 komentar:

  1. Setuju, langkah kecil tapi rutin memberi sumbangan untuk kelestarian bumi ya

    BalasHapus
  2. Dulu kan ada Taman PKK ya di area warga RT maupun RW. Padahal bagus sekali tuh programnya tapi entahlah sepertinya kini kurang digalakkan. Perubahan iklim lebih banyak diakibatkan ulah tangan manusia seperti kebakaran hutan, penebangan pohon ilegal dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya disetiap wilayah tempat tinggal biasa selalu ada, tapi kadang ada yang masih aktif ada yang engga yah mba

      Hapus
  3. Bener banget mbak, apalagi manusia juga turut andil dalam perubahan iklim. Kita juga bisa loh andil dalam pengendalian dengan memulainya dari rumah dulu yang simple, ini juga bisa menularkan kebaikan untuk lingkungan sekitar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes bener banget mba, dimulai dari diri kita sendiri yang harus sadar akan kelestarian alam

      Hapus
  4. Iya niih cuaca sekarang “nyeleneh” ya. Udah gak sesuai lagi. Biasanya kan bulab ber ber baru hujan. Sekarang sih sering banget hujannya

    BalasHapus
  5. Suka dengan hastagnya nih.. Setuju banget dengan #UntukmuBumiku, karna bumi kita harus kita jaga agar kelak anak, cucu, dan keturunan kita nantinya bisa juga menikmati bumi asri kita..

    BalasHapus
  6. Dengan menanam tanaman yang ada, selain bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil kebun sendiri, manfaat lainnya adalah menyelamatkan bumi dari krisis iklim yang kini mulai dirasakan. Artikelnya sangat menginspirasi kak..

    Semoga semakin banyak yang terlibat dalam hal kebaikan menjaga bumi.

    BalasHapus
  7. Dengan menanam tanaman yang ada, selain bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil kebun sendiri, manfaat lainnya adalah menyelamatkan bumi dari krisis iklim yang kini mulai dirasakan. Artikelnya sangat menginspirasi kak..

    Semoga semakin banyak yang terlibat dalam hal kebaikan menjaga bumi.

    BalasHapus
  8. kalau aku sekarang mulai belajar memilah sampah dengan mengumpulkan sampah dapur buat dijadikan kompos. ternyata asik juga bikin kompos sendiri ini yang bisa jadi media tanam

    BalasHapus
  9. Dennise Sihombing7 Mei 2022 07.24

    Ngeri ya kalau bumi tidak dijaga "kita" manusia lama-lama terkikis, rusak dan bisa jadi punah. Di rumah ada beberapa meter lahan tanah, terbatas memang tapi cukuplah untuk menanam pohon kecil dan tanaman hijau untuk kelestarian bumi

    BalasHapus
  10. Kita bisa mulai dari lingkungan skitar kita ya ka dengan menanam pohon atau bunga2an yang bisa memberikan kesejukan buat mata dan pastinya udara juga bisa lebih bagus kalau banyak pohon

    BalasHapus
  11. Dalam beberapa tahun terakhir di tempatku juga digalakkan kegiatan penghijauan oleh kelurahan setempat mba. Tujuannya agar lingkungan makin hijau asri juga. Semoga makin banyak kegiatan -kegiatan positif sebagai mitigasi perubahan iklim ya..

    BalasHapus
  12. Kita sebagai warga negara yang baik memang seharusnya perduli turut andil dalam perubahan iklim, bisa dimulai dari rumah ya ....

    BalasHapus