Rabu, 09 Juni 2021

Mengenal Cara Bermain Versi Anak Melalui Seaventure Bersama Paddle Pop

"Mama main yuk"

Sudah lama aku tidak mendengar kalimat seperti itu dari anakku yang sekarang sudah mulai beranjak besar dan lebih memilih bermain sendiri dengan gadgetnya atau bermain dengan anak-anak seusianya. Padahal aku sudah rindu sekali bermain bareng anakku, sambil mengenalkan banyak permainan seru, seperti permainan edukatif yang bermanfaat.

Tapi sebagai orangtua, tentunya aku tidak boleh egois dong. Kita harus tahu keseruan apa yang mereka inginkan saat bermain. Yups….permainan anak jaman sekarang, jelas berbeda dengan permainan anak jaman aku kecil dulu ya mam. Kalau jaman dulu bermain itu lebih banyak mengeluarkan energi dibanding berfikir, tapi kalau anak jaman sekarang, melalui berbagai macam perkembangan teknologi, sekarang sudah banyak permainan-permainan seru sambil belajar, dan pastinya bisa dilakukan di dalam rumah.




Yahh…..mengingat masih dalam masa pandemi, tentunya kita juga belum bisa terlalu membiarkan anak-anak sering main diluar rumah kan, untuk itu mari kita luangkan waktu bermain bersama anak, melalui permainan yang mereka suka, tapi bisa sambil melatih kreatifitasnya. Selain itu, cara bermain seperti ini juga bisa lebih meningkatkan bounding kita dengan anak-anak.

Sudah lama juga sebenarnya aku kehabisan ide untuk memberi permainan edukatif pada anakku, dan kebetulan sekali beberapa waktu yang lalu, melalui Komunitas Emak Blogger (KEB), aku diberi kesempatan untuk ikut event Online Gathering bareng Paddle Pop Indonesia dan Jakarta Aquarium serta mengajak anak-anak untuk nonton "Seaventure" melalui zoom, dalam rangka World Play Day 2021 yang ditetapkan pada tanggal 28 Mei.




Wooww...tentunya anakku senang banget dong saat aku ceritakan tentang event ini, karena dia berfikir sambil nonton bisa sambil makan Ice Cream Paddle Pop favoritnya, hehe.

Tapi setelah aku jelaskan tentang kegiatan di online gathering tersebut, malah dia lebih excited lagi. Karena didepannya sudah tersedia box berisi beberapa bahan-bahan untuk membuat tabung oxygen dan sudah dilengkapi dengan kacamata menyelam dari karton bergambar, serta petunjuk cara pembuatannya.

"Waahhh….aku udah gak sabar nih mah," ucapnya….hehehe. Hhmm….akhirnya hal yang aku rindukan bermain sambil belajar bareng anak bisa tercapai. Selalu ada jalan memang kalau kita berharap yang terbaik untuk anak-anak, karena selama masa pandemi ini, anakku udah terlalu sering bermain gadget, dan aku sudah mulai resah akan hal itu.

Nah pasti kalian pun penasaran dong, seperti apa sih tontonan di Seaventure itu?

Seaventure adalah petualangan wisata dunia bawah laut, yang bisa kita akses secara virtual melalui website Paddlepop. Nah kegiatan ini merupakan kerjasama antara Paddle Pop Indonesia dan Jakarta Aquarium, yang di dalamnya ada berbagai macam tontonan menarik, mulai dari mengenal tentang Biota bawah laut, serta mencari tahu fakta unik dari setiap biota yang ada di laut, serta pertunjukan putri duyung dan kisahnya.




Pokoknya seru banget deh mam, aku pun ikut menikmati semua aktivitasnya. Tapi sebelum menonton, anak-anak diajak untuk membuat kreatifitas dari alat-alat yang dikirimkan sebelumnya, yaitu berupa :

  • 2 buah botol minum plastik ukuran 1 ltr
  • Tali panjang ukuran 50cm
  • Kain planel warna hitam
  • Lem atau perekat
  • Solasi hitam ukuran kecil
  • Pylox warna silver
  • 2 Stiker Seaventure
  • Kacamata menyelam dari karton bergambar
  • Tali karet untuk kacamata
  • Pentunjuk untuk cara pembuatan tabung oxygen dan kacamatanya
  • Botol berisi kode unik untuk menonton Seaventure yang bisa di akses 3 kali

Nah dengan dibantu papanya, akhirnya tabung oxygen ala ala serta kacamata menyelamnya sudah jadi.




Cara buatnya mudah banget ko mam, namun sebelumnya botol plastik harus di warnai dulu menggunakan pylox, agar bisa dikeringkan terlebih dahulu. Lalu mulai lah proses membuat dengan mengikuti petunjuknya.

Tapi berhubung anakku badannya besar, akhirnya botol plastik yang sudah dikirim pihak Paddle Pop, aku ganti dengan botol bekas air mineral ukuran 1 ltr, agar bisa menyesuaikan dengan ukuran badan anakku kan.

Jujur saja, awalnya aku khawatir anakku gak mau pakai peralatan itu sambil nonton seaventure tersebut, tapi ternyata anakku malah senang, karena merasa peralatannya itu hasil karyanya sendiri….aahhh Alhamdulillah, jadi semakin menambah keseruan petualangannya kan, dan anakku sangat menikmatinya.




Oke setelah selesai menonton, kemudian giliran orangtua yang diberi asupan materi dari para narasumber yang hadir di event tersebut, salah satunya yaitu Vera Itabiliana, sebagai Psikolog Anak dan Remaja, yang menjelaskan tentang betapa pentingnya bermain bagi anak-anak, dan orangtua juga diharapkan terlibat dalam permainannya.



Jadi kita tidak dianjurkan untuk membatasi anak ketika sedang bermain, justru malah seharusnya kita ikut terlibat dalam permainan yang mereka ciptakan, agar mereka tidak mudah bosan dan semakin bisa mengikuti bermain sambil belajar yang kita terapkan. Yaahh contohnya seperti menonton Seaventure tersebut, sambil melakukan kreativitas seperti membuat tabung oxygen. 

Dan kita tidak perlu bingung kalau dirumah bahan-bahannya terbatas, hal ini dijelaskan dan dicontohkan juga oleh Diana Rikasari seorang Fashion Designer yang berpengalaman melalui hobbynya membuat karya-karya unik dari bahan-bahan seadanya dirumah. Sebagai contohnya, beliau membuat tabung oxygen tersebut dari cup air minum plastik bekas minuman bobba ukuran Large.

Waahh ide kreatifnya selalu ada ya mam, jadi tidak ada alasan kekurangan bahan saat kita mau melakukan kreatifitas dan gak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, sudah pasti anak pun akan tetap happy. Dari pada membeli permainan yang mahal lebih baik uangnya kita gunakan untuk membeli Ice Cream Paddle Pop yang tersedia di mini market terdekat saja.




Dengan hanya membeli 4 macam Paddle pop varian apa saja, lalu dapatkan kode unik untuk akses menonton Seaventure melalui Website Paddle Pop.
Promo ini berlaku dari mulai bulan April sampai akhir Juni loh mam, jadi jangan sampe terlewat yah kalau mam ingin mengajak anaknya untuk belajar wisata bawah laut.

Tapi jangan sedih ya mam, untuk promo berikutnya, akan ada wisata Antariksa, yaitu Liburan ke Planet Mochi….huuwaaawww sepertinya akan lebih seru lagi yaahhh dan wawasan anak-anak pun akan semakin bertambah.






Jumat, 04 Juni 2021

Edukasi Dini Tentang Menjaga Kebersihan Dan Kesehatan Vagina Saat Menstruasi

Menjaga kesehatan seluruh anggota tubuh itu harus di niatkan dari diri kita sendiri, kalau ingin sehat tentunya kita harus aware dengan kebersihannya. Dengan kita rajin mencuci tangan saja, sudah merupakan awal dari menjaga kebersihan kan. Juga dengan hanya rajin mencuci tangan saja sudah merupakan upaya kita dalam mencegah kuman, bakteri dan berbagai macam virus masuk ke dalam tubuh kita.

Tapi tentunya menjaga kebersihan tidak terbatas dari hanya mencuci tangan saja yah, sebagai orang dewasa tentunya kita tahu apa saja sih yang harus kita lakukan jika kita ingin hidup lebih sehat dan bersih. Dan melalui apa saja sumber penyakit akan muncul, jika kita lalai terhadap kebersihan anggota tubuh kita.

Nah untuk itu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk segera memberikan masukan atau mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan anggota tubuh, kepada anak-anak. Dan pada tulisanku kali ini, aku akan lebih spesifik membahas tentang kebersihan dan kesehatan vagina saat menstruasi.

Dalam membahas tentang kesehatan dan kebersihan vagina ini, tentunya kita harus paham terlebih dahulu, mengenai apa saja sih hal terpenting yang harus kita lakukan untuk menjaga kebersihan area vagina. Karena jika kita salah dalam memberikan informasinya, maka anak pun akan salah mengartikannya, dan pengertian yang salah tersebut, akan terus tertanam sampai dia dewasa nanti.

Nah beruntungnya aku, ketika mendapat undangan dari Mom Blogger Community, untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Betadine Indonesia, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia, yang diikuti oleh 1000 perempuan Indonesia.





Kegiatan penyelenggaraan webinar ini, dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi yang ditetapkan pada tanggal 28 Oktober 2021, dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Dan bersamaan dengan ini, Mundipharma Indonesia juga meluncurkan kampanye #YangIdeal yaitu kampanye edukatif, dengan mengajak perempuan Indonesia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Nah untuk memperjelas pernyataan diatas, dalam event webinar ini, ada beberapa narasumber yang hadir, yaitu :
  1. Dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid sebagai Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
  2. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH sebagai Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI)
  3. Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indoensia Wilayah Jakarta
  4. Mada Shinta Dewi sebagai Country Manager Mundipharma Indonesia

Menurut ibu Mada Shinta Dewi, mengenai edukasi pentingnya kesadaran akan kebersihan dan kesehatan saat menstruasi ini, Mundipharma Indonesia senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, baik secara langsung kepada masyarakat atau melalui tenaga kesehatan.

Dan untuk mewujudkannya, maka Mundipharma Indonesia pun bermitra dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Gerakan Masyarakat (Germas) sejak dari tahun 2017. Ada berbagai macam rangkaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan dan pada saat menstruasi terutama pada remaja putri.

Upaya ini dilakukan karena, menurut informasi yang diperoleh, ternyata pada tahun 2015, kesadaran masyarakat mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Indonesia masih rendah, bahkan hanya ada 5 dari 10 remaja putri di Indonesia, yang tahu tentang apa yang harus dilakukan pada saat mengalami menstruasi pertama kali.

Mendengar soal itu, tentunya jelas dong bagi kita sebagai orangtua pun akan merasa tertantang untuk menjelaskan kepada anak perempuan kita, tentang informasi yang benar dan tepat mengenai kesehatan area kewanitaan terutama pada saat menstruasi.

Penjelasan Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH sebagai Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) 

Menstruasi merupakan periode keluarnya darah dari organ intim setiap perempuan selama beberapa hari, normalnya yaitu 3 sampai 7 hari setiap bulannya. Biasanya dalam satu periode jaraknya sekitar 28 hari sekali atau 21-35 hari. Proses ini sangat normal terjadi pada setiap perempuan, yang menandakan bahwa perempuan tersebut sudah siap untuk bereproduksi (memiliki anak), karena haid didahului oleh proses matangnya sel telur yang siap dibuahi.

Darah yang dikeluarkan merupakan lapisan dalam rongga Rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi, dan selanjutnya sel telur tersebut akan berkembang menjadi janin. Tapi proses ini sangat normal dan sehat yah, asalkan darah yang keluar tidak terlalu banyak dan dalam periode yang normal serta tidak mengganggu kesehatan.

Namun dalam hal ini kita juga harus menjaga kebersihannya melalui Manajemen Kebersihan Menstruasi, seperti :
  1. Pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat mengalami menstruasi
  2. Harus menggunakan pembalut yang bersih, dan harus diganti sesering mungkin selama periode menstruasi
  3. Pada saat membersihkan, harus melalui akses toilet, sabun dan air yang bersih serta dapat terjaga privasinya
  4. Dan akses pembuangan pembalutnya juga tidak boleh sembarangan, karena pembalut bisa menjadi tepat bakteri berkembang biak.
Apabila kita tidak menjaga kebersihannya dengan baik, maka akan mengakibatkan masalah kesehatan pada Infeksi Saluran Reproduksi, Infeksi Saluran Kemih, Infeksi Jamur serta meningkatkan resiko Kanker Serviks.





Untuk itu dibawah ini, ada beberapa cara yang harus dilakukan selama masa haid berlangsung, yaitu:
  1. Cuci bersih pembalut yang sudah dipakai, dan masukan ke dalam kantong plastik
  2. Lalu buang langsung plastik berisi pembalut yang sudah dibersihkan ke tempat sampah
  3. Apabila memakai pembalut yang bisa dipakai ulang, cuci pembalut tersebut sampai bersih
  4. Sebaiknya ganti pembalut setiap 4-5 jam sekali
  5. Mandi 2 hari sekali untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh
  6. Selalu mencuci tangan pakai sabun, di air yang mengalir, sebelum dan sesudah mengganti pembalut
  7. Pastikan airnya bersih atau tidak ada kotorannya
  8. Cara membersihkan organ intimnya juga harus dari depan ke belakang, yaitu dari arah saluran kemih ke arah anus, karena area anus ini adalah area yang paling kotor yang bisa mengandung bakteri.

Dan jika salah cara membersihkannya, maka bakteri dari anus akan masuk ke vagina yang saat itu sedang mengeluarkan darah, dan pada saat itulah bakteri akan berkembang biak, sehingga menyebabkan infeksi pada vagina bahkan pada saluran kemih atau yang disebut infeksi saluran kemih.

Jika ingin bisa lebih bersih lagi, pada saat membersihkan vagina, kita bisa menggunakan cairan pembersih vagina yang sesuai dengan pH normal vagina kita yaitu diantara 3.5 – 4.5, untuk itu gunakan lah cairan pembersih vagina yang sesuai dengan angka pH normal tersebut.

Usahakan jangan sampai menggunakan air sabun untuk badan yah, karena pHnya tinggi, yaitu diatas 7. Hal tersebut kemungkinan bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina, bahkan parahnya bisa menyebabkan infeksi vagina.

Lalu bagaimana cara menjelaskan informasi mengenai MKM kepada remaja putri kita sendiri?

Penjelasan Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta

Dalam hal menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan kita saat akan atau sudah mengalami menstruasi, adalah hal yang sangat penting, dan wajibnya sumber info tentang hal tersebut yaitu dari ibunya sendiri. Karena yang perlu kita ingat, bahwa memberikan info tentang menstruasi ini bukan lah hal yang tabu yah.

Jadi para remaja memang harus tahu info detailnya dari sejak dini, untuk itulah kita sebagai orangtua pun harus paham terlebih dahulu tentang menstruasi, agar penyampaian infonya tidak disalah artikan oleh anak perempuannya. Karena menurut data yang diketahui, ternyata masih banyak para remaja yang malu ketika sedang menstruasi, bahkan sampai ada yang tidak mau masuk sekolah.

Nah oleh sebab itu, jika kita paham dan dapat meluangkan waktu untuk menjelaskan secara detail pada mereka, maka efeknya akan dapat menimbulkan beberapa hal positif seperti :
  1. Kesehatan reproduksi remaja secara umum akan jauh lebih baik, karena kebersihannya akan selalu dijaga, lalu dapat menjaga diri dari hal-hal yang negatif untuk dirinya
  2. Jika mereka tahu lebih detail mengenai organ intim wanita, maka akan terhindar dari hubungan seksual pertama atau dapat terhindar dari hubungan seksual di usia remaja
  3. Dapat mengurangi resiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas
  4. Dapat mempererat hubungan antara ibu dan anak perempuannya

Lalu ada 7 tips cara bicara tentang menstruasi pada anak, yaitu :

  1. Ibu adalah sumber informasi yang paling diharapkan tentang menstruasi oleh anak perempuannya. Untuk itu ibu perlu membekali diri dengan pemahanan yang tepat tentang menstruasi. Ibu juga harus paham mengenai MITOS dan FAKTA seputar menstruasi, dan lakukan dengan cara berkomunikasi yang benar, jelas dan mudah dipahami anak
  2. Bicara menstruasi itu tidak tabu, karena hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa
  3. Lakukan pembicaraan tentang menstruasi ini secara berulang kali, sampai anak benar-benar paham, biasanya dilakukan sejak ada tanda-tanda pubertas, dan sesuaikan pembicaraan dengan usianya
  4. Usahakan bersikap positif pada saat berbicara menstruasi, karena isu isu pubertas atau menstruasi merupakan topik yang sensitif buat remaja
  5. Lakukan teknik bertanya terlebih dahulu pada anak mengenai lingkungan pertemanannya yang sudah mengalami menstruasi
  6. Lalu ketika anak mulai merespon, kita bisa menjelaskan secara detail, mulai dari cara memakai pembalut, fungsi dari berbagai macam pembalut, baik yang sekali pakai atau yang bisa dipakai ulang. Bisa sambil menyelipkan penjelasan tentang gambar organ rahim, lalu jelaskan fungsi-fungsinya seperti yang sudah dipaparkan oleh dr. Dwiana Ocvianty
  7. Lakukan penjelasan tentang mentruasi ini kepada anak laki-laki juga yah, tujuannya adalah agar anak laki-laki bisa mengerti dan menghargai teman perempuannya yang sedang mengalami mentruasi.

Penjelasan dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid sebagai Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Informasi dari dr. Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam memberikan edukasi kepada para remaja Indonesia, sudah tercantum pada Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014 tentang kesehatan Reproduksi.





Dimana dalam peraturan tersebut tercantum pasal-pasal yang menjelaskan tentang adanya pelayanan kesehatan dari pemerintah, terkait tentang kesehatan reproduksi remaja di Indonesia.

Adapun beberapa programnya yaitu :
  • Program UKS, yaitu Usaha Kesehatan Sekolah yang merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat di sekolah
  • Program Posyandu Remaja, yaitu Pos Pelayanan Terpadu Remaja yang merupakan sebuah wadah atau Pos Kesehatan Remaja yang memfasilitasi para remaja untuk memahami seluk beluk remaja selama masa pubertas
  • Program Aku Bangga Aku Tahu, yaitu Kegiatan penyuluhan yang rutin dilakukan ke setiap sekolah, untuk memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual
  • Program Vaksinasi HPV, yaitu salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD, untuk mengurangi resiko kanker serviks.

Baiklah kesimpulannya, sangat lah wajar bagi kita para orang tua memberikan informasi yang lengkap kepada anak-anak terutama anak perempuan sejak dini, atau pada saat anak sudah mulai menunjukan tanda-tanda pubertas.

So yah....melalui tulisanku ini, semoga para pembaca setiaku akan mendapat tambahan ilmu yang lebih jelas dan tepat, mengenai kesehatan dan kebersihan reproduksi pada saat menstruasi.

Rangkaian Lengkap Untuk menjaga Kesehatan & Kebersihan Area Kewanitaan melalui Betadine Feminin Care

Berkaitan dengan informasi tentang kesehatan dan kebersihan area kewanitaan diatas, dalam hal ini ada penjelasan juga tentang cairan pembersih yang baik dan sesuai dengan pH wanita Indonesia, yang dijelaskan oleh Adi Prabowo sebagai Head Of Marketing Digital & E-Commerce Mundipharma Indonesia.

Dalam hal ini, Betadine Feminine Care hadir sebagai sahabatnya wanita, yang dapat memberikan rangkaian yang lengkap untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan, mulai dari menjaga kebersihan sehari-hari (Daily Protection), pada saat menstruasi (Red Days), pada saat memiliki gejala infeksi (Infection), dan juga pada saat kita berada diluar rumah (On The Go).





Berikut adalah kandungan dan fungsi dari rangkaian Betadine Feminine Care :

Betadine Feminine Wash Foam & Natural (untuk sehari-hari), mengandung bahan alami Daun Sirih, Prebiotics, pH sudah seimbang yang disesuaikan dengan pH di area kewanitaan, Paraben Free, teruji secara Hypoallergenic, dan sudah melalui tes Gynaecologically.

Betadine Feminine Hygiene (untuk gejala infeksi), mengandung Antiseptik PVPI 10%, mengatasi gejala infeksi seperti keputihan, iritasi ringan, bau tidak sedap dan gatal

Betadine Vaginal Douche (saat terjadi infeksi), mengandung Antiseptik PVPI 10%, harus konsultasi dengan dokter

Betadine Feminine Wipes (untuk traveling), mengandung pH Balance+Prebiotic, Hypoallergenic, Gynaecologically tested, Flushable dan Biodegrable

Untuk info lebih detail tentang harga dari rangkaian produk  Betadine Feminine Care bisa cek melalui Shopee



Rabu, 19 Mei 2021

Let's Read Indonesia Meningkatkan Minat Baca Buku Pada Anak Usia Dini

Hallo Semua

Siapa yang setuju dengan pernyataan, “Buku merupakan Jendela Dunia”....
Yups semua orang pasti setuju dengan pernyataan tersebut. Karena memang benar, Buku merupakan petunjuk untuk kita melakukan hal yang tadinya tidak tahu tentang segala sesuatu yang ada di dunia ini, menjadi lebih banyak tahu.

Mengenai hal itu, aku mau cerita sedikit tentang film yang belum lama ini aku tonton. Film ini diambil dari best on true story atau film kisah nyata mengenai seorang anak gadis yang di isolasi atau dikurung di ruang bawah tanah atau basement rumahnya, oleh ayahnya sendiri selama puluhan tahun.

Dan selama disekap selama puluhan tahun tersebut, dia belajar berbagai macam hal yang terjadi pada dirinya sendiri, hanya dari buku yang sudah dipersiapkan oleh ayahnya.

Namun pada tulisan ini, aku tidak akan menceritakan detil cerita dari film tersebut yah, aku hanya ingin mengambil makna dari cerita tersebut, tentang betapa pentingnya membaca buku dan memahami isi dari buku bacaan, yang dapat menjadikan kita sebagai orang yang memiliki wawasan luas dan juga dapat menjadikan kita mengetahui banyak hal tentang kehidupan disekeliling kita.

Apalagi sebagai orangtua yang mempunyai anak, kita harus mau memperkenalkan pentingnya membaca buku, karena buku merupakan bekal untuk anak bertumbuh. Maka sudah menjadi tugas kita untuk menanamkan minat baca pada anak dari sejak usia dini.




Lalu sebagai orangtua juga harus melek digital, karena e-book atau buku online sekarang sudah banyak dan bisa kita manfaatkan dengan mudah. Jadi rugi banget kalau kita tidak bisa memanfaatkan era digital yang semakin pesat ini kepada anak-anak.

Terlebih setelah kita tahu, bahwa ada banyak aplikasi buku bacaan atau lebih tepatnya perpustakaan online yang bisa kita akses dimana pun dan kapan pun, selama ada jaringan internetnya yah.

Sebagai salah satu contoh yaitu, perpustakaan online Lets Read Indonesia, yang beberapa waktu lalu baru aku ketahui melalui event Blogger Gathering bertema “Buku-Bekal anak Bertumbuh” bersama komunitas Blogger Perempuan Network.





Tentang Let's Read Indonesia Dan The Asia Foundation

Mengenai Let's Read Indonesia ini, dijelaskan lebih detail oleh pembicara pertama pada saat Blogger Gathering, yaitu kak Elsa Agustine sebagai Social Media Development dari The Asia Foundation, dan The Asia Foundation itu sendiri sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1955, dengan membawa program pertamanya yaitu Books For Asia (BFA).




Buku-buku dari The Asia Foundation tersebut dikirim ke Indonesia sebanyak lebih dari 3.5 juta eksemplar. Namun buku-buku tersebut masih menggunakan Bahasa Inggris, jadi menurunkan minat baca pada anak-anak Indonesia karena kendala Bahasa.

Dengan demikian, dibuatlah Lets Read Indonesia yang merupakan suatu aplikasi perpustakaan digital, dimana didalamnya ada banyak buku cerita anak, yang dipersembahan dari komunitas literasi dan juga The Asia Foundation.

Namun aplikasi ini baru bisa di instal menggunakan android, jadi untuk yang menggunakan ios masih dalam proses pembuatan yah. Atau kita juga bisa mengakses Let's Read melalui website 

Apa saja yang ada dalam Let's Read?

Ada banyak buku bacaan bergambar dari berbagai negara yang berkontribusi, khusus untuk anak PAUD dan SD kelas rendah. Dan sudah dilengkapi dengan berbagai macam bahasa dari berbagai negara, termasuk Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia seperti, Bahasa Jawa, Bali, Minang, Batak, Sunda dan lain-lain.




Lalu aplikasi ini bisa diunduh dan dicetak serta dapat diakses melalui android juga websitenya. Jadi sangat praktis dan semuanya gratis loh, tentunya bisa berhemat yah untuk ibu-ibu. Dan sumber Let's Read ini berasal dari Book Lab dari beberapa tulisan atau karya dari para penulis dan illustrator serta dari Lokakarya Penerjemah yang sebelumnya sudah diseleksi dengan baik.

Walaupun masih dalam masa pandemi, pengadaan lokakarya tetap berlangsung, namun dilakukan secara digital. Jadi para penulis dan illustrator tergabung dalam Lokakarya Daring untuk pembuatan Buku Anak Digital 2021. Dan untuk donasinya itu sendiri yaitu dari ITB, Unicef, Mizan, KPK, Pelangi dan lain-lain.

Lalu apa saja sih yang boleh atau tidak boleh (do & don't) dalam pengaksesan Let's Read Digital?

Do : Mengunduh, Mencetak dan Membagikan (misalnya untuk keperluan di posyandu atau PAUD), serta kita juga dapat merekam kegiatan membacakan nyaring buku bacaannya untuk kepentingan suatu konten, namun harus menyebutkan nama penulisnya, illustratornya dan penerbitnya.

Don't : Memperjual belikan buku cerita yang ada di Lets Read dalam bentuk PDF atau Cetak), karena sudah ada beberapa marketplace yang menjual buku-bukunya, padahal kita sudah dapat secara gratis dengan hanya mendownload saja atau via website. Lalu merekam tanpa menyebutkan nama penulis, Illustrator dan penerbitnya itu juga tidak boleh yah.

Bagaimana cara menggunakan Lets Read?

Setelah mendownload atau membuka via website, pertama-tama kita bisa pilih kolom bahasa sesuai kebutuhan, dan kolomnya ada dipojok sebelah kiri.




Lalu akan keluar buku-buku cerita yang siap kita pilih atau kalau kita mau mengunduh bisa langsung diunduh melalui websitenya dan bisa dicetak. Tapi kalau di aplikasi tidak bisa dicetak yah, hanya bisa menyimpan dan bisa dibuka pada saat offline saja.




Sebagai orangtua, tentunya kita harus mengenal karakter anak-anak kita sendiri. Ada tipe anak yang memang gemar membaca dan sangat antusias tentang isi cerita dari sebuah buku, namun ada juga tipe anak yang malas membaca, namun lebih tertarik untuk mendengarkan isi cerita dari sebuah buku.

Dan untuk membacakan isi cerita dalam buku, ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Karena ada beberapa arahan atau cara untuk membaca nyaring yang harus kita pahami, agar anak-anak bisa tertarik untuk mendengarkan dan memahami isi cerita dalam buku tersebut.

Nah untuk itu, pada sesi berikut dalam Blogger Gathering tersebut, dihadirkan seorang pembicara yaitu ibu Roosie Setiawan sebagai Founder Reading Bugs, yang akan menjelaskan tentang bagaimana cara untuk Membaca Nyaring dari suatu cerita dalam buku.

Tentang Reading Bugs Dan Read Aloud Indonesia

Reading Bugs adalah sebuah komunitas Read Aloud Indonesia yang berdiri pada tahun 2008. Menurut penuturan ibu Roosie, Reading Bugs terbentuk karena terinspirasi dari sebuah buku The Read Aloud Hand Book. Dan menurut beliau, buku tersebut sangat bagus untuk dibaca, khususnya untuk para orangtua di Indonesia. Kemudian buku tersebut diterjemahkan dalam bahasa Indonesia serta disebar luaskan.




Namun sayangnya buku tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menjadi sasarannya. Untuk itu dibuatlah Reading Bugs yang tergabung dalam komunitas Read Aloud Indonesia.

Ada pun Visi dan misi dari Reading Bugs itu sendiri adalah :

Visi : Membuat anak Indoensia bisa menjadi pembaca sepanjang hayat
Misi : Menjadikan Read Aloud sebagai budaya di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat




Dan kedua hal tersebut dapat tercapai jika kegiatan Read Aloud dapat dilakukan setiap hari. Dimana sampai saat ini telah tergabung 55 komunitas Read Aloud Indonesia, yang tersebar dari mulai Banda Aceh sampai Manokwari.

Dengan digagasnya komunitas Read Aloud ini, karena kondisi minat baca orang-orang di Indonesia sangat rendah, reading skor-nya ada dilevel terbawah atau berada dilevel 10 terbawah. Jadi sangat disayangkan sekali yah, berlaku juga pada buku Pendidikan mengenai Ilmu Pengetahuan seperti matematikan dan scient.

Maka dengan mengetahui kondisi tersebut, tujuan dari kegiatan komunitas Read Aloud ini, adalah ingin mengajak para orangtua, agar mau meluangkan waktunya, untuk memberikan contoh semangat membaca kepada anak-anaknya.

Salah satunya yaitu dengan kegiatan membacakan nyaring suatu cerita buku yang bisa menarik perhatian anak, untuk bisa mendengarkan cerita sampai selesai, dan anak-anak pun bisa memahami isi cerita dari buku tersebut.

Lalu bagaimana cara membaca nyaring sebagai salah satu kegiatan dari Read Aloud?

Dalam membaca nyaring ada beberapa hal yang harus kita pahami sebelumnya, yaitu :
Berapa menit waktu yang dibutuhkan?
Apa manfaat yang kita dapat?
Apa yang kita rasakan?

Lalu ibu Roosie pun mencontohkan kepada kami semua para blogger yang hadir, dengan membacakan nyaring sebuah cerita dari buku koleksi Read Aloud yang berjudul “Daisy Yang Hebat” karya penulis Leona Ingram, Siya Masuku dan Nozizwe Herero dengan Ilustrator Siya Masuku.




Kesimpulan yang dapat kami ambil setelah mendengarkan cerita ibu Roosie tentang Daisy yang Hebat yaitu :

1. Waktu yang diperlukan kurang lebih sekitar 7 menit
2. Lalu kami ikut menyelami perasaan Daisy, membayangkan jadi Desy atau larut dalam suasana cerita tersebut
3. Dan makna yang terkandung dari cerita tersebut adalah bahwa dengan berusaha dan bersemangat mencapai sesuatu, maka kita akan mendapatkan hasil yang kita inginkan

Kemudian jelas kan yah, ada banyak manfaat yang bisa di rasakan dan diambil sisi positifnya buat anak-anak yang dibangun dari sebuah cerita dalam buku. Dan dengan membacakan nyaring yang dilakukan oleh orangtua atau guru, maka dapat membangun banyak keterampilan dasar yang penting, memperkenalkan kosakata, memberikan model pembaca yang lancar dan cukup ekspresif, serta membantu anak-anak mengenali apa itu membaca untuk kesenangan.

Namun sayangnya di Indonesia hal-hal tersebut tidak terjadi, maka timbulah banyak remaja yang tidak suka membaca. Lalu akses terhadap buku juga kurang, sehingga anak-anak Indonesia mengalami penurunan pada minat baca.

Oleh sebab itu, dengan dibuatnya Read Aloud, ditujukan untuk menuangkan kemampuan literasi usia dini, dengan mengulas tentang mendengarkan atau menyimak cerita dari suatu buku, mengenali kosakata anak saat berbicara, membaca dan menulis.

Lalu bagaimana mengembangkan Literasi Dini pada anak?

Ada beberapa hal untuk mempelajari Literasi Dini pada anak, yaitu:

1. Kemampuan berbahasa lisan atau bertutur dapat membentuk kecakapan literasi pada anak, sehingga dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi, kemudian mereka juga dapat mengenali suara dan pola dalam bahasa lisan
2. Perbendaharaan kata atau kosakata ditujukan untuk mengenali nama-nama benda, perbuatan, emosi dan peristiwa disekitar mereka
3. Melalui kosakata yang jelas mereka juga dapat memahami materi bacaannya dan dengan kebiasaan membaca maka mereka pun akan mengetahui kosakata yang baru
4. Mengenai minat pada materi cetak, kita harus mengetahui apakah anak-anak tertarik dengan buku, untuk itu anak harus dibiasakan untuk mengeksplor materi cetak, baik dalam bentuk buku, poster atau media lainnya.
5. Jika anak menunjukan minatnya pada suatu buku, maka dia dapat mengembangkan materi dalam buku tersebut.
6. Melalui pengetahuan huruf, anak-anak akan mengenal mengenai bentuk dan bunyi yang berbeda, dan untuk mengembangkan pengenalan huruf ini, yaitu dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan yaitu seperti menyanyi dan bermain
7. Terbentuknya kesadaran fonologis yaitu dapat mengenal bentuk huruf dan bunyi hingga membentuk suatu kata atau kalimat dan berfungsi sebagai dasar untuk membaca
8. Lalu timbul kesadaran terhadap materi cetak yang terlihat dengan menelusuri bacaan dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah, serta dengan kebiasaan melihat orang-orang disekitarnya membaca buku, maka anak akan memahami bahwa bacaan tersebut memuat materi yang bermakna tertentu
9. Dengan pemahaman materi bacaan, maka anak akan memahami tentang dunia disekitarnya serta mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang disekitarnya.

Lalu bagaimana cara membacakan nyaring pada anak usia dini?

Untuk membacakan nyaring kita harus menyimak jembatan 3 kompetensi berbahasa, yaitu :

1. Melalui Intonasi dan Irama, agar bacaan dapat dengan mudah dipahami, meningkatkan konsentrasi agar anak mudah menyimak, dan menarik minat pada bacaan

2. Adanya Interaksi, agar dapat meningkatkan kepercayaan diri, rasa nyaman dan dapat memotivasi untuk belajar.




Sedangkan kalau dilihat dari ilmu Liguistik, maka akan ada istilah Gestural, Aural, Visual dan Spasial, yang dapat menimbulkan terjadinya pembelajaran secara otentik, menyenangkan, menarik, terdiferensiasi dan natural.

Baiklah dengan adanya info penting dan bermanfaat diatas, semoga dapat menjadi acuan untuk kita para orangtua dalam menerapkan minat baca pada anak-anak, dengan memberikan contoh yang ditimbulkan dari diri kita sendiri, agar anak-anak pun mempunyai minat yang baik terhadap buku-buku bacaan.

Untuk mengetahui info lebih detail mengenai Let's Read dan komunitas Read Aloud, kita bisa langsung akses melalui websitenya serta social medianya, yaitu :
Instagram : @letsread.indonesia dan @readaloudindonesia
Twitter : @letsread_id



Selasa, 13 April 2021

Review Scarlett Brightly Ever After Serum And Facial Wash

Hallo Beauties

Merawat wajah agar tetap sehat, lembab dan halus itu, selain kita perlu modal atau budget untuk membeli produknya, kita juga harus telaten dan continue ya guys. Kenapa?

Karena jika kita lalai atau tidak bisa menyemangati diri kita sendiri untuk merawat tubuh dan wajah kita, pastinya kulit wajah akan mengalami rasa tidak nyaman, misalnya kulit akan menjadi kusam dan kasar. Sehingga kita akan berfikir, betapa pentingnya menjaga kesehatan kulit wajah kita, sama pentingnya seperti merawat kesehatan seluruh badan.

Untuk itu, setelah beberapa waktu yang lalu aku mencoba rangkaian produk Bodycare dari Scarlett by Felycia Angelista. Sekarang aku pun sedang mencoba produk perawatan wajahnya dong.

Seperti biasa, aku selalu dibuat penasaran dengan produk yang hive atau sedang ramai dibicarakan. Seperti layaknya anak muda….hehe, aku yang udah cukup berumur ini, juga gak mau kalah ingin memiliki wajah baby face seperti mereka dong.





Dan kali ini, jujur aku tuh dibuat penasaran dengan produk serum dari Scarlett Whittening. Ada 2 jenis produk untuk serum Scarlett tersebut, yaitu : Brightly Ever After Serum untuk semua jenis kulit dan Acne Serum untuk kulit berminyak dan berjerawat.

Nah berhubung saat ini kulit wajahku sedang mengalami kekusaman dan agak kering, jadi akhirnya aku merasa harus mencoba jenis Brightly Ever After Serum dari Scarlett. Selain serumnya, aku juga dibuat penasaran dengan Facial Washnya yang terdapat kandungan Rose Petals didalamnya, karena jujur aku tertarik banget sama packagingnya yang transfaran, jadi tekstur produknya dapat terlihat dengan jelas.

Scarlett Brightly Ever After Serum dan Facial Wash (dok.pri)


Baiklah, sekarang aku mau langsung bahas mengenai pengalaman aku mencoba 2 produk dari Scarlett Whittening tersebut, mulai dari packaging, tekstur, dan hasilnya setelah pemakaian lebih dari 2 minggu.

Scarlett Brightly Ever After Serum

Alasan aku mencoba untuk pertama kalinya serum Scarlett Brightly Ever After ini, karena saat ini wajahku agak kusam dan kering. Mungkin karena perubahan cuaca, dan yaahhh lagi-lagi, mungkin juga karena aku kurang rajin merawat kulit wajahku kalau sedang banyak pekerjaan yang menyita waktu.

Scarlett Brightly Ever After Serum untuk semua jenis kulit (dok.pri)


Packaging :

Si mungil yang dikemas dalam botol kaca yang terbuat dari Frosted Glass berukuran 15ml ini, terlihat labih menarik dan kokoh, sehingga kita tidak akan merasa khawatir gampang pecah saat terjatuh. Dan dengan bentuknya yang mungil tersebut, sangat mudah masuk ke dalam pouch kosmetik, sekalipun pouchnya kecil yah.

Selain itu, kemasan botolnya itu berwarna pink kemerahan. Awalnya aku berfikir yang berwarna pink itu dari tekstur warna serumnya, ternyata serumnya tidak berwarna guys, nice banget kan.




Lalu dikemasan botolnya juga jelas terlihat info detail mengenai nomor izin BPOM, Ingredients, Cara Pemakaian, Info Produsen dan sudah pasti ada info untuk tanggal kadaluarsanya. Jadi kita tidak perlu khawatir, apakah produk ini masih layak pakai atau tidak.

Tekstur :

Teksturnya agak kental, dan berwarna agak putih, tapi saat di aplikasikan ke wajah, bisa langsung mencair gitu, jadi sangat mudah dioleskan ke seluruh permukaan kulit wajah dengan pemakaian 3 tetes saja. Dan dapat denga mudah meresap kedalam pori-pori kulit, jadi tidak terasa lengket.




Amazednya lagi, ketika pagi hari saat bangun tidur (pemakaian malam hari), kulit wajahku terasa lebih lembab dan halus loh.

Aroma :

Untuk aroma dari Serum Brightly Ever Afrer ini, no fragrance ya guys, jadi tidak ada aroma wangi yang terlalu tajam. Jadi aku hanya mencium aroma kecut yang ditimbulkan dari vitamin C-nya mungkin. Jadi cocok banget untuk jenis kulit yang sensitif sekalipun. Makanya untuk jenis serum ini, bisa dipakai untuk semua jenis kulit.

Ingredients :

Ada 5 kandungan yang terdapat didalam Scarlett Brightly Ever After Serum ini, yaitu :

Lavender Water, fungsinya untuk melawan bakteri penyebab jerawat, mengatasi peradangan pada kulit, mendetoksifikasi kulit, meningkatkan sirkulasi darah serta menghaluskan kulit.

Phyto Whitening, dapat mencerahkan kulit wajah tanpa menyebabkan iritasi, sehingga aman untuk kulit wajah yang sensitif sekalipun.

Niacinamide, kandungan ini bisa melembabkan kulit wajah, bisa untuk mengatasi jerawat, menyamarkan noda hitam bekas jerawat, dan dapat terhindar dari kanker kulit melanoma

Glutathione, dapat meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit wajah, terhindar dari radikal bebas, bisa membuat kulit lebih sehat dan glowing

Vitamin C, dapat membantu menghilangkan flek dan noda bekas jerawat, juga mencegah dan melindungi kerusakan pada sel dan jaringan kulit, yang diakibatkan dari paparan radikal bebas, yang bisa menyebabkan penuaan dini.

Review : 

Nah jadi setelah pemakaian selama 2 minggu lebih ini, jujur guys kulit aku terlihat lebih glowing dan terasa lebih lembab juga halus pastinya. Selain itu, jerawat aku yang mulai tumbuh pun jadi cepat mengecil bahkan cepat hilang. Karena biasanya kalau aku udah mulai malas merawat wajah, pasti akan timbul jerawat yang membandel dan jika dibiarkan pasti akan membesar dan terasa sakit.



Tapi untuk produk serum Scarlett ini kan ada 2 jenis seperti yang sudah aku jelaskan diatas ya guys. Jadi khusus untuk kulit yang sedang berjerawat, kalian bisa pakai yang Acne Serumnya. Nah mungkin untuk next, aku juga akan mencoba Acne serumnya, karena menurut pengalaman beberapa influencer favorit aku di media social, jenis Acne Serum dari scarlett ini, selain bisa cepat menyembuhkan jerawat yang membandel juga bisa mencegah timbulnya jerawat baru.


Scarlett Facial Wash

Untuk first impression dari Scarlett Facial Wash ini, seperti yang sudah aku jelaskan. Aku langsung tertarik dengan kemasan botolnya itu ya guys, karena bentuknya yang transfaran, jadi kita bisa langsung melihat isi produk didalamnya yang terdapat kandungan Rose Petalsnya itu.

Scarlett Facial Wash (dok.pri)



Dan selain itu kemasannya juga memudahkan untuk penyimpanan didalam pouch peralatan mandi aku, sehingga sangat mudah untuk dibawa-bawa. Serta tidak memakan tempat saat disimpan ke dalam wadah khusus untuk peralatan mandi aku di kamar mandi. Sama seperti serumnya, dikemasan botol facial washnya juga terdapat info detail mengenai, ijin BPOM, tanggal kadaluarsa, ingredients dan kandungan bahan-bahannya.

Nah untuk teksturnya bening dan terdapat buliran rose petalsnya, yang menimbulkan aroma lembut pada penciuman kita. Dan untuk hasil akhir yang aku rasakan, kulit wajahku tidak terasa kering setelah membilasnya.

Ada kandungan Rose Petalsnya (dok.pri)


Sedangkan kandungan didalam Scarlett Facial Wash ini, ada 4 macam yaitu :

Glutahione, Dapat meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit, memberikan perlindungan dari radikal bebas serta dapat mencerahkan kulit

Vitamin E, Dapat melembabkan kulit, membantu mengatasi peradangan dan menenangkan kulit

Rose Petals, Dapat menyegarkan kulit

Aloe Vera, Dapat menendangkan kulit dan meredakan peradangan kulit serta melembabkan dan menghaluskan kulit wajah.

Dengan melihat beberapa kandungan diatas, jadi terbukti benar bahwa, yang aku rasakan setelah membilas busa dari facial wash scarlett tersebut, kulit wajah tidak terasa kering. Bahkan ada rasa lembab dan kenyal pada kulit wajahku.





Sooo….setelah pemakaian selama 2 minggu ini, jelas aku akan melanjutkan pemakainnya. Karena perubahannya cukup signifikan dan bisa mengatasi beberapa problem pada kulit wajahku.

Thank You Scarlett Whitening….




This entry was posted in