Minggu, 24 Maret 2019

Visit Ke Institut Kemandirian, Yakinkan Diri Untuk Jangan Takut Berbagi

Mengiklaskan atau membagi sebagian dari rejeki kita itu, akan membuat langkah kita jadi semakin ringan untuk menghadapi segala rintangan. Hal seperti itu lah yang aku rasakan saat ini, ada perasaan tenang, bahagia campur haru. Oleh karenanya aku akan terus menularkan kebiasaan untuk berbagi ini kepada anakku.
Alhamdulillah, pada saat aku menjelaskan tentang pentingnya berbagi, anakku langsung paham dan mau untuk berbagi tanpa paksaan sama sekali.




Begitu pun juga yang dilakukan oleh Almarhum Amir Radjab Batubara dan istri yang menjadi salah satu donatur Dompet Dhuafa, dan sudah memberikan amanah kepercayaan untuk memberikan sebagian rejekinya kepada Dompet Dhuafa.
Informasi ini aku dapatkan pada saat visit ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di Karawaci Tangerang.

Tentang Dompet Dhuafa

Seperti yang sudah aku bahas di blog aku terdahulu, bahwa Dompet Dhuafa merupakan Lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat memberdayakan kaum dhuafa dengan pendekatan melalui berbagai macam kegiatan Filantropis (welas asih), dan Wirausaha Social Profetik (Prophetic Socio-Technopreuneurship).

Dana yang masuk kepada lembaga filantropi Dompet Dhuafa, yaitu bersumber dari Dana Zakat, Sedekah, Infak, dan wakaf (Ziswaf) dan juga dana halal lainnya. Kemudian dana-dana tersebut di berdayakan untuk kaum dhuafa, melalui berbagai macam kegiatan, termasuk tanah wakaf dari Almarhum bapak Amir yang dijadikan tempat untuk belajarnya para kaum dhuafa dan anak-anak yatim.

Oleh karenanya sebagai perantara kebaikan inilah, Dompet Dhuafa akan terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui program-program dan layanan yang dihadirkan dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak takut untuk berbagi terhadap sesama, atau untuk para kaum dhuafa dimanapun berada.

Dan untuk itu pula lah, kegiatan visit ke Institut Kemandirian bersama para Blogger dan Media pada hari Kamis, 21 Maret 2019 kemarin, mengangkat tema “Jangan Takut Berbagi”, dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menyambut bulan Ramadhan 1440H yang akan datang beberapa bulan lagi. Oleh karenanya ini lah jalan terbaik bagi siapa pun yang ingin berbagi di bulan dan hari yang tepat.

Para Blogger dan Media saat visit ke Institut Kemandirian

Tentang Profesor Drs. Amir Radjab Batubara

Bapak Amir Radjab Batubara adalah salah satu donatur yang mempercayakan sebagian hartanya kepada Dompet Dhuafa, salah satu kebaikannya yang sampai saat ini dan membekas di hati para kaum dhuafa yang sudah menerima manfaatnya adalah tanah wakaf yang dijadikan tempat belajar keahlian di Institut Kemandirian tersebut.

Pada mulanya bapak Amir dan Istri selalu meluangkan waktu di berakhir pekan, dengan memberikan pembelajaran kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa di rumahnya. Kemudian pada saat beliau berkunjung ke daerah-daerah, beliau selalu meminta untuk dicarikan anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan.

Atas kebaikannya inilah, sudah tidak terhitung jumlahnya anak-anak yatim yang sudah di bantu oleh beliau. Dari mulai membiayai sekolah sampai biaya hidupnya, sehingga beliau dikenal sebagai sosok guru atau bapak bagi kaum dhuafa.
Sampai pada akhirnya berdiri lah Institut Kemandirian yang berdiri di lahan yang di wakafkan melalui Dompet Dhuafa oleh keluarganya.

Berdirinya Institut Kemandirian ini adalah sebagai wujud cintanya kepada kaum dhuafa dan anak yatim, serta semangat beliau yang selalu ingin memberikan ilmu bermanfaat, yang pada suatu hari nanti bisa di manfaatkan dengan baik untuk masa depan mereka. 

Tentang Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Institut Kemandirian merupakan lembaga pendidikan keterampilan (Vocational Training) bagi kaum dhuafa. Ada berbagai macam pelatihan keterampilan kerja untuk anak-anak muda kaum dhuafa dan pengangguran disana.

Dengan adanya Institut Kemandirian ini, dimaksudkan sebagai solusi bagi remaja-remaja kaum dhuafa yang sama sekali belum pernah menerima bantuan dan program-program kemanusiaan. Bantuan program kemanusiaan dalam bentuk pemberian pendidikan ini, ditujukan pada anak-anak kaum dhuafa.

Siapa yang akan menyangka kalau kepemimpinan di negara kita, pada masa depan akan di percayakan kepada mereka. Karena apapun yang menjadi kehendak Allah SWT, siapa pun orangnya, siapa pun mereka, sebagai apa pun mereka dulunya, maka akan menjadi orang yang paling penting dan berguna.

Melalui Institut Kemandirian ini lah, mereka bisa mewujudkan keahliannya dibidang-bidang yang mereka minati seperti : Menjadi Teknisi Otomotif sepeda motor, Ahli Komputer atau IT, Teknisi Handphone, belajar menjahit, belajar untuk menggunting rambut untuk wanita dan laki-laki (tersedia Salon Muslimah dan Salon pangkas rambut untuk laki-laki), Belajar make up di Salon muslimah.


Ruang Kelas Pelatihan Menjahit (dok.pri)

Selain tersedia program-program pelatihan diatas, di Institut Kemandirian juga diadakan program-program kerjasama dengan pihak Mitra. Agar para pelajar yang sudah berhasil disini bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan bisa bekerjasama dengan Mitra usahanya. Dan ternyata di Institut Kemandirian ini juga tersedia kamar-kamar untuk para peserta yang mau serius belajar.


Ruang Pelatihan Otomotif Motor (dok.pri)

Jujur saja yah, aku selalu terpukau atau terpesona melihat tempat-tempat yang dijadikan pemberdayaan oleh Dompet Dhuafa. Dari mulai pemberdayaan perkebunan nanas dan buah naga serta peternakan hewan kurban di Subang, juga Institut Kemandirian ini di Karawaci Tangerang.

Melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa, tentu semua hasil yang diberikan para donatur akan sampai kepada orang-orang yang membutuhkan, dan akan sangat bermanfaat buat mereka. Hanya dengan menggunakan Handphone, sekarang kita sudah bisa melakukan niat baik kita, untuk berbagi melalui Dompet Dhuafa.




Tentu hasilnya juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para kaum dhuafa yang sudah pernah menerima manfaatnya. seperti salah satu contohnya adalah Bapak Dani sebagai Atlet Panahan yang telah berhasil meraih Medali Emas pada Pekan Pralimpiade Daerah (Peparda) di Jawa barat pada tahun 2018 lalu.



Para kaum Dhuafa yang sudah berhasil menerima manfaat di Institut Kemandirian (dok.pri)

Bapak Dani sebagai penyandang Disabilitas yang telah bergabung di Komunitas Usaha Bersama Penyandang Disabilitas (Kubependa), sudah dari sejak bulan Februari lalu sampai dengan sekarang telah medapatkan manfaat belajar skill di Institut Kemandirian. Bapak Dani belajar menjadi Teknisi Handphone, dan sekarang sudah merasakan manfaatnya sampai mempunyai counter reparasi Handphone.

Oleh karenanya, sebagai sesama manusia dan makhluk ciptaan Allah SWT, Jangan Takut Berbagi untuk membantu mereka yang mempunyai kekurangan dalam hal materi. Mari kita sama-sama mewujudkan bakat atau cita-cita mereka yang terhalang oleh biaya atau dana, untuk bisa lebih mengembangkan keahlian dan bakat yang dimilikinya, dan tentunya bisa mendatangkan rejeki untuk mereka serta keluarganya.





This entry was posted in

Jumat, 15 Maret 2019

Keceriaan BloggerDay 2019 Di Trans Studio Bandung Akan Selalu Ku Kenang

Apa kabarnya Trans Sudio Bandung sekarang yah, sekilas tiba-tiba aku teringat kenangan saat bermain di Trans Studio Bandung beberapa tahun yang lalu. Tepatnya aku tidak ingat kapan terakhir aku kesana, seingatku sih dulu saat usia anakku masih 4 tahunan. Saat itu pertama kalinya aku dan keluargaku ke Trans Studio Bandung, dan saat itu pula Almarhum bapakku masih sehat dan kuat untuk dibawa jalan-jalan.

Memoriku kembali mengingatkan tentang kenangan itu, setelah mendengar kabar dari salah satu komunitas blogger, yang akan mengadakan perayaan ulang tahunnya yang ke 4 tahun di Bandung, dan acaranya akan berlangsung selama 2 hari.

Hari pertama akan diselenggarakan di Trans Studio Bandung untuk seru-seruan bareng, dan hari keduanya diselenggarakan di Crowne Plaza Bandung untuk mengikuti workshop dan lain-lain. Dan untuk malamnya kami semua khusus blogger dari Jabodetabek, Surabaya, Pekalongan, Madura dan Garut akan menginap di Ideas’s Hotel.


Wahana 4D Super Heroes Trans Studio Bandung (dok.pri)

Namun dari sekian banyak blogger yang daftar, pihak komunitas hanya memilih 100 peserta blogger dari berbagai daerah, yang akan di ajak bersenang-senang di Bandung. Dan dari 100 peserta tersebut, aku termasuk menjadi salah satu peserta yang terpilih.

Alhamdulillah....adalah kata syukur pertama kali yang aku ucapkan saat menerima email undangan acara BloggerDay 2019 dari Blogger Crony Community atau BCC. Thank you so much BCC.... 

Hari Pertama BloggerDay 2019 Di Trans Studio Bandung 

Bandung adalah kota kelahiranku, yang berarti senangnya aku juga adalah karena ada kesempatan untuk bisa silaturahmi ke rumah orangtua ku. Kesempatan ini, tentu sangat jarang aku dapatkan selama perjalanan aku menjadi blogger. Kesempatan bisa seru-seruan bareng teman-teman blogger lainnya, di kota favoritku, bahkan bisa sekalian bertemu keluargaku, tapi tanpa harus memikirkan  biaya akomodasi.

Iya Alhamdulillah, karena semua biaya akomodasi dari mulai transportasi dan penginapan serta sarapan pagi sampai makan siang hari ke 2 sudah ditanggung sepenuhnya oleh pihak BCC dan juga para sponsor yang mendukung terselenggaranya Bloggerday 2019 ini.

Untuk perjalanan pulang pergi dari Jakarta-Bandung dan arah sebaiknya, begitu pun selama berada di bandung,  kita semua peserta dari Jakarta di support oleh Bus Blue Bird Group, yang sangat nyaman dan aman selama di perjalanan.

Kami berangkat dari Jakarta pukul 08.00 pagi, dan sampai di Bandung atau tepatnya di Trans Studio pukul 12.30. Alhamdulillah, ternyata sekarang disana sudah ada Masjidnya loh, cukup besar dan megah. Tempatnya ada di area parkir outdoor, berdekatan sekali dengan pintu masuk Trans Studio Bandung. Waahhh asik kan yah, jadi tidak harus memasuki Bandung Super Mall dulu kalau kita mau Sholat.

Sebelum masuk Trans Studio Bandung, kami pun bergegas mencari makan siang dulu agar saat main didalam tidak merasa lapar atau kehausan, lalu setelahnya kami langsung diarahkan untuk naik ke lantai 2, dan berkumpul di depan pintu masuk Trans Studio, untuk melakukan registrasi terlebih dahulu dan berfoto bersama.


100 peserta BloggerDay 2019 di Trans Studio Bandung (dok.BCC)

Selama didalam Trans Sudio Bandung, aku sangat menikmati suasana kebersamaan dan keceriannya bersama teman-teman. Walaupun tidak semua permainannya bisa aku ikuti sih, karena aku tidak berani hahaha. Tapi tenang saja, karena wahana yang ada di Trans Studio Bandung, tidak menegangkan semuanya kan.

Trans Studio Bandung merupakan Indoor Theme Park terluas di Indonesia setelah Trans Studio Makasar, tapi wahana permainan yang ada di Trans Studio Bandung jauh lebih menantang dibanding Trans Studio Makasar. Oleh karenanya, untuk mempermudah mencari berbagai macam wahana-wahananya, maka di bagi menjadi 3 Zona, yaitu :

Zona Studio Central

Area permainan di zona ini mempunyai tema “Gemerlap Dunia Layar Lebar” dimana beberapa permainannya sangat menguji adrenalin kita, seperti : Racing Coaster, Pemburu Badai, Vertigo dan Giant Swing. Jujur saja untuk Racing Coaster dan Pemburu Badai aku belum pernah coba dan kebetulan 2 permainan ini kemarin sedang tidak beroperasi.

Racing Coaster, yaitu berupa permainan menaiki kereta dengan laju kecepatan tinggi yaitu sekitar 120 km perjam dalam waktu hanya 3.5 detik saja. Dan dikereta tersebut, kita akan diajak berputar-putar dengan posisi rel kereta yang meliuk-liuk, nah bisa terbayang kan rasanya, hehehe.
Giant Swing, juga cukup membuat jantung berdebar, karena tubuh kita akan berputar-putar diatas ketinggian 18 meter loh. 
Vertigo yaitu berupa kincir angin raksasa, yang akan membuat seluruh tubuh kita berputar sampai 360 derajat, dengan posisi naik dan turun, bahkan sewaktu-waktu posisi kepala kita juga akan berada di bawah loh...hohoho wow banget kan.


Wahana Vertigo di Tans Studio Bandung (dok.pri)

Zona Lost City

Tema dari zona ini yaitu tentang pedalaman hutan Amazon, jadi kita tuh seperti merasa sedang berada di dalam hutan Amazon. Dan ada beberapa permainan yang cukup menegangkan, tapi permainan diarea ini masih bisa dibilang santai sih, seperti :

Wahana Jelajah yang akan mengajak kita berpetualang melihat hutan Afrika, kemudian bertemu dengan binatang-binatang buas tapi dalam bentuk boneka, serta merasakan sensasi melewati air terjun dengan ketinggian 13 meter, wohoho seru dan basah loh.
Pirate Ship, yaitu berupa kapal bajak laut yang akan mengajak kita terbang di udara, untuk berkeliling melihat pemandangan seluruh wahana Trans Studio Bandung dari atas. 


Menikmati wahana Pirates Ship bersama teman-teman di Trans Studio Bandung (dok.pri)

Zona Magic Corner

Nah Didalam zona ini, tantangan adrenalinnya yaitu saat memasuki wahana :

Dunia Lain, disini kita akan menaiki kereta yang akan melaju satu persatu dan dalam satu kereta hanya ada 4 orang saja, coba bayangkan dong, untuk duduk saja aku galau mau di depan atau dibelakang, karena dari suara-suara cekikikannya saja udah menakutkan. Walaupun dulu udah pernah nyoba wahana ini, tapi sensasi seru campur takutnya masih saja terasa loh, huhuhu.
Softplay Captain Black Heart Ship yang merupakan salah satu area yang disukai anak-anak, karena disini anak-anak akan merasakan suasana Magis tapi bisa sambil bermain tematik juga loh.

Yah itu lah wahana-wahana yang berada di dalam 3 Zona tadi, akan tetapi masih banyak wahana-wahana menantang lainnya yang sempat dan tidak sempat aku ikuti, seperti :

Marvel Super Heroes 4D, disini kita akan menonton pertunjukan Marvel dengan menggunakan kacamata 4D, dan kita duduk diatas kursi yang bergoyang-goyang. Jadi dalam permainan ini seakan-akan mengajak kita ikut masuk ke dalam filmnya dan kita akan merasakan sensasi angin dingin saat ada adegan jatuh dari ketinggian. 

Trans Car Racing, yaitu permainan track balapan mobil yang dikendarai 2 orang. Permainannya juga cukup asik dan santai, seolah kita sedang belajar menaiki kendaraan sendiri. Dan sepertinya permainan Trans Car ini cocok deh buat kita yang mau belajar mengendarai mobil.


Saat naik Trans Car bareng mba Gita Siwi (dok.pri)

Si Bolang Adventure, nah kalau di wahana si Bolang ini kita akan diajak berkeliling dengan menggunakan kereta juga dan melihat berbagai macam boneka-boneka lucu dari berbagai wilayah di Indonesia, sesuai dengan cerita si bolang yang akan selalu mengajak kita keliling nusantara dalam acara Bocah Petualang.

Sedangkan wahan lainnya yang belum sempat aku ikuti, karena waktu yang terbatas (sudah mau tutup), yaitu seperti : Special effect Action, Kong Climb, Dragon Rider, Pulau Liliput, Negeri Raksasa, Ocean World Science Centre, Dunia Anak, Trans Movie Magic, Trans City Theatre.

Dan untuk menambah ilmu pengetahuan juga ada beberapa wahana seperti : Trans Science Centre, Trans Broadcast Museum serta wahana terbaru yaitu Ocean world Science Center.

Namun walaupun tidak sempat menikmati wahana-wahana tersebut, sebelum pulang kita sempat menyaksikan pertunjukkan penutup sambil beristirahat, yaitu pertunjukkan Magical Parade Of Zoo Crew.

Magical Parade Of Zoo Crew adalah suatu parade yang dipenuhi dengan cahaya-cahaya lampion berwarna warni, dengan menampilkan Icon Trans Studio Bandung dan Zoo Crew.


Pertunjukan Magical Parade Of Zoo Crew (dok.pri)

Di dalamnya termasuk, Icon session yang terdiri dari Theme Park Dance, Baby Shark Dance, dan Zoo Crew Dance. Serta ada parade mobil-mobil lampion dengan menampilkan dunia zoo crew, yang akan berjalan mengelilingi semua Zona di Trans Studio Bandung sampai berhenti di Amphitheater

Kemudian juga ada pertunjukkan sulapnya juga loh dengan judul "It's Magic", disertai dengan pertunjukkan sirkus dengan judul "Bedrock Circus". Atraksi sirkusnya bercerita tentang zaman batu, disertai berbagai penampilan dari berbagai atraksi yang sangat menarik, seperti Trampolin Wall, Bedrock Clown, Bedrock Dance serta Fire Acrohoop

Pertunjukkan tersebut merupakan persembahan untuk para pengunjung Trans Studio Bandung yang ditampilkan oleh seluruh pegawai Trans Studio. Dan tentunya jika ada pertunjukkan penutup di sore hari, maka di pagi hari juga ada pertunjukkan yang disebut Opening Dance.

Dan khusus di pagi hari, ada pertunjukkan yang ditampilkan oleh Vintage Band di depan wahana Vertigo. Mereka akan membawakan lagu medley mashup dari lagu-lagu yang sedang hits saat ini, wiihhh seru juga yah kalau datang dari pagi.

Harga Tiket Masuk

Oh iya sedikit informasi nih buat yang belum tahu harga ticket masuk Trans Studio Bandung yang terbaru saat ini, yaitu :
  • Hari senin-kamis Rp.180.000
  • Hari Jumat Rp.200.000
  • Hari Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional Rp. 280.000.
Memang terkesan mahal sih yah, tapi harga tersebut berlaku untuk semua permainannya loh, dan tentunya worted lah menurutku, jika kita bisa menikmati semua permainannya. Eh tapi kalian bisa juga loh mendapat tiket Promo Trans Studio Bandung. Sering-sering cek saja di link tersebut yah.

Jam Operasional

Untuk kalian yang mau menikmati semua wahananya, saran aku sih lebih baik datang dari pagi. Berikut jam operasionalnya yah :
  • Hari Senin-Jumat akan dimulai pukul 10.00-18.00
  • Hari Sabtu-Minggu dan hari libur nasional, akan dimulai pukul 10.00-19.00.
Nah kalian bisa puas-puasin deh di jam-jam tersebut, tentunya harus diselingi istirahat sambil jajan di area Snack Corner yang tersedia di dalam Trans Studio Bandung, karena kita tidak diperkenankan untuk membawa makan dan minuman dari luar ya guys.

Closing Day One

Sampai disini lah keseruanku di Trans Studio Bandung bersama 100 blogger lainnya. Selain itu badanku juga sudah lelah dan kami harus sudah berkumpul diwaktu yang sudah ditentukan oleh tim BCN (Blogger Crony Network). oh ya, Tim BCN ini adalah seluruh adminnya Blogger Crony Community, termasuk Founder dan Co Founder yang telah bersusah payah mengatur acara BloggerDay 2019 ini.

Dan kesabaran kakak-kakak admin BCC serta beberapa kakak dari Blogger Bandung, tentu sangat patut diacungi jempol. Karena acara BloggerDay 2019 dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa pun, Alhamdulillah yah. 

Kemudian dari Trans Studio, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Idea's Hotel, tempat kita menginap dan beristirahat. Dan disinilah moment yang bisa aku manfaatkan untuk mampir ke rumah orangtua ku, karena aku sudah janji mau mampir sebentar. Yah walaupun cuma sebentar, tapi kalau sudah nengokin orangtua tuh hati terasa tenang dan bahagia (wiihh lebay).

Hari Kedua BloggerDay 2019 Di Crowne Plaza Bandung

Dihari kedua ini, selesai sarapan kami langsung naik Bus Blue Bird Group lagi untuk bersiap pergi ke tempat berlangsungnya acara BloggerDay hari kedua yaitu di Crowne Plaza Bandung. Lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel tempat kami menginap, karena memang tempatnya sangat strategis sekali. Baik jarak dari Trans Studio Bandung ke Ideas Hotel dan juga ke Crowne Plaza Bandung memang tidak membutuhkan waktu yang lama.

Pokoknya selama 2 hari itu perjalanan selama di kota Bandung lancar jaya, jadi selalu sampai tepat waktu di tiga tempat yang dituju. Dan sesampainya di Crowne Plaza Bandung, seperti biasanya kami registrasi dulu dan tentu saja sambil menunggu waktu kami berfoto-foto disekitar area lobby hotel.

Wah ternyata area lobby Crowne Plaza Bandung ini cukup luas juga loh, dan suasananya sangat elegant, banyak spot-spot buat foto yang bisa kami manfaatkan, seperti foto-fotoku dibawah ini.


Berfoto ditangga, dekat pintu masuk Crowne Plaza Bandung dari samping (dok.pri)

Area Lobby Crowne Plaza Bandung (dok.pri)

Tentang Crowne Plaza Bandung

Crowne Plaza Bandung merupakan hotel yang disediakan untuk para pebisnis dan traveler serta bisa juga untuk kebutuhan rekreasi dan Lifestyle, sesuai dengan slogannya yaitu “We’re All Bussiness, Mostly”. Hotel ini juga termasuk salah satu hotel bintang lima di pusat kota Bandung. Kemudian sebagai bagian dari Inter Continental Hotel Group (IHG), Crowne Plaza Bandung juga termasuk hotel yang memberikan fasilitas cukup mewah untuk para tamu-tamunya.


Tampak depan Crowne Plaza Bandung 

Ada sebanyak 270 kamar dengan tipe yang berbeda di Crowne Plaza Bandung. Kamar-kamar tersebut dibagi menjadi 8 jenis tipe kamar, yaitu : Deluxe Room, Club Room, Premier Club, Junior Suite, Executive Suite, Grand Suite, Family Suite dan Pajajaran Suite. Sedangkan untuk tarifnya, dimulai dari Rp. 1.400.000 plus yah.

Area Lobby Crowne Plaza Bandung (dok.pri)

Selain ruangan kamar dengan berbagai tipe tersebut, di Crowne Plaza Bandung juga menyediakan beberapa ruangan-ruangan komprehensif yang bisa disewakan seperti : Event Blogger Gathering BloggerDay 2019 ini, dan juga Event Pameran, Gala Dinner, dan acara Resepsi Pernikahan. Ruangan-ruangan tersebut, mempunyai 5 jenis tipe ruangan yaitu : Braga Ballroom, Dago Meeting Room, Pasteur Meeting Room, Lembong Meeting Room, Bussiness Center.

Dan yang lebih spesialnya lagi, ada penawaran yang diberikan oleh Crowne Meeting Director untuk membantu kliennya secara professional, untuk mengurus rincian acara mulai dari panggilan telepon pertama sampai keseluruhan acara hingga selesai.

Lokasi Crowne Plaza Bandung

Dan yah, seperti yang sudah aku sebutkan berkali-kali, bahwa lokasi hotel ini sangat strategis. Berada di jantung kota Bandung, tepatnya berada dekat sekali dengan jalan Braga Bandung, jalan Asia Afrika, dan jalan Merdeka. Di mana, wilayah-wilayah tersebut merupakan Icon bersejarah nya kota Bandung dengan berbagai macam fasilitas hiburan dan kuliner malamnya loh.

Nah bagi orang luar kota Bandung yang sering pelesiran dan beberapa kali ke Bandung, tentu sudah tahu kan mengenai tempat-tempat hiburan dan kuliner malam enak, yang berada di wilayah-wilayah tersebut.


Area Kolam Renang Crowne Plaza Bandung (dok.pri)

Selain fasilitas-fasilitas diatas, Crowne Plaza Bandung juga menyediakan fasilitas lainnya, seperti : Kolam renang outdoor dengan view pemandangan kota Bandung dari atas yang sangat menakjubkan, kemudian layanan pusat kebugaran 24 jam, Spa Uluwatu Bali, Mosaic All Day Dining, Connexions Lobby Lounge, Mountain View Poolside Bar dan Kids Club.

Serta juga ada jaringan wifi dengan kecepatan yang lumayan tinggi loh. Jadi pada saat acara BloggerDay kemarin tuh, tidak ada yang bermasalah dengan sinyal, mau posting-posting jadi lancar kan.

Info lengkapnya bisa hubungi dibawah ini yah :
Crowne Plaza Bandung
Jl. Lembong No. 19 Bandung 40111, Jawa Barat Indonesia
Website : www.bandung.crowneplaza.com
Telp. : 022-3000-2500 atau 0821-7465-3938


Penyelengaraan BloggerDay 2019

Baiklah sekarang ceritaku berlanjut tentang penyelenggaraan BloggerDay 2019 di hari kedua ini, ada ilmu-ilmu baru lagi yang aku dapat kali ini. Karena memang sama seperti penyelenggaraan BloggerDay sebelumnya, yang pernah aku ikuti di tahun 2018 lalu. Blogger Crony Community selalu memberikan ilmu-ilmu workshop yang sangat berguna dan bermanfaat untuk para peserta yang ikut.

Dan kali ini ada 2 Workshop yang kami ikuti, pertama yaitu workshop mengenai Stress Management bersama Dr. David Budi Wartono dari Lineation Aesthetic & Health Care dan Workshop Menulis Secara Cepat Bersama Mas Anwari Natari (mas Away).

Tentang Lineation Aesthetic & Health Care

Klinik yang mengusung konsep dengan nuansa korea ini memberikan layanan kesehatan umum seperti : Perawatan Gigi, Apotek, Fisioterapi, Akupuntur, serta layanan Kecantikan. Dan khusus layanan kecantikan, klinik ini menyediakan fasilitas seperti Skin Care, Botox, Filler, Thread Lift sampai Bedah Plastik juga ada ternyata. Lalu juga ada layanan untuk ibu dan anak, serta Salon Make Up, Bridal Hair Treatment, Medical Check Up lengkap sampai pada layanan Stress Management yang akan dibahas secara lengkap oleh Dr. David Budi Wartono.


Berfoto bareng Dr. Dave (dok.pri)

Oh iya, pada awalnya klinik yang berada dibawah naungan Dr. Dave (sapaan akrabnya) ini, sudah ada sejak tahun 2008 lalu dengan nama DF Clinic. Namun demikian, dengan semakin berkembangnya jaman, maka semakin bertambah juga layanan-layanan lainnya, seperti layanan Stress Management. Dan akhirnya pada tahun 2017, klinik ini pun berkembang dan merubah namanya menjadi Lineation Aesthetic & Heatlh Care.

Untuk Info lengkapnya dibawah ini yah :
Lineation Aesthetic & Health Care
Jl. Leumah Nendeut No. 10, Sarijadi Bandung
Website : www.lineation.co.id
telp : 0812-2190-6850

Tentang Stress Management

Menurut Dr. Dave, Stress Management merupakan suatu layanan berupa Therapy untuk mengendalikan pikiran kita, agar bisa membuang energi negatif yang sering muncul dipikirkan kita. Contoh kecil energi negatif yang biasanya sering muncul dan kita rasakan yaitu seperti, tidak bisa atau belum bisa mencintai diri sendiri. Merasa diri kita tidak sempurna atau selalu merasakan kekurangan-kekurangan yang ada didalam diri kita sendiri.


Talkshow Stress Management bersama dr. Dave dari Lineation (dok.pri)

Secara sadar atau pun tidak, memang kita sering merasa seperti itu kan, oleh karenanya untuk memulai therapinya, dr. Dave mengajak kita untuk mengenali diri kita sendiri, apa yang sudah kita beri untuk diri kita, sudahkah secara pribadi berterimakasih kepada diri kita sendiri, kepada seluruh anggota badan yang sudah sangat berjasa untuk diri kita. Karena sejatinya, seluruh anggota badan yang kita miliki adalah milik sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT atau Tuhan kita Sang Pemilik Kehidupan.

Oleh karenanya, kita wajib mensyukuri atas segala nikmat sehat yang kita miliki sampai sekarang, dan In Sha Allah untuk masa depan kita. Baru lah setelah itu, kita wajib juga ucapkan terimakasih untuk orang-orang disekitar kita, termasuk keluarga, teman dan orang lain yang baru kita kenal sekali pun. Karena dengan begitu, maka kita akan merasakan bahwa tubuh kita telah di aliri enegri-energi yang baik, yang bisa kita timbulkan dari dalam pikiran dan hati kita masing-masing.

Memberikan ruang pada hati kita agar bisa leluasa menerima apa pun yang kita hadapi, tanpa harus memikirkan hal-hal negatif. Serta bisa diterima dengan hati yang lapang dan iklas, walaupun kita tahu bahwa saat itu kita sedang merasakan energi negatif dari lingkungan sekitar kita.


Therapy Acces Bars

Proses untuk melakukan therapy ini, disebut Therapy Access Bars. Dan saking penasarannya, aku pun mencoba untuk mengikuti therapy ini. Karena atas kebaikan pihak Lineation dan dr. Dave, kita diberi kesempatan untuk bisa mengikuti therapy ini secara gratis tentunya. Alhamdulillah...

Therapy Acces Bars merupakan suatu therapy yang dilakukan oleh seorang therapies berpengalaman kepada kita, dengan menyentuh 32 titik dibagian kepala kita untuk menyelaraskan energi elektromagnetik yang ada di dalam tubuh kita.

Dan untuk melakukannya, bisa sambil duduk atau tidur terlentang. Lalu kita harus memejamkan mata, tapi tidak perlu berkonsentrasi atau mengunci pikiran kita yah, agar kita bisa menselaraskan energi didalam tubuh, jiwa, alam semesta dan Sang Maha Pencipta.


Therapy Access Bars (dok.pri) 

Yah untuk pertama kalinya di terapi Access Bars ini, memang pengaruhya tidak langsung terasa. Tapi minimal aku bisa merasakan tenang dan tidak gampang emosi, terlebih setelah mendengarkan nasehat dari dr. Dave mengenai Stress Management tadi. Hal yang sangat aku rasakan dan menjadi PR ku sekarang adalah, aku harus lebih legowo lagi dalam menghadapi segala situasi yang tengah terjadi dikehidupanku saat ini.

Dan In Sha Allah, aku akan selalu mengingat pesan dari dr. Dave dan therapiesnya, bahwa buanglah energi negatif yang selalu membuat kita jadi suka menghakimi orang lain tanpa mengetahui kebenarannya. Serta bisa berusaha memaafkan orang-orang yang sudah menyakiti hati kita, walaupun itu sangat tidak mudah buat aku.

Selesai diterapi, kemudian saatnya makan siang yang disediakan oleh Crowne Plaza Bandung, makan siang yang kami nikmati disajikan secara Bancakan. Alhamdulillah nasi bancakannya sangat ennaaakkk sekali, semua lauknya aku suka, rasa nasinya juga mantap. Baru kali itu aku merasakan makan makanan hotel tapi dengan rasa rumahan yang oke, mantap jiwa pokoknya, Alhamdulillah lagi dan lagi.

Menu makan siang Bancakannya bervariasi (dok.@nyipenengah)

Workshop Storytelling, Copywritting Dan Praktek Menulis Cepat

Akhirnya di BloggerDay 2019 ini, aku bertemu kembali dengan mas Anwari Natari yang selalu disapa mas Away. Seperti biasa mas Away mengajarkan beberapa trik, bagaimana caranya untuk kita dapat menulis secara cepat dan mudah, serta belajar menulis Storytelling & Copywriting.


Workshop kedua bersama Anwari Natari (dok.pri)

Untuk prakteknya, kita disuruh menulis dalam hitungan detik, dengan tema yang sudah ditentukan oleh mas Away dan ada beberapa tema. Dari situ kita bisa tahu, sampai sejauh mana kita mampu mencermati tema-tema tersebut menjadi sebuah cerita yang akan menginspiratif dalam tulisan kita.

Nah untuk yang satu ini, jujur saja sepanjang pengalaman aku menulis di blog, memang aku belum bisa berfikir secara cepat tentang ide-ide cerita dalam penulisannya. Tapi setidaknya aku selalu mencoba untuk memberikan StoryTelling berdasarkan pengalaman aku sendiri atau yang disebut self experience.

Closing Day Two

Alhamdulillah setelah workshop yang kedua selesai, akhirnya tibalah acara Ceremonial Of Anniversary yang ke 4 tahun Blogger Crony Community, dan ditandai dengan pemotongan kue yang diberikan secara surprise. Dengan demikian berakhir pula rangkaian dari kegiatan BloggerDay 2019 yang ke 3 tersebut. 

Oh iya di BloggerDay tahun kemarin, aku sempat mencicipi kue Birthdaynya BCC, namun kali ini enggak karena kuenya kecil. Tapi tentu penonton enggak bakalan kecewa dong, karena kita semua mendapat oleh-oleh 2 Dus Bolu Susu Lembang yang dibagikan oleh tim BCN. Yyeaayyy...
Alhamdulillah untuk yang kesekian kalinya lagi dan lagi aku ucapkan pada Allah SWT terutama dan pihak dari Bolu Susu Lembang dan BCC yang sudah berbaik hati ini pada kepada kami semua.


Yeaayyy...bawa pulang oleh-oleh Bolu Susu Lembang (dok.pri)

Jujur saja pada awalnya aku sedih, karena hanya bisa membeli 1 Dus Bolu Susu Lembang. Tapi pada akhirnya aku jadi bawa 3 Dus, wah senangnya. Jadi di acara BloggerDay 2019 ini, tersedia booth Bolu Susu Lembang dan juga produk Lineation, yang bisa kita beli dengan harga promo. Tapi potongan harga tersebut khusus 1 hari itu saja loh, wah asik kan.


Booth Bolu Susu Lembang di event BloggerDay 2019 (dok.pri)

Rasa bahagia dari awal terima email undangan sampai mau pulang dr Bandung, sangat sangat aku rasakan. Terimakasih Blogger Crony Community untuk kesempatan yang berharga ini, kami diberikan kesenangan selama 2 hari di Bandung. Dan juga, selain oleh-oleh Bolu Susu Lembang dan Godiebag Shampo Treatment Hair dari Lineation, kami juga tambahan ilmu yang berharga dan In Sha Allah bisa aku praktekkan di kemudian hari. Aamiin...

Sukses terus untuk BCC squad dan segenap pengurus Bloggercrony Community Network (BCN) dan Pengurus harian BCC yaitu BCN Executive yang baru dilantik bersamaan dengan penyelenggaraan BloggerDay 2019.


Selamat untuk tim BCN Executive (dok.pri)

Dan juga terimakasih untuk para pendukung lainnya, dengan terselenggaranya BloggerDay 2019 di Bandung tanggal 2-3 Maret 2019, yaitu :
Bolu Susu Lembang, Raka FM dan Sonora FM, AHRA Reflexiologi by Nest, BloggerPreuner Bloggercrony Community, Blogger Bandung, Endeus TV dan Blue Bird Group.

Notes :
Jujur saja ini adalah tulisan terpanjang yang pernah aku tulis, karena hanya ini lah ungkapan terimakasih yang bisa aku beri sebagai hadiah ulang tahun Blogger Crony Community yang ke 4 dan juga semoga bermanfaat untuk para pembaca blog aku. Dan jika masih ada umur panjang, serta masih diberi rejeki sehat, sampai ketemu lagi di BloggerDay 2020 nanti yaaahhh. 

#BloggerDay2020GoesToBali .... Aamiin.




Sabtu, 09 Maret 2019

Masyarakat Pati Gelar Tradisi Umbul Donga Larung Sukerto Di Kenduri Nusantara 2019

Saat pertama kali mendengar istilah kata Kenduri, yaitu pada saat aku masih duduk di kelas 5 SD. Di kota Bandung tempat kelahiranku dan tepatnya di daerah tempat tinggalku, pernah di adakan pesta Kenduri. Awalnya aku berfikir kalau Kenduri itu adalah hanya pesta makan-makan secara bersama-sama saja, yang dilakukan di halaman depan rumah dengan menggelar tikar di sepanjang jalan.

Namun seiring berjalannya waktu, aku jadi semakin tahu apa arti Kenduri yang sebenarnya, bahwa Kenduri merupakan salah satu warisan kebudayaan dari masyarakat Jawa, yang sampai saat ini masih terus di pertahankan. Dengan kata lain, pengertian Kenduri yang berasal dari bahasa Persia yaitu Kanduri dan juga dalam bahasa jawanya yaitu Kenduren, merupakan perjamuan makan-makan dalam rangka memperingati peristiwa, berdoa bersama meminta berkah dan keselamatan untuk semua masyarakat.

Seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat kota Pati, Jawa Tengah yang menggelar acara Kenduri Nusantara 2019. Dan acara utamanya yaitu prosesi Umbul Donga Larung Sukerto. Acara ini terinspirasi dari masyarakat Solo yang mengadakan acara Doa Anak Negeri beberapa waktu yang lalu. Karena masyarakat Pati merasakan kegelisahan yang sama dengan masyarakat Solo Raya, bahwa mereka merasa mempunyai tanggung jawab untuk bersama-sama menyelamatkan bangsa.

Kenduri Nusantara 2019 Di Pati

Acara Umbul Donga Larung Sukerto atau ritual doa bersama ini merupakan tradisi yang diwariskan secara turun temurun dalam masyarakat Pati. Dimana warga Pati yang sebagian besar adalah para Nelayan, selalu bersyukur untuk segala sesuatu yang sudah Tuhan berikan melalui hasil lautnya untuk para Nelayan dan masyarakat setempat. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk mewujudkan tekad mereka yang tidak ingin melihat anak keturunannya akan terpecah belah. 

Mereka tidak ingin bumi pertiwi menangis menyaksikan terbelahnya perbedaan diantara umat manusia, yang disebabkan oleh kepentingan pribadi dan golongan saja. Oleh karenanya persembahan doa dalam Umbul Donga Larung Sukerto ini selalu akan dilakukan untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara Indonesia serta merawat NKRI.

Acara Kenduri Nusantara ini dimulai pukul 14.00 WIB, tepatnya yaitu hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019, dan diselenggarakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten PATI. Acara ini di awali dengan sambutan-sambutan dari Ketua Panitia yaitu bapak Ipong Ismunarto, lalu dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh Gus Umar Fayumi, kemudian dilanjutkan lagi dengan prosesi Larung Sukerto dan terakhir yaitu menikmati hidangan nasi tumpeng yang disediakan oleh panitia.

Prosesi Larung Sukerto tersebut dilambangkan oleh suatu objek berupa kembar Mayang dan sepasang Bebek yang akan di Larung ke lepas pantai atau dibuang ke pantai sambil memanjatkan doa. Pelepasan tersebut dimaksudkan agar semua energi negatif yang ada di negara kita dibuang atau dilepas kepantai. Dan proses pelepasannya yaitu dengan mengerahkan 5 perahu nelayan untuk melarung, sejauh kurang lebih satu kilometer dari bibir pantai.

Kembar Mayang dan Dua Ekor Bebek

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Bapak Ipong Ismunarto sebagai Ketua Panitia Kenduri Nusantara 2019 di daerah Pati, yang mengatakan bahwa “Acara pelepasan simbol kembar Mayang dan sepasang Bebek tersebut tidak hanya sekedar tradisi, tapi juga sebagai perwujudan tekad masyarakat Pati yang tidak ingin melihat ibu pertiwi bersusah hati, melihat bangsanya terkotak-kotak akibat dari perbedaan, dan membuang hal negatif dari segala macam tindak tanduk yang dapat mengancam keselamatan negeri,” ujarnya beberapa hari sebelum acara ini di gelar.

Bapak Ipong Ismunarto

Dan seperti yang aku sebutkan tadi, bahwa setelah acara pelepasan simbol Larung Sukerto dilakukan, tibalah saatnya bagi masyarakat Pati untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia Kenduri Nusantara 2019. Ada sebanyak 25 nasi Tumpeng Merah Putih yang juga dijadikan simbol semangat dan kecintaan masyarakat Pati untuk Persatuan NKRI, agar tidak terpecah belah, hidup rukun dan terhindar dari segala bahaya yang mengancam persatuan negara Indonesia.

Tumpeng Merah Putih

Tumpeng merah putih tersebut sama halnya seperti nasi tumpeng berbentuk kerucut yang ada di daerah kita, dan dalam satu nampan tumpeng tersebut dikelilingi oleh lauk pauk seperti : Tahu, tempe, Ayam Goreng, Urapan, Telur Rebus dan lalapan dan keipik teri. Yang membedakan hanyalah warna dari nasi bagian atasnya berwarna merah dan bawahnya berwarna putih, seperti warna Bendera negara kita.

Tarian Gamyong

Oh iya pada awal acara tadi, sebenarnya ada penampilan tarian pembuka yaitu tari Gamyong yang kemudian di tutup juga oleh tarian yang berbeda yaitu tari Tayub. Nah demikian lah acara Kenduri Nusantara 2019 ini kemudian berakhir, dan sepertinya acara seperti ini sangat patut di contoh oleh daerah-daerah lainnya, agar seluruh lapisan masyarakat di Indonesia selalu bersatu padu tanpa merasa adanya perbedaan dan tidak saling mengkotak-kotakkan.