Minggu, 27 Oktober 2019

Axa Mandiri Syariah Memberdayakan Kaum Perempuan Melalui Khadijah Learning Center (KLC)

Jika kita mengingat tentang Khadijah, tentunya kita pasti akan teringat mengenai keteladannya dalam menjalankan kehidupannya, baik dalam hal menjalankan usahanya yang sukses dan juga sebagai seorang istri Nabi Muhammad SAW.

Dijaman Rosullulloh pun, para perempuan bisa atau diperbolehkan untuk membantu suaminya dalam mencari tambahan penghasilan rumah tangga. Apalagi dijaman milenial seperti sekarang ini, ada banyak kesempatan yang bisa kita raih dan kita wujudkan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Maka untuk itu lah, sekarang ini ada banyak perusahaan-perusahaan yang memberikan kesempatan kepada para wanita, khususnya wanita Indonesia untuk mewujudkan impian-impiannya  dalam meraih masa depan yang lebih baik dan mapan, melalui keterampilan yang dimilikinya.

Salah satunya adalah cara yang dilakukan oleh PT. AXA Mandiri Syariah Financial Service Unit Syariah (Axa Mandiri Syariah) yang saat ini sudah mendonasikan sebagian dana Surplus Underwriting kepada Islamic Dakwah Fund (IDF) pada bulan September.

Kemudian di bulan ini, Axa Mandiri Syariah melanjutkan kegiatan penyaluran dana sosial tersebut melalui kegiatan yang akan dilakukan bersama dengan Dompet Dhuafa.

Kegiatan tersebut berupa pengadaan ruang pelatihan keterampilan kecantikan lengkap dengan fasilitasnya dalam suatu wadah yang disebut Khadijah Learning Center.

Serah terima donasi Axa Mandiri Syariah kepada Dompet Dhuafa untuk pengelolaan Khadijah Learning Center (dok.pri)

Ada kegiatan apa saja sih yang akan dibuka di dalam pelatihan Khadijah Learning Center tersebut?
Nah sebelum aku menjelaskan tentang  hal itu, sebelumnya aku akan menjelaskan terlebih dahulu, apa itu dana Surplus Underwriting yang telah didonasi oleh Axa Mandiri Syariah kepada Dompet Dhuafa.

Tentang Dana Surplus Underwriting Axa Mandiri Syariah

Mengenai Dana Surplus Underwriting yang dijelaskan oleh narasumber pertama yaitu ibu Srikandi Utami sebagai Chief Of Sharia Axa Mandiri yang menjelaskan bahwa Surplus Underwriting ini merupakan dana dari para nasabah, setelah dikurangi dana klaim para nasabah.

Ibu Srikandi Utami sebagai Chief Of Sharia Axa Mandiri (dok.pri)

Dan dari dana surplus ini,  ada sebanyak 30% akan dibagikan lagi kepada para nasabah yang belum mengajukan klaim dalam bentuk polis asuransi tahun berikutnya. Sedangkan sisanya akan di donasikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sesuai dengan tujuan Axa Mandiri Syariah itu sendiri, yaitu memberdayakan masyarakat untuk kehidupan yang lebih baik, melalui pelatihan keterampilan di dalam Khadijah Learning Center, yang pembangunannya sampai saat ini sekitar 80% lagi, dan berada di daerah Tangerang Selatan.


Pembangunan Khadijah Learning Center (dok.Imawan)

Tepatnya hari Kamis tanggal 24 Oktober 2019, dana sebesar 300 juta secara simbolik, sudah resmi di serahkan kepada Dompet Dhuafa yang juga sebagai mitra wakaf Axa Mandiri Syariah dari mulai Oktober 2019.

Dimana sebelumnya pada tahun 2018, penyaluran sebagian dana Surplus Underwriting sejumlah Rp. 876 Juta, juga telah diserahkan secara simbolik kepada lembaga BAZNAZ pada bulan September.

Kemudian dana tersebut melalui BAZNAZ telah disalurkan kepada tiga lembaga pengelola zakat, infaq dan Sadaqah yaitu Islamic Dakwah Fund (IDF) seperti yang sudah aku jelaskan diawal paragraf. 

Penyaluran dana ini adalah untuk pembangunan hunian sementara untuk para Dai di Palu, Mandiri Amal Insani dan juga untuk pengadaan air bersih di beberapa wilayah di Indonesia.

Pelatihan Dalam Khadijah Learning Center

Sedangkan untuk menindaklanjuti penyerahan dana surplus underwriting di tahun 2019 ini, bapak Yuniarko sebagai Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa dengan dibukanya Khadijah Learning Center, maka akan dapat membantu kaum perempuan, agar dapat memiliki keterampilan-keterampilan khusus seperti pelatihan kecantikan, yang mencakup pelatihan tata rias wajah dan tata rias rambut.

Bapak Yuniarko sebagai Direktur Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa (dok.pri)

Selain itu di dalam pelatihan Khadijah Learning Center juga ada beberapa pelatihan lainnya yaitu seperti : Pelatihan Memasak, Kerajinan Tangan, Tata Busana (Fashion), sampai dengan keterampilan dalam mengasuh lansia. Artinya semua kaum perempuan dhuafa bisa gabung di dalam pelatihan tersebut tanpa terkecuali.

Akan tetapi, fokus utamanya adalah untuk perempuan yang putus sekolah, perempuan korban kekerasan, serta kaum muslimah yang ingin memperdalam ilmu agama dan juga ingin mengembangkan kemampuannya dalam berwirausaha.

Selain kedua narasumber diatas, disana juga hadir bapak Ippho Santosa sebagai founder of Umar Usman Business School, Ustad Sukeri Abdillah sebagai Corps Dai Dompet Dhuafa dan juga Fairuz A. Rafiq sebagai Public Figure, yang berdiskusi tentang pentingnya berwakaf, dengan kami para blogger dan media serta beberapa calon peserta pelatihan Khadijah Learning Center.




Nah dengan demikian, bagi para ibu rumah tangga yang juga ingin menambah penghasilan untuk membantu pengeluaran rumah tangganya, juga bisa mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada di Khadijah Learning Center tersebut. Sehingga mereka semua bisa merubah kehidupan atau masa depannya menjadi lebih baik lagi. Aamiin....




This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar