Kamis, 11 Juli 2019

Daging Superqurban Inovasi Rumah Zakat Untuk Solusi Ketahanan Pangan

Sebentar lagi kita sebagai umat muslim diseluruh tanah air dan juga di dunia akan merayakan hari raya Qurban atau Idul Adha. Dan bagi umat muslim yang mau menyisihkan sebagian rejekinya untuk berqurban tahun ini, pasti sudah pada tahu kan, syarat-syarat tentang hewan yang seperti apa sih, yang bisa dijadikan hewan qurban tersebut.

Daging Superqurban Dalam Kemasan (dok.pri)

Nah ternyata setelah aku menghadiri suatu event yang diselenggarakan oleh Rumah Zakat pada tanggal 10 Juni 2019, aku mendapatkan informasi baru tentang salah satu hadist Nabi Muhammad SAW yang dijelaskan oleh bapak Nur Efendi sebagai CEO Rumah Zakat.

Bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : "Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari" (HR. Bukhari-Muslim).
Oleh karenanya pada jaman Nabi, diceritakan kalau Siti Aisyah, selalu mengasinkan atau mengawetkan daging qurban tersebut untuk bisa dibawa ke Madinah.

Nur Efendi CEO Rumah Zakat (dok.pri)

Bersumber dari sabda Nabi dan penggalan cerita diatas, kemudian Rumah Zakat mempunyai solusi untuk mempertahankan daging qurban atau yang disebut Superqurban, dengan cara mengolahnya terlebih dahulu dengan menggunakan tekhnologi tinggi, agar daging Superqurban tersebut bisa tahan sampai 3 tahun.

Jadi daging qurban tersebut bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat sampai ke pelosok Indonesia dan bahkan negara-negara lainnya di Dunia. Namun tidak perlu khawatir yah, walaupun dalam bentuk kemasan, daging Superqurban ini diproses sesuai dengan Syariah Agama. 

Dan akan diproses tepat pada hari Raya Qurban, serta akan dipilihkan hewan yang sudah sesuai usianya, sehat, juga tidak cacat berdasarkan pengawasan dari dewan Syariah dan dokter hewan.

Ide Mengelola Daging Superqurban

Tercetusnya ide dalam membuat inovasi untuk ketahanan pangan Superqurban ini, selain bersumber dari hadist Nabi diatas, juga disebabkan oleh, karena halnya Indonesia merupakan negara yang terletak di wilayah yang rawan terkena dampak bencana alam.

Tentunya pemerintah Indonesia pun harus siap siaga tentang kemungkinan terjadinya potensi kerawanan pangan dengan gizi yang sehat dan seimbang, bagi masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut.

Untuk Donatur (dok.pri)

Untuk itu Rumah Zakat merasa perlu untuk menyediakan kebutuhan akan pangan yang bisa tahan untuk dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan tetap terjaganya gizi yang seimbang, maka masyarakat yang terkena dampak bencana akan tetap memiliki energi untuk lebih produktif dan aktif. Dan ditempat-tempat seperti itulah Superqurban akan diberdayakan, seperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 2018.

Penyaluran Daging Superqurban

Pada tahun 2018 tersebut, Rumah Zakat sudah menyalurkan sebanyak 502.512 paket daging Superqurban. Dan disalurkan kepada 251.257 penduduk yang pantas menerima manfaatnya.

Selain itu, diawal tahun 2019 yaitu pada bulan Januari sampai Juni, Rumah Zakat juga sudah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat.

Penyaluran sampai ke pelosok Indonesia dan luar negeri (dok.@rumahzakat)

Dan penerima terbanyak yaitu disalurkan kepada masyarakat di desa-desa dan pelosok serta masyarakat yang berada di wilayah-wilayah yang terkena bencana.

Sedangkan untuk hari Raya Idul Adha tahun ini, Rumah Zakat telah menargetkan 15.000 pequrban dengan satu paket Superqurban yang siap untuk di salurkan lagi.

Tapi penyaluran daging Superqurban tersebut bukan hanya di daerah Indonesia saja loh, Superqurban juga akan disalurkan ke negara-negara seperti : Palestina, Nepal, Filiphina, Bangladesh, Myanmar, Somalia dan Syiria.

Bentuk Kemasan Dan Penghargaan Superqurban

Daging Superqurban yang dikemas secara praktis dan tahan lama, sehingga mudah disalurkan tersebut akhirnya mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI.

Dan dinyatakan sebagai pioneer pertama yang sudah melakukan inovasi dalam pengolahan daging qurban, yang dikemas dalam bentuk olahan daging Kornet dan Rendang.

Daging qurban kemasan dalam bentuk Kornet dan Rendang 200g (dok.pri)

Kemasannya kaleng seberat 200g ini, telah lulus uji BPOM RI dan juga sudah mendapatkan ijin dari MUI, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh bapak Profesor Hasan dari MUI, bahwa "Demi kemaslahatan umat, maka Inovasi daging Superqurban dalam bentuk kemasan ini mubah atau diperbolehkan hukumnya asalkan sesuai dengan Syariah agama"

Ki-Ka : Perwakilan MUI, CEO Rumah Zakat, Perwakilan MURI (dok.pri)

Nah baiklah, semoga kita semua diberikan rejeki untuk bisa berqurban dan bisa memanfaatkan jasa Rumah Zakat untuk menyalurkan hasil olahan hewan qurban.

Sehingga buat masyarakat yang ada dipelosok dan terkena dampak bencana, akan merasakan nikmatnya olahan daging Superqurban secara langsung, hanya dengan memanaskan terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.



This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar