Minggu, 24 Maret 2019

Visit Ke Institut Kemandirian, Yakinkan Diri Untuk Jangan Takut Berbagi

Mengiklaskan atau membagi sebagian dari rejeki kita itu, akan membuat langkah kita jadi semakin ringan untuk menghadapi segala rintangan. Hal seperti itu lah yang aku rasakan saat ini, ada perasaan tenang, bahagia campur haru. Oleh karenanya aku akan terus menularkan kebiasaan untuk berbagi ini kepada anakku.
Alhamdulillah, pada saat aku menjelaskan tentang pentingnya berbagi, anakku langsung paham dan mau untuk berbagi tanpa paksaan sama sekali.




Begitu pun juga yang dilakukan oleh Almarhum Amir Radjab Batubara dan istri yang menjadi salah satu donatur Dompet Dhuafa, dan sudah memberikan amanah kepercayaan untuk memberikan sebagian rejekinya kepada Dompet Dhuafa.
Informasi ini aku dapatkan pada saat visit ke Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di Karawaci Tangerang.

Tentang Dompet Dhuafa

Seperti yang sudah aku bahas di blog aku terdahulu, bahwa Dompet Dhuafa merupakan Lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat memberdayakan kaum dhuafa dengan pendekatan melalui berbagai macam kegiatan Filantropis (welas asih), dan Wirausaha Social Profetik (Prophetic Socio-Technopreuneurship).

Dana yang masuk kepada lembaga filantropi Dompet Dhuafa, yaitu bersumber dari Dana Zakat, Sedekah, Infak, dan wakaf (Ziswaf) dan juga dana halal lainnya. Kemudian dana-dana tersebut di berdayakan untuk kaum dhuafa, melalui berbagai macam kegiatan, termasuk tanah wakaf dari Almarhum bapak Amir yang dijadikan tempat untuk belajarnya para kaum dhuafa dan anak-anak yatim.

Oleh karenanya sebagai perantara kebaikan inilah, Dompet Dhuafa akan terus mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal melalui program-program dan layanan yang dihadirkan dengan tujuan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak takut untuk berbagi terhadap sesama, atau untuk para kaum dhuafa dimanapun berada.

Dan untuk itu pula lah, kegiatan visit ke Institut Kemandirian bersama para Blogger dan Media pada hari Kamis, 21 Maret 2019 kemarin, mengangkat tema “Jangan Takut Berbagi”, dan kegiatan ini juga sekaligus untuk menyambut bulan Ramadhan 1440H yang akan datang beberapa bulan lagi. Oleh karenanya ini lah jalan terbaik bagi siapa pun yang ingin berbagi di bulan dan hari yang tepat.

Para Blogger dan Media saat visit ke Institut Kemandirian

Tentang Profesor Drs. Amir Radjab Batubara

Bapak Amir Radjab Batubara adalah salah satu donatur yang mempercayakan sebagian hartanya kepada Dompet Dhuafa, salah satu kebaikannya yang sampai saat ini dan membekas di hati para kaum dhuafa yang sudah menerima manfaatnya adalah tanah wakaf yang dijadikan tempat belajar keahlian di Institut Kemandirian tersebut.

Pada mulanya bapak Amir dan Istri selalu meluangkan waktu di berakhir pekan, dengan memberikan pembelajaran kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa di rumahnya. Kemudian pada saat beliau berkunjung ke daerah-daerah, beliau selalu meminta untuk dicarikan anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan.

Atas kebaikannya inilah, sudah tidak terhitung jumlahnya anak-anak yatim yang sudah di bantu oleh beliau. Dari mulai membiayai sekolah sampai biaya hidupnya, sehingga beliau dikenal sebagai sosok guru atau bapak bagi kaum dhuafa.
Sampai pada akhirnya berdiri lah Institut Kemandirian yang berdiri di lahan yang di wakafkan melalui Dompet Dhuafa oleh keluarganya.

Berdirinya Institut Kemandirian ini adalah sebagai wujud cintanya kepada kaum dhuafa dan anak yatim, serta semangat beliau yang selalu ingin memberikan ilmu bermanfaat, yang pada suatu hari nanti bisa di manfaatkan dengan baik untuk masa depan mereka. 

Tentang Institut Kemandirian Dompet Dhuafa

Institut Kemandirian merupakan lembaga pendidikan keterampilan (Vocational Training) bagi kaum dhuafa. Ada berbagai macam pelatihan keterampilan kerja untuk anak-anak muda kaum dhuafa dan pengangguran disana.

Dengan adanya Institut Kemandirian ini, dimaksudkan sebagai solusi bagi remaja-remaja kaum dhuafa yang sama sekali belum pernah menerima bantuan dan program-program kemanusiaan. Bantuan program kemanusiaan dalam bentuk pemberian pendidikan ini, ditujukan pada anak-anak kaum dhuafa.

Siapa yang akan menyangka kalau kepemimpinan di negara kita, pada masa depan akan di percayakan kepada mereka. Karena apapun yang menjadi kehendak Allah SWT, siapa pun orangnya, siapa pun mereka, sebagai apa pun mereka dulunya, maka akan menjadi orang yang paling penting dan berguna.

Melalui Institut Kemandirian ini lah, mereka bisa mewujudkan keahliannya dibidang-bidang yang mereka minati seperti : Menjadi Teknisi Otomotif sepeda motor, Ahli Komputer atau IT, Teknisi Handphone, belajar menjahit, belajar untuk menggunting rambut untuk wanita dan laki-laki (tersedia Salon Muslimah dan Salon pangkas rambut untuk laki-laki), Belajar make up di Salon muslimah.


Ruang Kelas Pelatihan Menjahit (dok.pri)

Selain tersedia program-program pelatihan diatas, di Institut Kemandirian juga diadakan program-program kerjasama dengan pihak Mitra. Agar para pelajar yang sudah berhasil disini bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan bisa bekerjasama dengan Mitra usahanya. Dan ternyata di Institut Kemandirian ini juga tersedia kamar-kamar untuk para peserta yang mau serius belajar.


Ruang Pelatihan Otomotif Motor (dok.pri)

Jujur saja yah, aku selalu terpukau atau terpesona melihat tempat-tempat yang dijadikan pemberdayaan oleh Dompet Dhuafa. Dari mulai pemberdayaan perkebunan nanas dan buah naga serta peternakan hewan kurban di Subang, juga Institut Kemandirian ini di Karawaci Tangerang.

Melalui program pemberdayaan Dompet Dhuafa, tentu semua hasil yang diberikan para donatur akan sampai kepada orang-orang yang membutuhkan, dan akan sangat bermanfaat buat mereka. Hanya dengan menggunakan Handphone, sekarang kita sudah bisa melakukan niat baik kita, untuk berbagi melalui Dompet Dhuafa.




Tentu hasilnya juga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para kaum dhuafa yang sudah pernah menerima manfaatnya. seperti salah satu contohnya adalah Bapak Dani sebagai Atlet Panahan yang telah berhasil meraih Medali Emas pada Pekan Pralimpiade Daerah (Peparda) di Jawa barat pada tahun 2018 lalu.



Para kaum Dhuafa yang sudah berhasil menerima manfaat di Institut Kemandirian (dok.pri)

Bapak Dani sebagai penyandang Disabilitas yang telah bergabung di Komunitas Usaha Bersama Penyandang Disabilitas (Kubependa), sudah dari sejak bulan Februari lalu sampai dengan sekarang telah medapatkan manfaat belajar skill di Institut Kemandirian. Bapak Dani belajar menjadi Teknisi Handphone, dan sekarang sudah merasakan manfaatnya sampai mempunyai counter reparasi Handphone.

Oleh karenanya, sebagai sesama manusia dan makhluk ciptaan Allah SWT, Jangan Takut Berbagi untuk membantu mereka yang mempunyai kekurangan dalam hal materi. Mari kita sama-sama mewujudkan bakat atau cita-cita mereka yang terhalang oleh biaya atau dana, untuk bisa lebih mengembangkan keahlian dan bakat yang dimilikinya, dan tentunya bisa mendatangkan rejeki untuk mereka serta keluarganya.





This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar