Sabtu, 03 Agustus 2019

Melatih Kemandirian Dan Berinovasi Dalam Festival Literasi Sekolah 2019

Festival Literasi Sekolah 2019 ini merupakan penyelenggaraan yang ke tiga kalinya. Dan jujur saja, aku baru tahun ini bisa menyaksikan langsung penyelenggaraan kegiatan yang sangat menarik ini.

Festival Literasi Sekolah (FLS) ini berlangsung selama 4 hari, yaitu mulai dari tanggal 26 - 29 Juli 2019. Dan kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud, Senayan Jakarta. Namun ternyata, event ini juga berlangsung di beberapa lokasi sekitar Jabodetabek.

Festival Literasi Sekolah 2019 di Gedung Kemendikbud Senayan Jakarta

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdasmen_Kemdikbud) adalah yang menjadi wadah bagi warga sekolah, dalam hal ini Siswa, Guru dan Kepala Sekolah, serta para pegiat literasi dari berbagai macam profesi, untuk disatukan ke dalam sebuah forum bersama.

Kegiatan ini juga bertujuan agar warga sekolah dan pegiat literasi tersebut bisa mengembangkan kemandirian dan menumbuhkan Inovasi, dengan harapan agar mereka dapat menjadi warga yang literat sepanjang hayat.

Ada kegiatan apa saja sih dalam Festival Literasi Sekolah tersebut?

Pada kesempatan ini, aku beruntung sekali bisa hadir dan menyaksikan langsung dan mengetahui secara detail kegiatan dalam Festival Literasi Sekolah tahun 2019 ini. Dan aku hadir pada tanggal 29 Juli 2019, itu berarti aku hadir di hari terakhir kegiatan tersebut berlangsung atau pada Closing FLS 2019.

Selfie dengan White Board bertuliskan Pesan Literasi Kemendikbud (Dok.pri)

Ketika memasuki area FLS, aku langsung melihat tulisan yang tertera pada white board, yang dipajang dipilih masuk Gedung Kemendikbud. Pesan tersebut dituliskan langsung oleh bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu bapak Profesor Dr. Muhadjir Effendy M.A.P, pada saat Opening FLS 2019 tanggal 26 Juli 2019.

Pesan Literasi Kemendikbud

Tulisan tersebut berisikan Pesan Literasi Mendikbud Untuk Anak Indonesia. Lalu kemudian aku langsung berkeliling melihat pameran karya siswa siswi dari berbagai macam Sekolah diseluruh Indonesia, dimana karya-karya Siswa Siswi tersebut dilombakan dalam Festival Literasi Sekolah ini.

Jadi untuk lebih detailnya kegiatan Festival Literasi Sekolah tahun ini, yang bertema Multiliterasi : Mengembangkan Kemandirian dan Menumbuhkan Inovasi. Bertujuan "Agar adanya kesadaran dalam masyarakat, bahwa Literasi adalah bagian dari hidup keseharian. Literasi juga bukan barang baru dan tidak eksklusif, dan Literasi juga tidak hanya untuk dirapatkan melainkan juga dilombakan dan juga sekaligus dirayakan setiap hari oleh warga sekolah dan para penggiat Literasi lainnya."

Nah oleh sebab itu, kegiatan FLS tahun ini, dibagi menjadi 4 bagian, dimana 3 bagian diselenggarakan disekitar Gedung Kemendikbud, yaitu :

  1. Pada pembukaan FLS dipusatkan di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud Senayan Jakarta
  2. Pameran Literasi yang berada di samping Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud Senayan Jakarta
  3. Festival Literasi yang dilaksanakan disekitar Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud, yang meliputi Panggung Utama, Pojok Literasi, Ruang Serbaguna Perpustakaan dan Ruang Theater Kemendikbud
  4. Kegiatan lomba Literasi yang diselenggarakan di beberapa tempat di sekitar Jabodetabek


Dan berikut adalah beberapa contoh karya dari Siswa Siswi sekolah yang berada diseluruh Indonesia :

Perpustakaan Becak Hammock Keliling (Cak Hali) karya SMK N 7 Surakarya
Karya Perpustakaan Mini dalam rumah adat (Rangkiang) karya SMKN 2 Padang Panjang

Kemudian pada saat berkeliling, aku juga melihat booth-booth sekolah dari mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Serta dari berbagai lembaga pemerintahan dan komunitas literasi, Mitra hingga Penerbit buku dan aplikasi.

Waahh pokoknya semua hal yang berbau sekolah, pelajar, buku, dan karya semua menjadi satu dalam kegiatan FLS tersebut.

Talkshow Bedah Buku Karya Sari Okano

Kebetulan di hari terakhir tersebut atau Closing FLS 2019. Aku sempat mengikuti talkshow bedah buku karya Sari Okano, seorang warga Indonesia yang menikah dengan orang Jepang dan mempunyai seorang anak Autis.

Talkshow bedah buku karya Sari Okano (dok.pri)

Dalam bukunya tersebut beliau menceritakan tentang, bagaimana sabarnya beliau mengasuh dan mendidik anak keduanya bernama TOMO, yang merupakan anak berkebutuhan khusus atau dalam hal ini anak Autis.

Sari Okano merasa yakin bahwa, seorang Tomo juga mempunyai hak untuk bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri.  Oleh karenanya, dengan kesabaran dalam mengasuhnya, Sari Okano akhirnya berhasil membuat Tomo menjadi anak laki-laki yang mandiri dan mempunyai keahlian dalam bertani.

Di usianya yang memasuki 20 tahun ini, kini Tomo bisa menjadi seorang Petani di Jepang. Untuk itulah, buku ini sangat bagus untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi para orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus seperti Tomo.

Jadi tidak ada kata tidak mungkin bagi orangtua seperti Sari Okano, untuk bisa menjadikan anaknya mempunyai segudang prestasi yang cemerlang, sama seperti anak-anak normal lainnya. Yang diperlukan hanyalah kesabaran dan ketelatenan dalam pengasuhannya.

Yah itulah oleh-oleh yang aku dapat setelah hadir dalam kegiatan Festival Literasi Sekolah tahun 2019. Harapan aku, semoga dengan diselenggarakannya acara ini, bisa menggugah seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, untuk mau mandiri dan berinovasi dalam mengembangkan karya-karyanya.

Dan semoga dimasa depan, aku bisa berkesempatan untuk mengantarkan buah hatiku, dalam mengikuti kegiatan Festival Literasi Sekolah di tahun-tahun berikutnya. Aamiin.....



2 komentar:

  1. Acara semacam ini perlu diadakan di banyak tempat. Literasi menjadi sangat penting apalagi di era informasi tanpa batas seperti sekarang ini.

    BalasHapus