Minggu, 21 Juli 2019

Film Koboy Kampus Tunjukkan Aspirasi Mahasiswa Pada Tahun 1990

Hallo semua

Sebelum aku membahas tentang film Koboy Kampus ini, aku akan bercerita sedikit tentang kenangan-kenangan aku saat masih kuliah dulu. Saat pertama kali menjadi mahasiswa, suasana pertemanan itu berbeda dengan saat masih duduk di bangku SMA yah.

Mulai menjadi orang dewasa itu, memang membuat kita jadi selalu berfikir sebelum melakukan tindakan. Apalagi saat berada bersama teman-teman. Secara tidak langsung, hati kita seperti di satukan baik tentang hobby atau pun pemikiran.

Padahal sewaktu masih SMA, aku ini orangnya individual banget. Maksudnya, kemana-mana aku sendirian, tapi tidak berarti aku tidak mempunyai teman loh yah. Hanya saja aku seringnya tidak mengandalkan teman untuk harus selalu bareng-bareng.

Tapi saat memasuki bangku kuliah, entah kenapa dari awal saat ospek mahasiswa, aku udah langsung bertemu dan dekat dengan 4 orang teman, kebetulan juga kami satu kelas. Kemana-mana selalu barengan, sepertinya kami tuh tidak bisa dipisahkan sampai diakhir kuliah.

Walaupun tahun kelulusan kami berbeda, karena 2 orang temanku lulus lebih cepat.   Dan disitulah kami mulai mempunyai tujuan masing-masing. Ada yang bekerja diluar kota, ada yang sudah menikah dan aku sendiri sudah sibuk dengan pekerjaanku, karena kebetulan setelah lulus kuliah, aku langsung mendapat pekerjaan.

Baiklah, kenapa aku menceritakan kenangan ini, karena aku akan membahasa film indonesia yang akan tayang akhir bulan juli ini. Dan ada hubungannya juga dengan salah satu peristiwa saat aku kuliah di tingkat 2 bareng teman-temanku.

Kalian masih ingat pastinya kan dengan peristiwa tahun 1998. Dimana para mahasiswa banyak yang melakukan aksi demo di berbagai daerah, termasuk di Bandung. Mereka menuntu aspirasinya kepada pemerintahan di masa itu.

Nah dalam film yang diberi judul Koboy Kampus ini menceritakan tentang Aspirasi mahasiswa pada tahun 1990an. Sebenarnya udah dari jaman dulu sih, suara mahasiswa selalu diangkat dalam permasalahan politik di Indonesia. Namun puncaknya, terjadi ditahun 1998. 



Pada saat itu banyak mahasiswa yang menjadi korban saat sedang berdemo, dan ketika itu jujur saja aku dan teman-temanku juga ikut berdemo. Sebenarnya aku tidak mau ikut-ikutan, namun karena teman-teman ku agak memaksa, dan juga katanya diharuskan dari pihak kampus, jadi mau tidak mau akhirnya aku ikut. Tapi Alhamdulilahnya, aksinya berakhir damai sih, tidak ada kericuhan atau keributan.

Nah tapi, lain halnya dengan mahasiswa yang tergabung dalam grup The Panasdalam Bank dalam film Koboy Kampus. Namun walaupun film ini menceritakan tentang aspirasi mahasiswanya, tapi hal ini engga ada hubungannya dengan politik loh yah. Karena filmnya pun dikemas dalam genre komedi.

Latar Belakang Cerita

Cerita film Koboy Kampus ini, diangkat dari cerita masa lalunya sang sutradara itu sendiri, yaitu Pidi Baiq. Namun dalam mengemas film ini, Pidi Baiq dibantu oleh Tubagus Deddy, dan keduanya juga sekaligus sebagai penulisnya.



Melalui film Koboy Kampus ini, Pidi Baiq ingin menunjukkan bahwa, tidak semua mahasiswa diberbagai daerah di Indonesia, bisa di kategorikan sama. Mahasiswa memang mempunyai peluang untuk menyalurkan aspirasinya, namun ada cara lain yang bisa dilakukan, tanpa harus melakukan tindakan yang menjurus pada aksi demo mahasiswa.

Semua itu bermula pada saat Pidi Baiq kuliah di Institute Teknologi Bandung (ITB). Lingkungan pertemanannya sama seperti mahasiswa pada umumnya, mempunyai suatu geng atau grup yang diberi nama The Panasdalam Bank. Dan grup ini sebenarnya adalah grup musik asal Bandung, yang tidak mau disebut grup band katanya.

Maka dari itu namanya agar terdengar nyeleneh kan. Hehehe....memang anak kuliah itu tingkahnya sangat unik kalo menurutku yah. Selalu terpikirkan hal-hal yang tidak umum dalam perkumpulannya. Jadi wajar kalau aspirasi mahasiswa selalu menjadi topik dalam permasalah politik.

Namun beda halnya dengan Pidi Baiq dan teman-temannya. Aspirasi yang mereka buat bukan tentang politik tapi mereka kompak untuk membuat aturan sendiri. Mereka tidak mau diatur-atur baik oleh orangtua yang selalu menekannya untuk segera menyelesaikan kuliahnya, atau pun aturan-aturan lainnya yang harus mereka ikuti di kampusnya.

Maka tercetuslah ide untuk membuat perkumpulan yang disebut Negara Republik The Panasdalam. Nah sudah terbayangkan, bagaimana jadinya kalau di dalam kampus ITB, telah berdiri suatu negara, untuk menampung aspirasi-aspirasi para mahasiswanya.

Waahh ada-ada saja yah tingkah lakunya. Ini ceritanya hampir sama seperti film Dilan 1990 yang digarap sebelumnya oleh Pidi Baiq juga kan. Jadi melalui film ini, Pidi Baiq ingin menunjukkan, bahwa sebagai anak muda, kita bisa menyalurkan aspirasi-aspirasinya tanpa harus berbuat tindakan yang dapat merugikan orang lain.

Tapi tentunya karena film Koboy Kampus ini bergenre komedi, maka pengambilan ide ceritanya dibuat lucu oleh tingkah laku dan kepolosan Pidi Baiq beserta teman-temannya.

Para Pemeran Film Koboy Kampus

Oh iya pemeran Pidi Baiq sendiri, diperankan oleh Jason Ranti. Dan yang menjadi teman-temannya yaitu ada Ricky Harun yang berperan sebagai Ninu dan juga ada Bisma Smash yang berperan sebagai Deni. Serta juga didukung para aktris-aktris lawas seperti Ria Irawan sebagai ibunya Nia dan Chicha Koeswoyo sebagai ibunya Pidi.



Sedangkan para aktris dan aktor pendatang baru atau yang baru aku tahu, yang berperan menjadi teman-temannya Pidi, yaitu seperti : Vienny JKT 48 sebagai Nia, David John Schaaf sebagai Erwin, Miqdad Addausi sebagai Dikdik, Steffi Zamora Husein sebagai Rosi, Danilla Riyadi sebagai Nova, Cristina Colondam sebagai Santi, Jennifer Lepas sebagai Inggrid dan Anfa Safitri sebagai Rianto.



Nah seperti apa sih negara republik yang dibuat oleh  Pidi Baiq dan teman-temannya?

Apakah mereka berhasil mendirikan Negara Republik The Panasdalam tersebut?

Untuk cerita selanjutnya, sebaiknya kalian nonton aja langsung pada tanggal 25 Juli 2019 nanti. Oh iya film ini aman sih di tonton untuk anak-anak, tapi kalo dilihat dari jalan ceritanya, kayaknya kurang pas kalo ngajak anak-anak. Lebih baik, nonton aja bareng geng kalian, biar lebih seru. Hehehe.....




0 komentar:

Posting Komentar