Minggu, 13 Januari 2019

Cerita Suka Duka Sekaligus Kocak Dalam Film Preman Pensiun

Mendengar kata “Preman” itu mempunyai arti dan konotasi negatif yah, atau terkesan menyeramkan. Pasti anggapan kita akan mengarah pada kejahatan atau kriminalitas. Tapi kenyataannya memang seperti itu sih, namun tentu tidak semua orang yang di “cap” preman itu, selalu mempunyai sifat yang jahat dan otak kriminal. Seperti cerita pada Film Preman Pensiun yang akan tayang beberapa hari.


Sumber : Flyer foto Preman Pensiun

Bagi sebagian penduduk Indonesia, terutama buat orang Jawa Barat dan sekitarnya, pasti tahu dong cerita sinetron tentang beberapa orang preman, yang sudah pada insyaf atau lebih tepatnya disebut Preman Pensiun. Berawal dari sebuah sinetron bersambung, yang tayang setiap hari di salah satu stasiun televisi swasta.

Penyuka sinetron Preman Pensiun ini, rata-rata dari semua kalangan, karena film ini memang aman untuk semua usia. Dan ada positifnya lagi, banyak pesan-pesan moril yang disampaikan, jadi setidaknya tentu akan merubah imej kita pada preman-preman yang sudah Insyaf, hehehe.

Walaupun judul dan ceritanya tentang Preman, tapi cerita yang digarap dengan epic dan lucu oleh Aris Nugraha sebagai penulis naskah sekaligus juga sebagai Sutradara Sinetron dan Film Preman Pensiun ini, ceritanya tidak terlalu menampilkan adegan kekerasan. Oleh sebab itu, film ini aman untuk di tonton anak-anak usia 13 tahun keatas. 

Lebih uniknya lagi, yang membuat orang-orang menyukai sinetron ini terutama bagi orang sunda seperti aku ini, adalah mendengar dialog berlogat sunda dari para pemainnya. Makanya aku sangat senang sekali, saat dikasih kesempatan oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) untuk hadir dalam Gala Premiere Film “Preman Pensiun” beberapa hari yang lalu.

Film Preman Pensiun ini akan resmi tayang pada tanggal 17 Januari 2019 nanti. Nah jadi, bagi yang kangen sama cerita sinetron Preman Pensiun atau kangen sama Kang Mus atau Muslihat, bisa bernostalgia menikmati filmnya pada tanggal tersebut yah.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang kang Mus, saat datang di gala premier kemarin, pada awalnya aku dibuat terkejut saat melihat gaya pakaian yang dikenakan oleh kang Epy Kusnandar yang berperan sebagai kang Muslihat atau tokoh utama dalam film Preman Pensiun ini. Biasanya, para aktor dan aktris film yang hadir pada acara Gala Premier, sewajarkan akan memakai baju-baju formil dengan berbagai rancangan para designer kondang.

Sedangkan kang Mus hanya memakai kaos singlet dan celana pendek bermotif kotak-kotak. Lalu aku berfikir, mungkin beliau sedang mau berganti baju, atau merasa kegerahan. Tapi ternyata memang beliau sengaja mengenakan pakaian tersebut, untuk menyesuaikan perannya sebagai kang Muslihat. Dimana kang Mus dalam kesehariannya, memang memakai kostum tersebut jika sedang berada di dalam rumahnya.


Sumber : Ak Studio Foto Bogor

Berbeda dengan para pemain lainnya yaitu para preman-preman yang juga berperan sebagai anak-anak buahnya Kang Mus, seperti Ujang diperankan oleh M. Fajar Hidayatullah, Bohim diperankan oleh Kris Tato, Dikdik diperankan oleh Andra Manihot juga dua orang preman yang selalu kompak yaitu Pipit dan Murad yang diperankan oleh Ica Naga dan Deny Firdaus.
Mereka semua terlihat rapih memakai pakaian dengan berbagai Atribute premannya, lengkap dengan tampang-tampang seram dan sangarnya.

Cerita dan para pemain film Preman Pensiun yang diproduksi oleh MNC Picture ini, sama seperti cerita dalam sinetronnya. Tapi tentu ada perbedaan konflik yang ditimbulkan oleh para mantan anak buahnya Kang Mus. Peran kang Mus sebagai Pemimpin (leader) dari anak-anak buahnya tersebut, mulai merasa berat dalam menanggung beban tanggung-jawab yang diberikan oleh panutannya yaitu Pak Bahar atau kang Bahar sapaan akrabnya kang Mus kepada pak Bahar.

Siapakah Pak Bahar?

Bagi yang pernah mengikuti dari awal cerita sinetron Preman Pensiun, tentu akan mengerti siapa pak Bahar. Pemeran Pak Bahar, yang diperankan oleh Almarhum Didi Petet, merupakan seorang preman senior yang sudah pensiun. Dan dari situ lah awal mula terbentuknya preman-preman yang sudah Insyaf dan ingin berusaha kembali ke kehidupan normal sebagai manusia yang berguna untuk orang-orang disekitarnya, terutama keluarga.


Sumber : twitter @premanpensiun

Melalui pak Bahar ini juga lah, kang Mus mendapatkan amanah sebelum pak Bahar meninggal dunia, untuk selalu menjaga keamanan lingkungan di daerahnya atau lebih tepatnya di kota Bandung, dari tangan para preman jahat yang selalu mengganggu ketertiban lingkungan, terutama di daerah pasar-pasar dan pemukiman padat.
Selain mengamankan ketertiban lingkungan, pak Bahar juga menunjuk kang Mus sebagai pemimpin dari anak-anak buahnya yang sedang diarahkan menuju jalan kebaikan.

Dalam film Preman Pensiun ini juga kang Mus terlihat lebih romantis dengan istrinya Esih yang diperankan oleh Vina Ferina dan juga pertemuannya kembali dengan Kinanti yang diperankan oleh Tya Arifin. Kinanti merupakan anak bungsunya pak Bahar, yang juga dekat dengan kang Mus. Dari kang Mus, Kinanti sering mendengarkan cerita-cerita tentang ayahnya (pak bahar), seorang mantan Preman yang sangat disegani oleh masyarakat setempat karena sering berbuat kebaikan.

Kinanti dikabarkan telah menikah dan tinggal di Jakarta bersama suaminya. Dan kehadirannya di Bandung adalah untuk memperingati hari meninggalnya pak Bahar. Seperti biasa Kang Mus pasti akan sedih bila mendengar nama pak Bahar disebut-sebut lagi. Pesan-pesan yang disampaikan pak Bahar akan kembali teringat.

Terutama pada saat kang Mus mengetahui kalau tujuan kedatangan Gobang, yang diperankan oleh Dedi Moch. Jamasari ke Bandung adalah untuk menyelidiki kasus pembunuhan adik iparnya. Gobang adalah salah satu mantan anak buahnya kang Mus yang sudah insyaf juga, dan memutuskan untuk menetap di kampung untuk mengurus peternakan Lele.

Namun Gobang merasa terusik dengan kejadian yang menimpa adik iparnya. Nah sampai disini, para penonton tentu akan dibuat penasaran dan tentunya akan terkejut setelah mengetahui siapa dalang dari pembunuhan tersebut. Baiklah, dari pada nanti aku kebablasan bercerita, lebih baik kalian saksikan saja langsung filmnya pada tanggal 17 januari 2019 nanti yah.

Oh yah, dalam film Preman Pensiun ini memang banyak adegan lucu dari duo preman Pipiet dan Murad, tapi kalian juga boleh kok siapkan tissue, soalnya selain lucu ada cerita sedihnya juga loh. Oke…selamat menonton yaaahhh.....tapi sebelumnya kita tonton dulu trailernya dibawah ini yuk. 













1 komentar:

  1. Kembali kemasyarakat menjadi orang yang benar dan
    mendapatkan pekerjaan halal , sungguh mulia.

    Siapa tahu dengan nonton film Preman Pensiun para preman jadi insyaf.

    BalasHapus