Selasa, 09 Oktober 2018

Lindungi Generasi Muda Dalam Menghadapi Perubahan Dunia

Sebelum menuliskan lebih dalam tentang tulisan ini, sejujurnya aku merasa was was, bahwa sepertinya kehidupan manusia di dunia sudah mendekati pada masa akhir Jaman. Kita tidak bisa membohongi hati kita tentunya, dengan melihat begitu pesatnya perubahan yang dibentuk dunia kearah yang tidak bisa diterima dengan "nalar" kita. 

Saat ini sudah sering kita dengar atau bahkan melihat langsung berbagai macam perkara manusia yang membuat kita berfikir “kenapa bisa begitu yah?”, pertanyaan seperti itu seringnya tidak mendapat jawaban yang pasti mengenai penyebabnya. Karena di jaman sekarang ini, sesuatu hal yang kesannya mustahil atau tidak mungkin terjadi, sekarang menjadi mungkin saja terjadi, karena itu semua disebabkan oleh perubahan masa di "Jaman Millennial".

Mengapa aku katakan perubahan masa di Jaman Millenial?

Dalam hal ini, aku tidak bermaksud memfokuskan permasalahan pada jamannya, akan tetapi lebih kepada perkembangan di jaman millennial ini. Karena sudah pasti yang namanya kehidupan manusia secara step by step akan berubah sesuai jamannya, atau kalau menurut anak gaul jaman sekarang bilang, "loe belum bisa dibilang move on kalau loe belum mau berubah".



Perkembangan teknologi, ternyata tidak selalu ditanggapi secara positif untuk anak-anak remaja, tapi akan bisa menjadi negatif jika tidak dipergunakan dengan benar. Dan perkembangan teknologi juga lah yang mungkin bisa menjadi penyebab utama perubahan masa kearah "tindakan kriminal"



Ditengah semakin pesatnya ilmu teknologi saat ini, pergaulan anak muda lebih banyak dihabiskan di dunia maya atau yang sering kita sebut dunia sosial media. Akibatnya, anak-anak akan rentan mengalami Cyber Crime, Cyber Bullying atau kecanduan Video Game.

Cyber Crime

Cyber Crime atau Kejahatan Teknologi yang merupakan suatu aktifitas kejahatan dengan menggunakan media komputer atau jaringan komputer yang dijadikan tempat atau sarana utama untuk melakukan tindakan kejahatannya. Sebagai contoh yaitu berbagai macam bentuk penipuan online, seperti : penipuan jual beli barang, penipuan kartu kredit, pemalsuan identitas, pemalsuan cek, dan lain-lain serta sebagai sarana untuk kejahatan pornografi anak-anak. Waduh serem banget yah untuk yang terakhir itu…!

Adapun jenis-jenis dari cyber crime berdasarkan pada karateristik adalah :
  1. Cyberpiracy, yaitu penggunaan tekhnologi komputer untuk mencetak ulang software atau informasi, yang kemudian menyebarkan software atau informasi tersebut melalui jaringan komputer. Kejahatan seperti ini bisa juga disebut pembajakan atau menggambarkan berbagai macam aktifitas illegal atau pemalsuan yang dapat dikategorikan ke dalam aksi kriminal
  2. Cybertrespass, yaitu penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada sistem suatu organisasi atau individu dan website yang diprotect dengan password. Atau dengan kata lain cyber crime jenis ini disebut juga sebagai Hacker, namun kejahatan seperti ini biasanya dilakukan hanya untuk iseng saja dan tingkat kerugiannya kecil, tapi tetap saja ini disebut kejahatan karena memasuki data rahasia orang lain tanpa ijin
  3. Cybervandalism, adalah penggunaan teknologi komputer yang mengganggu proses transmisi informasi elektronik dan menghancurkan data di komputer. Kejahatan ini istilahnya sama seperti Hacker, jadi suatu bentuk serangan yang paling luas untuk merusak konten dengan cara menonaktifkan server dengan data overload, sebagai contoh dari kejahatan ini adalah tentang kasus hacking website KPU.


Cyber Bullying

Mengenai kejahatan bullying yang biasa dilakukan anak-anak sekolah di SMP atau SMA, dari jaman dulu memang sudah ada, dan aku sendiri sudah pernah menjadi korban bullying dari teman-teman sekolahku dulu. Namun perbedaannya, kasus bullying jaman dulu dan jaman sekarang, lebih ke tindak kekerasan dalam pembulian yang dilakukan anak-anak usia remaja.

Tapi jika dikaitkan pada perkembangan teknologi, untuk kasus cyber bullying ini adalah tindakan prilaku anti sosial untuk melecehkan atau merendahkan seseorang yang dilakukan secara online atau melalui telepon seluler seperti media SMS, Email, atau melalui jejaring Sosial Media seperti Facebook, Twitter atau Group Whatssapp.

Bentuk dari Cyber bullying ini bermacam-macam, misalnya dengan menyebarkan berita palsu tentang teman yang dibully, memposting foto-foto untuk mempermalukan temannya, hingga mengancam untuk melakukan pemerasan, serta mengirim SMS atau pesan pribadi dengan kata-kata makian yang tidak pantas.

Kecanduan Video Games

Mengenai kecanduan terhadap permainan game online atau offline ini, tentu bukan saja dialami oleh anak-anak, karena orang dewasa pun akan mengalami kecanduan yang sama terhadap suatu permainan yang dapat merugikan diri sendiri dan juga keluarga.

Belum lama ini aku mendengar curhatan dari seorang teman yang sudah berkeluarga, bahwa beliau kecanduan main Poker sampai harus begadang dan akhirnya membuat dia harus menghabiskan uang sebanyak ratusan ribu setiap harinya, untuk bermain di Warung Internet (Warnet).

Nah bisa dibayangkan kalau itu terjadi pada anak-anak usia SD atau remaja. Saat ini mereka lebih sering menghabiskan uang jajannya untuk ke “warnet” dari pada untuk jajan makanan. Dan besar kemungkinan juga dari permainan game ini, akan mengarah pada permainan game dengan konten pornografi.

Dari ketiga hal tersebut diatas, tentu akan sangat membahayakan untuk perkembangan mental para remaja. Hal tersebut bisa berakibat pada kesehatan jiwa mereka, jika tidak ditangani secara cepat. Dan akan meningkatkan resiko timbulnya gangguan jiwa di kemudian hari, bahkan juga bisa mengarah pada tindakan Bunuh Diri.

Untuk pencegahan dari hal-hal tersebut diatas, oleh sebab itulah pemerintah Kementrian Kesehatan RI mengajak kita semua untuk peduli pada perkembangan anak-anak remaja kita melalui perayaan Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia (HKJS) yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2018.

Kementrian Kesehatan RI

Perayaan hari HKJS ini akan selalu diperingati setiap tahunnya, sebagai pengingat untuk kita para orang tua agar bisa lebih intens dalam memperhatikan perilaku anak-anak kita sehari-hari, serta memperhatikan aktivitas anak-anak kita tanpa terkesan “kepo” atau bersikap secara berlebihan. 

Menciptakan keluarga yang harmonis dan orang tua yang selalu memberikan perhatiannya serta mendukung cita-cita atau keinginannya untuk mewujudkan masa depannya, merupakan kondisi ideal untuk tumbuh kembang seorang anak remaja yang bahagia dan ceria.

Akan tetapi hal tersebut tidak mudah juga bagi kita para orang tua untuk mewujudkannya, karena faktor perekonomian keluarga bisa menjadi penyebab utama terjadinya tindakan anak-anak remaja yang menyimpang. Sebagai contoh kurangnya perhatian dari orangtua karena kedua orangtuanya harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga. Bahkan ada juga anak-anak remaja yang mengharuskan mencari nafkah di usia yang belum cukup umur untuk bekerja.

Dengan kurangnya perhatian kita kepada anak-anak atau bagi anak-anak yang merasa kurang mendapat perhatian dan membutuhkan tempat untuk berbagi rasa, maka perlu mengikuti program atau sarana pendampingan seperti Rumah Ramah Remaja, Rumah Singgah untuk remaja, dan Rumah Perlindungan yang membutuhkan banyak SDM memadai yang berkompeten untuk melakukan pemdampingan dan pengarahan bagi para remaja.

Serta anak-anak remaja perlu memahami lebih banyak tentang mencintai budaya dan bahasa nusantara di negeri kita sendiri. Dimana Indonesia memiliki budaya dengan berbagai suku yang menyimpan banyak kearifan untuk dijadikan pedoman hidup mereka, agar mereka bisa lebih mengenal dan mencintai tanah air, bangsa dan budayanya sendiri.

Indonesia juga memiliki berbagai macam bahasa daerah yang bisa dipahami para remaja, bukan hanya bahasa lisan tapi juga “bahasa rasa”. Karena dengan adanya kepekaan rasa maka akan membawa seseorang kepada kehalusan budi pekerti yang merupakan ciri khas orang Indonesia yang harus dipertahankan.

Dengan adanya pendidikan akan kesadaran rasa ini merupakan kunci utama terbentuknya para pemuda dan pemudi dewasa, bahagia, tangguh serta sehat jiwa dan raganya. Oleh sebab itu, mari kita peduli akan hal ini, untuk masa depan anak-anak dan bangsa Indonesia, demi mewujudkan Generasi Emas di masa yang akan datang. 

Sumber tulisan :
  • Catatan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia
  • Pengertian Cyber Crime dan Jenis-Jenisnya dari website itdare.blogspot.com
  • Kementrian Kesehatan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza.



0 komentar:

Posting Komentar