Sabtu, 21 April 2018

Kenali Ciri Fisik TB Laten Pada Anak Dan Obati Segera

Beberapa waktu yang lalu aku sudah pernah membahas tentang penyakit Tuberkulosis dalam Blog ini. Sekedar untuk mengingatkan kembali, gejala penyakit Tuberkulosis ini sama sekali tidak bisa kita anggap sepele. Apalagi jika terjadi pada anak-anak.

Oleh sebab itu dalam blog ini, aku akan membahas lebih spesifik mengenai Tuberkulosis pada anak.

Tuberkulosis merupakan suatu bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang bisa menyebarkan virusnya hanya melalui udara. Jadi penyebarannya sangat mudah sekali, karena virusnya ini akan bertahan selama beberapa menit di udara. Namun jika terkena sinar Ultraviolet virusnya akan mati.

Beda halnya jika di dalam ruangan tertutup, misalnya seperti didalam rumah kita sendiri, virus TB akan bertahan lebih lama. Maka jika ada anak yang terkena TB, orang pertama yang akan dicurigai adalah kedua orang tuanya, atau anggota keluarga lainnya yang tinggal satu rumah.

Dalam blog aku sebelumnya, aku bercerita tentang saudara sepupuku yang gejala penyakitnya hampir mirip dengan Tuberkulosis, tapi sampai sekarang aku tidak bisa memastikan apakah penyakitnya itu TB atau bukan. Hanya yang aku tahu pengobatannya sama seperti penyakit Tuberkulosis. Tapi demi untuk menjaga privasi orangtuanya, aku tidak pernah menanyakan lebih detail tentang kepastian penyakitnya itu.

Nah agar lebih paham dan mengerti tentang cerita saudara sepupuku, klik dan baca aja dulu link dibawah ini :
Apakah Orang Berpenyakit Tuberkulosis Perlu Dihindari?


Mengenai Gejala-gejala Tuberkulosis baik TB Laten maupun TB Aktif, baru aku ketahui setelah sering mengikuti event-event talkshow kesehatan, contohnya event dari Kementrian Kesehatan yang aku ikuti beberapa bulan yang lalu serta event yang belum lama ini aku ikuti bersama teman-teman dari Kumpulan Emak Emak Blogger.


Bersama para Narsum dan Komunitas KEB

Event yang aku ikuti ini diselenggarakan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan Sanofi Indonesia dengan mengangkat tema "Blogger Forum Treat Latent TB for TB Free World." Dalam forum ini telah hadir Dr. Wahyuni Indrawati SP. A(K) sebagai perwakilan dari IDAI dan Dr. Arya Wibitomo sebagai perwakilan dari Director Sanofi Indonesia

Pembahasan tentang penyakit Tuberkulosis, akhir-akhir ini memang sedang menjadi sorotan publik, karena selain bulan lalu diperingatinya Hari Tuberkulosis sedunia, ternyata penyakit ini juga penyebarannya semakin meluas ya.

Menurut penjelasan dari Dr. Wahyuni sesuai data dari WHO, pasien yang meninggal karena TB sebanyak 700 orang setiap harinya, dan Indonesia adalah negara kedua setelah India yang terserang TB paling banyak. Ada sekitar 60.000 insiden TB di Indonesia, dan sebanyak 1.507 insiden penderitanya adalah anak-anak dengan rentan usia 1-14 tahun.


Dr.  Wahyuni Indawati dari IDAI

TB pada anak juga bisa menyerang organ tubuh lainnya, yaitu Kelenjar Getah Bening, Usus dan Tulang. Cara penyebaran tadi sudah aku jelaskan diatas, jadi sebaiknya jika sedang berada di tempat keramaian, maka gunakan masker untuk menghalau berbagai macam penyakit yang terpapar melalui udara. 

Penggunaan masker ini juga perlu dipakai oleh penderita TB itu sendiri, jika sedang berada didalam rumah. Demi untuk tidak menularkan virusnya ke anggota keluarga yang lainnya. Jadi kita tidak perlu menghindarinya atau bahkan mengucilkannya dari keluarga, malah sebaiknya kita support untuk kesembuhannya.

Penyakit Tuberkulosis ada 2 Tipe, yaitu :

TB Laten

Penyakit dengan tipe TB Laten dalam bentuk Non-Aktif. Bakteri tipe ini masih dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh. Artinya virus ini tidak menyerang sistem kekebalan tubuh, dan tidak berkembang biak. Biasanya tidak akan terlalu mengalami keluhan sakit dan gejalanya juga tidak terlalu nampak.

Hanya dengan melalui pemeriksaan darah, maka penyakitnya akan dapat diketahui. Penyakit TB Laten memang tidak menular, namun jika sudah terkena maka harus secepatnya ditangani, karena TB Laten berisiko akan menjadi TB Aktif jika tidak segera di Obati.

TB Aktif

Orang yang sudah terkena TB Aktif dampaknya lebih berbahaya bagi yang terkena penyakitnya jika tidak segera di obati maka akan berakibat pada kematian, dan bisa juga berbahaya bagi orang yang berada di sekitarnya, karena tipe TB Aktif ini menular.

Tipe ini dapat menyerang sistem kekebalan tubuh pada anak, dan juga berkembang biak. Ada gejala-gejala tertentu yang ditunjukan seperti :
  1. Deman yang cukup lama atau berulang ( lebih dari 2 minggu), namun suhunya tidak terlalu tinggi
  2. Batuknya juga cukup lama (lebih dari 3 minggu) dengan intensitas batuk yang tidak pernah reda dan semakin parah
  3. Berat badan menurun karena kurang nafsu makan
  4. Keaktifan tidak seperti biasanya, biasanya anak akan merasa selalu lemas dan letih
  5. Diare selama lebih dari 2 minggu walaupun sudah berobat tapi tidak kunjung sembuh.
Nah jika terdapat gejala-gejala seperti itu, maka secepatnya harus dilakukan pemeriksaan darah. Namun hal pertama yang harus dilakukan adalah mengInvestigasi Kontak :


  1. Mengidentifikasi anak yang terkontak langsung atau erat dengan penderita TB Paru
  2. Memeriksa ada atau tidaknya infeksi TB pada orang yang kontak tersebut
  3. Memberikan terapi pengobatan yang dianjurkan
Cara pengobatan TB pada anak ada 2 macam, yaitu Terapi Pengobatan dan Pengobatan Pencegahan (Profilaksis). Terapi Pengobatan diberikan pada anak yang yang sudah terkena TB sedangkan Profilaksis merupakan pengobatan pencegahan yang diberikan kepada anak yang mempunyai kontak erat dengan penderita TB menular atau TB Aktif.

Adapun cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
  1. Pengobatan dengan kombinasi 3-4 jenis obat TB
  2. Jangka waktu pengobatan antara 6-12 bulan, dilihat dari tingkat infeksi bakterinya
  3. Kunci keberhasilan untuk kesembuhan penyakit TB ini adalah dengan kepatuhan dan keteraturan dalam meminum obat
Sebagai orangtua tentu aku sangat mengkhawatirkan akan hal ini, karena paparan penyakit ini bisa terjadi dimana saja, bisa dari sekolah atau lingkungan tempat bermain di rumah, bahkan saat kita sedang berjalan-jalan di mall,  besar kemungkinannya terdapat juga paparan dari penyakit TB ini.

Oleh sebab itu yang harus kita lakukan adalah mencegah agar penyakit ini tidak berkembang biak dan memutus rantai perkembangannya. Minimal kita harus bagaimana cara pencegahannya, yaitu dengan melakukan hal-hal dibawah ini :


  • Lakukan Vaksinasi pada anak seperti BCG
  • Memasak makanan yang bergizi
  • Membuat makanan cemilan sendiri untuk keluarga
  • Selalu menjaga lingkungan rumah tetap bersih, tidak lembab dan sinar matahari bisa masuk melalui jendela atau pintu rumah
  • Gunakan masker jika sedang bepergian ditempat yang ramai
Dalam hal ini Dr. Arya dari Sanofi Indonesia juga menjelaskan tentang tujuan berdirinya Sanofi Indonesia adalah untuk berkomitmen melawan setiap penyakit apapun yang ada disetiap negara-negara di Asia.


Dr. Arya dari Sanofi Indonesia

PT. Avent Pharma merupakan perusaan Sanofi di Indonesia, hal yang dilakukan Sanofi yaitu dengan melakukan edukasi untuk cara pengobatan dari setiap penyakit. Cara penyampaian edukasinya sederhana dan tidak terlalu rumit, agar dapat dimengerti dengan mudah.

Obat-obatan yang dikonsumsi harus menggunakan standar pemerintah dan sudah ada ijin dari BPOM, jadi tidak bisa sembarang memberikan obat pada pasien dengan penyakit-penyakit tertentu, contohnya seperti penyakit TB ini. 

Pengobatan pada pasien TB anak-anak bisa dengan pemeriksaan Mantoux, yaitu tes untuk diagnosis penyakit Tuberkulosis. Tes ini adalah satu dari dua tes kulit tuberkulin besar yang digunakan diseluruh dunia dan menggantikan tes punktur ganda (tes Tine). Tes kulit Mantoux terdiri dari penyuntikan sepersepuluh milliliter (mL) tuberkulin PPD ke lapisan intradermal. (sumber Wikipedia)

Baiklah semoga dengan adanya informasi ini, kita dapat membuka mata dan hati kita untuk bisa melindungi diri kita sendiri dan keluarga kita khususnya anak-anak, dengan memutuskan rantai penderita Tuberkulosis. Aamiin….

15 komentar:

  1. Penting banget mencegah TB ini y mbak. Terutama buat anak-anak. Serem juga bisa menyebabkan kematian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul banget, kalo tidak diobati dengan cepat dan tepat, tentu akan membahayakan jiwanya.

      Hapus
  2. Sayangi anak dengan kenali tb laten sedari awal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sekali, sesegera mungkin harus diobati

      Hapus
  3. Ternyata tuberkolosis ini penyakit yg menyeramkan. Semoga kita sehat selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Tentu itu harapan kita ya mba, maka deteksi dini itu penting.

      Hapus
  4. Jadi khawatir. Secara kan TB ini gejalanya kadang ngga disadari. Tau-tau udah parah aja.
    Semoga kita serta keluarga selalu sehat ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Iya betul banget mba. Makanya kita harus aware sejak dini

      Hapus
  5. Bagus banget info nya mak.. padahal pengen banget dengerin seminar tentang TB tapi waktunya selalu kurang pas. Hixx

    BalasHapus
    Balasan
    1. AlhaAlhamduli kalo ingo ini berguna untuk pembaca, terimakasih sudah menyimak

      Hapus
  6. pernah melihat testimoni orang yang telah sembuh dari TB. perjuangan sangat berat karena melawan penyakit dan keluarga yang tidak mendukung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dukungan keluarga itu nomor satu untuk kesembuhan pasien TB.

      Hapus
  7. Kunci keberhasilan pengobatan TB menurut aku adalah di support system para penderita TB ini krn kan pengobatan nya smp 6-9 bulan tuh so kita sebagai keluarga atau lingkungan sekitar nya jgn bosan2 yah mengingatkan penderitabuntuk rutin mengkonsumsi obat nya ... eniwei, thank you pencerahan nya Mbak

    BalasHapus
  8. Serem ya, mesti waspada pada gejala TB pada anak... Alhamdulillah Azzam terjauh dari gejala yang disebutkan di atas.

    BalasHapus
  9. Kita aja yang udah dewasa berat ngejalanin pengobatan TB yak, apalagi anak-anak.. hiks... Jangan sampe deh...

    BalasHapus