Minggu, 19 Agustus 2018

Berencana Berlibur ke Planet Bekasi, Siapa Takut ?

Agak aneh tidak sih dengan judul diatas…hehehe. Emangnya Planet Bekasi itu seperti apa sih ? Hohoho….terkadang aku suka penasaran dan lucu aja kalau ada teman yang mengatakan Planet Bekasi.

Sumber foto : Google

Kenapa yah ko di sebut Planet. Semakin penasaran lagi, beberapa hari ini aku melihat berseliwerannya status orang-orang di Sosial Media yang berkata, “Mau berkunjung ke Planet Bekasi” atau seorang teman yang berasal dari bekasi juga sering bilang “Mau pulang ke planet bekasi” 

Hhmm….kenapa ya disebut Planet Bekasi?

Akhirnya setelah ngobrol sama salah seorang teman yang asli orang bekasi, aku jadi tahu alasan kenapa kota Bekasi di bully sebagai Planet. Alasan pertama karena kawasan Bekasi itu cukup jauh kemana-mana termasuk ke Jakarta, lalu cuaca disana juga sangat panas, serta jalanannya banyak yang berlubang.

Ooohhh….begitu toh. Tapi menurutku sih, di Jakarta juga sama. Cuacanya panas, jalanan juga masih ada yang berlubang, tapi bedanya kalau di Jakarta permasalan jalanan yang berlubang akan segera di tindak lanjuti.

Sedangkan di Bekasi aku sendiri belum tahu persis seperti apa keadaannya, karena sudah sempat beberapa kali kesana hanya untuk mampir atau belum pernah sampai menginap.

Kebetulan sih aku punya saudara di daerah Bekasi Barat, dan berencana mau mengunjungi rumahnya. Selain itu aku pun sudah lama penasaran sama kolam renang Go! Wet! Waterpark yang katanya mempunyai 23 macam wahana air, lalu harga tiket masuknya juga terjangkau banget, hanya Rp.75.000,- loh.

Kolam Renang Go Wet Waterpark Bekasi Barat (sumber:Google) 

Waahh yang jadi warga Bekasi patut bangga, karena setelah googling, banyak loh tempat-tempat wisata yang keren dengan harga yang cukup terjangkau. Seperti halnya hotel-hotel juga. Nah karena aku mau agak relaks disana, jadi sebaiknya aku cari penginapan saja.

Bukannya aku tidak mau menginap di rumah saudaraku sih, terkadang aku suka merasa tidak enak kalau merepotkan orang. Bersilaturahmi ke rumah saudara memang bagus, tapi terlalu merepotkan juga tidak bagus kan.

Jadi mulai lah aku mencari-cari tempat penginapan yang tidak jauh dari lokasi kolam renang Go! Wet! Waterpark dan tidak terlalu jauh juga dari lokasi rumah saudaraku. Agar kalau mau kemana-mana tidak menghabiskan waktu di perjalanan.

Kemudian seorang temanku menyarankan untuk mencari penginapan melalui Traveloka saja. Katanya selain infonya akurat dan lengkap, memesan kamar melalui Traveloka juga suka ada discountnya. Biasa lah ibu-ibu kalau mendengar potongan harga, pasti semangat…hahaha.

Tanpa basa basi lagi aku langsung meluncur ke websitenya. Karena tujuanku Bekasi Barat, jadi aku langsung mencari disini

Wah cukup lumayan juga yah harga-harga Hotel di Bekasi Barat, tapi kalau di bandingkan dengan Hotel di Jakarta sih masih lebih murah di Bekasi Barat. Lalu akhirnya aku menemukan hotel dengan harga yang cukup terjangkau dan mempunyai fasilitas yang lumayan bagus.

Tampilan pilihan Hotel-hotel di Traveloka

Di Hotel Fastrooms Bekasi, harganya Rp.324.950,- per kamar, setelah dipotong discount dari Traveloka yang awalnya harga kamar di hotel tersebut Rp.433.266,-. Fasilitas pada umumnya sama seperti hotel lainnya, yang membedakan hanya fasilitas di dalam kamarnya, tergantung kita mau pilih kamar seperti apa.

Informasi fasilitas hotel lebih lengkap di Traveloka

Oh iya harga-harga promo di Traveloka setiap hari berubah, jadi kalau kita sudah menemukan harga yang cocok untuk hotel dan fasilitasnya, sebaiknya langsung booking saja deh. Tidak perlu takut untuk kena charge pembatalan, karena di Hotel pilihanku tidak dikenakan biaya pembatalan.

Nah jadi kita harus benar-benar teliti memilih juga ya, karena di website Traveloka benar-benar sudah tersedia berbagai macam pilihan hotel dari yang murah atau standar sampai yang mewah, ada juga hotel yang disebut Ramah Keluarga dan pilihan menginap di Apartemen juga ada.

Selain promo Hotel, di website traveloka juga banyak promo-promo lainnya untuk Tiket Pesawat, Tiket Bus, Tiket Kereta Api dan lain-lain. Jadi kalau kita kebetulan mau ke kota yang jauh sekalipun di seluruh Indonesia, semuanya sudah tersedia di Traveloka.

Pilihan tiket pun tersedia di Traveloka

Jadi kita bisa booking sekalian sama tiket transportasinya. Sangat praktis dan kita tinggal pilih-pilih tanpa harus mencari-cari dadakan di kota tujuan yang akan kita kunjungi. Sangat menghemat waktu dan tenaga bukan.

Berlibur jadi lebih menyenangkan dan hemat pastinya…hehehe.


Minggu, 12 Agustus 2018

Perlu Kah Proyek-Proyek Infrastruktur Di Indonesia Di Hentikan?

Sumber foto : img.okezone.com

Proyek pembangunan Infrastruktur di perkotaan khususnya di DKI Jakarta, dari sejak aku hijrah ke Jakarta dari Bandung, menurut ku seakan tidak pernah selesai. Setelah pembangunan proyek busway, kemudian monorel, yang pada akhirnya tidak selesai, sampai ke pembangunan jembatan-jembatan layang.

Woowww…sampai kapan wajah Jakarta akan mengalami perbaikan terus menerus. Itu yang ada di dalam benak aku sebagai masyarakat kecil yang kurang memahami tentang pentingnya proyek pembangunan di Jakarta, dan agak sedikit mengganggu lalu lintas saat sedang melewatinya.


Sumber foto : www.koransulindo.com

Namun kemudian aku berfikir lagi, jika pemerintah tidak melakukan perbaikan dalam pembangunan infrastuktur sebagai contoh kecil di Ibu Kota saja, solusi apa lagi yang dapat menyelesaikan permasalahan inti, tentang kemacetan yang harus dinikmati setiap hari oleh warganya.

Belum lagi tentang permasalah banjir yang harus dialami setiap satu tahun sekali atau malah terkadang bisa beberapa kali terjadi dalam satu tahun. Yah seperti itu lah permasalah di Jakarta, sebagai contoh yang harus diperbaiki dalam Infrastruktur perkotaan.

Sampai akhirnya aku berfikir juga, seberapa banyak anggaran pembiayaan proyek-proyek infrastruktur, yang harus dikeluarkan oleh pemerintah. karena yang pasti akan banyak bahan-bahan baku proyek yang dibeli secara Impor. 

Tentunya bahan baku yang dipakai untuk pembangunan proyek insfrastruktur tesebut, harus dari bahan baku yang berkualitas bukan, agar hasil dari proyek pembangunan ini baik dan kokoh.

Selain itu, pasti ada beberapa tenaga kerja asing yang dipakai untuk membantu proyek-proyek tersebut, salah satunya adalah proyek LRT yang harus rampung tahun ini. 

Apa saja sih proyek-proyek pembangunan Infrastuktur di Indonesia?

Menurut sumber penulisan yang aku baca, ada beberapa proyek infrastuktur di Indonesia yang di canangkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan harus selesai tahun 2018 ini, antara lain :

Proyek Bandara Kertajati
Proyek Bandar Udara Internasional di kecamatan Kertajati ini berada di Jawa Barat, tepatnya di kabupaten Majalengka, dimana pengerjaannya sudah mencapai 80% pada akhir tahun 2017, dengan total nilai proyek sekitar Rp. 2,1 trilliun. 

Proyek Tol Trans Jawa
Tol Trans Jawa merupakan proyek untuk menghubungkan Jakarta dan Surabaya, yang dipastikan akan rampung pada akhir tahun 2018, dengan total dana yang dikeluarkan sebesar Rp. 40 trilliun

Proyek Pembangkit Listrik 10.000 MW
Pembangunan proyek pembangkit listrik ini ditangani oleh PT. Pembangkitan Jawa dan Bali (PJB) yang merupakan anak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Proyek ini bernilai Rp. 150 Trilliun, yang harus dikeluarkan untuk kategori PLTG, PLTU dan PLTA di wilayah Jawa dan Bali.

Proyek Bandara Kulon Progo
Proyek ini berada di Jogjakarta, yang berhasil dimenangkan oleh PT. PP (Persero) Tbk, dengan total nilai pembangunan sebesar Rp. 6,5 Trilliun

Proyek LRT Palembang dan Jabodetabek
Pada proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang Sumatra Selatan, Kementrian Keuangan mengalokasikan nilai sebesar Rp. 10,9 Trilliun. Sedangkan proyek LRT di Jabodetabek dianggarkan sebesar Rp. 29,9 Trilliun, yang akan ditangani oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT. Adhi Karya Tbk

Proyek Infrastruktur Pendidikan, Kesehatan dan Fasilitas Dasar
Pembangunan untuk proyek ini yaitu akan merehabilitasi 61,2 ribu ruang kelas, membangun sanitasi air limbah untuk 853 ribu KK dan Rumah Susun sebanyak 7.062 unit untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah, dan total anggaran dari proyek tersebut sebesar Rp. 761,1 Trilliun

Proyek Pelabuhan Internasional Patimban
Pembangunan proyek pelabuhan internasional Patimban ini berlokasi di Subang, Jawa barat. Dengan anggaran proyek mencapai Rp. 40 Trilliun, yang sudah mulai dibangun dari tahun 2017 lalu dan rencananya proyek ini akan rampung pada tahun 2019.

Nah dengan dana yang bertrilliun-trilliunan tersebut, apakah pemerintah bisa menyelesaikan proyek-proyek tersebut tanpa harus mengalami defisit pada perekonomian kas negara Indonesia, mengingat dengan selalu bertambahnya nilai tukar dollar pada rupiah beberapa bulan terakhir ini. 

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) telah dibahas lebih detail, mengenai bagaimana usaha pemerintah untuk menekan anggaran proyek Infrastruktur tersebut. Diskusi ini mengambil tema “Efisiensi Anggaran, Meninjau Ulang Proyek Insfrastruktur”.


Sumber foto : @fmb9.id

Diskusi FMB9 yang berlangsung hari Jumat tanggal 10 Agustus 2018 kemarin, menghadirkan 3 orang narasumber yang terkait tentang anggaran insfrastruktur tersebut, yaitu : 

  1. Bapak Ir. Widiarto, SP.1, Inspektur Jendral Kementrian PUPR
  2. Bapak Luky Alfirman, Direktur Jendral Pembiayaan dan Pengelolaan Resiko Mentri Keuangan RI
  3. Bapak Djoko Sasono, Sekretaris Jenderal Kementrian Perhubungan

Dalam diskusi tersebut, ketiga Narasumber menjelaskan terkait tingginya anggaran dalam pembangunan Insfrastruktur, yang harus ditinjau ulang atas perintah dari bapak Presiden RI Joko Widodo, saat rapat di Istana Bogor pada 31 Juli 2018 lalu.

Menurut keterangannya, Bapak Jokowi meminta para Mentrinya untuk mengevaluasi secara detail proyek-proyek yang memakai bahan baku Import.

Dalam hal ini Bapak Jokowi mematok target penghematan yang cukup tinggi dari upaya tersebut. Demi untuk menghemat devisa sebanyak US$ 21 juta setiap hari.

Penghematan ditujukan pada bahan baku Impor, dikarena menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada kenaikan biaya impor yang terjadi disepanjang semester pertama tahun ini dan kenaikan tersebut mengakibatkan terjadinya defisit pada neraca perdagangan.

Setelah dievaluasi, kenaikan komponen impor tersebut ada pada bahan baku untuk proyek Infrastruktur. Dimana bahan baku tersebut meliputi : Impor besi baja yang meningkat 39%, dan Impor mesin serta alat listrik yang meningkat 28% pada bulan Mei 2018.



Sumber foto : www.medanbisnisdaily.com

Akibat dari tingginya penggunaan bahan baku impor tersebut, maka berdampak pada kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Khususnya untuk menggarap proyek-proyek besar di Indonesia.

Menurut data keuangan dari Kementrian BUMN mengatakan bahwa, utang perusahaan Negara yang berhubungan dengan jalan Tol naik sebesar 54,05%, sekitar tahun 2014-2017.

Kenaikan ini diikuti pula oleh adanya pertumbuhan aset dan ekuitas dari masing-masing biaya sebesar 53,29% dan 51,17%.

Oleh sebab itu, ada usulan dari Mentri Perhubungan, yaitu bapak Budi Karya Sumadi yang mengatakan bahwa, "pemerintah akan mengevaluasi proyek-proyek tersebut, dengan upaya menurunkan komponen biaya bahan baku Impornya semaksimal mungkin, agar proyek-proyek tersebut tetap berjalan." 

Akan tetapi ada pendapat yang berbeda dari Mentri keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati. Beliau mengatakan bahwa, “Proyek-proyek tersebut sangat penting untuk dijalankan, tapi beliau tidak keberatan jika proyek-proyek tersebut di tunda hingga beberapa tahun kedepan.” 

Selain itu ibu mentri juga menegaskan bahwa, pemerintah berkomitmen untuk mengurangi impor bahan bakar minyak dan meningkatkan penggunaan B20 atau bahan bakar campuran Biodiesel 20% yang di produksi di Indonesia.

Nah dengan demikian, kesimpulan dari hasil diskusi FMB9 tentang Efisiensi Anggaran pada proyek Infrastrukur di Indonesia salah satunya adalah “Pemerintah berupaya mengurangi pemakaian bahan baku impor untuk proyek-proyek tersebut, dan meningkatkan kualitas dari bahan baku dalam negeri untuk bisa dipergunakan dalam pengerjaan proyek Infrastruktur, sehingga proyek-proyek tersebut, akan tetap berjalan sampai selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan”


Perencanaan Efisien Proyek Infrastruktur Sumber foto : @fmb9.id

Baiklah, demikian informasi yang bisa aku sampaikan mengenai perkembangan pembangunan Infrastruktur di Indonesia. Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan ini.


Ketiga narasumber beserta perwakilan dari FMB9, Sumber foto : @fmb9.id

Sumber Penulisan :

www.fmb9.id
www.bisnis.tempo.co
“Daftar Proyek Infrastruktur Yang Harus Selesai Tahun Ini”
www.maritimenews.id
“Pelabuhan Patimban Dibangun Mulai 2017”


Sabtu, 11 Agustus 2018

Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban Sehat dan Berkualitas

Hari raya Idul Fitri belum lama berlalu, tidak terasa sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha. Saatnya bagi sebagian umat Islam yang mampu, bisa memberikan sebagian rezekinya untuk berkurban.

Memberi kesempatan kepada sebagian umat yang jarang merasakan nikmatnya makan daging. Mungkin bagi sebagian masyarakat yang mampu, makan daging itu sudah biasa. Namun bagi sebagian masyarakat yang kurang mampu, nikmatnya makan daging itu, hanya dapat dinikmati satu tahun sekali atau bahkan tidak pernah sama sekali. 

Apalagi beberapa hari yang lalu, kita mendengar kabar duka dari saudara-saudara kita yang berada di Lombok. Mereka sedang di terpa bencana Gempa yang cukup dahsyat. Selain banyaknya  korban yang meninggal, juga banyak korban luka-luka ringan sampai berat.

Serta kerugian materil yang harus mereka terima, akibat dari kehilangan atau rusaknya tempat tinggal dan tempat-tempat usaha, yang dijadikan ladang untuk mencari nafkah setiap harinya.

Tentunya akibat dari bencana tersebut, membuat mereka harus berlapang dada untuk tidak bisa merayakan hari raya kurban, seperti di tahun-tahun sebelumnya.

Aku sendiri sangat miris untuk membayangkan bagaimana dengan nasib mereka, yang konon katanya untuk tidur saja hanya beralaskan terpal.

Sementara kita disini masih bisa menikmati makanan yang enak, tempat tidur yang nyaman dan Alhamdulillah selalu dalam lingungan-Nya.

Akan tetapi, jika ada diantara kita yang hatinya terketuk untuk memberikan sebagian dari rezekinya untuk mereka yang sedang sangat membutuhkan uluran tangan kita. In Sha Allah akan ada jalan untuk kita dapat membantu mereka.

Kebetulan sekali, beberapa hari yang lalu aku mengikuti SocioTrip Kubanesia 2018 yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.

Akhirnya sekarang aku jadi lebih tahu mengenai tujuan dan program-program yang dibuat dalam kegiatan Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Amal Zakat.




Berhubung sebentar lagi kita akan menyambut hari raya Idul Adha, maka tidak ada salahnya jika kita wajib mengetahui beberapa hal tentang hewan kurban yang akan dijadikan ladang amalan kita.

Dan tentunya kita juga harus mencari tahu tempat yang lebih amanah dalam membeli hewan Kurban, agar amalan kita tepat pada sasaran serta bersumber dari tempat atau peternakan hewan kurban yang aman dan berkualitas.

Dulu aku tidak pernah berfikir, bahwasannya dalam memilih hewan kurban itu ternyata ada beberapa persyaratan yang harus kita perhatikan sebelum membeli. Tentunya persyaratan yang sesuai dengan syariat islami, yaitu :

  1. Membeli hewan kurban yang diperbolehkan dalam syariat Islam, yaitu bahimatul an’nam (binatang ternak) seperti : Sapi, Kambing, Domba dan Unta
  2. Status kepemilikan atau proses mendapatkan hewan tersebut harus halal, misalnya bukan hewan curian atau bukan membeli dari uang hasil Riba
  3. Kondisi hewan harus sehat dan tidak mengalami cacat fisik serta berat badan hewan harus sudah mencukupi, misal untuk kambing dan domba biasa minimal 23 kg, dan kambing dan domba premium minimal 29 kg. Sedangkan untuk sapi minimal 200–300 kg
  4. Usia hewan kurban harus sudah mencucupi, misal : untuk sapi genap 2 tahun, untuk kambing genap 1 tahun dan untuk domba genap 6 bulan
  5. Sedangkan bagi yang mau gabungan, maka disesuaikan dengan keadaan ekonomi kita masing-masing, untuk yang berkurban kambing atau domba maka harus perorangan (individu) dan untuk yang mau berkurban sapi harus ada batasannya yaitu 1 sapi maksimal untuk 7 orang pekurban.


Dari kelima persyaratan diatas, salah satu hal yang paling penting adalah tentang kesehatan hewan atau fisik hewan.  Untuk mengetahui fisik hewan yang bagus tentunya kita akan melihat terlebih dahulu tempat pemeliharaannya kan.

Proses Quality Control Hewan Kurban Dompet Dhuafa 

Pada Sociotrip kurbanesia Dompet Dhuafa kemarin, aku dan teman-teman blogger dari Jakarta dan Bandung, berkunjung ke suatu desa yang berada di daerah Subang, tepatnya yaitu di Kebun Indonesia Berdaya Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang Jawa Barat.


Pondok Kebun Indonesia Berdaya dan Mushola (dok.pri)

Disana aku menyaksikan langsung tempat pemberdayaan hewan kurban yang dikelola Dompet Dhuafa bersama masyarakat di desa tersebut.

Kemudian aku jadi semakin yakin dan percaya bahwa didalam pengelolaannya, peternakan tersebut sudah memenuhi salah satu syarat hewan yang layak untuk dikurbankan.

Namun sebelum menuju tempat peternakan hewan kurban, aku dan rombongan sempat menikmati sajian nikmat makanan khas perkampungan disana, seperti nasi timbel, ikan asin, ikan goreng dan ayam goreng serta lalapan dan sambal serta cemilan lainnya.

Didalam sajian tersebut juga ada buah Nanas dan Naga yang merupakan hasil dari perkebunan yang dikelola oleh para petani yang menjadi mitra Dompet Dhuafa di Desa Cirangkong tersebut.


Buah Nanas dari Pertanian Kebun Indonesia Berdaya (dok. Said) 

Perkebunan seluas 10 hektar ini disebut Kebun Indonesia Berdaya, yang termasuk dalam program ekonomi dari Dompet Dhuafa untuk pemberdayaan sektor pertanian. 


Kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa (dok.pri)

Setelah selesai menikmati hidangan makan siang, kemudian kami semua langsung menuju peternakan kambing dan domba dengan berjalan kaki, karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat perkebunan tadi.

Diperjalan menuju kesana, aku berencana akan selalu menutup hidungku selama disana. Karena disana, aku pasti tidak akan kuat dengan bau kotoran kambing, apalagi baru selesai makan siang kan tadi.

Tapi setelah sampai disana, aku cukup tercengang melihat begitu rapihnya kandang-kandang kambing dan domba di Sentra Ternak Subang. Ada 3 kandang yang mempunyai fungsi berbeda untuk semua kambing yang dipelihara.


Kandang Sentra Ternak Subang (dok.pri)



Kandang pertama disebut Kandang Pembibitan, semua kandang disana terlihat penuh terisi kambing dan domba yang sedang dalam proses pembibitan, terbukti di beberapa kandang terdapat ada induk dan anak kambing yang masih kecil-kecil, serta kambing yang sedang mengandung.


Kandang Pembibitan (dok.pri)

Kandangnya tampak bersih dan rapih serta terawat, jadi tidak menimbulkan bau kotoran yang menyengat. Waahh ternyata, apa yang aku pikirkan tadi tuh salah, aku malah betah berlama-lama disana sambil foto-foto dan memperhatikan anak kambing yang lucu lucu itu.


Kandangnya bersih dan rapih (dok.pri)

Kemudian di Sentra Ternak Subang tersebut, ada 2 kandang yang disebut Kandang Penggemukan. Nah dikandang ini, khusus untuk kambing dan domba yang sudah siap diberi nutrisi dari makanan yang diolah sendiri yaitu campuran dari kulit nanas, jerami, dedak serta diberi sedikit pupuk urea agar pertumbuhannya bagus dan gemuk.


Kandang Penggemukan (dok.pri)


Namun untuk selingan kambing-kambing itu pun diberi makan rumput hijau atau dedaunan hijau.

Selain pemberian makanan yang bernutrisi, kandang-kandangnya juga sangat terawat kebersihannya. Kotoran-kotaran hewannya selalu dibersihkan setiap hari, dan kotoran tersebut dikumpulkan untuk dibuat pupuk kompos. 

Pupuk kompos dari kotoran hewan tersebut lalu dipakai untuk menyuburkan tanah di Kebun Indonesia berdaya.


Rumah Kompos untuk mengolah kotoran hewan (dok.pri)

Selain tempat pemeliharaan yang baik, hewan-hewan disana juga selalu di tes kesehatannya secara berkala oleh dokter hewan, untuk memastikan bahwa hewan-hewan tersebut layak untuk dijadikan hewan kurban atau layak dijual.

Untuk menjaga ketelitian dalam proses Quality Control-nya, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan masyarakat yang disebut Mitra Ternak.

Kemudian dibuatlah 3 kelompok mitra ternak, yaitu : per kelompok terdiri dari 10 orang yang masing-masing akan memelihara 10 ekor kambing atau domba. Tapi dari 10 orang ini, 5 orang memelihara di rumahnya masing-masing dan 5 orang lagi memelihara di peternakan Sentra Ternak Subang.

Akan tetapi untuk mitra ternak yang memelihara di rumahnya, akan di seleksi dulu melalui proses seleksi studi kelayakan. Jadi rumahnya akan dicek luasnya dan juga akan dilihat berapa tanggungan keluarganya.

Dari penjelasan ini, terbukti kan ketelitian Dompet Dhuafa untuk menentukan Mitra Ternak saja tidak bisa sembarangan.

Setelah melalui proses Quality Control, dan hewan-hewan tersebut sudah cukup umur dan bobotnya, maka hewan-hewan tersebut siap untuk dijual dengan harga berkisar Rp. 1.975.000 untuk Domba atau Kambing yang Standar atau biasa dan Rp. 2.975.000 untuk Domba atau Kambing Premium.


Daftar harga Sapi dan Kambing di Dompet Dhuafa (Instagram:DD)

Untuk menyalurkan hewan-hewan tersebut, maka dalam program ekonomi Dompet Dhuafa, dibuat lah program yang disebut Tebar Hewan Kurban (THK).

Tentang Dompet Dhuafa dan Programnya

Dompet Duafa merupakan lembaga nirlaba yang didirikan oleh beberapa masyarakat Indonesia yang bertujuan mengangkat harkat social kemanusiaan kaum dhuafa dari dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf), melalui kegiatan dalam pemanfaatan sumber daya lokal.

Saat ini Dompet Dhuafa juga telah memperluas jaringan ke 21 provinsi yang ada di Indonesia, dimana kantor perwakilannya ada di 5 negara yaitu : Hongkong, Australia, Jepang, Amerika serikat dan Korea Selatan.

Didalam kegiatannya, Dompet Dhuafa didukung oleh 60.000 ribu pendonor dari kalangan ekonomi mapan, Profesional dan berpendidikan.

Kegiatannya mencangkup 4 program, yaitu :

Program Kesehatan
Dalam program ini, Dompet Dhuafa mendirikan berbagai lembaga kesehatan, untuk melayani seluruh masyarakat dengan memberikan sistem yang mudah dan tertata dengan baik. Misalnya yaitu dengan adanya Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) di Ciputat dan Rumas Sakit Sehat Terpadu di Masjid Sunda Kelapa

Program Pendidikan
Dalam program ini, Dompet Dhuafa bertujuan ingin mencerdaskan masyarakat kaum dhuafa dengan mendirikan berbagai jaringan program pendidikan gratis serta beasiswa untuk siswa kurang mampu yang berprestasi

Program Ekonomi
Merupakan program kepedulian untuk kaum dhuafa yang bertujuan untuk memutuskan rantai kemiskinan di Indonesia, melalui program pemberdayaan agar tercipta adanya lapangan kerja baru, khususnya di daerah pedesaan atau masyarakat terpencil. Misalnya dengan membuat peternakan dan pertanian serta UMKM & Industri Kreatif

Pengembangan Sosial
Program ini dibuat untuk memberikan pelayanan pada masyarakat sebagai makhluk sosial, serta mewadahi para relawan untuk membantu para masyarakat atau daerah-daerah yang tertimpa bencana alam.

Diantara keempat program diatas, program Sociotrip Kurbanesia ke tempat yang aku kunjungi kemarin adalah termasuk ke dalam Program Ekonomi. 

Dan dalam program ekonomi tersebut salah satunya yang sedang atau akan dijalankan oleh Dompet Dhuafa yaitu Tebar Hewan Kurban, hal ini mengingat akan datangnya Hari Raya Idul Adha.

Tentang Program Tebar Hewan Kurban (THK) 

Program Tebar Hewan Kurban (THK) ini sudah ada dari sejak tahun 1994, dimana penyebarannya meluas ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Dari mulai masyarakat di perkotaan, sampai ke pelosok pedesaan atau masyarakat terpencil.

Pada awalnya program THK ini disebut Menebar 999 Hewan Kurban. Namun pada tahun 1998, telah berganti menjadi Tebar Hewan Kurban. Tujuan dibuatnya program THK ini adalah untuk mendistribusikan berkah hewan-hewan kurban ke daerah terpencil, agar masyarakat yang membutuhkan ikut merasakan kelezatan dari daging hewan kurban. 

Alhamdulillah sampai saat ini, program Tebar Hewan Kurban ini masih berjalan atas kepercayaan dari para pendonor yang selalu setia menyalurkan sebagian dari rezekinya melalui  program ekonomi dari Dompet Dhuafa.

Sebagai contoh pada tahun 2017 lalu, hewan kurban tersebar di 1310 desa, 455 kecamatan, 118 kabupaten, dan 19 provinsi di Indonesia. Waaaww…Aku tidak menyangka, penyalurannya sangat luas sekali dan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.

Dan ternyata selain disebar ke seluruh wilayah Indonesia, program THK ini juga disebar ke luar negara-negara seperti : Filliphina, Myanmar, Timor Timur, dan Palestina, dengan total 683.760 jiwa dapat merasakan atau menikmati daging dari hewan-hewan kurban tersebut.

Baiklah demikian info yang bisa aku sampaikan kepada para pembaca semua, semoga dengan adanya informasi ini, dapat mengetuk hati kita semua untuk bisa berkurban di tahun 2018 ini, dengan kerendahan dan keikhlasan hati kita untuk saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. 

Dan semoga kita juga bisa menentukan tempat pembelian hewan kurban yang amanah seperti di Dombet Duafa #KurbanDiKitaAja. Untuk info lebih lanjut, bisa di lihat di link :
kurban.dompetdhuafa.org

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua yaaa….Aamiin.



Sumber penulisan kurbanesia :

www.dompetdhuafa.org
www.satwapedia.com
5 syarat hewan kurban yang wajib anda penuhi
www.novitania.com
Tentukan Lokasi Berkahmu di Kurbanesia Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa


Rabu, 08 Agustus 2018

Si Doel The Movie Membuat Penonton Ikut Memilih….

Saat pertama kali bertemu bang Rano Karno "Si Doel" di salah satu event undangan Buka Bersama beberapa bulan yang lalu, aku benar-benar terpesona dengan pembawaannya yang kalem dan ciri khas suara Si Doelnya. Aku seperti mimpi bisa bertemu langsung bahkan berada dalam satu ruangan dengan beliau....hehehe.

Suara akrabnya menyapa semua tamu-tamu undangan dari berbagai kalangan, bahkan orang seperti aku saja disapanya dengan ramah dan sopan. Dan tepat pada saat itu aku dibisiki oleh salah seorang teman, bahwa katanya bang Rano sedang membuat film layar lebar untuk “Si Doel The Movie”

Waaww….aku langsung senang mendengarnya.

Sumber foto : Instagram Si Doel The Movie 

Tayangan sinetron “Doel anak sekolahan” di stasiun televisi swasta saja, seakan tidak pernah berkesudahan diputar. Penggemar sinetron Si Doel tidak akan pernah bosan menontonnya, walaupun diulang terus menerus. Dan gelak tawa penonton seolah baru pertama kali menyaksikan sinetron tersebut.

Aku sebagai salah satu penggemar sinetron Doel Anak Sekolahan, selalu siap menanti di depan televisi jika sinetron sudah mau diputar. So Excited…seperti mau nonton konser artis favorit rasanya, hehehe. Tapi memang begitulah luapan bahagianya aku saat menanti sinetron Si doel.

Lalu aku pasti akan merasa kecewa, atau agak sedih kalau filmnya sudah mau selesai atau bersambung. Aku tuh benar-benar merasa terhibur sekali setiap sinetron Si Doel mau tayang, karena pasti aku akan tertawa ngakak menyaksikan kelucuannya Mandra.

Yups aku memang memfavoritkan karakter Mandra dalam sinetron Doel anak Sekolahan, sampai dengan ditanyangkannya Si Doel The movie ini. Walaupun awalnya aku beranggapan sepertinya karakter mandra tidak akan selucu dulu lagi.

Eh tapi anggapanku salah, setelah menonton filmnya beberapa hari yang lalu bersama Blogger Crony Community dan tim dari bapak Sandec Sahetapi. Ternyata karakter Mandra masih sangat kental akan kekonyolannya yang membuat seisi studio dibuat ngakak dari awal film diputar.


Sumber foto : Blogger Crony Community (BCC) 

Di awal film “Si Doel The Movie”, aku agak dibuat bingung juga sih, kenapa ada Zaenab di rumah si Doel, didalam kamarnya pula. Kemana Sarah? Bukan kah di episode terakhir, Si Doel menikah dengan sarah?

Sumber foto : Instagram Si Doel The Movie 

Hhmm....tapi ya sudah lah, aku ikuti saja dulu ceritanya.....

Setelah mendengar percakapan Doel dan Emak, mendengar pesan-pesannya Emak sebelum Doel berangkat ke Belanda, disitu aku baru paham kalau ternyata Zaenab sudah menikah dengan Doel. Lalu apa yang terjadi dengan Sarah?

Agak sedikit kecewa dan aneh sih, sebab aku tuh memfavoritkan karakter Sarah, dan selalu berharap Sarah lah yang menjadi pendamping hidupnya Doel Seumur hidup. Tapi yah, begitulah kehidupan manusia.

Sinetron ini memang dibuat sesuai dengan kehidupan manusia pada umumnya. Ini yang aku suka dari sinteron Si Doel, bahwa karakter dari setiap pemain dibuat alami dan sesuai dengan permasalah hidupnya di dunia.

Jadi memang sudah sepantasnya kalau film Si Doel The Movie akan sukses seperti dalam sinetronnya. Sampai dengan hari ke enam penayangan saja sudah menembus 939.000 ribu penonton. Sudah ku duga dari awal, film ini In Sha allah akan sukses.

Baiklah kita kembali ke cerita lagi yaaa...

Jadi kepergiannya si Doel ke Belanda itu tujuannya adalah untuk mengantarkan barang pesanannya Hans. Masih ingat kan dengan pemeran Hans, yang selalu di sebut si Hidung Gede Oleh Babeh Sabeni....hehehe. Yess Hans juga sepupunya Sarah kan.

Aku dan Hans atau Adam Jagwani (dok.pri)

Kalo dipikir-pikir Cuma buat antar barang saja kenapa harus Doel yang anterin yah, berikut Mandra juga diajak buat nemenin si Doel. Dari situ aku pun menarik kesimpulan, apa mungkin ada seuatu di balik tujuannya Hans menyuruh Doel ke Belanda ya?

Aaahhh entahlah, tapi yang pasti aku sangat terhibur sekali dengan tingkahnya Mandra dari mulai berangkat menuju Bandara di Indonesia sampai Bandara di Amsterdam. Kelucuannya yang tidak dibuat-buat itu berhasil membuat kerinduanku pada sinetron si Doel terasa terobati.

Sumber foto : Instagram Si Doel The Movie 

Lumayan kan, sudah sekitar belasan tahun sinetron ini tidak tayang lagi, dan aku pikir mungkin tidak akan tayang lagi mengingat sudah banyak para pemainnya yang meninggal dunia.

Selain Mandra, pemeran Babeh Sabeni dan mas Basuki serta pak Tile termasuk karakter favoritku juga. Namun mereka semua sudah tidak akan hadir lagi dalam film Si Doel The Movie, makanya aku berpikir apa mungkin film ini akan selucu seperti dalam Sinetronnya.

Baiklah dari pada nanti aku keenakan bercerita terus dan jadi spoiler, bagi yang belum nonton nanti malah jadi ga penasaran lagi kan. Kesimpulannya sih akhir dari cerita ini memang sangat menggantung sekali.

Bagaimana ga menggantung, disaat hati aku sedang bergejolak dalam sedih bahkan sampe air mataku keluar, tiba-tiba filmnya selesai alias bersambung. Hadeeuuhhh….bang Rano ini memang hebat lah membuat hati para penonton gemas.

Dan diakhir cerita kita jadi bertanya-tanya juga, siapa kah nanti yang akan dipilih Doel, Sarah atau Zaenab? Karena di Belanda ternyata Si Doel bertemu dengan Sarah...Yess Sarah lah yang menyuruh Hans untuk mengundang Doel ke Belanda.

Sumber foto : Instagram Si Doel The Movie 

Pilihan yang sangat berat menurutku, bagaimana dengan kalian yang sudah menonton film ini. Kalian pilih Sarah atau Zaenab?

Boleh loh jawab di kolom komentar yeess...!

Sumber foto : Instagram Si Doel The Movie

Pembuatan pokoknya apapun itu pilihannya, aku sangat berterima kasih sekali pada bapak Sandec Sahetapi dan Blogger Crony Community yang sudah mengundangku untuk nobar film “Si Doel The Movie”

Bapak Sandec Sahetapi ini adalah Tokoh Kebudayaan Internasional Film Festival. Pak Sandec juga seorang pengusaha sukses yang mempunyai harapan agar film-film Indonesia bisa lebih berkembang dan akan selalu di apresiasi oleh para penonton di Indonesia.

Mengingat perkembangan industri film di Indonesia saat ini sedang berkembang cukup pesat, namun masih sangat sedikit orang-orang yang bisa mengapresiasi film-film karya anak bangsa, terlebih pada film yang mengedapankan kebudayaan Indonesia itu sendiri.

Maka dengan suksesnya film Si Doel The Movie ini, harapannya semoga perfilman dengan konsep kebudayaan Indonesia akan lebih berkembang dan lebih di apresiasi lagi oleh masyarakat Indonesia. Bahkan tema “Betawi Punya Gaye” pun dipakai untuk dress code Nobar di Cinema XXI Senayan City.

Sumber foto : Blogger Crony Community 

Selain Blogger Crony Community, pak Sandec pun mengundang komunitas lainnya yaitu : Komunitas Hits From The 80s 90s, Nyok Ke Museum, Piring Meleleh, Bon Jovi Indonesia, Mom & Baby Community, Cake & Decoration dan Tangerang Cooking Lovers.

Baiklah....Selamat dan sukses untuk “Si Doel The Movie”, dan sangat sangat ditunggu kelanjutannya ya bang Doel….hehehe.