Rabu, 14 Agustus 2019

Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban Sampai Ke Pelosok Negeri

Ahad, 11 Agustus 2019

Bertepatan dengan hari ahad kemarin, semua umat islam merayakan hari Ied Al Ad'ha 1440 H, atau hari Raya Kurban. Tapi kali ini aku merayakannya tidak bersama keluarga dirumah. Karena pada hari itu, aku berkesempatan untuk menyaksikan proses pemotongan hewan kurban secara langsung, yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.

Merayakan Hari Raya Kurban di Zona Madina, Dompet Dhuafa (dok.pri)

Lokasinya lumayan jauh dari daerah rumah, yaitu di daerah Parung-Bogor, tepatnya di Zona Madina, kawasan wisata Jampang, Parung-Bogor.

Zona Madina merupakan tempat pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Maksudnya adalah tempat pemberdayaan Ekonomi masyarakat, Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Pemberdayaan Budaya, yang bersumber dari optimalisasi dana Zakat, Infak, Sedekah, Serta Wakaf yang dipercayakan melalui Dompet Dhuafa.

Aku sendiri baru pertama kali kesana, dan ternyata tempatnya cukup luas juga, sekitar 85 Hektar luas tanahnya. Dan ada deretan penginapan dalam bentuk rumah panggung yang bisa disewa sewaktu-waktu. Dan tepat didepannya dilengkapi dengan beberapa permainan outbond untuk anak-anak.

Hewan Kurban Dompet Dhuafa (dok.pri)

Sesampainya disana, kambing-kambing Hewan Kurban sedang dipersiapkan untuk dipotong. Namun sebelumnya kami beristirahat di kursi-kursi tamu, untuk mendengarkan sambutan dari Bapak Herman Budianto sebagai Direktur Wasila Nusantara (Pengelolaan Asset Wakaf Dompet Dhuafa).

Herman Budianto, Direktur Wasila Nusantara Dompet Dhuafa (dok.pri)

Jadi menurut penjelasan beliau, tahun ini Dompet Dhuafa telah mendistribusikan hewan kurban ke 25 Provinsi di Indonesia, juga ke beberapa kawasan korban bencana alam seperti : Palu, Lombok, Konawe, Banten dan Halmahera.
Selain itu juga ke 5 negara yang sedang mengalami konflik kemanusiaan seperti : Palestina, Myanmar, Kamboja, Vietnam, dan Filiphina.

Namun berbeda dengan tahun lalu, pendistibusian untuk tahun ini ada tambahan 2 Provinsi. Karena tahun lalu sebaran hewan kurban melalui Dompet Dhuafa hanya di 23 Provinsi saja.
Lalu jumlah dari hewan kurbannya itu sendiri, tahun ini Dompet Dhuafa telah menghimpun hewan kurban sebanyak 22.300 ekor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dan angka tersebut naik 27% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun lalu sampai hari terakhir tasryik, Dompet Dhuafa hanya menerima 18.558 ekor saja.

Sedangkan di kawasan Zona Madina sendiri, Dompet Dhuafa mendistribusikan sebanyak 65 ekor kambing, untuk 30KK di 4-5 Kelurahan. Dan untuk bobot kambingnya juga beragam, mulai dari 29 kg sampai 35 kg untuk kambing kelas Premium dan Super Premium.

Selesai sambutan dan penjelasan dari Bapak Herman, kemudian acara dilanjutkan dengan serah terima Donasi Kurban dari Influencer dan komunitas, yang diwakilkan oleh Hamidah Rachmayanti dan Irvan Farhad, kepada Dompet Dhuafa yang diwakilkan oleh bapak Yuli Pujihardi sebagai Direktur Mobilisasi Zakat.

Serah terima Donasi dari Influencer kepada Dompet Dhuafa (dok.pri)

Akhirnya, tibalah proses pemotongan hewan kurban, lalu kami semua menyaksikannya dengan seksama. Dan ternyata prosesnya ini sangat khidmat sekali, dengan diiringi suara takbir dari orang-orang yang akan menyembelih hewannya.

Semua prosesnya sangat cepat dan lancar, dan yang perlu diketahui bahwa sebelum hewan-hewannya dipotong, maka akan di dokumentasikan terlebih dahulu, sebagai tanda bukti untuk para donatur yang mempercayakan melalui Dompet Dhuafa.

Dokumentasi Hewan Kurban Dari Donatur (dok.pri

Proses Penyembelihan Hewan Kurban (dok.pri)

Setelah proses pemotongan selesai, lalu tibalah saatnya membagi-bagikan potongan daging yang sudah dikemas dengan rapih ini, untuk para penerima manfaat yang ada di kawasan Jampang. Kemasannya kali ini bukan berupa wadah plastik, melainkan besek bambu atau keranjang bambu, krengsong bambu, daun jati, daun pisang dan daun pandan.


Kemasan besek bambu yang siap untuk dibagikan (dok.pri)

Pokoknya wadah yang bisa ramah lingkungan, agar bisa mengurangi penyebaran limbah plastik di Indonesia. Karena saat ini lingkungan di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan dengan banyaknya limbah-limbah plastik yang tersebar di setiap daerah.

Dan dibawah ini adalah beberapa dokumentasi pada saat para perwakilan Dompet Dhuafa membagikan daging hewan kurban tersebut kepada penerima manfaatnya. Salah satu foto dibawah ini, merupakan serah terima daging kurban oleh bapak Yuli Pujihardi kepada perwakilan warga setempat, bernama ibu Jannah yang sudah berusia 82 tahun.

Perwakilan warga penerima manfaat (dok.pri)



Baiklah demikian informasi yang bisa aku berikan mengenai proses penyembelihan hewan kurban di kawasan Zona Madina Jampang, Parung-Bogor. Jadi dengan menyaksikan proses tersebut, kita menjadi semakin lebih yakin untuk bisa mempercayakan donasi melalui Dompet Dhuafa.

Seperti yang sudah kita ketahui, bawah cara untuk berdonasi Kurban pun sangat mudah, karena sekarang sudah ada Kurban Online di website Dompet Dhuafa, jadi kita tidak harus repot untuk mendatangi kantor pusatnya kan.

Pada hakikatnya, saat ini semua langkah untuk berbuat kebaikan sudah semakin dipermudah dan praktis, semoga setelah membaca tulisan ini, akan banyak hati yang tergerak untuk  membagi sebagian rejekinya bagi yang mampu, jadi #JanganTakutBerkurban, karena dengan begitu maka akan membawa kebaikan  untuk diri kita sendiri dikemudian hari. Aamiin....



Sabtu, 03 Agustus 2019

Melatih Kemandirian Dan Berinovasi Dalam Festival Literasi Sekolah 2019

Festival Literasi Sekolah 2019 ini merupakan penyelenggaraan yang ke tiga kalinya. Dan jujur saja, aku baru tahun ini bisa menyaksikan langsung penyelenggaraan kegiatan yang sangat menarik ini.

Festival Literasi Sekolah (FLS) ini berlangsung selama 4 hari, yaitu mulai dari tanggal 26 - 29 Juli 2019. Dan kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud, Senayan Jakarta. Namun ternyata, event ini juga berlangsung di beberapa lokasi sekitar Jabodetabek.

Festival Literasi Sekolah 2019 di Gedung Kemendikbud Senayan Jakarta

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdasmen_Kemdikbud) adalah yang menjadi wadah bagi warga sekolah, dalam hal ini Siswa, Guru dan Kepala Sekolah, serta para pegiat literasi dari berbagai macam profesi, untuk disatukan ke dalam sebuah forum bersama.

Kegiatan ini juga bertujuan agar warga sekolah dan pegiat literasi tersebut bisa mengembangkan kemandirian dan menumbuhkan Inovasi, dengan harapan agar mereka dapat menjadi warga yang literat sepanjang hayat.

Ada kegiatan apa saja sih dalam Festival Literasi Sekolah tersebut?

Pada kesempatan ini, aku beruntung sekali bisa hadir dan menyaksikan langsung dan mengetahui secara detail kegiatan dalam Festival Literasi Sekolah tahun 2019 ini. Dan aku hadir pada tanggal 29 Juli 2019, itu berarti aku hadir di hari terakhir kegiatan tersebut berlangsung atau pada Closing FLS 2019.

Selfie dengan White Board bertuliskan Pesan Literasi Kemendikbud (Dok.pri)

Ketika memasuki area FLS, aku langsung melihat tulisan yang tertera pada white board, yang dipajang dipilih masuk Gedung Kemendikbud. Pesan tersebut dituliskan langsung oleh bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu bapak Profesor Dr. Muhadjir Effendy M.A.P, pada saat Opening FLS 2019 tanggal 26 Juli 2019.

Pesan Literasi Kemendikbud

Tulisan tersebut berisikan Pesan Literasi Mendikbud Untuk Anak Indonesia. Lalu kemudian aku langsung berkeliling melihat pameran karya siswa siswi dari berbagai macam Sekolah diseluruh Indonesia, dimana karya-karya Siswa Siswi tersebut dilombakan dalam Festival Literasi Sekolah ini.

Jadi untuk lebih detailnya kegiatan Festival Literasi Sekolah tahun ini, yang bertema Multiliterasi : Mengembangkan Kemandirian dan Menumbuhkan Inovasi. Bertujuan "Agar adanya kesadaran dalam masyarakat, bahwa Literasi adalah bagian dari hidup keseharian. Literasi juga bukan barang baru dan tidak eksklusif, dan Literasi juga tidak hanya untuk dirapatkan melainkan juga dilombakan dan juga sekaligus dirayakan setiap hari oleh warga sekolah dan para penggiat Literasi lainnya."

Nah oleh sebab itu, kegiatan FLS tahun ini, dibagi menjadi 4 bagian, dimana 3 bagian diselenggarakan disekitar Gedung Kemendikbud, yaitu :

  1. Pada pembukaan FLS dipusatkan di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud Senayan Jakarta
  2. Pameran Literasi yang berada di samping Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbud Senayan Jakarta
  3. Festival Literasi yang dilaksanakan disekitar Gedung Ki Hadjar Dewantara Kemendikbud, yang meliputi Panggung Utama, Pojok Literasi, Ruang Serbaguna Perpustakaan dan Ruang Theater Kemendikbud
  4. Kegiatan lomba Literasi yang diselenggarakan di beberapa tempat di sekitar Jabodetabek


Dan berikut adalah beberapa contoh karya dari Siswa Siswi sekolah yang berada diseluruh Indonesia :

Perpustakaan Becak Hammock Keliling (Cak Hali) karya SMK N 7 Surakarya
Karya Perpustakaan Mini dalam rumah adat (Rangkiang) karya SMKN 2 Padang Panjang

Kemudian pada saat berkeliling, aku juga melihat booth-booth sekolah dari mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Serta dari berbagai lembaga pemerintahan dan komunitas literasi, Mitra hingga Penerbit buku dan aplikasi.

Waahh pokoknya semua hal yang berbau sekolah, pelajar, buku, dan karya semua menjadi satu dalam kegiatan FLS tersebut.

Talkshow Bedah Buku Karya Sari Okano

Kebetulan di hari terakhir tersebut atau Closing FLS 2019. Aku sempat mengikuti talkshow bedah buku karya Sari Okano, seorang warga Indonesia yang menikah dengan orang Jepang dan mempunyai seorang anak Autis.

Talkshow bedah buku karya Sari Okano (dok.pri)

Dalam bukunya tersebut beliau menceritakan tentang, bagaimana sabarnya beliau mengasuh dan mendidik anak keduanya bernama TOMO, yang merupakan anak berkebutuhan khusus atau dalam hal ini anak Autis.

Sari Okano merasa yakin bahwa, seorang Tomo juga mempunyai hak untuk bisa tumbuh menjadi anak yang mandiri.  Oleh karenanya, dengan kesabaran dalam mengasuhnya, Sari Okano akhirnya berhasil membuat Tomo menjadi anak laki-laki yang mandiri dan mempunyai keahlian dalam bertani.

Di usianya yang memasuki 20 tahun ini, kini Tomo bisa menjadi seorang Petani di Jepang. Untuk itulah, buku ini sangat bagus untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi para orangtua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus seperti Tomo.

Jadi tidak ada kata tidak mungkin bagi orangtua seperti Sari Okano, untuk bisa menjadikan anaknya mempunyai segudang prestasi yang cemerlang, sama seperti anak-anak normal lainnya. Yang diperlukan hanyalah kesabaran dan ketelatenan dalam pengasuhannya.

Yah itulah oleh-oleh yang aku dapat setelah hadir dalam kegiatan Festival Literasi Sekolah tahun 2019. Harapan aku, semoga dengan diselenggarakannya acara ini, bisa menggugah seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, untuk mau mandiri dan berinovasi dalam mengembangkan karya-karyanya.

Dan semoga dimasa depan, aku bisa berkesempatan untuk mengantarkan buah hatiku, dalam mengikuti kegiatan Festival Literasi Sekolah di tahun-tahun berikutnya. Aamiin.....



Film Mahasiswi Baru Hadirkan Oma Cantik Jadi Mahasiswi

Dijaman milenial ini, tidak hanya teknologi yang bisa dikatakan canggih. Seorang Oma-oma pun bisa dikatakan canggih loh. Hehe...

Iya Oma milenial aku sebutnya, seorang Oma cantik yang masih mempunyai semangat dan cita-cita untuk menjadi seorang mahasiswi. Wow banget gak sih, emang ada Oma yang seperti itu?

Jelas ada dong, tapi cerita ini hanya ada dalam film Mahasiswi Baru garapan Sutradara Monty Tiwa, yang selalu mengundang gelak tawa disetiap karya filmnya. Hahaha....

Film Mahasiswi Baru (dok.@film_mahasiswibaru)

Saat pertama kali melihat trailernya, awalnya aku sendiri merasa aneh sih. Aku berfikir, ah filmnya terlalu mengada-ada. Seumpama ada dikehidupan nyata, mana ada dan mana bisa seorang oma-oma, masih punya semangat untuk kuliah.

Aku sendiri sebagai ibu rumah tangga berusia 40 tahun saja udah males mikirin pelajaran, apalagi seorang oma yang berusia 70 tahun. Masa iya masih punya semangat buat kuliah lagi.

Apa coba tujuannya, mau cari gelar sarjana kah? Lalu apa masih bisa diterima di suatu perusahaan nantinya. Kan gak mungkin banget ada perusahaan yang masih mau terima seorang oma berusia 70 tahun untuk kerja di kantornya, sekalipun dia seorang professor.

Tapi semua pikiran-pikiran yang melintas diatas, sirna sudah setelah aku menyaksikan keseluruhan filmnya. Jadi walaupun Oma cantik ini sudah berusia uzur, dan dia ingin menjadi Mahasiswi Baru. Tentu beliau mempunyai tujuan mulia yang ada hubungannya dengan salah satu anggota keluarga kesayangannya.

Ahh sudah sudah, aku gak mau spoiler ah....

Jadi seorang Mahasiswi Baru ini bernama Lastri, yang diperankan oleh tante cantik atau oma cantik Widyawati. Beliau bertekad ingin kuliah dan menjadi Mahasiswi Baru, disalah satu universitas di Kota Jogjakarta.

Oma Lastri ikut Ospek Mahasiswa (dok.@film_mahasiswibaru)

Adegan-adegan lucu dan kocak sudah ditampilkan diawal film. Seperti biasa, saat pertama kali menjadi Mahasiswi Baru, Oma Lastri mengikuti kegiatan Ospek. Tapi hanya beliau yang berpakaian Ospek lengkap, dengan memakai baju seragam SMA, rambutnya dipakein pita-pita, dan kepalanya ditutup panci....hahaha.

Sementara teman-teman seangkatannya hanya berpakaian biasa saja, karena dijaman sekarang ini, tidak ada yang namanya kegiatan peloncoan, atau Ospek Mahasiswa.

Jadi oma Lastri ini hanya berinisiatif sendirian saja untuk memakai atribut peloncoan. Dan lebih lucunya lagi, bapak Dekan kampus yang diperankan oleh aktor senior Slamet Raharjo sebagai bapak Khaerul pun menyangka kalau beliau adalah wali orangtua mahasiswa. 

Tapi setelah dijelaskan beliau merasa bingung, mana bisa seorang Oma yang udah usia Uzur, bisa menyerap pelajaran mata kuliah. Dan kenapa pihak kampus menginzinkan Oma ini untuk kuliah.

Nah kalian pasti mau tahu kan, bagaimana caranya Oma Lastri bisa membujuk bagian administrasi kampus pada saat pendaftaran. Hhmmm...lebih asik lagi sih kalian nonton aja filmnya langsung yang akan tayang mulai tanggal 8 Agustus 2019.

Pokoknya dijamin ngakak deh, dari awal film ini diputar. Seperti halnya anak mahasiswi lainnya, pertamakali masuk kuliah, Oma Lastri berkenalan dengan beberapa orang mahasiswa dan mahasiswi lainnya, dan beliau tidak mau disebut "Oma", cukup "Lastri" saja katanya.

Walaupun terasa canggung, akhirnya salah seorang teman barunya yaitu Sarah yang diperankan oleh Mikha Tambayong pun terpaksa memanggilnya "Lastri" saja. Begitu pun dengan teman-teman lainnya seperti Reva yang diperankan oleh Sonia Alyssa.

Mikha Tambayong sebagai Sarah temannya Lastri

Selain teman-teman mahasiswinya, Lastri juga berkenan dengan 2 orang teman mahasiswa yang diperankan oleh Morgan Oey sebagai Danny yang hobinya membuat konten vlog dan Umay Shahab sebagai Erfan yang suka berdemo menuntut haknya sebagai mahasiswa yang tidak suka adanya "Kuis Dadakan".

Morgan Oey sebagai Danny temannya Lastri

Dan awal dari kedekatan mereka berlima yaitu, Lastri, Sarah, Reva, Danny dan Erfan, karena mereka terlibat "TAWURAN". Nah loh kenapa Lastri dan kawan-kawan bisa terlibat tawuran di kampusnya?

Nah nah nah penasarankan, kok bisa Oma Lastri terlibat tawuran, kalo orangtua biasa itu kan biasanya malah akan menghindar dari tawuran anak remaja. Tapi Oma Lastri malah mendekat loohh, waahhh keren gak sih....hahahah

Aahh sudah ah, pokoknya lebih baik kalian nonton aja deh yaahh, kan gak seru kalau aku ceritain lebih detail lagi. Pokoknya, selain ada adegan-adegan kocaknya, dalam film Mahasiswi Baru ini juga menyuguhkan cerita yang membuat hati kita terkoyak karena sedih.

Sedih karena ternyata Lastri mempunyai tujuan mulia, kenapa beliau bersikeras mau kuliah sampai selesai. Dan cukup membuat bingung anaknya yang diperankan oleh Karina Suwandi dan Izhur Mukhtar sebagai menantunya.

Bagaimana seorang anak yang harus menghadapi seorang ibu, tapi seperti anak sendiri, atau seorang ibu yang menjadi anak bagi anaknya sendiri. Nah cukup membingungkan bukan, hahaha.

Pokoknya ada beberapa kejutan-kejutan lainnya dari film Mahasiswi Naru ini, yang bisa membuat kita berfikir, bahwa sebagai orangtua kita tidak bisa selalu memaksakan keinginan kita terhadap masa depan anak kita.

Jadi ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari film Mahasiswi Baru ini. Pelajaran yang bisa menyadarkan kita, untuk bisa menjadi orangtua yang bijaksana dalam menerima keputusan yang dinginkan anak kita untuk masa depannya.



Nah untuk itu, saksikan langsung filmnya pada tanggal 8 Agustus 2019. Kalian bisa aja anak remaja kalian kalau kalian orangtua, atau sebaliknya. Kalian bisa ajak orangtua kalian juga dan teman-teman kalian. Karena film ini aman kok untuk semua umur.

Baiklah selamat menonton tanggal 8 Agustus nanti ya braaayyy....



This entry was posted in

Minggu, 28 Juli 2019

Youvit Beauty+ Solusi Kulit Sehat Dari Luar Dan Dalam

Saat usia menjelang 40 tahun, aku merasakan mulai ada perubahan pada kulit wajahku. Terutama di bagian bawah mata atau sekitar kulit bagian mata. Terasa kendur, garis-garis halus dibawah mata pun mulai terlihat.
Bahkan walaupun aku tutupi dengan foundation atau Concealer, tetap garis-garis halus itu terlihat.

Tapi menua itu memang sudah kodrat, karena usiaku tak lagi muda, dan In Sha Allah aku terima perubahan pada kulit wajahku.  Walaupun ada kekhawatiran terlintas, semoga suamiku masih tetap setia dan tidak akan pernah berpaling walaupun wajahku sudah tidak muda lagi.

Setiap wanita, pasti ingin kulitnya selalu halus, kencang dan cantik. Tak sedikit orang yang pada akhirnya melakukan jalan pintas, misalnya dengan melakukan operasi plastik, tanam benang atau sulam wajah demi untuk memperoleh wajah selicin artis-artis korea.

Namun kemudian aku berfikir, bagaimana jika sudah tua dan memang sudah saatnya wajah kita keriput seperti para lansia. Apakah ada pengaruh pada kulit bagian dalam jika kita melakukan hal tersebut?

Bukan kah kecantikan itu pada umumnya harus sehat luar dan dalam. Karena perawatan kulit dari dalam itu, tentu sangat berpengaruh dan justru itu lah yang harus dilakukan para wanita yang ingin kulitnya tetap sehat dan cantik.

Youvit Beauty+ Gathering (dok.pri)

Oleh karenanya, untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan kulit, maka aku hadir di event Youvit Beauty+ Gathering. Dan sekarang aku semakin paham, bahwa untuk memperoleh kulit wajah yang halus dan cantik, maka kita harus merawat kecantikan dari dalam terlebih dahulu.
Karena jika tubuh kita kekurangan vitamin-vitamin kulit, maka efeknya akan sangat berpengaruh pada kesehatan kulit wajah kita.

Puteri Aisyaffa, Ahli Gizi (dok.pri)

Dalam event tersebut, telah hadir seorang narasumber yaitu Puteri Aisyaffa, S.Gz.RD sebagai Ahli Gizi, yang menjelaskan bahwa jika kita menginginkan kulit tetap kencang di masa tua, maka kita perlu mengkonsumsi vitamin atau sumber makan yang dapat membentuk Kolagen dan Karoten, Kolin dan Inositol, Vitamin E, serta Biotin atau Vitamin B7.

Kolagen dan Keratin

merupakan gabungan zat asam amino yang membentuk serabut protein dalam tubuh yang akan membentuk kulit, kuku dan rambut.
Perbedaannya adalah Keratin dapat membantu membentuk epidermis kulit, sedangkan Kolagen membentuk dermis kulit dan menguatkan elastisitas kulit.

Lalu sumber makanan yang terdapat adanya kandungan Kolagen dan Keratin adalah berupa : kacang merah dan hijau, tempe, ikan, kacang ambon, kacang tanah, kacang mede dan tofu.

Kolin dan Inositol

Kolin dan Inositol berfungsi untuk melindungi sel dari penuaan dini seperti kulit kering dan keriput, yang biasanya disebabkan oleh paparan sinar UV, gerakan wajah, dan lapisan lemak yang berkurang.

Sumber makanan yang mengandung Kolin bisa didapatkan dari Kedelai, Kuwaci, Kembang Kol, Bayam, Ubi, Bit dan Tomat.
Sedangkan sumber makanan yang mengandung Inositol yaitu berupa Kacang Hijau, Walnut, Oatmeal, Melon, Stroberi, Kiwi dam Pir.

Vitamin E

Berfungsi membantu melindungi lapisan epidermal dari polusi dan memproduksi minyak agar akar rambut dan kulit tetap lembab. Sumber makanannya bisa didapatkan dari Biji-bijian dan Alpukat.

Biotin (Vitamin B7)

Biotin merupakan sumber vitamin yang dapat membantu pertumbuhan rambut, dan sumber makanannya bisa didapatkan dari Kacang Merah, Tempe, Ikan, Kiwi, Nanas, Brokoli, dan Bokchoy.

Nah sekarang jika kita kekurangan sumber-sumber vitamin yang sudah dijelaskan diatas, maka akan berpengaruh pada kesehatan kulit wajah dan rambut, yang dapat mengakibatkan beberapa hal dibawah ini :

  1. Kekurangan Kolin bisa menyebabkan : penuaan kulit, keriput dan kerusakan hati
  2. Kekurangan Inositol bisa menyebabkan : Eczema, Kulit Kering, Alopecia, dan Kerontokan Rambut
  3. Kekurangan Vitamin E bisa menyebabkan : Kulit Kering, Kusam dan Keriput
  4. Kekurangan Biotin (Vitamin B7) bisa meyebabkan Rambut Rontok

Untuk menghindari permasalahan-permasalahan kulit tersebut, maka mr. Wouter Van Der Kok sebagai CEO Youvit Beauty+, menjelaskan bahwa solusi untuk memiliki kulit cantik dan sehat, ada pada Youvit Beauty+ berupa Multivitamin Gummy, yang mengandung sumber vitamin untuk kesehatan kulit yang kita butuhkan.

Youvit Beauty+ (Multivitamin Gummy)

Karena didalam satu gummy Youvit Beauty+ tersebut mengandung Kolin, 7 Vitamin dan 2 Mineral, yang mempunyai manfaat sebagai berikut :

  1. Vitamin B6 berfungsi untuk metabolisme energi dan pembentukan jaringan
  2. Asam folat yang membantu dalam pertumbuhan dan pembelajaran sel
  3. Vitamin B12 yang berperan sebagai koenzim, yang dapat membentuk asam nukleat, yang berfungsi untuk membentuk sel darah merah
  4. Vitamin C yang berfungsi dan membentuk jaringan Kolagen

Informasi gizi yang terkandung dalam Youvit Beauty+ telah sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), berdasarkan rekomendasi kementrian kesehatan dan BPOM serta telah bersertifikat halal MUI. Jadi kita perlu khawatir tentang keabsahannya.

Untuk rasa Youvit Beauty+ ini ada 3 macam rasa, yaitu : Stroberi, Rasberry dan Blackberry. Dan kemasannya juga sangat praktis, dikemas seperti permen, jadi mudah dibawa kemana-mana.


Namun jangan mengkonsumsi berlebihan yah, karena walaupun bentuknya berupa gummy yang mudah dikunyah, tapi takaran sajinya, hanya bisa dikonsumsi 1 gummy sehari dan Youvit Beauty+ merupakan vitamin khusus orang dewasa, jadi sepertinya agak maka bagus kalo dikonsumsi oleh anak-anak.

Baiklah semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua yah....



Selasa, 23 Juli 2019

Kenali Bakat Anak Melalui Coretannya Di Tembok Rumah

Buat para mommy atau bunda yang baca judul diatas, ada kepikiran gak. Kenapa kita harus membiarkan anak-anak untuk mencoret-coret dinding atau tembok rumah?

Padahal biasanya buat kita para orang tua, pastinya akan melarang anak-anak untuk merusak tembok mommy yang udah bersih hanya untuk di coret-coret anak-anak.
Dokumen Smartmama (google)

Sebagai mama yang cerewet aku juga begitu sih awalnya. Tapi setelah aku berkesempatan hadir di event yang diselenggarakan oleh Nippon Spot-Less beberapa waktu yang lalu, aku menjadi berfikir....apa salahnya yah kalo anak-anak mencoret-coret tembok, toh nanti kita bisa cat kembali.

Namun setelah menghitung-hitung harga cat yang lumayan mahal, hhhhmmm....sebaiknya gimana yah.

Nah untuk itulah mommy, aku mau berbagi informasi disini, kalau sebenarnya kita memang tidak boleh membatasi anak-anak untuk bermain dirumah, selama permainannya tidak membahayakan dan ada solusi untuk memilih cat tembok yang bisa hemat tapi  juga bisa membuat rumah nyaman dan sehat.

Solusi Memilih Cat Tembok 

Sebagai orang tua kita juga harus cerdas kan yah. Siapa sih yang tidak mau rumahnya rapih, bersih dan nyaman tanpa ada coretan atau kotoran yang dilakukan anak-anak biasanya.

Tapi seperti yang aku bilang, kalo sebaiknya jangan lah kita membatasi anak-anak mengeksplor karyanya dirumah melalui coretan tangannya ditembok.

Oh iya mom, masih ingat gak dengan salah satu iklan di televisi swasta, yang menayangkan tentang anak-anak yang sedang bermain ke rumah temannya, dan membuat gaduh dengan mengotori tembok pakai spidol, cairan berwarna, saos dan lain-lain.

Tapi herannya, orangtuanya membiarkan anak-anak untuk berkreasi semau mereka, karena anak-anak di usia mereka sangat kreatif dan bisa mengembangkan imajinasinya melalui coretan-coretan, atau permainan lainnya. Untuk itu lah maka kita bisa mencontoh perilaku orangtua yang ada di dalam iklan tersebut.

Melihat situasi seperti itu, saatnya kita menjadi orangtua cerdas soal memilih cat tembok, dan beruntungnya aku diberi kesempatan untuk mengikuti event yang bertajuk "How To Spark Your Child's Passion", yang diselenggarakan oleh Nippon Paint Indonesia

Untuk mengenal passion atau bakat anak, tentunya kita harus membiarkan si kecil untuk bereksplorasi di dalam rumah. Mencoba untuk mengikuti apa yang anak-anak sukai, dan mencoba untuk mengarahkan kreatifitas mereka.

Tapi kita tidak bisa memaksa kehendak kita ya mom, karena biasanya anak-anak akan memiliki imajinasinya sendiri, yang tidak mau terlalu diatur oleh orang tuanya. Misalnya saja, ketika anak ingin mencoret-coret tembok rumah kita.

Elvina Lim Kusumo pendiri Indonesia Materi (dok.pri)

Seperti yang dikatakan oleh Elvina Lim Kusumo yang merupakan pendiri Indonesia Montessori dan juga sebagai penulis buku "Montessori Di Rumah". Beliau mengatakan bahwa, "Peran orangtua sangat penting untuk mendukung minat, bakat dan kreativitas anak-anak dirumah, dengan memberikan ruang lingkung rumah yang nyaman dan, serta sehat"

Dan juga memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, agar kreatifitasnya dapat diasah dengan baik dan membantu tumbuh kembangnya secara optimal.

Akan tetapi lingkungan seperti apa sih  yang dapat memberikan kenyamanan dan kesehatan dirumah.

Tentang Nippon Spot Less Plus

Dalam hal ini, Jon Tan sebagai CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia, menjelaskan bahwa "Nippon Paint memberikan dukungannya melalui kampanye Rumah Sehat, dengan memperkenalkan produk Nippon Spot-Less Plus sebagai cat anti noda dan anti kuman, demi untuk mendukung para orang tua yang ingin memberikan edukasi kepada anak-anaknya, di dalam rumah yang nyaman, aman dan sehat".

Bentuk perwujudan inovasi tersebut, juga merupakan komitmen dari perusahaan Nippon Paint itu sendiri.

Jon Tan, CEO Decorative Paint, Nippon Paint Indonesia 

Sebagai orangtua tentunya kita juga ingin agar si kecil bisa terjaga kesehatannya,  baik didalam atau pun diluar rumah. Apalagi bagi orang tua yang mempunyai anak balita, karena biasanya anak balita akan bermain sambil pegangan ke tembok, misalnya untuk anak yang baru bisa merangkak.

Jadi kita perlu melapisi tembok rumah dengan cat yang aman untuk kesehatan, seperti produk cat Nippon Spot-Less Plus yang terbaru.

Dan ada beberapa kelebihan dari produk Nippon Spot-Less Plus yang mampu mewujudkan rumah yang bersih dan sehat, seperti :

  1. Formula Silver Ion dalam Nippon Spot-Less telah lulus uji anti-mikrobial dari SETSCO (suatu lembaga akreditasi dari Singapura)
  2. Telah diakui oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bahwa Nippon Spot Less Plus efektif dapat membasmi bakteri di dinding
  3. Di lengkapi stain guard yang memberikan kemudahan bagi orang tua untuk membersihkan noda di dinding
  4. Fungsi clean air membuat udara didalam rumah menjadi aman karena Nippon Spot Less tidak mengandung volatile organic compound (VOC), yaitu suatu zat yang berbahaya yang dapat menyebabkan kanker
  5. Telah mendapat sertifikat Green Label Singapure

Nah dengan keunggulan-keunggulannya yang dimiliki Nippon Spot Less Plus, apakah mom akan tetap menggunakan cat yang berbau menyengat saat masih basah?

Pengalaman menggunakan Nippon Spot Less

Jujur saja, dirumah aku sudah menggunakan produk Nippon Spot Less produksi sebelumnya, dari sejak anakku berusia 5 tahun. Dan Alhamdulillah aku dan anakku merasa nyaman saat memasuki ruangan kamar yang baru di cat, serta catnya juga cepat kering loh.

Dan yang pasti anakku bebas, mengesplore imajinasinya melalui coretan-coretan tangannya di tembok rumah, tanpa rasa khawatir rumah jadi terkesan jorok dan berantakan. Karena coretannya bisa langsung dihapus hanya dengan menggunakan kain lap basah saja. Seperti yang dipraktekkan oleh Linda Kam sebagai Marketing Manajer Nippon Paint Indonesia dibawah ini.

Linda Kam, Marketing Manajer Nippon Paint Indonesia (dok.pri)

Sampai sekarang catnya juga awet, tetap bersih dan nyaman serta bisa hemat juga kan. Karena semenjak memakai cat Nippon Spot Less produk terdahulu, aku tidak pernah cat ulang tembok rumah lagi.

Baik produk lama maupun yangg terbaru dari Nippon Spot Less, sama-sama mempunyai keunggalan. Namun bedanya pada produk Nippon Spot Less Plus, mempunyai keunggulan yang lebih canggih lagi yaitu adanya Silver Ion Teknologi yang dapat membunuh kuman-kuman yang menempel ditembok.

Perbedaan produk lama dan baru (dok.pri)

Jadi buat si kecil mommy yang sedang berlatih berjalan sambil berpegangan tembok, kita tidak perlu khawatir anak akan terkena kuman yang terpapar ditembok ya mom.

Semoga info ini bermanfaat ya mommy....


Minggu, 21 Juli 2019

Film Koboy Kampus Tunjukkan Aspirasi Mahasiswa Pada Tahun 1990

Hallo semua

Sebelum aku membahas tentang film Koboy Kampus ini, aku akan bercerita sedikit tentang kenangan-kenangan aku saat masih kuliah dulu. Saat pertama kali menjadi mahasiswa, suasana pertemanan itu berbeda dengan saat masih duduk di bangku SMA yah.

Mulai menjadi orang dewasa itu, memang membuat kita jadi selalu berfikir sebelum melakukan tindakan. Apalagi saat berada bersama teman-teman. Secara tidak langsung, hati kita seperti di satukan baik tentang hobby atau pun pemikiran.

Padahal sewaktu masih SMA, aku ini orangnya individual banget. Maksudnya, kemana-mana aku sendirian, tapi tidak berarti aku tidak mempunyai teman loh yah. Hanya saja aku seringnya tidak mengandalkan teman untuk harus selalu bareng-bareng.

Tapi saat memasuki bangku kuliah, entah kenapa dari awal saat ospek mahasiswa, aku udah langsung bertemu dan dekat dengan 4 orang teman, kebetulan juga kami satu kelas. Kemana-mana selalu barengan, sepertinya kami tuh tidak bisa dipisahkan sampai diakhir kuliah.

Walaupun tahun kelulusan kami berbeda, karena 2 orang temanku lulus lebih cepat.   Dan disitulah kami mulai mempunyai tujuan masing-masing. Ada yang bekerja diluar kota, ada yang sudah menikah dan aku sendiri sudah sibuk dengan pekerjaanku, karena kebetulan setelah lulus kuliah, aku langsung mendapat pekerjaan.

Baiklah, kenapa aku menceritakan kenangan ini, karena aku akan membahasa film indonesia yang akan tayang akhir bulan juli ini. Dan ada hubungannya juga dengan salah satu peristiwa saat aku kuliah di tingkat 2 bareng teman-temanku.

Kalian masih ingat pastinya kan dengan peristiwa tahun 1998. Dimana para mahasiswa banyak yang melakukan aksi demo di berbagai daerah, termasuk di Bandung. Mereka menuntu aspirasinya kepada pemerintahan di masa itu.

Nah dalam film yang diberi judul Koboy Kampus ini menceritakan tentang Aspirasi mahasiswa pada tahun 1990an. Sebenarnya udah dari jaman dulu sih, suara mahasiswa selalu diangkat dalam permasalahan politik di Indonesia. Namun puncaknya, terjadi ditahun 1998. 



Pada saat itu banyak mahasiswa yang menjadi korban saat sedang berdemo, dan ketika itu jujur saja aku dan teman-temanku juga ikut berdemo. Sebenarnya aku tidak mau ikut-ikutan, namun karena teman-teman ku agak memaksa, dan juga katanya diharuskan dari pihak kampus, jadi mau tidak mau akhirnya aku ikut. Tapi Alhamdulilahnya, aksinya berakhir damai sih, tidak ada kericuhan atau keributan.

Nah tapi, lain halnya dengan mahasiswa yang tergabung dalam grup The Panasdalam Bank dalam film Koboy Kampus. Namun walaupun film ini menceritakan tentang aspirasi mahasiswanya, tapi hal ini engga ada hubungannya dengan politik loh yah. Karena filmnya pun dikemas dalam genre komedi.

Latar Belakang Cerita

Cerita film Koboy Kampus ini, diangkat dari cerita masa lalunya sang sutradara itu sendiri, yaitu Pidi Baiq. Namun dalam mengemas film ini, Pidi Baiq dibantu oleh Tubagus Deddy, dan keduanya juga sekaligus sebagai penulisnya.



Melalui film Koboy Kampus ini, Pidi Baiq ingin menunjukkan bahwa, tidak semua mahasiswa diberbagai daerah di Indonesia, bisa di kategorikan sama. Mahasiswa memang mempunyai peluang untuk menyalurkan aspirasinya, namun ada cara lain yang bisa dilakukan, tanpa harus melakukan tindakan yang menjurus pada aksi demo mahasiswa.

Semua itu bermula pada saat Pidi Baiq kuliah di Institute Teknologi Bandung (ITB). Lingkungan pertemanannya sama seperti mahasiswa pada umumnya, mempunyai suatu geng atau grup yang diberi nama The Panasdalam Bank. Dan grup ini sebenarnya adalah grup musik asal Bandung, yang tidak mau disebut grup band katanya.

Maka dari itu namanya agar terdengar nyeleneh kan. Hehehe....memang anak kuliah itu tingkahnya sangat unik kalo menurutku yah. Selalu terpikirkan hal-hal yang tidak umum dalam perkumpulannya. Jadi wajar kalau aspirasi mahasiswa selalu menjadi topik dalam permasalah politik.

Namun beda halnya dengan Pidi Baiq dan teman-temannya. Aspirasi yang mereka buat bukan tentang politik tapi mereka kompak untuk membuat aturan sendiri. Mereka tidak mau diatur-atur baik oleh orangtua yang selalu menekannya untuk segera menyelesaikan kuliahnya, atau pun aturan-aturan lainnya yang harus mereka ikuti di kampusnya.

Maka tercetuslah ide untuk membuat perkumpulan yang disebut Negara Republik The Panasdalam. Nah sudah terbayangkan, bagaimana jadinya kalau di dalam kampus ITB, telah berdiri suatu negara, untuk menampung aspirasi-aspirasi para mahasiswanya.

Waahh ada-ada saja yah tingkah lakunya. Ini ceritanya hampir sama seperti film Dilan 1990 yang digarap sebelumnya oleh Pidi Baiq juga kan. Jadi melalui film ini, Pidi Baiq ingin menunjukkan, bahwa sebagai anak muda, kita bisa menyalurkan aspirasi-aspirasinya tanpa harus berbuat tindakan yang dapat merugikan orang lain.

Tapi tentunya karena film Koboy Kampus ini bergenre komedi, maka pengambilan ide ceritanya dibuat lucu oleh tingkah laku dan kepolosan Pidi Baiq beserta teman-temannya.

Para Pemeran Film Koboy Kampus

Oh iya pemeran Pidi Baiq sendiri, diperankan oleh Jason Ranti. Dan yang menjadi teman-temannya yaitu ada Ricky Harun yang berperan sebagai Ninu dan juga ada Bisma Smash yang berperan sebagai Deni. Serta juga didukung para aktris-aktris lawas seperti Ria Irawan sebagai ibunya Nia dan Chicha Koeswoyo sebagai ibunya Pidi.



Sedangkan para aktris dan aktor pendatang baru atau yang baru aku tahu, yang berperan menjadi teman-temannya Pidi, yaitu seperti : Vienny JKT 48 sebagai Nia, David John Schaaf sebagai Erwin, Miqdad Addausi sebagai Dikdik, Steffi Zamora Husein sebagai Rosi, Danilla Riyadi sebagai Nova, Cristina Colondam sebagai Santi, Jennifer Lepas sebagai Inggrid dan Anfa Safitri sebagai Rianto.



Nah seperti apa sih negara republik yang dibuat oleh  Pidi Baiq dan teman-temannya?

Apakah mereka berhasil mendirikan Negara Republik The Panasdalam tersebut?

Untuk cerita selanjutnya, sebaiknya kalian nonton aja langsung pada tanggal 25 Juli 2019 nanti. Oh iya film ini aman sih di tonton untuk anak-anak, tapi kalo dilihat dari jalan ceritanya, kayaknya kurang pas kalo ngajak anak-anak. Lebih baik, nonton aja bareng geng kalian, biar lebih seru. Hehehe.....