Selasa, 27 September 2022

#AyoModalinUMKM di Pedesaan Dengan Berinvestasi Melalui Amartha Microfinancial Marketplace



Investasi erat kaitannya dengan cuan atau keuntungan. Saat orang melakukan investasi, tentunya yang ada dipikirannya adalah cuan atau keuntungan yang besar. Jarang sekali orang yang mau melakukan investasi itu, dibarengi dengan tujuan sosial, ingin membantu orang lain atau membantu keluarga prasejahtera, yang ingin meningkatkan perekonomian keluarganya.

Hal tersebut memang terlihat manusiawi sih, karena ketika orang sudah siap untuk berinvestasi, fokus utamanya adalah ingin menyimpan dananya dengan aman dan bisa mengembangkan dana tersebut dengan mengharap keuntungan yang lebih besar.

Namun dalam dunia investasi, kategori setiap individu bisa saja berbeda-beda, tergantung sifat atau karakter orang tersebut atau seberapa banyak sih pengalaman seseorang dalam berinvestasi, sehingga bisa memahami semua resiko-resiko yang terjadi saat berinvestasi.



Seperti yang dijelaskan oleh kak Anisa Aprilia atau kak Icha yang aku temui saat event launching aplikasi Amartha. Kak Ica  sebagai seorang perencana keuangan yang sudah mempunyai sertifikasi profesional dalam financial planner atau sudah mempunyai tanda Certified Financial Planner (CFP), mengatakan bahwa ada 3 tipe pemikiran orang dalam berinvestasi, yaitu :

Tipe Konservatif
Merasa khawatir dan panik jika modal investasinya berkurang, sehingga mereka lebih menyukai jenis investasi yang resikonya rendah

Tipe Moderat
Mau menerima resiko, asalkan mendapat keuntungan yang sesuai dengan resikonya

Tipe Agresif
Siap menerima resiko atau tidak mempermasalahkan resiko, mengerti dengan fluktuasi harga-harga pasar, dan sudah berpengalaman dalam berinvestasi.

Untuk tipe Konservatif dan Moderat, jelas sekali yah kalau orang tersebut lebih berfokus pada investasi-investasi yang menguntungkan saja, dengan tingkat resiko yang rendah. Berbeda dengan tipe Agresif, yang sudah siap dengan resiko dan tidak terlalu berfokus pada keuntungan saja.

Nah dalam event launching aplikasi Amartha, yang diselenggarakan oleh Amartha Microfinance Marketplace Fintech, tepatnya hari Sabtu tanggal 24 September 2022, jujur saja aku merasa tercerahkan. Bahwa ternyata tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama tentang tujuan mereka berinvestasi.

Maka itu, bagi orang yang sudah bermain lama dalam investasi, pastinya mereka tidak akan ragu untuk terus mencoba berinvestasi, tidak selalu tertuju untuk mencari keuntungan yang besar.
Dan berinvestasi itu kan ada banyak macamnya, bisa melalui Deposito, Obligasi, Saham, Emas, Reksa Dana dan P2P Landing atau Microfinance Marketplace.

Nah dari beberapa lahan investasi di atas, ada sebagian masyarakat yang mungkin mempunyai keterbatasan dana, waktu atau pengalaman saat ingin memulai investasi. Namun saat ini, sudah ada lahan investasi yang berbasis teknologi, yang tentunya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, serta nominal dana yang di investasikan juga tidak terlalu tinggi.

Peer-2-Peer (P2P) Landing atau Microfinance Marketplace saat ini sudah mulai berkembang di masyarakat, merupakan suatu platform yang menghubungkan secara langsung dan transparan antara si pemberi pinjaman dan si penerima pinjaman.

Keduanya bertemu di dalam suatu wadah yang disebut aplikasi marketplace, dimana di dalamnya terdapat fitur-fitur terperinci, tentang proses pemberian pinjaman modal usaha, yang ditujukan untuk para pelaku usaha skala micro atau UMKM.

Nah kegiatan para investor dan para penerima pinjaman yang tergabung dalam Microfinance Marketplace tersebut, bisa juga disebut sebagai Microfinance Landing, yang merupakan pendanaan atau pinjaman pada skala micro, yang mempunyai keterbatasan akses pendanaan pada lembaga keuangan formal.

Para investor yang memberikan pinjaman pendanaan pada usaha skala micro tersebut, mempunyai tujuan untuk memberikan pendanaan berdampak bagi lingkungan masyarakat. Terutama dapat memberikan dampak positif pada peningkatan perekonomian di lingkungan masyarakat tersebut.

Nah namun, bagi para investor yang baru mulai bergabung dalam Microfinance Marketpkace, menurut kak Icha, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar para pendana bisa lebih berhati-hati saat memilih pelaku usaha yang akan diberi pinjaman modal, yaitu :

1. Non Performing Loan (NFL)
Pada fitur ini, kita harus perhatikan presentasi pinjaman yang macet dan gagal bayar, dimana tingkat presentasinya harus stabil yaitu ada di angka 1%, bahkan semakin kecil angkanya maka akan semakin  bagus

2. Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) Pada fitur ini, Tingkat Keberhasilan Bayar yang direkomendasikan yaitu para peminjam yang berhasil bayar sebelum 90 hari dengan tingkat keberhasilan bayarnya mencapai 90%, akan lebih baik lagi jika mencapai100%

3. Credit Scoring
Merupakan Skor resiko dari para peminjam, artinya tentang kemampuan peminjam sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan, biasanya bisa dilihat dari tingkatan level yang dimulai dari level A sampai E.
Artinya, untuk level A, skor resikonya lebih minim, walau imbal hasil yang diperoleh tidak terlalu besar

4. Loan atau Landing
Merupakan pinjaman, yang terbagi menjadi 2, ada pinjaman konsumtif dan produktif, namun pada Microfinance Marketplace ini lebih disarankan memilih pinjaman produktif, yaitu para pelaku usaha kecil yang produktif  karena tingkat resikonya juga lebih kecil

5. Flat Return
Merupakan imbal hasil yang bersifat tetap dalam kurun waktu 1 tahun, atau tidak dipengaruhi oleh suku bunga. Misalnya dalam satu tahun, bunganya tetap flat diangka 10%-15%

6. Fact Sheet
Merupakan dokumen tentang portofolio dari peminjam, berisi informasi tentang usaha apa yang sedang dijalankan, sudah berapa lama menjalankan usahanya, dan bagaimana kondisi usahanya, maka dari informasi ini kita bisa memilih kriteria peminjam

7. Tenor
Merupakan jangka waktu pengembalian pinjaman, misalnya dalam jangka waktu 1 tahun, pinjaman pokoknya sudah harus kembali.

Selain beberapa hal di atas, ada beberapa tips dalam memilih platform investasi atau Microfinance Marketplace untuk pendana dan peminjam.
Menurut kak Icha, "Hal utama yang harus diperhatikan selain bisa menjamin cuan, kita juga harus bisa memilih untuk memanage resiko."

Tips bagi Pendana :

  • Pilihlah Microfinacial Marketplace yang sudah terdaftar dan memiliki ijin usaha dari OJK
  • Tingkat Kebeehasilan Bayar (TKB) minimal 90% atau mendekati 100%
  • Harus ada sistem transparansi, tentang credit scoring, info data peminjam, latarbelakang peminjam dan tujuan peminjaman dana
  • Sesuaikan nominal investasi dengan jangka waktu dan profil resiko dari peminjam
  • Pilih marketplace yang memiliki mitigasi resiko, maksudnya karena setiap instrumen investasi itu kan memiliki resiko, maka pilihlah marketplace yang memberikan asuransi, agar jika ada peminjam yang gagal bayar misalnya, maka dana investasinya akan kembali sekitar 70%.

Tips bagi Peminjam :

  • Pilih Microfinancial Marketplace yang sudah terdaftar dan memiliki ijin usaha dari OJK, untuk menghindari marketplace yang tidak terdaftar seperti Pinjol
  • Perhatikan proses peminjamannya, seperti bunga pinjaman, Tenggat waktu pembayarannya, Denda dan informasi penting lainnya, yang disampaikan sebelumnya
  • Harus ada kontrak perjanjian tertulis, yang disepakati bersama dan berlaku sesuai dengan hukum perjanjian yang berlaku
  • Memiliki CS atau sales yang menawarkan ke daerah-daerah yang dipilih, dari marketplacenya, untuk bertemu dan berkomunikasi secara langsung, menjelaskan dari mulai mengenalkan tentang marketplacenya, menjelaskan proses peminjaman dan lain-lain
  • Tidak membebani peminjam dengan memberikan bunga yang terlalu tinggi, harus sesuai dengan peraturan pemberian bunga per Oktober 2021-2022, maksimal bunga yang diberikan ada di angka 0.4%-0.5% per hari
  • Adanya program pendukung lain untuk para pelaku usaha produktif, misalnya membuat program cara meningkatkan usahanya, dan program cara membuat laporan keuangan untuk usahanya.

Nah dengan adanya Microfinancial Marketplace ini, maka akan sangat berpengaruh pada peran Impact Investing, karena saat ini Impact Investing itu sudah menjadi suatu kebutuhan dalam lingkungan bisnis. Dan peran Impact Investing akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, melalui bisnis yang sehat, karena didalamnya ada banyak aspek yang selalu diperhatikan, misalnya tentang dampak lingkungannya, dampak ke masyarakatnya dan dampak perekonomiannya.

Tentang Amartha Microfinancial Marketolace Fintect

Untuk mewujudkan bisnis yang sehat dan berkesinambungan, maka Amartha Microfinance Marketplace Fintech memberikan peluang untuk para investor sebagai pendana modal usaha, dan juga memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha skala micro atau UMKM, untuk mendapatkan pinjaman modal usaha.

Namun dalam Amartha Microfinancial Marketplace ini, ada ketentuan-ketentuan yang cukup unik, salah satunya seperti ketentuan pihak peminjam, dikhususkan hanya untuk para perempuan, terutama ibu rumah tangga, tidak berlaku untuk laki-laki atau bapak rumah tangga, dan atau perempuan yang masih single. Tapi untuk perempuan single parent justru sangat diperbolehkan, mengingat perannya sebagai ibu dan kepala keluarga.

Lalu ada keunikan apa lagi sih dalam Amartha Microfinancial Marketplace?

Pada event launching tersebut, telah hadir kak Shiva Vinneza sebagai PR Manager Amartha Microfinance Marketplace, yang menjelaskan semua tentang keunggulan dalam Investasi Amartha dan beberapa ketentuan untuk bisa bergabung dengan Amartha. Jadi dalam Amartha Microfinancial Marketplace, selain diperuntukkan khusus untuk para ibu rumah tangga, jangkauan peminjam di Amartha juga masih dikhususkan untuk ibu rumah tangga yang tinggal dipedesaan saja, karena mereka memiliki akses terbatas untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga-lembaga keuangan formal.

Para ibu rumah tangga di pedesaan yang menerima pinjaman modal untuk usaha yang dipilih Amartha merupakan ibu-ibu yang tergabung dalam satu kelompok, yang beranggotakan 10-20 orang, dengan memiliki usaha yang berbeda-beda, seperti petani dengan skala kecil, warung kelontong, pengrajin, pembuat kerupuk atau produk makanan olahan lainnya.

Lalu kak Shiva juga mempertegas, bahwa Amartha ini bukan berupa pinjaman online (pinjol) yah, karena jenis pinjaman di Amartha hanya diperuntukkan khusus untuk para pelaku usaha. Lebih jelasnya lagi,, Amartha Microfinancial Marketplace, merupakan suatu wadah dalam mempertemukan para investor atau pendana, yang disebut sebagai lender, yang memiliki dana untuk di investasikan, sebagai bantuan modal usaha untuk para pelaku usaha skala micro.

Layanan Investasi Amartha ini bisa juga disebut sebagai layanan Peer-2-Peer (P2P) Landing terbaik, yang dijalankan melalui aplikasi berbasis teknologi, sehingga dapat meminimalkan biaya operasional serta bisa lebih efisien. Dan para pelaku usaha micro yang tergabung di Amartha Marketplace, semua sudah melewati tahap penyeleksian secara ketat oleh tim Amartha dan berlaku sistem transparansi, antara pendana dan peminjam.

Bagaimana sih penyeleksian tim Amartha terhadap para pelaku usaha atau penerima pinjaman modal yang dipilih Amartha?

Berikut tahapan-tahapannya:

1. Melakukan survey wilayah dan demografi.
Tim Amartha akan mendatangi lokasi, dan melakukan komunikasi dengan tokoh setempat, agar dapat diketahui gambaran tentang lokasi yang akan dilayani

2. Membentuk kelompok Majelis. Calon penerima pinjaman dari perorangan akan membentuk kompok kecil, yang beranggotakan 5 orang, lalu mereka akan bergabung dengan kelompok yang lebih besar, menjadi 10-20 orang per kelompok.
Dan semua anggota kelompok akan menyepakati perjanjian Tanggung Renteng, yang artinya, menanggung resiko secara bersama-sama apabila ada salah satu anggota kelompok yang gagal bayar. Hal ini ditujukan agar penerima pinjaman bisa saling menjaga kredibilitasnya masing-masing

3. Pelatihan wajib bagi penerima pinjaman.
Setelah membentuk satu kelompok atau majelis, maka akan diberikan pelatihan terlebih dahulu oleh tim lapangan atau field officer dari Amartha, sebelum dimulainya siklus pembiayaan.
Pelatihan tersebut berupa pengelolaan keuangan dan kedisiplinan, pelatihan ini akan terus dilakukan selama pendanaan berjalan.

Nah sebenarnya ada banyak Marketplace pinjaman modal usaha untuk masyarakat di pedesaan dan bahkan perkotaan, namun di dalam Amartha Microfinancial Marketplace ini, mempunyai beberapa keunggulan, yang bisa menjamin para investor dan penerima pinjaman merasa nyaman, aman karena adanya transparansi dalam melakukan prosesnya, seperti :

  1. Para investor baik perorangan maupun institusional, akan melakukan pendanaan bermakna, artinya tujuan pemberian pinjaman modal tersebut adalah untuk menciptakan perubahan sosial di lingkungan masyarakat pedesaan, khususnya membantu meningkatkan perekonomian untuk para keluarga pra sejahtera, agar mereka memperoleh penghasilan yang lebih baik
  2. Lalu keuntungan bagi para pendana yaitu, adanya sistem bagi hasil sebanyak 11.5%-15% pertahun
  3. Penyaluran dana dari pihak pendana kepada pihak penerima dana, dilakukan penyeleksian secara ketat, memakai sistem credit scoring, dan mengkaji resiko menyeluruh untuk menyaring calon penerima pinjaman yang layak diberikan dana. Dalam hal ini, pihak Amartha sudah mempunyai pengalaman mengenai pendampingan serta berpengalaman mengelola dana pinjaman, selama lebih dari 5 tahun, dengan tingkat resiko gagal bayar ada di angka 0%.
  4. Nilai nominal pinjaman Amartha juga sangat terjangkau, untuk pinjaman pertama akan diberikan sebesar Rp. 3.000.000 saja, namun jika penerima pinjaman berkelanjutan, maka nilai nominal pinjamannya akan bertambah setiap tahunnya, dan disesuaikan dengan credit scoring dari peminjam itu sendiri
  5. Kemudian seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang tingkat resiko dari peminjam yang gagal bayar, maka di Amartha juga diberlakukan sistem Tanggung Renteng yang sudah disepakati oleh semua anggota kelompok.

Nah baiklah, setelah semua uraian diatas, bagi kalian yang ingin mencoba investasi untuk pemula melalui Amartha, kalian bisa download aplikasinya dan kalian bisa pelajari lagi lebih detail tentang fitur-fitur dalam aplikasi Amartha Marketplace.
Karena dalam fitur-fitur tersebut memberikan rincian penjelasan tentang credit scoring dari para penerima modal, dan besar kecilnya tingkat resiko dari setiap pelaku usaha.

Oke tunggu apa lagi, #AyoBantuModalinUMKM demi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pedesaan, sekaligus menambah penghasilan dari hasil investasi para pendana.
#100RibuSejutaPeluang #MenjadiAmartha
#Amartha
#PerempuanTangguh




This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar