Rabu, 03 November 2021

Perempuan Harus Melek Literasi Asuransi, Agar Keuangan Rumah Tangga Terencana

Menjadi ibu rumah tangga di jaman now itu, ternyata bukan hanya harus pandai mengurus rumah tangga saja, tapi juga harus mengerti segala macam hal yang terjadi didalam rumah tangga, termasuk mengatur keuangan secara cerdas. Dan hal ini tentu saja tidak mudah bagi aku, karena dengan kondisi saat ini, aku harus terus-terusan memutar otak untuk mengatur semua kebutuhan rumah tangga keluarga.

Mengikuti live zoom Blogger Gathering bersama KEB dan Prudential Indonesia (dok.pri)

Iya jujur saja, keuangan rumah tanggaku memang sedang amburadul dan setiap bulannya selalu besar pasak dari pada tiang, itu lah kenapa dari dulu aku selalu menghindar dari tawaran-tawaran untuk berinvestasi dan berbagai produk Asuransi, baik Asuransi Pendidikan anak, Asuransi Kesehatan, Asuransi pembelian barang secara kredit. Padahal aku paham kok, kalau Asuransi itu kemungkinan akan diperlukan suatu hari nanti atau sekedar untuk berjaga-jaga.

Dulu aku pernah mengalami cerita dalam hidup yang sangat menyesakkan dada jika teringat Kembali. Cerita tentang Almarhum anakku yang kedua, dimana pada saat anakku terpaksa harus masuk NICU karena sakit demam dan dehidrasi, kami tidak menyanggupi saran dokter untuk perawatan di ruang NICU. Alhasil, anakku hanya bisa dirawat di ruangan biasa, dengan peralatan seadanya.

Ini semua disebabkan karena kami tidak mempunyai tabungan, apalagi Asuransi Kesehatan. Sampai akhirnya kami harus merelakan kepergiannya, ada rasa campur aduk di dada ini, antara menyesal dan marah pada diri sendiri dan keadaan. Tapi ya sudah, aku juga tidak mau berlarut-larut dalam penyesalan dan kesedihan terus menerus.

Kemudian aku bertekad untuk memperbaiki keadaan keuangan dirumah tanggaku. Setelah kepergian anakku, akhirnya aku dan suami sepakat untuk mulai menabung sedikit demi sedikit. Setidaknya ada persiapan untuk biaya pendidikan anakku yang pertama.

Sempat terpikirkan juga untuk membuat Asuransi Kesehatan untuk kami bertiga, tapi sayangnya niatan itu belum terlaksana, karena suamiku terpaksa harus berhenti bekerja, disebabkan karena jarak dari rumah ke kantornya cukup jauh, jadi biaya transportasi dan makan sehari-hari malah jadi lebih membengkak.

Pada akhirnya uang tabungan pun jadi ikut terkuras untuk biaya hidup sehari-hari selama suamiku menganggur, apalagi masuk ke dalam situasi pandemi saat ini, semakin tidak mempunyai gambaran untuk kami mempunyai tabungan lagi apalagi Asuransi.

Yah seperti itulah sekilas gambaran ceritaku, yang selalu merasa tidak percaya diri untuk mau menanamkan keyakinan bahwa sebenarnya, kita bisa dan mampu kok memiliki Asuransi dalam situasi apapun. Oleh karena itu, aku fokuskan ditulisan kali ini tentang “Rendahnya pengetahuan perempuan tentang literasi Asuransi.”

Para Narasumber dalam Blogger Gathering Prudential Indonesia (dok.pri)

Dan kalimat tersebut aku ambil dari salah seorang narasumber di acara Blogger Gathering yang diselenggarakan secara virtual melalui zoom oleh Prudential Indonesia bersama 40 orang Emak-emak Blogger yang tergabung dalam komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB), pada hari selasa tanggal 26 Oktober 2021, dengan tema Membangun keluarga yang Tangguh secara finansial melalui Asuransi.”

Tentang rendahnya pengetahuan perempuan atau rendahnya literasi finansial dalam lingkup perempuan khususnya ibu rumah tangga ini, dipaparkan oleh narasumber yang pertama yaitu bapak Luskito Hambali, sebagai Chief marketing And Comunications Officer Prudential Indonesia.

Luskito Hambali, sebagai Chief marketing And Comunications Officer Prudential Indonesia (dok.twitter)

Pak Luskito atau pak Kiki sebutan akrabnya, mengatakan bahwa ibu rumah tangga itu punya kedudukan penting dalam keluarga, yaitu sebagai Menteri Keuangan Keluarga, tapi sayangnya pengetahuan tentang literasi finansialnya masih rendah, terutama pemahaman tentang literasi asuransi, yang kalau benar-benar bisa dipahami, maka akan berdampak besar untuk memperkuat keuangan rumah tangga.

Wooww….mendengar penjelasan tersebut, aku langsung merasa seperti ada busur panah yang menghujam ke dadaku. Iya pak, aku memang persis seperti itu selama ini. Dan akhirnya aku merasakan penyesalan yang mendalam 5 tahun lalu, saat sesuatu terjadi pada Almarhum anakku.

Selanjutnya pak Kiki pun menjelaskan bahwa didalam hidup, manusia akan berhadapan dengan resiko-resiko, namun apakah kita siap menghadapi resiko tersebut atau kita harus menghindarinya.

Pilihan itu ada pada diri kita sendiri, bagaimana caranya?

  • Kita harus bisa menghindari resiko itu sendiri
  • Jika tidak bisa dihindari, maka kita harus bisa meminimalisir resiko tersebut, seperti ungkapan sedia payung sebelum hujan
  • Mengurangi bisa juga dengan berbagi resiko tersebut, misalnya gunakan prinsip tolong menolong
  • Mengalihkan resiko, misalnya seperti prinsip pengalihan resiko pada perusahaan asuransi dalam asuransi konvensional
  • Mau menerima resiko itu sendiri.

Nah akan selalu ada jalan menuju roma, bagaimana cara kita mengatasi resiko tersebut, untuk itulah kita harus pahami dulu tentang cara mengelola keuangan yang terencana melalui asuransi, karena asuransi dapat menghindarkan kita pada kerugian dalam keuangan rumah tangga yang diakibatkan oleh resiko.

Akan tetapi ada yang perlu kita ingat, bahwa asuransi bukan tempat untuk mendapatkan keuntungan yah. Jadi jangan sampai kita salah menafsirkan juga…hehe.

Penjelasan detail tentang Asuransi, dipaparkan oleh narasumber yang kedua yaitu bapak Bondan Margono, sebagai Head Of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia.

Bondan Margono, sebagai Head Of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia (dok.pri)

Menurut pak Bondan, Asuransi itu jelas sangat dibutuhkan untuk beberapa point penting dibawah ini :

  1. Perlindungan Pendapatan (dalam hal ini jika kepala keluarga yang menjadi sumber nafkah meninggal dunia, maka anggota keluarga lainnya masih bisa menerima pendapatan dari asuransi)
  2. Kemudian Perlindungan Kesehatan
  3. Dana Darurat
  4. Dana Pendidikan
  5. Dana Pensiun
  6. Warisan Keluarga.

Lalu asuransi juga digolongkan ke dalam 2 jenis, yaitu Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional :

Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi Jiwa Syariah merupakan suatu usaha saling tolong menolong, konteksnya usaha saling melindungi diantara sejumlah orang melalui investasi. Bentuknya berupa Asset (harta) atau “Tabarru” yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan konsep Syariah.

Tabarru dalam hal ini artinya yaitu dana hibah iuran Tabarru, misalnya nih ada beberapa orang atau pihak yang mau menyisihkan uangnya untuk dana Tabarru dalam Asuransi Syariah, maka dana tersebut dapat dipakai untuk membantu peserta lainnya yang sedang mengalami musibah.

Yang membuat aku lebih tertarik lagi, proses transaksi dalam Asuransi Syariah, ada beberapa transaksi yang harus dihindari yaitu : praktek Gharar, Riba dan Maysir, karena jelas saja ketiganya tidak sesuai dalam kaidah agama.


Adapun prinsip dalam Asuransi Syariah yaitu lebih mengedepankan tolong menolong jadi cocok untuk semua golongan. Karena dalam Asuransi Syariah tidak pandang adanya perbedaan baik dalam segi agama atau golongan-golongan tertentu, semuanya harus adil dan transparansi serta saling melindungi.



Asuransi Jiwa Konvensional

Nah kalau tentang asuransi konvensional atau asuransi secara umum ini, pastinya kita semua sudah tahu kan yah, atau sedikit paham mengenai prinsip-prinsipnya. Pertama yaitu dari akadnya, merupakan akad jual beli diantara kedua belah pihak yaitu tertanggung dan penanggung. Dimana si tertanggung ada kewajiban membayar premi asuransi sedangkan si penanggung wajib membayar klaim.

Foto dibawah ini adalah beberapa perbedaan antara Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional :


Nah menurut perbedaan dari keduanya itu, menurut kalian mana yang akan dipilih, kalo aku yang ditanya jelas aku akan pilih asuransi syariah dong, karena alasannya selain jelas, aman dan sudah sesuai dengan kaidah agama.

Tapi sebelum memilih asuransi, tentunya kita juga harus benar-benar paham tentang perencanaan keuangan terlebih dahulu yah, terutama soal pendapatan dan pengeluaran keuangan dalam rumah tangga.

Hal tersebut kemudian dijelaskan oleh narasumber yang ketiga yaitu ibu Aliyah Natasya sebagai Financial Advisor.

Aliyah Natasya sebagai Financial Advisor (dok.twitter)

Menurut beliau kita harus membuat prosentase pengeluarannya terlebih dahulu. Misalnya seperti :

Pengeluaran 60%, Perlindungan 10%, Entertain untuk diri sendiri 10%, Investasi 15%, Dana Berbagi 5%, dan mulai lah pikirkan dana untuk asuransi.

Nah untuk mulai memilih asuransi juga jangan terburu-buru yah, ada beberapa hal yang harus kita fokuskan terlebih dahulu, yaitu :

  1. Menyiapkan Budgetnya atau sesuaikan budget yang kita punya dengan produk asuransinya serta sesuaikan juga dengan waktu iurannya, apakah bisa perbulan atau pertahun
  2. Pilih produk asuransi, sesuai dengan kebutuhan kita, misalnya apakah kita lebih butuh asuransi Kesehatan, Pendidikan atau asuransi jiwa. Tapi menurut pemerintah sih, akan lebih baik jika memilih asuransi jiwa, karena bila terjadi sesuatu yang mengancam jiwa orang yang menjadi penanggung dalam keluarga, maka akan menyelamatkan kehidupan keluarga yang ditinggalkan dari dana asuransi jiwa
  3. Kenali profil perusahaan asuransinya, karena hal ini menyangkut pada proses klaim asuransi kita, kita bisa periksa reputasi perusahaannya dan cek juga history claimnya dari pengalaman orang lain
  4. Kemudian pilihlah Asuransi Syariah, karena menurut penjelasan diatas sudah jelas aman yah dan terdapat adanya prinsip tolong menolong yang menjadi prinsip utama dalam akadnya.



Lalu info yang paling penting lagi nih dari Asuransi PRUsyariah Prudential Indonesia, kalau ternyata dana iuran perbulannya, gak bikin aku harus mikir berulang kali lagi loh, karena sekarang iurannya mulai dari Rp. 8000 saja per bulan, nah kalau mau pertahun iurannya bisa jadi lebih murah lagi, hitungannya jadi Rp. 5000 perbulan, tinggal dikalikan 12 bulan saja yah.

In Sha Allah masih terjangkau lah yah buat aku dengan iuran pertahunnya saja. Hehe….
Alhamdulillah semakin tercerahkan untuk aku, yang baru mau mulai membuat asuransi, setelah mengikuti live zoom ini. Terimakasih untuk semua pihak yang sudah memberi aku kesempatan untuk ikut event virtual Blogger Gathering kemarin.



42 komentar:

  1. Ahh sedih banget baca tentang baby sabyan hiks. Semoga kita semua diberikan kesehatan ya mba, emang asuransi itu penting banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalo bahas asuransi gak tau deh ada perasaan nyesel gitu sama kejadian dulu

      Tapi ya sudah soalnya In Sha Allah pilihan asuransi jd concern aku skrng

      Hapus
  2. Tulisannya sangat menginspirasi saya mba, terus terang saya lagi bingung mau bikin asuransi buat keluarga, terimakasih yah

    BalasHapus
  3. Wah serius itu iurannya mulai dr 8000, murah banget. Aku mau kepoin ah, kebetulan emang lagi mau bikin asuransi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh banget kak, langsung aja kepoin Prudential Indonesia di IG atau websitenya yah

      Hapus
  4. aku turut berduka ya mba, semoga mba diberi kesabaran dan iklas ya mba. memang asuransi itu penting banget ya mba, semoga jd bahan pembelajaran buat kita para ibu rumah tangga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat menjadi bahan pembelajaran buat saya kak, makanya merasa tercerahkan sekali setelah tahu secara detail tentang Asuransi aku tuh

      Hapus
  5. Aahhh Shabian anak mami yang super duper ganteng, surga tempatmu sayangku...😘😘

    Mba mel, semua tentang shabian sdh berlalu dan hanya kenangan bagi kita keluarga, tidak ada yang harus disesalkan...Allah lebih sayang Shabian... Alfathia for shabian.. Terkait dengan paparan diatas perihal asuransi di era saat ini memang penting buat masa depan anak anak kita... Anak saya sudah usia 18th, belum terlambat untuk saya siapkan asuransi... Makasi infonya mba mel... Sukses selalu yaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks kalo inget Sabian masih suka sedih aku tuh mami, nyesel gak punya asuransi dari dulu. Sangat belum terlambat kok buat anaknya mam, gpp bikin aja asuransinya dari sekarang.

      Hapus
  6. Apa yang sudah terjadi biar diambil hikmah oleh kita semua ya mbak. ternyata asuransi memang perlu banget, apalagi untuk urusan kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, aku ambil hikmahnya dari semua yang sudah terjadi di keluarga kecilku. Semoga niatanku kali ini kesampaian...Aamiin.

      Hapus
  7. Membaca tulisan ini, saya membenarkan, Mbak. Seorang ibu/istri memang perlu banget mempelajari perencanaan keuangan sebab kalau tidak, bisa kacau. Nah, untuk pilihan, saya juga prefer ke asuransi syariah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat kacau mba, dan aku sudah alami kejadian yang sampai saat ini saya sesali, tapi ya sudah, sekarang penyelasan juga ga ada guna yah, skrng saatnya aku merapihkan perencanaan keuangan rumah tangga ku nih.

      Hapus
  8. Alhamdulillah asuransi itu sangat membantu banget loh mba, saya dan keluarga sudah memprioritaskan untuk asuransi dr sejak punya anak pertama. semangat yah mba mely, In Sha Allah mba pasti bisa kok punya asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ini dia bapak rumah tangga yang super kece, memang udah seharusnya begitu sebagai kepala rumah tangga, memutuskan hal yang menjadi prioritas untuk masa depan keluarga ya mas. Terimakasih sudah mampir

      Hapus
  9. Pelukkkkkk mba. Aku ikut sedih ikh baca tulisan mba dan pengalaman hidup mba. Semoga Allah kuat dan mudahkan ya Mba 🙏. Ngomong ngomong aku setuju mba pendapat kalau perempuan itu rendah literasi finansialnya. Termasuk aku. Karena punya suami yang memang orang keuangan, bikin aku apa apa suami yang ngatur. Jadi pemahaman aku soal literasi asuransi pun masih rendah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi makasih ya mba pelukannya...iyah jadi perempuan itu juga harus banget ngerti tentang literasi keuangan sampe ke dlm2nya, krn bagaimana pun juga kita yang tahu segala macam kebituhan rumah tangga, ya kan.

      Hapus
  10. Turut sedih dan berduka juga dengar cerita tentang anak keduanya Mbak.
    semoga rejeki Mbak sekeluarga dimudahkan ya dan selalu diberi kesehatan.
    Benar banget nih ya, Perempuan, Istri sebagai Menteri Keuangan di rumah harusnya lebih melek literasi keuangan juga di dalamnya ada literasi asuransi. Apalagi sekarang memulai asuransi bisa seterjangkau itu ya, Rp 8.000/bulan? Duuh gak boleh disia-siakan lagi lah ya ini, kalau ada dana tabungan saat ini malah lebih baik ambil yang per tahun aja ya sekalian biar lebih hemat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba...Aamiin Ya Robbal Allamiin, doa yang sama untuk mba dan keluarga juga yah. Iya kalau dari dulu aku tahu ada asuransi dengan nilai yang sangat terjangkau ini, sudah dari dulu aku ikut, dan gak bingung lagi kan.

      Hapus
  11. Wiwin | pratiwanggini.net9 November 2021 06.12

    Benar bangettt. Masih banyak perempuan yang rendah literasi asuransi. Bisa dibilang saya termasuk di dalamnya. Sehingga masih harus belajar banyak tentang asuransi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus banget mba, penting banget soalnya, biar pusing lagi kitanya nanti.

      Hapus
  12. Pelajaran terkadang dari pengalaman kita sehingga ini jadi pelajaran penting agar bisa nantinya punya asuransi dan tabungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah mpo, pelajarannya ya dari pengalaman kita sendiri yah, baru deh kita paham kalau asuransi itu sangat kita butuhkan.

      Hapus
  13. Terbantu banget dengan adanya asuransi, anakku juga pas lahir sempet di rawat di nicu mbak, alhamdulillah tercover asuransi. padahal waktu itu kami baru menikah, suami juga belum kerja dengan benar, jadi tabungan seadanya. alhamdullilah kebantu sama asuransi. wanita emang perlu banget melek tentang asuransi, takutnya ada apa-apa dikemudian hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah banget ya mba, kalau kita mengerti pentingnya Asuransi dr sejak awal menikah. Yang terpenting itu, kesepakatan sama suami juga sih.

      Hapus
  14. Sepakat banget mba bagaimanapun ketika memutuskan mengambil asuransi juga disesuaikan dengan budget atau anggaran kita. Dan melek asuransi juga sangat diperlukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, budgetnya dulu terpenting, harus diperhitungkan dan disesuaikan

      Hapus
  15. Aku juga masih pilih-pilih asuransi nih, jangan sampe salah pilih asuransi. Abis baca ini jadi nambah insight baru tentang asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba....iya harus banget kita pilih asuransi yang tepat, jangan sampai salah yah.

      Hapus
  16. Setuju nih, sebagai perempuan apalagi ibu rumah tangga harus pinter dan bijak dalam mengelola keuangan. Memiliki asuransi salah satu upaya dalam memberikan proteksi pada keluarga di masa depan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes bener banget bun, aku semakin mengerrti sekarang tentang keuangan rumah tangga. Dan harus banget punya asuransi sekarang mah.

      Hapus
  17. Turut berduk yah mba meli untuk ank keduanya. Dari cerita mba mely jd bener2 belajar untuk mereview kembli finansial keluarga dan setuju bgt deh asuransi kesehatan penting untuk kita miliki.

    Btw mba dg premi yang sangat terjangkau dr pru syariah ini, berapa besar manfaat yang dapat kita peroleh ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mba, aku juga jadi lagi banyak belajar dan gali terus informasi tentang literasi keuangan nih.

      Hapus
  18. Turut berduka mba untuk anaknya. Kita memang harus melek finansial , termasuk asuransi, kalau udah paham dan melek, jadi penyemangat cari cuan heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba, hihihi iyah jadi lebih semangat cari penghasilan lebih yah untuk bisa punya asuransi buat semua anggota keluarga.

      Hapus
  19. aku dulu sebelum menikah tahunya cuma menabung aja nggak ngerti soal pengelolaan keuangan dengan benar dan setelah nikah lumayan kaget dengan banyaknya pengeluaran setelah menikah apalagi setelah punya anak. memang perempuan itu penting banget buat melek literasi agar bisa mengelola keuangan keluarga dengan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah ternyata menabung saja tidak cukup ya mba kalau buat hal hal yang genting, karena kita gak tahu kedepannya bakal gimana dalam kehidupan rumah tangga.

      Hapus
  20. Setuju banget sebagai perempuan apalagi ibu harus banget melek tentang financial, asuransi dan sejenisnya karena untuk plan ke masa depan harus di rencanakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah betul banget, kita harus punya planning buat masa depan, apalagi soal keuangan yah.

      Hapus
  21. setuju banget mba.. apalagi ibu rumah tangga. kudu paham kebutuhan rumah tangga dan berusaha memenuhinya melalui produk2 keuangan sesuai kondisi. salah satunya asuransi ya.. yang menurutku juga perlu dimiliki

    BalasHapus
    Balasan
    1. sangat perlu dimiliki harusnya dari dulu nih aku juga, tapi gpp tidak ada kata terlambat untuk asuransi selama kita bisa yah.

      Hapus