Rabu, 09 Juni 2021

Mengenal Cara Bermain Versi Anak Melalui Seaventure Bersama Paddle Pop

"Mama main yuk"

Sudah lama aku tidak mendengar kalimat seperti itu dari anakku yang sekarang sudah mulai beranjak besar dan lebih memilih bermain sendiri dengan gadgetnya atau bermain dengan anak-anak seusianya. Padahal aku sudah rindu sekali bermain bareng anakku, sambil mengenalkan banyak permainan seru, seperti permainan edukatif yang bermanfaat.

Tapi sebagai orangtua, tentunya aku tidak boleh egois dong. Kita harus tahu keseruan apa yang mereka inginkan saat bermain. Yups….permainan anak jaman sekarang, jelas berbeda dengan permainan anak jaman aku kecil dulu ya mam. Kalau jaman dulu bermain itu lebih banyak mengeluarkan energi dibanding berfikir, tapi kalau anak jaman sekarang, melalui berbagai macam perkembangan teknologi, sekarang sudah banyak permainan-permainan seru sambil belajar, dan pastinya bisa dilakukan di dalam rumah.




Yahh…..mengingat masih dalam masa pandemi, tentunya kita juga belum bisa terlalu membiarkan anak-anak sering main diluar rumah kan, untuk itu mari kita luangkan waktu bermain bersama anak, melalui permainan yang mereka suka, tapi bisa sambil melatih kreatifitasnya. Selain itu, cara bermain seperti ini juga bisa lebih meningkatkan bounding kita dengan anak-anak.

Sudah lama juga sebenarnya aku kehabisan ide untuk memberi permainan edukatif pada anakku, dan kebetulan sekali beberapa waktu yang lalu, melalui Komunitas Emak Blogger (KEB), aku diberi kesempatan untuk ikut event Online Gathering bareng Paddle Pop Indonesia dan Jakarta Aquarium serta mengajak anak-anak untuk nonton "Seaventure" melalui zoom, dalam rangka World Play Day 2021 yang ditetapkan pada tanggal 28 Mei.




Wooww...tentunya anakku senang banget dong saat aku ceritakan tentang event ini, karena dia berfikir sambil nonton bisa sambil makan Ice Cream Paddle Pop favoritnya, hehe.

Tapi setelah aku jelaskan tentang kegiatan di online gathering tersebut, malah dia lebih excited lagi. Karena didepannya sudah tersedia box berisi beberapa bahan-bahan untuk membuat tabung oxygen dan sudah dilengkapi dengan kacamata menyelam dari karton bergambar, serta petunjuk cara pembuatannya.

"Waahhh….aku udah gak sabar nih mah," ucapnya….hehehe. Hhmm….akhirnya hal yang aku rindukan bermain sambil belajar bareng anak bisa tercapai. Selalu ada jalan memang kalau kita berharap yang terbaik untuk anak-anak, karena selama masa pandemi ini, anakku udah terlalu sering bermain gadget, dan aku sudah mulai resah akan hal itu.

Nah pasti kalian pun penasaran dong, seperti apa sih tontonan di Seaventure itu?

Seaventure adalah petualangan wisata dunia bawah laut, yang bisa kita akses secara virtual melalui website Paddlepop. Nah kegiatan ini merupakan kerjasama antara Paddle Pop Indonesia dan Jakarta Aquarium, yang di dalamnya ada berbagai macam tontonan menarik, mulai dari mengenal tentang Biota bawah laut, serta mencari tahu fakta unik dari setiap biota yang ada di laut, serta pertunjukan putri duyung dan kisahnya.




Pokoknya seru banget deh mam, aku pun ikut menikmati semua aktivitasnya. Tapi sebelum menonton, anak-anak diajak untuk membuat kreatifitas dari alat-alat yang dikirimkan sebelumnya, yaitu berupa :

  • 2 buah botol minum plastik ukuran 1 ltr
  • Tali panjang ukuran 50cm
  • Kain planel warna hitam
  • Lem atau perekat
  • Solasi hitam ukuran kecil
  • Pylox warna silver
  • 2 Stiker Seaventure
  • Kacamata menyelam dari karton bergambar
  • Tali karet untuk kacamata
  • Pentunjuk untuk cara pembuatan tabung oxygen dan kacamatanya
  • Botol berisi kode unik untuk menonton Seaventure yang bisa di akses 3 kali

Nah dengan dibantu papanya, akhirnya tabung oxygen ala ala serta kacamata menyelamnya sudah jadi.




Cara buatnya mudah banget ko mam, namun sebelumnya botol plastik harus di warnai dulu menggunakan pylox, agar bisa dikeringkan terlebih dahulu. Lalu mulai lah proses membuat dengan mengikuti petunjuknya.

Tapi berhubung anakku badannya besar, akhirnya botol plastik yang sudah dikirim pihak Paddle Pop, aku ganti dengan botol bekas air mineral ukuran 1 ltr, agar bisa menyesuaikan dengan ukuran badan anakku kan.

Jujur saja, awalnya aku khawatir anakku gak mau pakai peralatan itu sambil nonton seaventure tersebut, tapi ternyata anakku malah senang, karena merasa peralatannya itu hasil karyanya sendiri….aahhh Alhamdulillah, jadi semakin menambah keseruan petualangannya kan, dan anakku sangat menikmatinya.




Oke setelah selesai menonton, kemudian giliran orangtua yang diberi asupan materi dari para narasumber yang hadir di event tersebut, salah satunya yaitu Vera Itabiliana, sebagai Psikolog Anak dan Remaja, yang menjelaskan tentang betapa pentingnya bermain bagi anak-anak, dan orangtua juga diharapkan terlibat dalam permainannya.



Jadi kita tidak dianjurkan untuk membatasi anak ketika sedang bermain, justru malah seharusnya kita ikut terlibat dalam permainan yang mereka ciptakan, agar mereka tidak mudah bosan dan semakin bisa mengikuti bermain sambil belajar yang kita terapkan. Yaahh contohnya seperti menonton Seaventure tersebut, sambil melakukan kreativitas seperti membuat tabung oxygen. 

Dan kita tidak perlu bingung kalau dirumah bahan-bahannya terbatas, hal ini dijelaskan dan dicontohkan juga oleh Diana Rikasari seorang Fashion Designer yang berpengalaman melalui hobbynya membuat karya-karya unik dari bahan-bahan seadanya dirumah. Sebagai contohnya, beliau membuat tabung oxygen tersebut dari cup air minum plastik bekas minuman bobba ukuran Large.

Waahh ide kreatifnya selalu ada ya mam, jadi tidak ada alasan kekurangan bahan saat kita mau melakukan kreatifitas dan gak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, sudah pasti anak pun akan tetap happy. Dari pada membeli permainan yang mahal lebih baik uangnya kita gunakan untuk membeli Ice Cream Paddle Pop yang tersedia di mini market terdekat saja.




Dengan hanya membeli 4 macam Paddle pop varian apa saja, lalu dapatkan kode unik untuk akses menonton Seaventure melalui Website Paddle Pop.
Promo ini berlaku dari mulai bulan April sampai akhir Juni loh mam, jadi jangan sampe terlewat yah kalau mam ingin mengajak anaknya untuk belajar wisata bawah laut.

Tapi jangan sedih ya mam, untuk promo berikutnya, akan ada wisata Antariksa, yaitu Liburan ke Planet Mochi….huuwaaawww sepertinya akan lebih seru lagi yaahhh dan wawasan anak-anak pun akan semakin bertambah.






Jumat, 04 Juni 2021

Edukasi Dini Tentang Menjaga Kebersihan Dan Kesehatan Vagina Saat Menstruasi

Menjaga kesehatan seluruh anggota tubuh itu harus di niatkan dari diri kita sendiri, kalau ingin sehat tentunya kita harus aware dengan kebersihannya. Dengan kita rajin mencuci tangan saja, sudah merupakan awal dari menjaga kebersihan kan. Juga dengan hanya rajin mencuci tangan saja sudah merupakan upaya kita dalam mencegah kuman, bakteri dan berbagai macam virus masuk ke dalam tubuh kita.

Tapi tentunya menjaga kebersihan tidak terbatas dari hanya mencuci tangan saja yah, sebagai orang dewasa tentunya kita tahu apa saja sih yang harus kita lakukan jika kita ingin hidup lebih sehat dan bersih. Dan melalui apa saja sumber penyakit akan muncul, jika kita lalai terhadap kebersihan anggota tubuh kita.

Nah untuk itu, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk segera memberikan masukan atau mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan anggota tubuh, kepada anak-anak. Dan pada tulisanku kali ini, aku akan lebih spesifik membahas tentang kebersihan dan kesehatan vagina saat menstruasi.

Dalam membahas tentang kesehatan dan kebersihan vagina ini, tentunya kita harus paham terlebih dahulu, mengenai apa saja sih hal terpenting yang harus kita lakukan untuk menjaga kebersihan area vagina. Karena jika kita salah dalam memberikan informasinya, maka anak pun akan salah mengartikannya, dan pengertian yang salah tersebut, akan terus tertanam sampai dia dewasa nanti.

Nah beruntungnya aku, ketika mendapat undangan dari Mom Blogger Community, untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Betadine Indonesia, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia, yang diikuti oleh 1000 perempuan Indonesia.





Kegiatan penyelenggaraan webinar ini, dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Menstruasi yang ditetapkan pada tanggal 28 Oktober 2021, dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM).

Dan bersamaan dengan ini, Mundipharma Indonesia juga meluncurkan kampanye #YangIdeal yaitu kampanye edukatif, dengan mengajak perempuan Indonesia untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan.

Nah untuk memperjelas pernyataan diatas, dalam event webinar ini, ada beberapa narasumber yang hadir, yaitu :
  1. Dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid sebagai Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
  2. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH sebagai Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI)
  3. Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indoensia Wilayah Jakarta
  4. Mada Shinta Dewi sebagai Country Manager Mundipharma Indonesia

Menurut ibu Mada Shinta Dewi, mengenai edukasi pentingnya kesadaran akan kebersihan dan kesehatan saat menstruasi ini, Mundipharma Indonesia senantiasa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, baik secara langsung kepada masyarakat atau melalui tenaga kesehatan.

Dan untuk mewujudkannya, maka Mundipharma Indonesia pun bermitra dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Gerakan Masyarakat (Germas) sejak dari tahun 2017. Ada berbagai macam rangkaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan area kewanitaan dan pada saat menstruasi terutama pada remaja putri.

Upaya ini dilakukan karena, menurut informasi yang diperoleh, ternyata pada tahun 2015, kesadaran masyarakat mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Indonesia masih rendah, bahkan hanya ada 5 dari 10 remaja putri di Indonesia, yang tahu tentang apa yang harus dilakukan pada saat mengalami menstruasi pertama kali.

Mendengar soal itu, tentunya jelas dong bagi kita sebagai orangtua pun akan merasa tertantang untuk menjelaskan kepada anak perempuan kita, tentang informasi yang benar dan tepat mengenai kesehatan area kewanitaan terutama pada saat menstruasi.

Penjelasan Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH sebagai Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) 

Menstruasi merupakan periode keluarnya darah dari organ intim setiap perempuan selama beberapa hari, normalnya yaitu 3 sampai 7 hari setiap bulannya. Biasanya dalam satu periode jaraknya sekitar 28 hari sekali atau 21-35 hari. Proses ini sangat normal terjadi pada setiap perempuan, yang menandakan bahwa perempuan tersebut sudah siap untuk bereproduksi (memiliki anak), karena haid didahului oleh proses matangnya sel telur yang siap dibuahi.

Darah yang dikeluarkan merupakan lapisan dalam rongga Rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur yang sudah dibuahi, dan selanjutnya sel telur tersebut akan berkembang menjadi janin. Tapi proses ini sangat normal dan sehat yah, asalkan darah yang keluar tidak terlalu banyak dan dalam periode yang normal serta tidak mengganggu kesehatan.

Namun dalam hal ini kita juga harus menjaga kebersihannya melalui Manajemen Kebersihan Menstruasi, seperti :
  1. Pengelolaan kebersihan dan kesehatan pada saat mengalami menstruasi
  2. Harus menggunakan pembalut yang bersih, dan harus diganti sesering mungkin selama periode menstruasi
  3. Pada saat membersihkan, harus melalui akses toilet, sabun dan air yang bersih serta dapat terjaga privasinya
  4. Dan akses pembuangan pembalutnya juga tidak boleh sembarangan, karena pembalut bisa menjadi tepat bakteri berkembang biak.
Apabila kita tidak menjaga kebersihannya dengan baik, maka akan mengakibatkan masalah kesehatan pada Infeksi Saluran Reproduksi, Infeksi Saluran Kemih, Infeksi Jamur serta meningkatkan resiko Kanker Serviks.





Untuk itu dibawah ini, ada beberapa cara yang harus dilakukan selama masa haid berlangsung, yaitu:
  1. Cuci bersih pembalut yang sudah dipakai, dan masukan ke dalam kantong plastik
  2. Lalu buang langsung plastik berisi pembalut yang sudah dibersihkan ke tempat sampah
  3. Apabila memakai pembalut yang bisa dipakai ulang, cuci pembalut tersebut sampai bersih
  4. Sebaiknya ganti pembalut setiap 4-5 jam sekali
  5. Mandi 2 hari sekali untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh
  6. Selalu mencuci tangan pakai sabun, di air yang mengalir, sebelum dan sesudah mengganti pembalut
  7. Pastikan airnya bersih atau tidak ada kotorannya
  8. Cara membersihkan organ intimnya juga harus dari depan ke belakang, yaitu dari arah saluran kemih ke arah anus, karena area anus ini adalah area yang paling kotor yang bisa mengandung bakteri.

Dan jika salah cara membersihkannya, maka bakteri dari anus akan masuk ke vagina yang saat itu sedang mengeluarkan darah, dan pada saat itulah bakteri akan berkembang biak, sehingga menyebabkan infeksi pada vagina bahkan pada saluran kemih atau yang disebut infeksi saluran kemih.

Jika ingin bisa lebih bersih lagi, pada saat membersihkan vagina, kita bisa menggunakan cairan pembersih vagina yang sesuai dengan pH normal vagina kita yaitu diantara 3.5 – 4.5, untuk itu gunakan lah cairan pembersih vagina yang sesuai dengan angka pH normal tersebut.

Usahakan jangan sampai menggunakan air sabun untuk badan yah, karena pHnya tinggi, yaitu diatas 7. Hal tersebut kemungkinan bisa menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina, bahkan parahnya bisa menyebabkan infeksi vagina.

Lalu bagaimana cara menjelaskan informasi mengenai MKM kepada remaja putri kita sendiri?

Penjelasan Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta

Dalam hal menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan kita saat akan atau sudah mengalami menstruasi, adalah hal yang sangat penting, dan wajibnya sumber info tentang hal tersebut yaitu dari ibunya sendiri. Karena yang perlu kita ingat, bahwa memberikan info tentang menstruasi ini bukan lah hal yang tabu yah.

Jadi para remaja memang harus tahu info detailnya dari sejak dini, untuk itulah kita sebagai orangtua pun harus paham terlebih dahulu tentang menstruasi, agar penyampaian infonya tidak disalah artikan oleh anak perempuannya. Karena menurut data yang diketahui, ternyata masih banyak para remaja yang malu ketika sedang menstruasi, bahkan sampai ada yang tidak mau masuk sekolah.

Nah oleh sebab itu, jika kita paham dan dapat meluangkan waktu untuk menjelaskan secara detail pada mereka, maka efeknya akan dapat menimbulkan beberapa hal positif seperti :
  1. Kesehatan reproduksi remaja secara umum akan jauh lebih baik, karena kebersihannya akan selalu dijaga, lalu dapat menjaga diri dari hal-hal yang negatif untuk dirinya
  2. Jika mereka tahu lebih detail mengenai organ intim wanita, maka akan terhindar dari hubungan seksual pertama atau dapat terhindar dari hubungan seksual di usia remaja
  3. Dapat mengurangi resiko masalah kesehatan mental terkait seksualitas
  4. Dapat mempererat hubungan antara ibu dan anak perempuannya

Lalu ada 7 tips cara bicara tentang menstruasi pada anak, yaitu :

  1. Ibu adalah sumber informasi yang paling diharapkan tentang menstruasi oleh anak perempuannya. Untuk itu ibu perlu membekali diri dengan pemahanan yang tepat tentang menstruasi. Ibu juga harus paham mengenai MITOS dan FAKTA seputar menstruasi, dan lakukan dengan cara berkomunikasi yang benar, jelas dan mudah dipahami anak
  2. Bicara menstruasi itu tidak tabu, karena hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan reproduksi perempuan generasi penerus bangsa
  3. Lakukan pembicaraan tentang menstruasi ini secara berulang kali, sampai anak benar-benar paham, biasanya dilakukan sejak ada tanda-tanda pubertas, dan sesuaikan pembicaraan dengan usianya
  4. Usahakan bersikap positif pada saat berbicara menstruasi, karena isu isu pubertas atau menstruasi merupakan topik yang sensitif buat remaja
  5. Lakukan teknik bertanya terlebih dahulu pada anak mengenai lingkungan pertemanannya yang sudah mengalami menstruasi
  6. Lalu ketika anak mulai merespon, kita bisa menjelaskan secara detail, mulai dari cara memakai pembalut, fungsi dari berbagai macam pembalut, baik yang sekali pakai atau yang bisa dipakai ulang. Bisa sambil menyelipkan penjelasan tentang gambar organ rahim, lalu jelaskan fungsi-fungsinya seperti yang sudah dipaparkan oleh dr. Dwiana Ocvianty
  7. Lakukan penjelasan tentang mentruasi ini kepada anak laki-laki juga yah, tujuannya adalah agar anak laki-laki bisa mengerti dan menghargai teman perempuannya yang sedang mengalami mentruasi.

Penjelasan dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid sebagai Kepala Bidang P2P, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta

Informasi dari dr. Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam memberikan edukasi kepada para remaja Indonesia, sudah tercantum pada Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2014 tentang kesehatan Reproduksi.





Dimana dalam peraturan tersebut tercantum pasal-pasal yang menjelaskan tentang adanya pelayanan kesehatan dari pemerintah, terkait tentang kesehatan reproduksi remaja di Indonesia.

Adapun beberapa programnya yaitu :
  • Program UKS, yaitu Usaha Kesehatan Sekolah yang merupakan kolaborasi sekolah dengan puskesmas, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat di sekolah
  • Program Posyandu Remaja, yaitu Pos Pelayanan Terpadu Remaja yang merupakan sebuah wadah atau Pos Kesehatan Remaja yang memfasilitasi para remaja untuk memahami seluk beluk remaja selama masa pubertas
  • Program Aku Bangga Aku Tahu, yaitu Kegiatan penyuluhan yang rutin dilakukan ke setiap sekolah, untuk memberikan informasi terkait kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual
  • Program Vaksinasi HPV, yaitu salah satu pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah, dengan sasaran anak kelas 5 dan 6 SD, untuk mengurangi resiko kanker serviks.

Baiklah kesimpulannya, sangat lah wajar bagi kita para orang tua memberikan informasi yang lengkap kepada anak-anak terutama anak perempuan sejak dini, atau pada saat anak sudah mulai menunjukan tanda-tanda pubertas.

So yah....melalui tulisanku ini, semoga para pembaca setiaku akan mendapat tambahan ilmu yang lebih jelas dan tepat, mengenai kesehatan dan kebersihan reproduksi pada saat menstruasi.

Rangkaian Lengkap Untuk menjaga Kesehatan & Kebersihan Area Kewanitaan melalui Betadine Feminin Care

Berkaitan dengan informasi tentang kesehatan dan kebersihan area kewanitaan diatas, dalam hal ini ada penjelasan juga tentang cairan pembersih yang baik dan sesuai dengan pH wanita Indonesia, yang dijelaskan oleh Adi Prabowo sebagai Head Of Marketing Digital & E-Commerce Mundipharma Indonesia.

Dalam hal ini, Betadine Feminine Care hadir sebagai sahabatnya wanita, yang dapat memberikan rangkaian yang lengkap untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan, mulai dari menjaga kebersihan sehari-hari (Daily Protection), pada saat menstruasi (Red Days), pada saat memiliki gejala infeksi (Infection), dan juga pada saat kita berada diluar rumah (On The Go).





Berikut adalah kandungan dan fungsi dari rangkaian Betadine Feminine Care :

Betadine Feminine Wash Foam & Natural (untuk sehari-hari), mengandung bahan alami Daun Sirih, Prebiotics, pH sudah seimbang yang disesuaikan dengan pH di area kewanitaan, Paraben Free, teruji secara Hypoallergenic, dan sudah melalui tes Gynaecologically.

Betadine Feminine Hygiene (untuk gejala infeksi), mengandung Antiseptik PVPI 10%, mengatasi gejala infeksi seperti keputihan, iritasi ringan, bau tidak sedap dan gatal

Betadine Vaginal Douche (saat terjadi infeksi), mengandung Antiseptik PVPI 10%, harus konsultasi dengan dokter

Betadine Feminine Wipes (untuk traveling), mengandung pH Balance+Prebiotic, Hypoallergenic, Gynaecologically tested, Flushable dan Biodegrable

Untuk info lebih detail tentang harga dari rangkaian produk  Betadine Feminine Care bisa cek melalui Shopee