Kamis, 14 November 2019

Anak Milenial Harus Tahu Makanan Sehat Ala Generasi Cerdas

Hallo semua...

Aku punya seruan menarik atau info menarik tentang makanan sehat yang harus banget diketahui para anak milenial nih.

Loh kenapa dikhususkan untuk anak milenial saja, kan para orang tua juga harus tahu dong, agar bisa menyiapkan infonya ke anak cucu mereka yang pastinya punya anak-anak milenial juga.

Pastinya dong, seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan usia, harus tahu info penting, tentang makanan, minuman dan obat-obatan yang beredar di masyarakat, baik secara online mau offline.

Memanfaatkan situs online dengan cerdas (dok.pri)

Namun dalam hal ini, kenapa event yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Obat Dan Makanan beberapa waktu yang lalu, dikhususkan untuk anak-anak milenial?

Karena saat ini adalah jamannya mereka, jaman dimana segala macam yang mereka butuhkan termasuk makanan, minuman dan obat2an, dijual dengan sangat praktis dan mudah.

Untuk itulah sebagai milenial yang cerdas, harus tahu lebih banyak tentang info-info penting apa saja, yang akan selalu disampaikan oleh pemerintah Indonesia saat ini.

Khususnya adalah info seputar kesehatan dan lingkungan, yang akan menentukan masa depan para generasi penerus bangsa, jadi jangan sampai hanya karena salah memilih makanan yang baik, maka masa depan mereka akan terancam.

Disini aku tidak bermaksud untuk menakut-nakuti loh yah, karena memang dijaman yang serba canggih, praktis, mudah dan cepat ini, segala sesuatu yang dibutuhkan, baik itu produk makanan, minuman, dan obat-obat sangat mudah di dapatkan.

Karena kebanyakan masyarakat jaman sekarang lebih memilih membeli kebutuhan hidupnya secara online. Nah biasanya kalo beli melalui online, otomatis kita tidak bisa langsung memilih untuk memastikan apakah kondisi kemasan atau kualitas barangnya masih dalam keadaan baik atau bagus, iya kan.

Dan pastinya kita juga ga bisa memeriksa dengan detail, tentang tanggal kadaluarsa dan legalitas barangnya. Oleh karenanya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), merasa perlu memberikan penjelasan kepada mereka para milenial atau masyarakat luas, tentang perlunya pengecekan sebelum membeli produk berupa makanan, minuman dan obat-obatan.

Tepatnya di tanggal 9 November 2019, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan event yang secara langsung melibatkan atau mengundang para milenial dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta.

Dalam event ini telah hadir sebagai pembicara, Dr. Ir. Penny K. Lukito selaku Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan dan Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, Mcs, selaku Guru Besar IPB.

Ibu Penny K. Lukito dan Bapak Purwiyatno Hariyadi (dok.@CoretanMasDede)

Melalui penjelasan ibu Penny, bahwa saat ini BPOM telah menjalin kerjasama dengan para Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), dan juga beberapa Marketplace seperti Bukalapak, Halodoc, Klik Dokter, Grab dan Gojek.
Dimana tujuan kerjasama ini adalah untuk melatarbelakangi hasil pengawasan Badan POM melalui Team Cyber Patrol.

Team Cyber Patroli disini bertugas memberikan informasi, bahwa ada banyak produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan, seperti manfaat, kualitas dan mutunya.

Serta banyak diperjualbelikan di berbagai platform Marketplace yang kini banyak beredar di masyarakat luas. Bentuk kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan keefektifan pengawasan terhadap keamanan, kualitas dan mutu produk-produk yang beredar secara online.

Tujuannya, agar seluruh lapisan masyarakat terhindar dari produk-produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan dan tentunya sangat beresiko pada kesehatan masyarakat.

Upaya yang dilakukan BPOM saat ini adalah dengan melakukan terobosan melalui pemanfaatan Teknologi informasi yaitu penerapan 2D Barcode.

Apa sih yang disebut 2D Barcode?

Sebelum menjelaskan sistem 2D Barcode tersebut, aku akan menjelaskan berlebih dahulu, bahwa Ada banyak pihak yang diuntungkan dengan adanya sistem 2D Barcode ini, yaitu :

Lapisan Masyarakat
Manfaat dalam hal ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat terkait akses informasi legalitas produk. 

Pelaku Usaha
Bermanfaat untuk menghindarkan pemalsuan

Badan POM
Bagi BPOM sebagai lembaga pengawas, tentunya dapat mudahkan dalam operasional pengawasan.

Nah jadi sudah bisa dibayangkan bukan, seperti apa sih sistem 2D Barcode ini.

Jadi dengan melakukan Scan Barcode melalui aplikasi BPOM Mobile, yang pernah aku bahas didalam tulisanku beberapa waktu yang lalu, maka para konsumen akan merasa terbantukan, untuk bisa langsung memastikan keamanan atau legalitas produk Obat dan Makanan.



Dalam hal ini, aku sendiri sebagai bagian dari masyarakat yang masih awam terhadap legalitas Obat Dan Makanan, tentunya akan jauh merasa lebih tenang dengan adanya aplikasi tersebut.
Karena sebelum terlanjur membeli kita bisa melakukan "Cek Klik" terlebih dahulu, untuk mengetahui Cek Kemasan, Label, Ijin Edar, dan masa Kadaluwarsa produk.

Dan BPOM pun menghimbau, jika masyarakat mendengar atau mendapatkan berita-berita tentang produk obat dan makanan yang berbahaya, tapi belum jelas kebenarannya, diharapkan seluruh lapisan masyarakat, terutama anak-anak milenial, bisa melaporkan dengan menghubungi Badan POM melalui Halo BPOM di nomor 1500533.

Selain itu, kita juga bisa menghubungi platform media sosial di akun Official Badan POM, seperti Twitter, Instagram dan Facebook.

Nah baik lah dengan adanya perhatian dari lembaga pemerintah seperti ini, apakah kita sebagai masyarakat yang cerdas tidak ingin bergerak untuk melakukan kebiasaan baru atau mulai bertindak untuk melakukan pengecekkan, yang sangat mudah dilakukan tersebut.

Kapan pun dan dimana pun kita berada saat ini, kita sudah harus aware terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat. Baiklah semoga info ini berguna untuk kita semua, dan dapat dilakukan sebagaimana mestinya.




0 komentar:

Posting Komentar