Selasa, 26 November 2019

Industri Halal Jadi Sorotan Utama CIMB Niaga Syariah Untuk Mengembangkan Produk Halalnya

Dijaman indrusti 4.0 ini, ternyata bukan hanya teknologi canggih saja yang sedang di gandrungi manusia-manusia jaman now. Aku sebut “manusia jaman now” karena menurutku, bukan hanya anak muda jaman now saja yang pemikirannnya sedang berkembang, tapi juga orangtua jaman now yang terlahir dari angkatan Gen X.

Orangtua jaman now, yang selalu mengikuti perkembangan teknologi (dok.pri)

Aku sendiri termasuk manusia yang terlahir dari angkatan Gen X, merasa harus selalu mengikuti perkembangan jamannya, termasuk mengikuti perkembangan produk-produk halal yang saat ini semakin dikembangkan. Tapi bukan berarti dulu aku tidak pernah aware dengan produk halal yang aku konsumsi loh yah, namun sekarang ini bukan hanya produk makanan dan minuman saja yang harus dipastikan kehalalannya.

Ada banyak produk-produk lainnya, yang lebih memfokuskan pada konsep kehalalannya, agar bisa masuk ke dalam konsumsi masyarakat jaman sekarang. Misalnya seperti produk kosmetik,fashion, bahkan halal traveling pun ada. Karena sejatinya, pada saat ini masyarakat Indonesia sedang banyak melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih religious atau lebih tepatnya Hijrah.

Direktur dan Narasumber CIMB Niaga Syariah (dok.pri)

Nah untuk itu lah Direktur Syariah Banking Panjdi P. Dajajanegara mengemukakan alasannya, saat aku temui dalam event Media Training & Gathering tentang Perbankan Syariah, di Hotel The Alana, Sentul City, Bogor.

Beliau mengatakan bahwa “Adanya potensi pasar industri halal di Indonesia yang semakin berkembang, dan itu merupakan peluang yang besar untuk produk perbankan syariah, namun sayangnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Nah untuk itu, maka strategi yang tepat untuk meraih pasar tersebut adalah melalui komunitas muslim di Indonesia”.

Industri 4.0 Menjadi Muslim 4.0

Dengan adanya perubahan kebiasaan masyarakat atau lebih bisa disebut hijrahnya masyarakan muslim di Indonesia, maka hal ini mendorong para pengusaha untuk memanfaatkan peluang bisnisnya kearah yang lebih religious.

Anak muda dan mama muda yang saling bersinerji mengikuti perkembangan jaman (dok.pri)

Dimana peluang tersebut juga pastinya akan dimanfaatkan sebagaimana mungkin oleh perbankan syariah. Dan hal tersebut juga tidak luput dari perhatian bank CIMB Niaga Syariah yang telah menghadirkan berbagai produk dan layanannya. 

Salah satunya yaitu aplikasi Digital Banking yang lengkap, seperti Go Mobile yang memberikan kemudahan transaksi perbankan syariah, termasuk membayar zakat, infak, shadaqah dan wakaf melalui QR Code.

Dengan penerapan strategi ini, akhirnya dapat meningkatkan kinerja CIMB Niaga Syariah. Sehingga pada tanggal 30 September 2019, CIMB Niaga Syariah berhasil Membukukan laba sebesar Rp. 848,85 milliar atau naik menjadi 62,1%.

Kemudian kinerja positif ini juga berhasil meningkatkan asset CIMB Niaga Syariah menjadi Rp. 36,98 Trilliun atau naik 18,5% Year-On-Year (Y-O-Y). Dan kemudian bapak Pandji pun berharap,” bahwa kedepannya semoga peran CIMB Niaga Syariah dapat lebih mengembangkan industry halal di Indonesia.” 

Sesuai dengan visinya yaitu menjadi salah satu pelaku perbankan dengan menggunakan sistem Syariah, namun tetap terkemuka dan regional, yang mempunyai ciri khas sendiri dalam memberikan layanan, proses dan sumber daya manusia.

Sejarah CIMB Niaga

Pada awal mula berdirinya CIMB Niaga yaitu pada tanggal 26 September 1955, dengan nama Bank Niaga. Pada saat itu fokus utamanya adalah membangun nilai-nilai inti dan profesionalisme di bidang perbankan.

Dokumen foto google

Lalu pada tahun 1987, Bank Niaga membedakan dirinya dari para pesaing di pasar domestik dengan memberikan penawaran kepada para nasabahnya untuk memberi layanan perbankan melalui mesin ATM di Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya teknologi di Indonesia dan semakin akrabnya kepemimpinan perbankan Indonesia dengan teknologi terkini, maka pada tahun 1991, Bank Niaga resmi menjadi yang pertama dalam memberikan layanan perbankan melalui online.

Kemudian pada bulan Mei 2008, Bank Niaga merubah namanya lagi menjadi CIMB Niaga. Karena merupakan penggabungan dari 2 nama pemegang saham yaitu CIMB Group dan Lippobank pada bulan Juni 2008.

Penggabungan 2 nama ini merupakan lompatan yang besar di dunia perbankan Asia Tenggara. Lalu penggabungan ini menjadikan Bank CIMB Niaga menjadi bank ke 5 terbesar yang memiliki aset, pendanaan, kredit dan meluasnya jaringan. 

Sedangkan CIMB Niaga Syariah merupakan salah satu unit usaha khusus dan sebagai solusi CIMB Niaga untuk perkembangan Syariah Banking Bussines di Indonesia. Selain itu juga untuk memenuhi permintaan para nasabah yang menginginkan transaksi perbankan secara hukum syariah.

Namun CIMB Niaga syariah tetap menerapkan konsep modern, serta menggunakan teknologi terbaru dan canggih. Agar memudahkan para nasabah untuk bertransaksi secara aman, dan nyaman dan terpercaya.

Demikian informasi yang bisa aku berikan mengenai CIMB Niaga Syariah, semoga informasi ini bermanfaat untuk para pembaca semua.





0 komentar:

Posting Komentar