Sabtu, 25 Mei 2019

Jangan Takut Berzakat Untuk Sucikan Harta Dan Jiwa Kita

Assalamuallaikum Ukhti Dan Akhi…

Bagaimana kabar puasa Ramadannya tahun ini, semoga selalu diberi kelancaran dan kesehatan yah. Alhamdulillah sampai dengan hari ini puasaku juga lancar, dan belum bolong. Alhamdulillah juga masih diberi rejeki sehat dan rejeki-rejeki lainnya untuk menikmati puasa tahun ini. Agar rejekinya tambah berkah, maka Jangan Takut Berzakat di bulan Ramadan yang suci ini. 

Jangan Takut Berzakat (dok.pri)

Baiklah Ukhti dan Akhi semua yang saya cintai dan hormati, dalam tulisan ini aku mau menyampaikan informasi penting yang harus kita ketahui tentang berzakat. Seperti sudah kita ketahui, kewajiban membayar itu kan Zakat rukun islam yang ke empat, dan hukumnya wajib bagi umat islam dari berbagai kalangan usia. Jadi bagi kita yang mempunyai penghasilan tentunya Jangan Takut Berzakat dong yah.

Kenapa aku katakan untuk Jangan Takut Berzakat


Alasannya karena selain hukumnya wajib, Zakat juga bertujuan untuk mensucikan diri bagi kita dari ucapan-ucapan yang kotor dan perbuatan yang tidak baik yang tentu saja baik secara sengaja ataupun tidak disengaja pernah kita lakukan. Selain itu juga dengan berzakat, maka kita secara langsung telah membagi kebahagiaan kita kepada orang-orang miskin atau kaum duafa, untuk mencukupi kebutuhan mereka pada hari raya Idul Fitri.

Jadi di hari kemenangan umat islam tersebut, semua orang bisa merasakan kebahagiaan yang kita rasakan juga. Nah oleh karena itu pula lah, kampanye "Jangan Takut Berzakat" ini menjadi salah satu program yag dibuat oleh Dompet Dhuafa yang akan selalu peduli kepada kegiatan filantropis (humanitarian).

Jangan Takut Berzakat (dok.pri)

Ada banyak program yang sudah dibuat oleh Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropis islam, yang dananya bersumber dari ZISWAF atau Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf. Didalam blog aku ini juga sudah ada beberapa tulisanku tentang program-program Dompet Dhuafa lainnya.
Dan sekarang tulisan ini lebih mengarah pada program Dompet Dhuafa di bulan Ramadan ini, yaitu mengenai kampanye Jangan Takut Berzakat.

Beberapa tahun yang lalu, sebelum aku mempunyai tanggung jawab sendiri untuk membayar zakat, pengetahuan aku tentang zakat sangat minim sekali. Yang aku tahu hanya sebatas tentang Zakat Fitrah saja atau zakat yang dibayarkan hanya satu tahun sekali, pada bulan Ramadan. Namun ternyata setelah aku mulai bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, sedikit demi sedikit aku mulai paham. 

Pengetuahuanku tentang berzakat semakin bertambah lagi setelah aku menikah dan sampai saat ini. Pada saat pertama kali membayar zakat, orangtua ku menjelaskan bahwa zakat itu ada 2 macam, yaitu : Zakat Fitrah dan Zakat Mal.

Dan setelah aku memahami tentang pengertian dari kedua jenis zakat tersebut, aku jadi teringat pada masa lalu. Tepatnya ketika aku masih SD, kedua orangtuaku selain membayar zakat fitrah melalui pak RT di daerah rumahku, mereka juga memberi sedekah kepada anak yatim atau orang yang membutuhkan lainnya berupa pakaian dan uang.

Dan ternyata setelah dijelaskan lebih detail, aku semakin paham bahwa memberi zakat lainnya selain kewajiban membayar zakat fitrah yaitu membayar Zakat Mal. Nah sekarang aku mau menjelaskan tentang kedua macam Zakat tersebut yah.

Namun apabila ada salah kata atau kalimat dalam menjelaskan pengertian tentang kedua zakat tersebut, dengan senang hati aku menerima koreksi dari para pembaca tulisan ini, melalui kolom komentar yang berada dibawah tulisan ini yah. 

Tentang Zakat Fitrah

Zakat Fitrah merupakan kewajiban untuk semua umat muslim baik laki-laki ataupun perempuan dari berbagai kalangan usia, mulai dari usia balita, remaja, dewasa sampai usia tua. Ada pun syarat orang yang membayar zakat adalah beragama islam, dan sudah mempunyai penghasilan sendiri.

Tujuan agar kita membayar Zakat Fitrah ini adalah untuk menzakati diri kita atau jiwa kita sendiri, bukan harta atau pendapatan kita, dan hukumnya adalah wajib’ain. Waktu saat pembayaran zakat fitrah ini adalah setiap satu tahun sekali, yang dilaksanakan pada setiap bulan Ramadan atau sebelum hari Idul Fitri tiba.

Lebih tepatnya mulai dari tanggal 1 bulan Ramadan sampai hari terakhir bulan Ramadan. Jika baru dibayarkan pada tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri hari pertama, maka hukumnya haram atau tidak sah. 

Zakat yang dibayarkan bisa berupa makanan pokok misalnya seperti beras, yang dihitung sebanyak 3,1 liter atau 2.5 kg untuk 1 hari. Atau tergantung dari kebiasaan masyarakat ditempat tinggalnya masing-masing. Bisa juga dibayar dengan menggunakan uang yang dihitung sesuai dengan harga beras per liternya pada saat itu.

Orang yang wajib membayar zakat fitrah ini adalah untuk diri kita sendiri, jika belum berkeluarga tapi sudah mempunyai penghasilan dan jika sudah berkeluarga maka yang wajib membayar zakat fitrah yaitu kepala keluarga dan semua tanggungannya yaitu : Istri, anak, ibu, bapak dan mertuanya (bila tinggal satu rumah) dan juga pembantu.

Tentang Zakat Mal atau Harta

Zakat Mal atau Zakat Harga merupakan bagian dari harta kekayaan seseorang yang wajib dikeluarkan atau diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya setelah mencapai nisab dan waktu tertentu.

Tujuannya adalah untuk menambah keberkahan dari harta yang dimilikinya dan juga sekaligus mensucikan dirinya. Dengan begitu makan In Sha Allah kita akan memperoleh rahmat dari Allah SWT. 

Oleh karenanya bagi orang-orang yang sudah memahami tentang Zakat Mal ini, dan mereka mempunyai kadar harta tertentu, maka mereka akan menyisihkan sebagian hartanya untuk dikeluarkan dan dibagikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Nah salah satu contohnya sudah aku jelaskan diatas tentang pengalaman Almarhum bapak aku sendiri, yang sering memberi zakat Mal ini kepada anak yatim atau orang yang membutuhkan. Kemudian selain bapakku juga ada salah satu anggota keluarga dari bapakku yaitu Om atau paman aku sendiri, juga sering melakukan hal yang sama.

Setiap mau menjelang hari Idul Fitri, beliau pasti akan membagi-bagikan sebagian dari rejekinya, yang sudah dihitung sesuai dengan kadar harta yang dimilikinya juga.

Nah kedua tauladan yang sudah dilakukan oleh Almarhum bapakku dan pamanku merupakan hal yang patut kita contoh, karena bagi setiap orang islam atau muslim yang hartanya telah mencapai nisab serta memenuhi syarat zakat, maka hukumnya Fardu’ain atau wajib untuk mengeluarkan zakat hartanya.

Namun apabila seseorang tidak mengeluarkan zakat untuk hartanya, maka orang tersebut akan dianggap sebagai orang kafir atau dianggap memberontak terhadap hukum Allah SWT. Naudzubillah min zalik, semoga kita selalu dijauhkan dari sifat-sifat seperti itu dan semoga kita akan selalu diingatkan untuk membayar segala kewajiban-kewajiban yang harus kita taati yah termasuk dalam membayar zakat.

Apa saja sih harta-harta yang wajib di zakati? 

Adapun harta-harta yang wajib kita zakati adalah berupa benda-benda mati atau hidup seperti Binatang Ternak, Tumbuhan atau biji-bijian, Uang hasil usaha perdagangan, Emas yang dijadikan tabungan atau simpanan serta barang berharga lainnya.

Dan syarat untuk mengeluarkan Zakat Mal ini, dihitung satu tahun dari mulai memiliki harta-harta tersebut. Misalnya jika kita mempunyai usaha perdagangan atau usaha lainnya yang menghasilkan keuntungan, maka hasil usahanya bisa dizakatkan jika sudah mencapai satu tahun, begitupun juga dengan harta benda lainnya yang dimiliki.

Dan untuk perhitungannya juga mempunyai tingkatan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, untuk informasi yang lebih jelas dan akurat kita bisa mengeceknya ke lembaga filantropy seperti Dompet Dhuafa ini.

Karena lembaga Dompet Dhuafa bisa membantu kita untuk menghitung zakat atau bisa disebut juga sebagai kalkulator zakat. Dan kita juga bisa langsung berkonsultasi mengenai bagaimana cara mengelola zakat dan menyalurkan zakat tersebut secara profesional.

Jangan Takut Berzakat bersama Dompet Dhuafa (dok.pri)

Untuk informasi lebih jelasnya, kita bisa mengunjungi websitenya DISINI untuk edukasi lebih jelas tentang zakat tersebut. Atau jika kita ingin bersedekah namun hanya mempunyai rejeki sedikit, maka kita bisa berdonasi melalui kanal Dompet Dhuafa DISINIMelalui link tersebut, kita bisa bersedekah kapan saja dan dimana pun kita berada.

Baiklah melalui tulisan ini, semoga kita selalu mentaati kewajiban-kewajiban yang harus kita keluarkan, baik kewajiban mengeluarkan Zakat Fitrah atau pun Zakat Mal. Dan seperti yang sudah aku jelaskan diatas, bahwa mengeluarkan zakat-zakat tersebut hukumnya wajib’ain dan fardu’ain, maka mari kita laksanakan sesuai dengan kadar harta yang kita miliki.

Jangan Takut Berzakat (dok.pri)

Seperti yang terkandung dalam firman Allah surah At-Taubah/9:103, yaitu :
“Ambil lah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka…”

Aamiin Aamiin Ya Robbal Allamin, Wassallamualaikum wr.wb.




0 komentar:

Posting Komentar