Kamis, 21 Februari 2019

Transformasi Digital Kini Merambah Ke Dunia Kreatifitas Mading Sekolah

Mading sekolah merupakan tempat atau wadah kecil namun memiliki pengetahuan yang cukup luas, karena di dalamnya dapat memberikan wawasan yang informatif di kalangan anak-anak SMA, di lingkungan sekolahnya. Dari mading mereka bisa membuat konten kreatif yang berupa info-info mengenai berbagai kegiatan di sekolah, puisi, resensi buku dari berbagai tema, resensi film dan juga informasi pengetahuan umum lainnya.


Kreatifitas Mading Sekolah Jaman Dulu 

Biasanya setiap catatan yang di temple di dinding mading sekolah akan bertahan sampai 1 atau 2 minggu. Berbagai macam kreatifitas catatan kecil yang di tempel di dinding mading tentu sangat beragam dan kreatif. Aku sendiri hanya sebagai penikmat kekreatifan teman-teman sekolah, karena aku belum pernah sekali pun ikut menempel catatan atau ide kreatif di mading sekolah waktu itu.

Jujur saja, aku tidak pandai menuliskan ide-ide kreatif seperti teman-teman aku di sekolah. Jadi yah boleh dibilang aku hanya bisa menjadi penikmat atau pembacanya saja, tapi walau hanya bisa membaca tentu aku juga sangat diuntungkan dengan ada mading sekolah tersebut loh. Karena berawal dari mading sekolah itu lah, wawasan ku tentang menulis konten secara kreatif jadi lebih tahu dan bertambah.




Tapi kemudian aku sempat berfikir sih, catatan-catatan kecil berisi puisi-puisi dan berbagai macam info yang ditempel di mading sekolah tersebut kan tidak akan selamanya di tempel. artinya masa tayang catatan-catatan tersebut ada jangka waktu yang sudah ditentukan. Nah jika selesai masa penayangan atau masa publis, maka catatan-catatan tersebut akan dibuang atau mungkin disimpan dengan rapih didalam arsip yang ditumpuk sehingga para siswa baru pun tidak akan bisa melihat atau bahkan membacanya lagi dong.

Belum lagi kalau seandainya kertas catatan itu pada akhirnya harus dibuang juga, apa nantinya malah akan mencemarkan lingkungan yah. Karena kan dinding mading itu juga biasanya terbuat dari bahan Styrofoam, dan kalau sering digunakan lama-lama akan rusak atau bolong-bolong oleh tusukan jarum untuk menempel kertas catatan, jadi pada akhirnya akan dibuang juga kan.

Hhmm…sayang sekali kalau begitu yah, nah oleh karenanya dengan berkembangnya teknologi digital saat ini, tentu para anak muda milenials juga harus mengikuti perubahan kreasi mading dalam bentuk digital. Jadi Mading dalam bentuk digital ini berupa mading online yang bisa diakses kapan pun dan dimana pun. Dan keuntungan lainnya, para pembaca madingnya juga bukan saja siswa-siswa di dalam satu sekolah itu saja, tapi siswa diluar sekolah tersebut juga bisa ikut membaca dan mengetahui info-info tentang sekolah tersebut.

Nah jangkauannya sangat luas jadinya kan, para siswa milenials sekarang sudah bisa mulai membuatkan konten kreatifnya di dalam mading online yang sudah disediakan oleh Madingsekolah.id. Dimana menurut Oktora Irahadi sebagai pengagas program MadingSekolah.id ini menjelaskan, bahwa “MadingSekolah.id merupakan wadah untuk berkreasi bagi semua pelajar di seluruh Indonesia."

"Di dalamnya, semua siswa siswi diseluruh tanah air bisa membuat konten kreatif berupa artikel, desain, animasi, fotografi dan juga video". Kemudian lanjutnya lagi, "MadingSekolah.id juga sudah berkolaborasi dengan Google, Cameo Project, Maarif Institute, Love Frankie dan Ruang Guru untuk mendukung kreatifitas semua siswa dan guru di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia."



Tujuan dibuatnya program ini adalah memberikan tempat bagi mereka untuk belajar membuat konten kreatif yang positif, sehingga bisa menjadikan mereka content creator yang lebih berkelas dan kreatif.

Penjelasan Tentang MadingSekolah.id

Jadi MadingSekolah.id ini berupa majalah dinding dengan versi online dan disajikan dalam format media sosial. Dan disetiap sekolah akan memiliki akun dalam MadingSekolah.id ini. Selain para siswa siswi, para guru juga bisa mengakses MadingSekolah.id, yang di dalamnya sudah menyediakan fitur-fitur menarik, dan bisa disesuaikan dengan kreasi konten yang mereka sukai.

Fitur-fitur dalam MadingSekolah.id ini sudah sangat user friendly juga loh, jadi seumpama konten yang sudah kita unggah di dalamnya dirasa kurang bagus atau kurang menarik dan ada yang perlu ditambah, maka pemilik konten tersebut bisa mengedit atau merubah dan menambah, sekaligus juga bisa mengubah tata letaknya. 

Dan seperti yang aku ceritakan diatas tadi, pemilik konten bisa mengaksesnya dimana pun dan kapan pun, melalui laptop atau handphone. Jadi sedang berada dimana pun, tentu kita akan lebih mudah mengaksesnya bila diperlukan adanya perubahan konten, tanpa harus ke sekolah dulu atau perlu melakukan berbagai keribetan lainnya.

MadingSekolah.id akan mulai di launching pada bulan Maret 2019 nanti yah, dan di bulan yang sama juga sampai pada akhir tahun 2019 ini, program mading online akan bersosialisasi ke 10 kota besar di Indonesia loh. Waawww....ini sih kesempatan yang tidak boleh terlewatkan bagi sekolah-sekolah yang terpilih nantinya.

Jadi pihak MadingSekolah.id ini akan berkeliling ke setiap sekolah-sekolah di 10 kota besar tersebut, untuk memberikan kesempatan bagi para siswa dan guru yang ingin mendapatkan ilmu tentang membuat konten kreatif dari beberapa pakar Content Creator Indonesia. Nantinya mereka akan sharing dan berbagi ilmu membuat kreasi konten yang menarik dalam MadingSekolah.id tersebut.

Oh yah, bukan hanya ilmu saja yang nantinya akan mereka dapatkan loh, dalam program MadingSekolah.id juga akan berbagi hadiah menarik yang akan di undi setiap bulannya. Dan khusus untuk para wartawan, juga akan mendapatkan kesempatan menarik pada akhir tahun nanti. Karena dari 2 orang wartawan yang beruntung, bisa mendapatkan kesempatan untuk datang ke kantor pusat Google di Singapura bersama MadingSekolah.id.

Waahhh…suatu kesempatan yang oke banget kan. Yaahh...semoga dengan adanya program MadingSekolah.id ini, anak-anak milenials tanah air akan semakin kreatif lagi dan lebih bisa memberikan kebanggaan bagi bangsa dan Tanah Air tercinta. Aamiin….

Hasil Interview Bersama Narasumber 

Questions: 
Dari mana datangnya ide untuk menciptakan Mading.id? Apa tujuan awal, target, serta mohon dijelaskan visi/misinya?

Answer:
Ide muncul dari obrolan ringan sejak campaign jurnalisme kebhinekaan yang dijalankan tahun 2017 kemarin. Melihat anak sekolah dari 5 kota dan kampus di 5 kota di Indonesia, satu hal yang kami liat persamaannya adalah sama2 mempunyai sarana komunikasi yang di tempel di sekolah atau di kampus. Mengapa tidak kita perkanalkan secara Online.

Tujuan awalnya sederhana, bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan baik, dan sarana komunikasi disekolah yang kredibel adalah Mading sekolah.

Setelah lama di bicarakan, maka bagaimana kalau selain kami mengajarkan pelajar ini mengenai jurnalisme yang baik, mari kita perlengkapi dengan “alat” untuk membuat madingsekolah ini “tren” kembali.

Visi dan Misi kami sebenarnya sederhana, bagaimana pelajar/anak muda ini dapat saling mempengaruhi dalam hal yang positif.

"Proses perwujudan ide membuat MadingSekolah.Id cukup panjang. Kurang lebih butuh 1,5 tahun. Namun kami 'dijodohkan' dengan organisasi lain untuk membuat bobot kegiatan ini lebih besar.
Tantangannya, dengan  semakin banyak pihak yang terlibat kami harus banyak komunikasi dan menyatukan pikiran, namun hal ini membuat gagasan dan cita-cita kami makin solid," Oktora Irahadi, Marketing Director, Cameo Project sekaligus Inisiator Program, MadingSekolah.id

"Fitur yang paling menarik di madingsekolah.id adalah Drag and drop Mading creation. Ini adalah tools bagi pelajar untuk membuat Mading secara online dengan cara mudah.
Dalam pengembangannya, akan ada permainan fitur digital yang dapat digunakan oleh teman-teman pelajar di social media,"  Khelmy Pribadi, Direktur Program Islam dan Media, Maaruf Institute

"Harapan untuk Madingsekolah.id,  pelajar akan mempergunakan platform ini untuk mengembangkan diri dan  menyebarkan hal baik mengenai daerah dan sekolahnya kepada dunia."

Oktora Irahadi, Marketing Director, Cameo Project sekaligus Inisiator Program, MadingSekolah.id


This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar