Minggu, 24 Februari 2019

Lestarikan Kekayaan Alam Indonesia Dengan Memanfaatkan Hasil Hutan Secara Legal

Sudah menjadi suatu keharusan bagi kita sebagai warga Indonesia merasa peduli pada kelestarian alam Indonesia. Kalau bukan kita sebagai bangsanya, lalu siapa nanti yang akan melestarikannya, jangan sampai kekayaan alam Indonesia yang kita miliki ini akan di manfaatkan oleh sekelompok orang asing yang merongrong kemakmuran alam Indonesia.


Forest Talk With Blogger (dok. Pixabay) 

Dari tangan nenek moyang kita, alam Indonesia selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Kemudian dimanfaatkan dengan baik, sehingga bisa menghasilkan berbagai macam keanekaragaman hasil budidaya kelautan dan kehutanan. Disini aku akan membahas mengenai obrolan santai bersama perwakilan dari Yayasan Doktor Sjahrir dan Climate Reality Project Indonesia.

Dalam hal ini, kita sebagai sebagian dari masyarakat kecil di Indonesia berhak tahu, bahwa ada banyak sumber daya alam dari hasil hutan yang bisa kita manfaatkan dengan baik tanpa harus merusaknya. Oleh karenanya obrolan santai ini bertajuk “Forest Talk With Blogger”. Acara yang diselenggarakan di Almond Zucchini ini, bertujuan untuk menyerukan kepada masyarakat bahwa ada hasil hutan non kayu dan beberapa produk kreatif yang berasal dari limbah kayu dan bisa dimanfaatkan.

Hasil hutan tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility, yang di pamerkan di area Mini Exhibition dalam ruangan Almond Zucchini. Selain itu juga ada demo masak yang ditampilkan oleh salah satu chef Almond Zucchini, dari produk hasil hutan yang sudah diolah.

Kemudian acara pertama dimulai dengan Talkshow Interaktif bersama beberapa orang narasumber berikut ini :

  1. Dr. Amanda katili Niode sebagai Manager Climate zreality Indonesia
  2. Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia
  3. Murni Atiek Resdiana dari Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Iklim
  4. Sri Maryati sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Belantara 

Penjelasan Tentang Penyelamatan Bumi Yang Sekarat oleh ibu Amanda Katili Niode

Saat ibu Amanda menyampaikan kabar bahwa ada dua perbedaan cuaca yang sangat ektrim diberbagai belahan dunia. Sebagai contoh cuaca di negara Amerika Serikat mengalami cuaca yang sangat dingin dengan suhu mencapai minus 40 celsius. Sedangkan di Australia mengalami cuaca sangat panas dengan suhu mencapai +50 Celsius. Ini benar-benar merupakan cuaca yang sangat mencengangkan bagi kita. Karena diantara keduanya merupakan cuaca terekstrim dibanding negara-negara lainnya.


Dr. Amanda Katili Niode (dok.YDS)

Aku jadi ingat pada saat beberapa tahun yang lalu, di Jakarta juga pernah mengalami cuaca yang sangat panas sekali, yaitu dengan suhu mencapai +33 Celsius. Pada saat itu aku dan keluarga sudah merasa sangat gelisah dan tersiksa dengan panas dan teriknya matahari, bahkan di negara lain banyak yang mengalami berbagai penyakit yang diakibat suhu panas tersebut.

Dan di daerah rumahku juga mengalami kekeringan air, karena akibat dari tidak turunnya hujan dalam waktu cukup lama. Sehingga menyebabkan kekeringan pada air tanah dan dalam beberapa hari kita kekurangan air bersih, seumur hidup aku sendiri baru mengalami hal tersebut. Karena selama tinggal di Jakarta, air di rumah tempat tinggal suamiku tidak pernah sampai kehabisan sampai berhari-hari. 

Yaahh, tapi kemudian kami sadar bahwa itu semua pasti karena ada sebab dan akibatnya. Kekeringan yang melanda bumi, tidak lain disebabkan oleh ulah manusia yang sudah sangat melampaui batas kewajaran, sebagai salah satu contohnya yaitu dengan semakin banyaknya polusi yang menyelimuti kota di dunia.

Polusi tersebut diakibatkan oleh adanya beberapa kegiatan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri, yaitu : Kegiatan tambang batu bara, produksi pabrik batu bara, Transportasi darat dan udara, Proses Industri, Pembakaran Tanaman, Produksi Minyak, Kegiatan industry pertania, proses pemupuka, kebakaran hutan, dan tempat-tempat pembuangan sampah.

Namun selain polusi, penyebab lainnya dari proses pemanasan global tersebut diakibatkan oleh adanya kerusakan ekosistem yang disebabkan oleh pemakaian bahan baku dari hasil hutan yang tidak legal. Sebagai salah satu contohnya yaitu pembuatan bio gas di sumatera Selatan, yang dengan prosesnya yaitu dengan memperbanyak penebangan pohon secara illegal.

Padahal seperti banyak yang kita tahu bahwa hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia yang bertugas sebagai penyerap CO2 kini menjadi gersang akibat dari penebangan hutan, dan pada akhirnya terjadilan pemanasan global di bumi.

Ada beberapa hasil hutan yang bisa kita manfaatkan dengan baik tanpa harus merusak ekosistem hutan, seperti halnya yang dijelaskan oleh ibu Atiek Widayati, bahwa hutan merupakan Suatu wilayah yang mempunyai pohon-pohon dewasa lebih tinggi dari 5 meter dan mempunyai kanopi yang lebih besar dari 30% dengan luas lebih dari 6,25 ha.


Dr. Atiek Widayati (dok.YDS)

Oleh karenanya hutan sangat mempunyai peranan penting untuk kehidupan manusia di Bumi, yaitu sebagai pelindung dari berbagai dampak yang kini tengah terjadi seperti pemanasan global. Dan hutan juga bisa memberikan dampak yang baik untuk penghasilan masyarakat di area hutan tersebut. Tapi tanpa harus menebang pohon secara illegal.

Berikutnya adalah paparan dari ibu Murni Titi Resdiana, mengenai pemanfaatan hasil hutan tanpa harus merusak ekosistem hutan, yaitu bisa dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu dan pemanfaatan jasa ekosistem perairan di hutan, yang secara langsung hasil dari pengolahan-pengolahannya tersebut, akan melibatkan masyarakat di sekitar hutan, sehingga secara tidak langsung dapat membantu perekonomian masyarakat setempat.


Ibu Murni Titi Resdiana (dok.YDS)

Namun ada beberapa hal yang perlu kita ketahui untuk melestarikan kekayaan alam di hutan, yaitu dengan mengurangi Emisi pada sektor kehutanan, misalnya seperti : 

  • Kebijakan pembalakan liar
  • Kebijakan moratorium
  • Penanaman di kawasan hutan
  • Rehabilitasi hutan dan lahan
  • Rehabilitasi hutan mangrove
  • Reklamasi lahan pasca tambang
  • Penanaman dengan tanaman perkebunan
  • Perluasan perkebunan di tanah terlantar.

Melalui pelestarian alam tersebut, maka kemudian akan tercipta hasil hutan untuk berbagai aspek terutama aspek budaya dan seni, seperti : Tenun, Celup Ikat, batik dan juga Anyam.

Nah untuk mendapatkan bahan baku dari hasil hutan tersebut, tentu kita harus menanam pohon-pohon yang memang bisa dimanfaatkan hasilnya, yaitu seperti :
Pohon-pohon sumber serat, sumber pewarna alam, bahan kuliner, sumber furniture, sumber barang dekorasi.

Dan dibawah ini ada beberapa pohon yang bisa kita tanami di hutan dan dapat menghasilkan manfaat untuk Fashion, Kerajinan Tangan, Makanan dan Minuman, yaitu :

  1. Pohon Rotan dan Lontar bisa untuk bahan kerajinan dan fashion
  2. Daun Jati bisa untuk pewarna merah pada kain, makanan dan minuman
  3. Kulit Secang bisa untuk pewarna Merah dan Coklat pada kain dan minuman
  4. Indigovera bisa untuk pewarna biru pada Kain dan makanan ternak 
  5. Akar mengkudu bisa untuk pewarna Biru pada kain
  6. Pohon kelapa bisa kita konsumsi bauhnya dan air serta bisa di olah menjadi gula, sabut dan kayu
  7. Pohon Nipah, merupakan sumber gula dan bioethanol, buahnya bisa dikonsumsi dan daunnya bisa untuk kerajinan tangan
  8. Dan sumber energi terbarukan yaitu Kaliandra Merah

Dari semua hasil pemanfaatan hutan tersebut, sudah banyak dimanfaatkan oleh beberapa Social eunterpreuner seperti : 

Du Anyam, sebagai slah satu kerajinan tradisional anyaman, yang memproduksi produk-produk seperti Tikar, keranjang, Tas, Topi dan lain-lain. Dimana Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu penduduk Indonesia yang memiliki kemahiran dalam menganyam.

Javara, sebagai pelopor dalam pemanfaatan produk pangan lokal dalam skala global. Dimana produk-produk unggulannya ini ditanam secara organic oleh para petani lokal dikawasan pelosok Indonesia. Dan berbagai produk-produk unggulannya yaitu beras, kacang-kacangan, rempah-rempah, minyak dan rumput laut yang dikemas secara eksklusif serta menonjolkan sisi kearifan budaya Indonesia, sehingga produk-produknya ini bisa menembus ke berbagai negara seperti : Australia, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Inggris, Jerman, Italia dan negara Eropa lainnya. 

Produk Javara (dok.YDS)

Kemasan Eksklusif Produk Javara (dok.YDS)

Rumah Rakuzi, didirikan oleh ibu Myra Widiono yang juga merupakan penghasil berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari bahan-bahan seperti serat, Anyaman, kain tenun dan Batik. Dimana ragam produk yang dihasilkan rumah rakuji yaitu seperti : Tas, Kain, Selendang, Dompet, dan berbagai produk interior rumah.


Ibu Myra Widiono Founder Rumah Rakuji (dok.YDS)

Produk Rumah Rakuji (dok.YDS)

Para pengrajin yang dilibatkan dalam proses pembuatan produk-produk Rumah Rakuji yaitu berasal dari daerah seperti : Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur. Dan untuk pemasarannya selain di pasar lokal, Rumah Rakuji juga sudah tembus pasar Internasional.


Aku memakai selendang produk Rumah Rakuji (dok.pri)

Kain produksi Rumah Rakuji (dok.pri)

Demikian penjelasan mengenai produk-produk olahan hasil hutan Indonesia, dengan begitu kita sebagai masyarakat Indonesia wajib melestarikan alam Indonesia dan bersama-sama kita tanami hutan Indonesia dengan pohon-pohon yang bisa menghasilkan manfaat untuk lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar hutan sampai ke berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Oh iya informasi lengkap mengenai pelestarian hutan Indonesia bisa dilihat di website Lestari Hutan ya. 

Penjelasan tentang Yayasan Belantara oleh Dr. Sri Maryati

Yayasan Belantara merupakan suatu lembaga Penyalur Dana Hibah, dimana kegiatannya bertujuan untuk melindungi bentang alam Indonesia dalam mengembangkan program berkelanjutan area konservasi, resforestasi, dan juga pengembangan masyarakat berkelanjutan. Lembaga ini didirikan oleh sektor swasta, dan mendukung 10 area hibah yang tersebar di 5 provinsi di Indonesia.



Dr. Sri Maryati (dok.YDS

Dimana alokasi dana yang dihibahkan yaitu untuk mendukung kegiatan di berbagai kawasan seperti : kawasan konservasi, kawasan hutan produksi, kawasan hutan lindung, dan perhutanan social. Dan kegiatan yang di berikan dana hibah ini yaitu kegiatan berupa :

  • Kegiatan Restorasi hutan dan lahan
  • Proteksi hutan dan lahan dari karhutla
  • Konservasi spesies langka seperti Harimau, Gajah, Orangutan, serta spesies langka yang teracam punah melalui perlindungan habitat dan mitigasi perdagangan illegal Penguatan institusi atau lembaga
  • Pemberdayaan dan kapasitas masyarakat.

Demikian sedikit informasi mengenai Yayasan Belantara, yang mendukung penuh dalam pelestarian hutan dan sumber daya alam Indonesia.





0 komentar:

Posting Komentar