Rabu, 20 Februari 2019

Cegah Nyamuk Penyebab DBD Dengan Cara Mudah Dan Efektif

Hallo Healthies…

Di musim hujan ini, selain banyak mendatangkan virus-virus penyakit, juga bisa mendatangkan nyamuk-nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue. Tapi nyamuk ini bukan hanya datang di musim penghujan saja sih, di musim kemarau juga nyamuk ini ternyata masih bisa bertahan hidup. Dan ternyata mereka bisa bertahan sekitar kurang lebih 6 bulan tanpa air. Waahhh ngeri juga yah, pantesan terkadang aku suka bingung padahal lagi musim kemarau, tapi kenapa masih banyak nyamuk.


Nyamuk Aedes Aegypti (dok.pixabay)

Oleh karenanya jika nyamuk bisa bertahan hidup selama itu, maka hal yang terpenting yang harus kita lakukan adalah membersihkan rumah setiap hari, jangan membiarkan baju menumpuk atau menggantung di luar lemari atau tempat terbuka. Dan yang penting lagi, jangan biarkan ada genangan air di dalam rumah atau sekitar rumah. Karena nyamuk-nyamuk Aedes Aegypti tersebut, akan menelurkan jentik-jentik di dalam genangan air dan dapat berkembang biak.

Kita pasti sudah banyak mengetahui tentang perkembangbiakan nyamuk-nyamuk tersebut, dari 1 jentik untuk berubah ke dewasa hanya dalam waktu 12-14 hari dan  dari 1 nyamuk betina, bisa menghasilkan telur 100-150 telur atau jentik. Waaahhh….mengerikan sekali kan yah, jika dalam 1 jentik saja bisa menghasilkan telur sebanyak itu, berarti ada ribuan jentik yang akan berkembang biak di tempat-tempat genangan air.

Dan aktifitas nyamuk dewasa berkeliaran akan di mulai dari jam 6 pagi sampai jam 4 sore. Hhmm…jam-jamnya para manusia sedang bekerja kan yah, maka besar kemungkinan juga kita orang dewasa pun yang sedang bekerja di kantor akan terkena gigitannya juga. Jika badan sedang tidak fit, maka besar kemungkinan bisa terkena sakit Demam Berdarah Dengue.

Pernyataan tersebut juga lebih diperjelas lagi oleh para pakar medis yang aku jumpai pada acara “Meet Up Healthies” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, dengan tema “DBD Bikin Baper”. Dalam acara tersebut juga menghadirkan 2 orang narasumber yaitu :

  1. Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid sebagai Direktur P2PTVZ
  2. Dr. Gia Pratama sebagai Influencer

Namun selain kedua narasumber tersebut, untuk pertama kalinya juga aku dan teman-teman blogger dari Komunitas Blogger Crony, dapat bertemu secara langsung dengan ibu Menteri Kesehatan yaitu ibu Nila L. Moeloek. Kedatangan beliau memang sangat surprise sekali, karena tidak ada rencana atau informasi mengenai kehadiran beliau. Dan yang membuat aku lebih amaze lagi, beliau ternyata sangat ramah dan low profile, bisa dilihat dari cara beliau menyapa kami dan duduk hanya di atas panggung saja. Hehehe…


Ibu Menteri Kesehatan Nila L Moeloek duduk disamping dr. Gia Pratama (dok.pri)

Ibu Mentri pun ikut menjelaskan bahwa untuk membasmi si nyamuk Aedes ini, memang kita perlu membasmi induknya dulu. Si biang nyamuk betina, yang mencetuskan banyak telur-telur nyamuk menjadi jentik lah yang harus kita basmi dan memutuskan rantainya. Tentunya oleh pencegahan-pencegahan yang kita lakukan baik di rumah maupun ditempat-tempat lainnya.

Nah ada beberapa hal yang di sampaikan oleh ibu dr. Nadia, untuk mencegah berkembangnya nyamuk Aedes, yaitu :

  1. Periksa setiap tempayan yang berisi air seperti bak mandi dan lainnya
  2. Periksa setiap genangan air yang ada disekitar rumah atau bersihkan setiap ada genangan-genangan air
  3. Periksa setiap sudut-sudut rumah, misalnya didalam mobil-mobil yang sudah karatan juga sering ada nyamuk
  4. Lalu di pepohonan juga terkadang ada cekungan-cekungan yang terdapati adanya genangan air walaupun sedikit.

Ibu dr. Siti Nadia Tarmizi (dok.pri)

Oleh karenanya, sekarang disetiap daerah di lingkungan rumah juga sudah ada gerakan pengecekan jentik yang disebut Jumantik, yang akan selalu memeriksa setiap tempayan air bersih. Jadi kita juga harus sering-sering membersihkan setiap tempayan air bersih dan torn atau tempat penampungan air. Karena biasanya di dalam torn tempat penampungan air bersih sering terdapat jentik nyamuk, yang nantinya akan ikut masuk ke dalam air yang keluar dari keran di bak mandi.

Sedangkan untuk pencegahan lainnya lanjut ibu Nadia, kita bisa menanam tumbuhan atau tanaman pengusir nyamuk seperti, Bunga Tahi Kotok, Zodia, Bunga Krisan, Bunga Tembelekan, Bunga Lavender, Serai, Kayu Putih, dan Kemangi. Selain menambah segar dan cantik pemandangan di sekitar rumah, juga bisa sangat bermanfaat untuk mengusir nyamuk-nyamuk tersebut. Apalagi bunga Lavender seperti di bawah ini, selain wangi juga cantik warna bunganya kan.


Bunga Lavender pengusir nyamuk (dok.pixabay)

Seperti yang dijelaskan pula oleh ibu Menteri Nila L Moeloek, bahwa tumbuh-tumbuhan sangat bisa kita manfaat untuk mencegah perkembangbiakan larva atau nyamuk. Dan menurut cerita beliau, bahkan di daerah pedalaman Timika di Papua, minyak Babi bisa juga digunakan untuk mencegah gigitan nyamuk. Tapi untuk seorang muslim seperti aku ini, bisa juga dengan menggunakan minyak serai yang sudah jadi.


Ibu Nila L Moeloek bersama dr. Gia (dok.pri)

Cara lainnya yaitu bisa juga dengan menggunakan Lavitrap, nah ada yang sudah tahu apa itu Lavitrap?
Lavitrap adalah alat yang digunakan sebagai perangkap larva atau nyamuk, dan pembuatannya juga sangat mudah dan murah. Karena bahannya merupakan limbah botol plastik air mineral. Selain botol plastik bekas, bahan lainnya yaitu kain kasa, kantong plastik hitam, air ragi dan gula merah.

Cara pembuatannya yaitu :
  • Siapkan botol air mineral bekas ukuran 1500 ml, lalu gunting bagian atas botol yang menyerupai corong dan botol dalam keadaan tertutup (tutup botolnya jangan dibuka)
  • Lalu potong juga botol bagian bawahnya, sehingga bagian tengah akan membetuk pipa dengan kedua sisi bolong
  • Lalu satukan bagian atas yang menyerupai corong ke bagian tengah botol tadi, tapi dengan posisi tutup botol di bawah atau berada didalam botol
  • Rekatkan keduanya dengan menggunakan lakban hitam agar bisa menempel lebih kuat
  • Kemudian tutup bagian yang terbuka dengan menggunakan kain kasa, dan rekatkan kain kasa dengan menggunakan steples dan rekatkan lagi dengan lakban agar lebih kuat
  • Lalu bungkus botolnya dengan menggunakan plastik hitam, tujuannya adalah agar nyamuk mau mendekat, karena nyamuk lebih menyukai benda yang berwarna hitam
  • Rekatkan lagi plastik hitam dengan botol menggunakan steples di bagian kedua sisi yang bolong. 

Langkah selanjutnya, isi botol tersebut dengan air campuran ragi dan gula merah, diamkan di sudut-sudut ruangan rumah, sampai 1-2 minggu. Jika terlihat sudah banyak jentiknya, kocok-kocok air didalamnya agar si jentik mati dan buang di tempat yang terpapar sinar matahari, jangan dibuang di got yang ada airnya. Nah kurang lebih seperti dibawah ini bentuk Lavitrap yang sudah jadi :


Bentuk botol Lavitrap (dok.pri)

Secara umum pencegahan di lingkungan rumah selain selalu diadakan gerakan pemeriksaan jentik (Jumantik), juga bisa dengan menggunakan semprotan fogging yang harus dilakukan sebelum adanya korban, dan pastikan kalau obat foggingnya adalah obat asli untuk memberantas nyamuk. 

Selain mencegah perkembangbiakan nyamuk diatas, kita juga tentu harus mencegah penyakit dbd yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti di dalam tubuh kita. Hal ini dijelaskan oleh dr. Gia Pratama. Dimana informasi yang dijelaskan oleh dr. Gia adalah mengenai kondisi tubuh kita, karena penyakit DBD tidak akan langsung terkena dampaknya secara langsung.

Jadi sangat disarankan kalo untuk pencegahan di dalam tubuh kita yaitu dengan menjaga pola hidup yang sehat. Lakukan aktivitas tubuh setiap hari, lalu berolahraga secara rutin dan pola makan yang sehat. Dan dibawah ini beberapa hal yang harus kita waspadai pada gejala awal penyakit DBD adalah :

  • Tiba-tiba demam tinggi secara mendadak dan berlangsung sepanjang hari
  • Nyeri atau sakit kepala,
  • Nyeri pada saat mengerakkan bola mata dan juga nyeri pada punggung
  • Biasanya juga akan ditandai adanya bintik merah tapi tidak timbul (merata)

Kurang lebih seperti itulah gejala yang ditimbulkan, jadi apabila suhu badan panas berkepanjangan, kita harus langsung waspada. Namun kita juga jangan sampai terkecoh, karena ada fase dimana kita akan merasakan suhu badan mulai turun panasnya, tapi justru disaat ini lah kita sedang ada dalam masa kritis, dan biasanya malah kita akan menganggap kalau suhu badan telah kembali normal dan kita pasti akan menganggap bisa menjalankan aktivitas kembali.

Padahal disaat itu bahaya virus DBD akan menyerang tubuh kita, jadi jangan dianggap sepele mengenai hal ini, kita harus tetap ambil tindakan untuk memeriksakan diri ke dokter, dan biasanya dokter pun akan menganjurkan untuk melakukan cek darah segera. Nah jika kita merasa demam kembali setelah melakukan pengobatan, tidak perlu khawatir karena disaat ini justru kita sudah melewati fase penyembuhan.

Jadi bersama-sama mari kita cegah penyakit Demam Berdarah Dengue dengan melakukan berbagai macam pencegahan diatas mulai dari memberantas atau memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, minimal kita harus membiasakan diri dengan melakukan 3 M yaitu :
  1. Menguras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, aquarium, dan tempat yang terdapat genangan air yang ada di lingkungan rumah
  2. Menutup tempat-tempat penampungan air bersih, baik yang ada di dalam atau diluar rumah, agar nyamuk betina tidak dapat menurunkan telurnya
  3. Mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi penyebab timbulnya genangan air seperti kaleng bekas atau wadah plastik.


Baiklah semoga informasi ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua, mari cintai keluarga dan kebersihan lingkungan rumah, mulai dari diri kita sendiri. Salam healthies....


1 komentar:

  1. Membuat LArvitrap ini lagi digalakan juga nih demi mencegah DBD, selain mudah buatnya juga ini bisa menggunakan botol bekas.

    BalasHapus