Selasa, 08 Januari 2019

Pengembangan Kualitas SDM Di Era Revolusi Industri 4.0

Happy New Year 2019….

Tulisan pertama di tahun 2019 ini adalah harapan menuju sukses untuk tahun ini dan seterusnya, seperti yang semua orang harapkan tentunya. Di awal tahun 2019 ini, kebanyakan kita akan mengharapkan adanya perubahan dalam karier dan usaha, demi untuk mencapai kesuksesan yang ingin diraih. Dan untuk mewujudkannya, tentu akan banyak hal yang harus kita coba dan lalui, mulai dari kreatifitas yang kita punya demi untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Begitu pun juga bagi para pekerja atau tenaga kerja di perkantoran dan industri, yang saat ini dituntut untuk bisa lebih memberikan effort yang bagus bagi perusahaan. Dimana pada era Revolusi Industry 4.0 ini, perubahan di dunia seakan memaksa kita untuk terus mengikuti perkembangan yang tiada henti, khususnya perkembangan teknologi Digital dalam berbagai aspek kehidupan.


kualitas SDM
Kualitas SDM (Sumber : Pixabay.com) 

Akan tetapi terkadang aku sendiri merasa bingung, apakah harus senang, bangga atau malah sedih yah, ketika mengetahui bahwa ada banyak hal dari perkembangan teknologi digital yang bisa mempermudah kita untuk melakukan apa pun tanpa harus bersusah-susah. Namun ada kalanya juga aku berpikir,  bagaimana dengan kinerja SDM itu sendiri. Bahwa dengan semakin berkembangnya teknologi, maka kemungkinan akan semakin mempersempit lapangan pekerjaan.

Lalu apakah pemerintahan ketenagakerjaan akan diam saja menghadapi situasi seperti ini?

Jawabannya tentu tidak, karena beberapa waktu lalu aku berkesempatan hadir dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2018, tepatnya di akhir bulan Desember yang lalu, bertempat di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan RI. Acara ini di hadiri oleh Bapak Khairul Anwar selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan. Dimana bapak Khairul Anwar hadir sebagai pembicara untuk menggantikan bapak M. Hanif Dhakiri, selaku Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yang pada saat itu berhalangan hadir.


kualitas SDM
Bapak Khairul Anwar, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (dok.pri)

Dalam penjelasannya, bapak Khairul Anwar mengatakan bahwa, di Tahun 2019 Kementerian Ketenagkerjaan akan lebih menggenjot pelatihan Vokasi untuk para tenaga kerja sebagai tindak lanjut dari arahan bapak Presiden Jokowi. Dimana pemerintah akan lebih memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia di Indonesia, agar lebih mempunyai skill dan kompetensi yang mampu bersaing dengan perkembangan teknologi dunia.

Pada saat ini, problem mismatch ketenagakerjaan mencapai 63%, dimana SDM angkatan kerja lulusan SD sampai SMP ada sebanyak 58,76%. Oleh karena itu lah, pemerintah ketenagakerjaan merasa perlu diadakannya pelatihan vokasi untuk tenaga kerja demi meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.
Tentu Ini sangat perlu, mengingat sekarang ini malah banyak tenaga kerja Indonesia yang lebih mau beralih sebagai TKW di luar negeri sementara di Indonesia sendiri malah banyak tenaga kerja asing.

Alasan yang paling mendasar, kenapa banyak perusahaan di Indonesia lebih memilih pekerja asing, konon katanya para pekerja asing tersebut mau dibayar murah akan tetapi skillnya sangat terlatih dan kompeten. Nah oleh sebab itu, maka kita sebagai masyarakat tentu harus bisa memanfaatkan peluang yang diberikan pemerintah kita, agar Sumber Daya Manusia di Indonesia bisa berkembang dan mampu mengendalikan perubahan dunia masa kini dan yang akan datang. 

Seperti yang pernah aku bahas beberapa bulan yang lalu, bahwa Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan terobosan pada pelatihan vokasi yang di pusatkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Bekasi, yang meliputi pemagangan terstruktur dan sertifikasi uji kompetensi. Dimana pelatihan vokasi tersebut memberikan Triple Skilling, yaitu : Skilling, Up-Skilling dan Re-Skilling.

Skilling merupakan Angkatan kerja yang ingin mendapatkan skill
Up-Skilling merupakan pekerja yang ingin meningkatkan skill
Re-Skilling merupakan Pekerja yang ingin mendapatkan keterampilan baru

Menurut informasi Data dari kementerian Ketenagakerjaan, bahwa dari tahun 2015 sampai Oktober 2018, para peserta pelatihan di BLK mencapai 383.132 orang dan dari data tersebut di tahun 2019 ini, jumlahnya naik menjadi 660.476 orang. Lalu untuk pemagangan terhitung dari sejak 2015 sampai Oktober 2018 mencapai 149.064 orang, dan setelah diakumulasi lagi di tahun 2019, juga mengalami kenaikan jumlah menjadi 360.864 orang peserta.

Begitu pun juga dengan peserta Sertifikasi, yang berawal dari tahun 2015 sampai Oktober 2018 mencapai 1.349.559 orang, dan pada tahun 2019 di akumulasi lagi juga mengalami kenaikan menjadi 1.875.748 orang. Waahhh ternyata dari data-data tersebut sudah cukup membuktikan kalau peminat pelatihan vokasi naiknya cukup pesat juga yah, berarti boleh dibilang program pemerintahan tenaga kerja ini cukup berhasil dan sangat bisa di andalkan. 

Program dari kementerian ketenagakerjaan bukan hanya sampai disitu loh, demi untuk mendekatkan akses pelatihan vokasi tersebut bisa sampai ke masyarakat luas, maka pemerintah pun membangun BLK Komunitas yang dimulai pada tahun 2017 dengan memiliki 50 BLK Komunitas dan di tahun 2018 naik menjadi 75 BLK Komunitas, kemudian saat ini sudah mencapai 1000 BLK Komunitas. Dan dari BLK Komunitas tersebut diharapkan bisa memberikan pelatihan kepada 100 orang peserta setiap tahunnya.


Kualitas SDM Dalam Industri Digital Dan Industri 4.0


Tidak ada usaha yang tidak mendapatkan hasil, dengan adanya program pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja tersebut. Kini pengembangan Sumber Daya Manusia sudah bisa terlihat atau terbukti dari adanya pembangunan Innovation Room Talent Hub di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan yang di Launching pada bulan Juni 2018 lalu. Dan seperti yang sudah pernah aku bahas juga sebelumnya, bahwa di BLK Bekasi pun sudah Launching Creative Room juga.


kualitas SDM
Kualitas SDM (sumber : @kemenaker) 

Ruang-ruangan tersebut adalah sebagai bukti dari revolusi Industri dunia digital dan industry 4.0. Dimana Innovation Room merupakan tempat bagi masyarakat yang ingin mengembangkan minat dan bakatnya di industry digital, seperti anak-anak muda yang mempunyai talenta di dunia Stare-Up.
Ruangan yang dibuat nyaman dengan desain yang modern dan disesuaikan dengan selera anak muda ini tidak pernah sepi dari kegiatan komunitas digital dan wirausaha muda.


kualitas SDM
Kualitas SDM Innovation Room (sumber:@kemenaker)

Sedangkan Creative Room merupakan suatu fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk anak-anak muda yang ingin mengembangkan skillnya dalam dunia digital di bidang animasi dan games. Seperti yang kita ketahui juga bahwa, Trend film-film Animasi dan Games saat ini sedang sangat di gandrungi. Pengagumnya bukan saja hanya anak-anak kecil, tapi anak-anak muda sampai dewasa pun banyak yang mengagumi permainan tersebut.


kualitas SDM
Kualitas SDM Creative Room (sumber:@kemnaker)


Sekedar untuk mengingatkan film-film animasi seperti apa sih yang dibuat oleh peserta BLK Bekasi tersebut, bisa disimak didalam tulisanku sebelumnya sebagai bukti bahwa Kualitas SDM di Indonesia sudah mulai berkembang, bahkan pemerintah juga kini membuat program Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) bagi WNI yang mau migrasi ke Luar Negeri.


21 komentar:

  1. Seiring canggihnya zaman, SDM mau gak mau juga kudu maju ya. Kudu apgred ngikut zaman. Malah harusnya lebih canggih daripada teknologinya sendiri. Keren banget deh program yang dibikin pemerintah ini. Anak-anak muda memang sangat melek dengan dunia digital. Memfasilitasi hal-hal yang berbau digital tentu akan memberi kemajuan yang baik untuk mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali mba, anak muda jaman sekarang kan lebih tertarik sama dunia digital, jadi programnya pemerintah ini sangat tepat sekali.

      Hapus
  2. Jaman sudah berubah. Mau gak mau kita harus mengikutinya, karena kalau tidak, kita akan diam di tempat, atau bahkan tertinggal sama sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pastinya SDM harus mampu mengimbangi perkembangan teknologi ini yah, agar tidak terkalahkan juga.

      Hapus
  3. SDm merupakan salah satu probblem masa kini. banyak perusahaan yang kesulitan mencari pegawai karena syarat yang semakin banyak. mau ngga mau calon karyawan harus punya banyak kemampuan dan harus belajar terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes betul sekali, itu lah makanya sebagai masyarakat harus bisa memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.

      Hapus
  4. Next bukan lagi SDM yang banyak dibutuhkan dalam infustri 4.0 tapi SDM yang berkwalitas aja.

    BalasHapus
  5. Next bukan lagi SDM yang banyak dibutuhkan dalam infustri 4.0 tapi SDM yang berkwalitas aja.

    BalasHapus
  6. Next bukan lagi SDM yang banyak dibutuhkan dalam infustri 4.0 tapi SDM yang berkwalitas aja.

    BalasHapus
  7. Asyik nih tulisan pertama di tahun 2019 ini ttg SDM...Di era milineal ini memang SDM nya hrs bisa mengikuti zaman ya...kalau enggak wah ketinggalan deh..

    BalasHapus
  8. Menyeimbangkan skill dan kemampuan bersaing menghadapi industri 4.0 memang wajib dibantu oleh pemerintah, semoga program program vokasi bisa sampai ke pelosok daerah

    BalasHapus
  9. SDM zaman now emang harus disandingkan dengan skill yang mumpungi dalam bersaing juga yah. Mudah2an semakin berkualitas aja SDM di Indonesia ini

    BalasHapus
  10. Kalau dilihat lapangan pekerjaan era 4.0 itu memang cukup memiliki perbedaan mbak. Misalnya kayak developer game atau youtuber deh, itu bisa tercipta karena dunia digital kayak sekarang ini. Harapanku sih selanjutnya kemenaker bisa lebih memberikan dorongan untuk kemajuan para penggiat digital.

    BalasHapus
  11. kalo ga ngikuti zaman, busa kudet nih. Support program yang dibikin pemerintah ini. Anak-anak muda kudu melek dengan dunia digital.

    BalasHapus
  12. Zaman semakin canggih kalo SDM nya gak ngikutin perkembangan zaman pasti akan ketinggalan, program seperti ini harus banyak di buat pemerintah untuk meningkatkan SDM yang ada

    BalasHapus
  13. Saat ini jika kita tak mau terus balajar meningkatkan kualitas kita, maka kita bisa tergilas oleh zaman yang semakin canggih saat ini. Semoga program yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini bisa mengasah kualitas SDM semakin mempuni.

    BalasHapus
  14. sepertinya sedang gencar ya promosi BLK ini. Karena ternyata masih banyak masyarakat yang tidak paham pemanfaatan BLK ini. Kan lumayan tuh bisa ikut pelatihan gratis dan terstruktur

    BalasHapus
  15. Teknologi digital terus berkembang ya kalau nggak mau ketinggalan mesti terus upgrade diri bisa manfaatkan fasilitas dari pemerintah seperti innovation room dan creative room

    BalasHapus
  16. Skill memang sangat penting di era ini tanpa Skill yang terlatih bakal tertinggal , harus terus berkembang y dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah di sediakan , sayang belum bnyk masyarakat yg tau . Harus LBH gencar ni sosialisasi ny

    BalasHapus
  17. Wah jadi tertarik nih untuk migrasi ke luar negeri. Banayk temen-temen saya juga yang memilih kerja ke luar negeri meskipun disanan hanya sekedar jadi buruh kasar. Alasannya sangat simple sekali yaitu karena gaji di luar negeri lebih besar meskipun pekerjaan hanya sebatas buruh kasar. Yang kedua yaitu banyak pabrik yang hanya menerima pekerja wanita. Sehingga para pria nya bingung mau kerja apa karena nyaris tidak ada lwoongna pekerja bagi pria.

    BalasHapus
  18. Program BLK ini emang keren. Anak tetangga aku udah banyak yang kerja jalur BLK ini. Bahkan ada yang sampai ke luar negeri .keren

    BalasHapus