Selasa, 11 Desember 2018

Orang Dengan HIV AIDS Bisa Bertahan Hidup Dengan Pengobatan ARV

Terlambat...waktuku telah tiba
Merinding sekujur tubuhku
Badanku sakit setiap waktu
Selamat tinggal semuanya
Aku harus pergi
Harus kutinggalkan kalian semua dan kuhadapi kenyataan
Mama...aku tak ingin mati
Kadang aku berharap tak pernah dilahirkan...

Terjemahan lirik lagu Bohemian Rhapsody diatas, sungguh sangat menyayat hati. Jika kita berada di posisi seorang Freddie Mercury, sang penyanyi legenda yang tampan dan sangat di elu elu-kan oleh penggemarnya, diseluruh penjuru dunia pada jamannya. Siapa yang tidak kenal dengan vokalis grup band Queen yang sampai hari ini, lagu-lagunya masih sering kita dengar dan mungkin bagi aku sendiri, tidak akan pernah bosan mendengar lagu-lagunya.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Fredy Mercury meninggal karena HIV AIDS. Bukan hanya beliau, para public figure lainnya juga banyak yang dikabarkan meninggal akibat sakit HIV yang dideritanya. Di Indonesia misalnya, penyanyi Ricky Ricardo juga meninggal karena AIDS. Dan yang lebih shock lagi, aku pun merasa sedih ketika mendengar owner salon langganan keluargaku, saat aku masih kecil dulu dan yang merawat rambutku, juga meninggal karena AIDS.

Sumber foto : Pixabay

Dan mungkin masih banyak lagi orang-orang yang sudah meninggal karena AIDS, karena dulu pengobatan untuk Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), masih belum ditemukan. Jadi ketika imunitas seorang HIV AIDS diserang oleh virus HIV yang semakin hari, semakin terus menggerogoti tubuhnya. Maka orang tersebut akan semakin lemah dan tidak berdaya, sampai pada akhirnya mereka tidak sanggup lagi untuk bertahan hidup.

Namun perkembangan jaman dari tahun ke tahun semakin mengalami perubahan, dan sampailah pada titik dimana obat untuk mempertahankan hidup seseorang dengan HIV AIDS pun ditemukan. Alhamdulillah, sekarang sudah banyak ODHA yang bisa bertahan hidup dengan AIDS, tanpa menularkan kepada orang-orang terdekatnya. Obat-obatan tersebut adalah Anti Retro Viral (ARV), dan sekarang sudah ada peningkatan dari jumlah pengobatan dengan ARV.

Beruntungnya aku, saat diberi kesempatan oleh Komunitas Blogger Crony untuk hadir, di acara "Temu Blogger" bersama Kementrian Kesehatan RI dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2018. Narasumber yang hadir pada saat itu salah satunya adalah dr. Wiendra Waworuntu Mkes, sebagai Direktur Pencegahan dan pengendalian Penyakit Menular Langsung.

Diskusi bersama Kementrian Kesehatan RI (dok.pri)

Dr. Wiendra menjelaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia itu adalah untuk menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), agar semua pihak perduli dan bisa mendorong semua ODHA untuk berobat secara benar dan teratur. Tujuannya adalah untuk menekan atau menurunkan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit AIDS tersebut.

Dr. Wiendra Waworuntu Mkes (dok.pri)

Dari sejak pertama kalinya ditemukan penyakit ini yaitu pada tahun 1987, dan sampai saat ini penyakitnya sudah tersebar diseluruh propinsi di Indonesia. Menurut data dari Kementrian Kesehatan RI, dilaporkan bahwa dari tahun 2005 sampai 2016, kasus HIV berjumlah 232.323 ribu orang dan orang dengan kasus AIDS berjumlah 86.780 ribu orang. Sedangkan ODHA yang sedang dalam pengobatan dengan ARV, dan mampu bertahan hidup selama bertahun-tahun hanya sebanyak 73.037 ribu orang.

Oleh sebab itu sebagai masyarakat kita harus mendukung para ODHA yang belum aware untuk menjalani pengobatan nya sampai berhasil. Dikatakan berhasil bukan berarti penyakitnya sembuh atau virusnya hilang ya, tapi dengan pengobatan ARV secara teratur, maka seorang ODHA akan mampu bertahan hidup selama menjalani pengobatan. Dan yang paling penting, jika ODHA konsisten dalam pegobatannya, maka virus tersebut akan melemah dan tidak dapat menularkan pada orang-orang disekitarnya.

Sumber foto : @KemenkesRI

Menurut data dari Kementrian Kesehatan RI, kalau saat ini sudah tersedia 540 layanan yang tersebar dari berbagai Rumah Sakit dan Puskesmas di hampir semua Kabupaten atau Kota di Indonesia, untuk mendapatkan akses pengobatan ARV tersebut.

Seperti apa sih pengobatan dengan Anti Retri Virus (ARV) tersebut?

Pada dasarnya, perawatan untuk ODHA dengan melalui pengobatan ARV adalah pengobatan seumur hidup dan berkesinambungan. Sama seperti halnya pengobatan untuk orang-orang dengan penyakit Diabetes. Akan tetapi ada dampak efek samping yang dirasakan oleh ODHA, seperti misalnya akan merasakan Mual dan muntah, Diare, Demam, Sakit kepala, Gatal-gatal atau ruam kulit, Kurang darah (Anemia), Sulit tidur dan lain-lain.

Tapi dari semua efek samping tersebut dapat dikondisikan, karena untuk mencapai kondisi tubuh yang stabil bagi ODHA, tentu akan melewati hal-hal yang tidak mengenakkan seperti diatas. Oleh sebab itu, dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat diperlukan sekali. Karena sudah pasti emosi seorang ODHA akan terasa campur aduk, dengan perubahan kondisi tubuh yang mereka rasakan.

Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk mendukung perawatan seorang ODHA adalah, sebagai berikut :

  1. Menjelaskan manfaat dari pengobatan ARV, yang harus diminum secara teratur dan berkesinambungan
  2. Menjadi PMO (Pendamping Minum Obat) secara sabar dan telaten, artinya mengingatkan mereka pada jam minum obat
  3. Memberikan dorongan untuk mandiri dalam pengobatan, sampai pada akhirnya mereka akan terbiasa minum obat tanpa harus diingatkan
  4. Kemudian berikan dorongan dan semangat kepada mereka untuk tetap melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasanya
  5. Apabila timbul efek samping yang tidak mampu diatasi lagi oleh keluarga atau pendamping ODHA, maka rujuk lah ke Rumah Sakit terdekat yang mempunyai fasilitas layanan pengobatan untuk ODHA.


Cerita dari salah seorang ODHA  

Pada diskusi di Kementrian Kesehatan kemarin, hadir juga sebagai narasumber yaitu ibu Neneng yang hidup sebagai ODHA selama 15 tahun. Pada saat itu sedang mengandung anak yang pertama dan beliau dikatakan positif terkena HIV yang ditularkan dari suaminya yang juga seorang ODHA. Namun suaminya kini sudah meninggal, karena virus HIV yang dialaminya sudah meradang.

Ibu Neneng sebagai ODHA (dok.pri)

Lain halnya dengan kondisi ibu Neneng, yang selalu konsisten dalam menjalankan pengobatannya, maka beliau pun tidak dapat menularkan virus HIVnya kepada anak yang dikandungnya. Sehingga anak tersebut sekarang sudah tumbuh besar dan sehat. Dan kini ibu Neneng sudah menikah lagi dengan seorang ODHA juga, lalu beliau dapat mengandung dan melahirkan anak yang kedua dengan lancar, dari suaminya yang baru tanpa menularkan HIVnya.

Nah dari penjelasan ibu Neneng tersebut, sudah semakin sangat jelas kan, kalau kita tidak perlu menjauhi seorang ODHA. Karena penularan HIV AIDS itu tidak mudah, jangan termakan informasi Hoax tentang penularan HIV. Berikut ini beberapa hal yang perlu kita ketahui, sejauh mana virus tersebut dapat menular dan tidak menular beserta cara pencegahannya.

Beberapa hal yang tidak menjadi penyebab menularnya HIV AIDS :
Penggunaan toilet bergantian, Bertukar pakaian, Berbagi makanan atau minuman, Berenang dikolam yang sama, Gigitan nyamuk dan Keringat, Tinggal dalam satu rumah, Bersalaman atau berpelukan bahkan juga berciuman

Beberapa hal yang dapat menularkan HIV AIDS adalah :
Melalui hubungan seksual, Berbagi jarum suntik yang tidak steril, Transfusi darah, Ibu hamil yang terinfeksi ke anaknya

Sedangkan cara pencegahannya, adalah :

  • Tidak melakukan seks beresiko (Abstinence)
  • Selalu setia pada satu pasangan (Be Faithfull)
  • Melakukan hubungan seks secara aman yaitu selalu menggunakan kondom (Use Condom)
  • Hindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril
  • Mencari info yang akurat dan tepat tentang HIV AIDS dari tempat layanan kesehatan seperti Rumah Sakit atau Puskesmas.


Pengobatan ARV harus diminum sesuai dengan petunjuk dari dokter dan juga harus disesuaikan dosis dan waktu meminumnya ya. Untuk dosis tetap yaitu terdiri dari obat Tenovovir, Lamifudin dan efavirens (TDF, 3TC, EFV). Ketiganya dikemas dalam 1 tablet, dan diminum 1 kali per hari di waktu yang sama. Jadi tenggat waktu saat meminum obat ARV ini yaitu dalam waktu 24 jam. Misalnya jika pertama kali minum setiap jam 8 pagi, maka keesokan paginya juga harus minum di jam 8 pagi juga, dan begitupun seterusnya.

Jika pasien selalu konsisten meminum obatnya setiap hari seperti yang dilakukan ibu neneng, maka In Sha Allah target pemerintah untuk mengeliminasi penyakit HIV AIDS pada tahun 2030 akan tercapai. Karena tentunya pengobatan ini sangat dianjurkan sekali, agar angka pertumbuhan dari ODHA dapat ditekan, berkurang atau bahkan tereliminasi….
Aamiin Allohuma Aamiin.



0 komentar:

Posting Komentar