Kamis, 13 Desember 2018

Apresiasi Untuk Para "Ibu Hebat" Anak Down Syndrome

“Anak Down Syndrome bukan sakit mental, tapi mereka butuh perhatian khusus dan kesabaran yang tiada batas dari keluarganya, terutama dari Bundanya. Akan tetapi bukan berarti ayah tidak ikut berperan dalam perawatannya, hanya saja seorang ibu biasanya lebih mengerti dan peka terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.”

Mendengar pernyataan dari seorang Psikiater Tika Bisono, dadaku langsung merasa terhimpit, sesak rasanya. Ingatanku langsung melayang pada sosok wajah mungil yang sudah lama ku rindukan dengan amat sangat. Tak kuasa sebenarnya aku menahan air mata ini, namun aku berusaha untuk bersikap professional pada pekerjaanku saat itu.

Tepatnya hari Minggu, tanggal 9 Desember 2018. Aku berkesempatan menghadiri event Talkshow Parenting yang diselenggarakan oleh POTADS (Persatuan Orangtua Anak Down Syndrom), dan acara ini didukung penuh oleh organsasi pemerintah BKKBN (Badan kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Dengan menghadirkan 2 orang narasumber yaitu Tika Bisono seorang Psikiater dan juga pendiri Potads itu sendiri yaitu ibu Noni Fadhillah.



Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (dok.pri)

Selain kedua narasumber dalam talkshow parenting tersebut, telah hadir juga
ibu Sri Handayani sebagai Ketua Umum Potads dan bapak Sigit Priohutomo yang merupakan perwakilan dari BKKBN. Potads dan BKKBN merasa peduli kepada para orangtua dari anak-anak Down Syndrome, yang dengan senantiasa sabar dalam merawat anak istimewanya.


Ibu Sri Handayani dan bapak Sigit Priohutomo (dok.pri)

Anak adalah titipan Illahi yang harus kita jaga dan rawat, tanpa terkecuali. Mau bagaimana pun, kita sebagai orangtuanya yang mengandung, melahirkan dan membesarkannya, tentu harus siap dan menerima apapun yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Tapi memiliki anak berkebutuhan khusus itu bukan suatu musibah, melainkan kita diberi kesempatan dan menjadi orang yang terpilih untuk melaksanakan tugas istimewa dari Sang Maha Pencipta.

Aku termasuk salah satu orangtua dari anak Down Syndrom. Jujur saat, pertama kali mendengar penjelasan dari dokter tentang anakku yang kedua. Aku tidak bisa berkata apa-apa, namun hanya berucap dalam hati, In Sha Allah aku siap menerima buah hatiku yang special ini dalam keadaan apa pun, dan In Sha Allah aku siap untuk menjaga dan merawatnya sebaik yang aku bisa. Hanya saja, aku memohon bimbingannya dari Sang Maha Pencipta, untuk selalu diberikan kesabaran dan keiklasan pada saat menjalankannya.

Akan tetapi Allah SWT berkehendak lain, aku tidak diberi kesempatan untuk membesarkannya. Allah SWT lebih menyayanginya dan mengambilnya kembali dari pelukkan ku. Terkadang masih suka timbul pertanyaan dibenakku, kenapa aku tidak dipercaya untuk menjaganya. Tapi kemudian aku sadar, semua takdir itu adalah kehendak-Nya, hanya Allah SWT lah yang mengetahui.

Begitu pun juga untuk anak-anak Down Syndrom yang hadir di acara tersebut, aku sama sekali tidak menyangka. Sebagian dari mereka mempunyai kelebihan yang bisa ditunjukkan dengan sangat menawan. Acara dimulai dengan tarian tradisional Ondel Ondel dari SLB Asih Budi, Lalu ada Zeina yang menyanyikan lagu “kasih Ibu” dengan diiringi musik Keyboard solo oleh Edo, dan tarian modern atau dance modern yang dibawakan oleh Razan.




Mereka semua anak-anak Down Syndrom, dari berbagai usia. Misalnya seperti Zeina yang sudah berusia 28 tahun, yang merupakan anak dari ibu Noni Fadhilah Founder Potads itu sendiri. Dengan sabar dan telaten, ibu Noni membimbing Zeina untuk bisa mandiri dan bahkan sekarang Zeina pun sudah lancar berbicara dan bernyanyi. Jadi kunci utamanya adalah hanya "Sabar….Sabar…dan Sabar…." Ujar ibu Noni.


Ibu Noni Fadhillah Founder Potads (dok.pri)

Untuk membimbing anak normal saja butuh kesabaran, apalagi untuk anak-anak special ini, yang membutuhkan 2 kali lipat kesabaran dalam membimbing atau mengajarkan segala sesuatunya. Oleh karenanya, buah dari kesabaran ibu Noni dan para orangtua dari anak-anak Down Syndrom tersebut telah membuahkan prestasi yang mengagumkan.

Zeina putri ibu Noni (dok.pri)


"Bukan hanya perhatian khusus, tapi melatih kemandirian juga harus diterapkan pada anak-anak tersebut," ujar ibu Noni lagi. Oleh karenanya beliau merasa perduli kepada para orangtua yang sudah berhasil membesarkan anak-anak istimewanya, dan sangat patut untuk diberi apresiasi dengan menyelenggarakan event Talkshow Parenting ini dengan tema “Persembahan Untuk Ibu Hebat”.

Dengan mengikuti event ini, selain dapat menambah wawasan, juga para ibu hebat tersebut, bisa menyaksinya Demo Make Up persembahan dari Mineral Botanica.

Penjelasan Tika Bisono Tentang Anak  Down Syindrome Terhadap Lingkungannya

Ilmu parenting yang dijelaskan oleh seorang Psikolog Tika Bisono, adalah mengenai “Interaksi Dan Komunikasi Keluarga – Terapi Psikososial bagi Anak Down Syndrome Dan Keluarga”.
Anak Down Syndrom adalah anak istimewa, mereka berbeda dari anak normal tentunya. Sumber inspirasi utama untuk anak-anak istimewa ini adalah Orangtua, Guru, Dokter, Terapis dan Keluarga. Kemampuan belajarnya sangat unik, akan tetapi ada potensi dalam diri mereka untuk menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat di masyarakat. 


Ibu Tika Bisono  (dok.pri)

Keluarga adalah lingkungan terdekat untuk mempelajari semua aktivitas yang dilakukannya dalam sehari-hari, yaitu seperti :

  • Memperhatikan gizi makanan dan minumannya
  • Memberikan sosialisasi dan interaksi secara kontinyu dengan sabar, adanya kontak mata, rasa persahabatan, berbagi kebahagiaan dan emosi
  • Cara berkomunikasi dengan bahasa yang diucapkan secara berulang atau menggunakan alat pengganti komunikasi
  • Membalas percakapan da nisi dari komunikasinya yang tersusun.

Dengan adanya pendekatan dalam berkomunikasi, maka hanya keluarga lah yang bisa memahami tentang apa pun yang dirasakan atau dikehendaki oleh anak-anak istimewa tersebut.

Namun, ada efek atau dampak yang terjadi didalam keluarga yang memiliki anak Down Syndrom :

  • Ada sekitar 50-70% para orangtua dari anak Down Syndrome yang rumah tangganya mengalami kegagalan dan berakhir dengan perceraian
  • Ada banyak juga orangtua yang merasa terbebani memiliki anak Down Syndrome dan memerlukan perjuangan untuk mempertahankan perkawinannya
  • Ada beberapa pihak luar yang akhirnya menjadi bagian dari keluarga, seperti Dokter, Terapis dan lain-lain yang merasa perduli
  • Satu kesalahan yang paling fatal, biasanya pasangan akan lupa bahwa sebelumnya mereka saling mencintai.

Beberapa dampak yang akan timbul terhadap keluarga, adalah :

Efek Terhadap Ibu
Biasanya seorang ibu akan merasa mudah frustasi saat belum menerima ketidak pastian perihal perkembangannya, kemudian pada saat anak tersebut mengalami penurunan dalam perkembangannya, maka dia akan merasa bersalah, cemas, takut, marah dan sedih, kemudian timbul lah depresi. Namun ada saat dimana si ibu akan bisa menerima dan mulai melihat situasi dan faktanya, maka pada akhirnya akan memberikan kasih sayang yang tulus.

Efek Terhadap Ayah
Biasanya seorang ayah akan menjadi nomor satu yang suka membanggakan keberhasilan anak-anaknya, namun dalam situasi ini si ayah akan cukup sulit menerima keadaan. Dan akan terpaksa menerima kenyataan, dengan berbagai reaksi seperti : Dapat menerima dan mencari solusi atau menolak secara langsung, serta lebih memilih kekurangannya dari pada kelebihannya.
Oleh sebab itu, disinilah peran ibu dan terapis sangat penting untuk menimbulkan kemajuan perkembangan anak Down Syndrome.

Ada 5 tahapan pertumbuhan dalam kehidupan anak Down Syndrome, yaitu :

  • Infant, harapan, mimpi dan visi tentang kehidupan baru, berubah karena keadaan tidak normal, muncul stress
  • Toddler, harapan semakin menurun karena keadaan tidak normal tersebut harus dihadapi
  • Young School Age, Lebih banyak harapan yang hilang saat ibu melihat perbedaan yang kontras dengan anak normal lainnya
  • Older School Age, mulai ada kemajuan namun tantangan muncul lagi saat memasuki fase pubertas
  • Adult, ibu akan menjadi tua dan mulai timbul kekhawatiran atau stress, bila sudah terpikir kalau dia meninggal dunia. 

Beberapa hal diatas sudah sangat jelas kan, alasan terancamnya keharmonisan rumah tangga. Oleh karenanya, Ayah dan Ibu perlu juga melakukan beberapa hal seperti dibawah ini :

  1. Saling menguatkan satu sama lain, dan bergabung dengan orang lain untuk melakukan kegiatan
  2. Berusaha untuk saling menyenangkan pasangan satu sama lain, seperti pergi berkencan berdua, saling merayakan dan mengingat moment-moment penting, lalu aktivitas seks harus tetap difokuskan
  3. Rencanakan untuk berlibur berdua secara romantic, ingatkan diri bahwa kita masih saling mencintai, lakukan komunikasi cukup intens melalui Telepon, SMS atau WA

Sedangkan efek terhadap saudara kandung juga akan menimbulkan reaksi yang berbeda, yaitu :

  1. Saudara kandungnya akan merasa bahagia jika terjadi interaksi dari saudara Down Syndromnya
  2. Kecemburuan pasti ada, karena perhatian orangtua lebih terfokus terhadap anak Down Syndrom
  3. Tapi ada juga yang akan berperan sebagai orangtua jika dititipkan saudaranya
  4. Atau ada juga saudara kandung yang menjauh dari keluarganya.

Semua orangtua dari anak-anak Down Syndrome memerlukan dukungan dari pihak luar untuk bisa konsisten dalam membimbingnya, oleh sebab itu mereka sangat perlu untuk bergabung dalam suatu kelompok atau komunitas. Melakukan sosialisasi dengan para terapis medis, terapis wicara dan psikoterapi, dan menggali informasi penting tentang anak Down syndrome di pusat-pusat terapi, mengikuti kegiatan di Rumah Sakit dan kegiatan di lingkungan masyarakat.


Anak-anak Potads (dok.pri

Baiklah semoga informasi ini berguna untuk kita semua, terutama untuk para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Perjuangan untuk membesarkan anak Downd Syndrom harus terus ditingkatkan dan di support, agar bisa meciptakan potensi yang berbakat dan akan menjadi kebanggan di masa depannya kelak.



0 komentar:

Posting Komentar