Jumat, 02 November 2018

Kemeriahan Pumpkin Festival Di One Parc Puri

Waahhh....Ada labu kuning dimana-mana. Kalimat yang aku gumamkan dalam hati, saat memasuki area One Park Puri beberapa hari yang lalu.

Pumpkin Festival di One Parc Puri

Bulan ini sedang musim panen buah labu kali yah, soalnya aku melihat buah labu ada dimana-mana, rata-rata sih di mall-mall. Hmmm....ya iya lah, bulan ini kan ada perayaan hari Halloween, tepatnya tanggal 31 Oktober 2018. Dan sebagian manusia di dunia ini akan merayakannya, tapi aku enggak aku sih. Hehehe....

Hari Halloween sebenarnya kebudayaan asing, yang dari sejak dulu sudah ada. Bukan kebudayaan Indonesia, namun ada sih beberapa warga Indonesia yang suka ikut merayakannya, semata-mata hanya untuk seseruan bareng keluarga sepertinya, terutama anak-anak.

Menurut sumber dari Wikipedia yang aku baca, tentang makna merayakan hari Halloween adalah, berawal dari festival panen kelt kuno yang memiliki akar-akar pagan, khususnya seperti festival Samhein etnis Gael, kemudian festival tersebut di tetapkan oleh sebagai hari Halloween.

Hhmmm bahasanya agak kurang nangkep yah sebenarnya.... Tapi mungkin bagi orang yang mengerti tentu akan lebih mudah memahami arti dari penjelasan diatas. Namun secara garis besar, sebagian orang memiliki keyakinan bahwa Halloween bermula secara Independen sebagai suatu perayaan kristen semata, jika dipisahkan dari pengertian festival kuno seperti Samhein tersebut.

Ada beberapa kegiatan dalam Halloween, yaitu :

  1. Trick Or Treat, berupa penyamaran dengan berbusana serba hitam atau biasanya identik dengan Jubah hitam kombianasi merah, kalau digambarkan seperti nenek lampir dengan dilengkapi make up menyeramkan ala nenel lampir
  2. Kemudian hadir di acara pesta kostum Halloween, selain memakai kostum nenek lampir biasanya juga ada yang memakai kostum-kostum hantu lainnya, seperti pocong, vampire dan lain-lain
  3. Kemudian ada juga kegiatan mengukir atau mendekor labu kuning, untuk di jadikan Jack 0' Lantern, yaitu sebuah labu kuning yang diambil isinya sampai kosong lalu diukir menyerupai wajah menyeramkan dan di pasang lampu didalamnya, jadi benetuknya seperti lentera gitu. Lucu sih....Hehehe
  4. Kemudian ada beberapa permainan2 lainnya atau dongeng-dongeng yang berhubungan denga cerita horor dan Api Unggun Besar.

Keseruan Trick Or Treat Halloween

Nah dari penjelasan diatas, beberapa hari yang lalu kebetulan aku mendapat undangan untuk menyaksikan acara Pumpkin Festival yang diselenggarakan di One Parc Puri. Jujur saja aku baru pertama kalinya ke One Parc Puri ini, karena tempatnya lumayan jauh dari rumahku.

Tentang One Parc Puri

One Parc Puri berada di kawasan Karang Tengah Barat atau ada di dalam wilayah Tangerang sih tepatnya. One Parc Puri (OPP) merupakan kawasan seluas 9.7 hektar yang dibangun untuk Live Work Play Apartment. Pembangunan kawasan OPP ini terinspirasi dari kawasan apartemen di Singapura dengan lanskap pemandangan Eco Green, yang tentunya dapat membuat setiap penghuninya akan merasa nyaman untuk hanya sekedar berjalan-jalan santai atau berkumpul bersama keluarga tercinta.

Waahhh kalau aku sih memang suka dengan konsep apartemen yang lebih memberikan kesejukan pemandangan hijau. Jadi sejauh mata memandang dibuat sejuk dan nyaman. Untuk pembangunan One Parc Puri ini, masterplan uniknya menampilkan hunian dan ruang bisnis yang kontemporer dan berkualitas.

Diawali dengan bangunan Orchidea dan Olea, untuk kemudian selanjutnya akan dibuat 2 fase bangunan lagi, jadi total bangunannya nanti ada 4 fase. Hhmm...pantesan saat memasuki areanya, aku agak bingung loh. Aku berpikirnya OPP ini tuh berupa mall, tapi bentuknya ko tidak seperti mall dan bangunan yang sudah jadi yaitu Orchidea dan Olea bangunannya tidak terlalu tinggi. 

Mungkin itu karena baru tahap awal kali yah. Oleh sebab itu, cocok banget acara Pumpkin Festival ini diadakan di One Parc Puri, karena tamannya cukup luas untuk penyelenggaraan sebuah acara.

Tentang Pumpkin Festival

Jadi Pumpkin Festival ini sudah 2 kali diselenggarakan oleh Binaya Komunikasindo di One Parc Puri Karang Tengah. Tepatnya pada tanggal 27-28 Oktober 2018 yang lalu, acaranya berlangsung untuk kedua kalinya, mengingat kesuksesannya di event yang pertama. Pada event yang pertama dulu temanya Mid Autum : "Lantern Festival" 




Tujuan diselenggarakannya event ini adalah "untuk menyediakan wadah bagi anak-anak dalam mengembangkan kreativitasnya. Sehingga secara langsung akan meningkatkan bonding antara anak dan dan orang tua”. Menurut mba Dya Loretta, sebagai Managing Director Binaya Komunikasindo.

Waahhh betul sekali memang, untuk memanfaatkan moment hari Halloween ini bisa kita fokuskan untuk kegiatan positif bagi anak-anak, jadi tidak terfokus pada perayaan atau semacamnya sih. Namun sayangnya, pada hari itu anakku tidak bisa ikut hadir, padahal ada berbagai macam lomba yang bisa diikuti oleh anak-anak mulai dari usia 3 tahun sampai 12 tahunan.

Lomba yang diadakan di Pumpkin Festival ini, yaitu : 
  1. Pumpkin Cooking Class
  2. Cosplay Competition
  3. Pumpkin Art Day (Pumpkin carving)
  4. Pumpkin Coloring Competition 

Disini aku akan bahas keseruannya satu per satu yah.

Pumpkin Cooking Class

Dalam Cooking Class ini, baik anak perempuan atau laki laki juga ikut memeriahkan. Mereka belajar mendekorasi Cup Cake dan Pancake, namun sebelumnya ada kaka chef yang memberi arahan cara membuat adonan kue terlebih dahulu lalu memberi contoh cara menghias cake nya.

Cooking Class

Kelompok pertama membuat Pancake dan kemudian dilanjutkan kelompok kedua membuat Cup Cake. Keduanya dihias dengan teman Halloween tentunya, nah seperti contoh berikut.




Dan ini dia hasil hiasan kelompok pertama yang membuat Dekorasi Pancake tadi, untuk kemudian akan dinilai oleh Juri. Dan tentunya cakenya boleh dibawa pulang loh, para panitia pun sudah menyediakan mika plastik untuk dibawa pulang.

Cooking Class Competition


Cosplay Competition Cosplay

Competition merupakan kompetisi kostum Halloween, jadi anak-anak yang ikut kompetisi ini memakai kostum-kostum Halloween dan memperagakannya, mereka semua terlihat lucu dan menggemaskan. Terutama si kecil yang memakai kostum labu.

Cosplay Competition 


Oh iya anak-anak yang mengikuti Cosplay Competition tersebut, tidak harus repot2 membawa kostum dari rumah loh, karena tim panitia Pumpkin Festival sudah menyediakan disana, sekaligus make up Cosplaynya juga sudah yersedia, jadi anak-anak hanya tinggal mempunyai keberaniannya aja untuk tampil di panggung dan memperagakan diri. 

Pumpkin Art Day

Nah kalau kompetisi Pumpkin Art ini adalah kompetisi mengukir buah labu kuning. Jadi anak-anak akan mengukir 1 buah labu dengan menggunakan pisau ukir, jadi sepertinya para orang tua harus terlibat untuk membantu anak-anaknya. 




Dan ini dia hasil ukiran dari beberapa peserta, untuk di nilai oleh para juri. 




Kemudian yang terakhir yaitu Coloring Competition yang akan diadakan pada malam harinya, namun sayangnya aku keburu pulang. Jadi tidak bisa sampai selesai ikut mengabadikan moment keseruan Pumpkin Festival ini.

Kalau tahun depan ada event seperti ini lagi, aku mau ajak anakku untuk ikut deh.....

Walaupun tempatnya jauh, tapi enggak nyesel kayaknya untuk ikut kompetisionnya, karena selain pendaftarannya free, setiap anak bisa mengikuti semua perlombaan dan yang lebih seru lagi hadiahnya banyak bangeeettttt.....




Nah lihat, kamu tertarik ga nih sama hadiah-hadiahnya....

0 komentar:

Posting Komentar