Kamis, 11 Oktober 2018

SCG Melirik Transformasi Digital Dengan Membuat Strategi Investasi Menuju Industri 4.0

Dunia digitalisasi saat ini sudah sangat membuat para palaku bisnis di seluruh dunia menjadi lebih terarah dan konsisten. Betapa banyaknya pelaku bisnis yang dalam proses manajemennya menggunakan arahan digital. Karena selain bisa untuk lebih megefisienkan waktu, juga bisa untuk menghemat pengeluaran biaya ketenagakerjaan suatu perusahaan.

Seperti halnya Siam Cement Group (SCG), yang merupakan sebuah produsen bahan bangunan terbesar di Thailand atau bisa juga disebut tempat berkumpulan nya para konglomerat bisnis terkemuka di Asean yang beberapa hari lalu menyelenggarakan Invesment Forum 2018 di Rich Carlton Hotel, dengan bahasan tema tentang “Digital Passion”.

Para Investor dalam Forum Invesment di SCG

Dalam forum tersebut SCG memperkenalkan bisnis barunya yaitu Addventures, yang ditunjuk sebagai salah satu anak perusahaannya untuk memperluas bisnis dalam sektor Tekhnologi Digital. Yang dalam prosesnya, SCG membuat inovasi digital yang ditujukan ke beberapa aspek bisnis, seperti para pebisnis startup yang berpotensi mengalami perkembangan cukup pesat, dan mendorong pertumbuhannya tersebut menuju era industry 4.0.

Namun sebelum membahas lebih dalam mengenai strategi bisnis baru dalam SCG, disini aku akan menjelaskan terlebih dahulu tentang sepak terjang perusahaan semen terbesar di Thailand ini, dalam meraih keberhasilannya dalam berbagai bisnis yang dijalankan di Indonesia.

About Siam Cement Group (SCG)

Pengelolaan bisnis SCG mulai beroperasi di Indonesia dari tahun 1995, dengan mengawali bisnis perdagangannya yang terdiri dari tiga bisnis utamanya yaitu : Cement & Building Materials, Chemicals dan Packaging. Dan pada prosesnya, ada lebih dari 200 perusahaan serta sekitar 53.000 orang karyawan yang membantu bisnis SCG tersebut untuk menciptakan dan mendistribusikan produk layanan inovatif yang selalu dibutuhkan konsumen pada saat ini dan juga di masa yang akan datang.



Nah sampai sini sudah terlihat jelas kan, bahwa produk SCG merupakan produk yang akan selalu dibutuhkan oleh konsumen sampai kapan pun dan akan selalu dicari. Selain itu seperti yang sudah kita duga bahwa pergerakan financial pada bisnis tersebut cukup stabil walaupun sering mengalami inflasi.

Mengapa aku katakan demikian, karena produk yang di hasilkan SCG merupakan produk-produk proyek infrastruktur seperti : Semen beton siap pakai Jayamix by SCG, Beton ringan SCG Smartlblock, SCG Pipe dan Precast, Didin Keramik, Lantai dan Keramik atap merk KIA, PVC Resin, Corrugate Containers dan Offset Printing kemasan, Gypsum Base dan Produk semen fiber.

Dari sekian banyaknya produk yang dihasilkan SCG tersebut bisa kita perkirakan, bahwa saat ini banyak proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan di Indonesia. Dan proyek infrastruktur ini bukan hanya di wilayah Jakarta saja, melainkan juga di beberapa kota di Indonesia. Dan ini merupakan contoh secara umumnya saja yang aku sebutkan ya, karena masih banyak konsumen secara pribadi yang akan membutuhkan produk-produk tersebut.

Selain produk yang disebutkan diatas, SCG juga menghasilkan produk kimia Upstream dan Downstream yang tergabung dalam bisnis Joint Venture dengan perusahaan terkemuka di Indonesia. Dan tidak berhenti disitu saja, SCG juga memiliki layanan logistik dari terminal dermaga yang mendukung proses penjualannya di seluruh Indonesia. 

Waw..waw..waw..siapa pun yang berinvestasi dengan SCG tentu akan membuah hasil dalam jangka panjang dan terarah. Hmmmm…pantas saja, saat aku menghadiri forum investasi tersebut, tak terhitung deh jumlah para konglomerat yang hadir disana dari berbagai Negara yang berinvestasi di SCG. Di Indonesia saja SCG memiliki 28 perusahaan dan 7000 karyawan dalam menjalankan bisnisnya tersebut.

Baiklah sekarang mari kita kembali lagi pada pembahasan mengenai Transformasi Digital yang akan di jalankan SCG dalam bisnis barunya yaitu Addventure.

Proses Transformasi Digital Dalam SCG

Jadi dalam bisnis Addventure ini, SCG akan mengembangkan suatu sistem Financial Tekhnologi (Fintect), untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Karena berdasarkan informasi dari International Data Corporation (IDC) atau pusat data terbesar di Indonesia, kenaikan transformasi digital pada tahun 2021 akan mencapai 1.6 trilliun dolar Amerika, pada Gross Domestic Product (GDP) Asia Pasifik.

Data tersebut semakin membuktikan bahwa Indonesia akan menjadi Negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal tersebut ditandai oleh semakin menjamurnya para pengusaha startup di Indonesia seperti perusahaan Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain. Oleh sebab itu dalam bisnis SCG pun tentu akan menyesuaikan dengan era industry 4.0 tersebut, yang kini sudah melahirkan Addventure yang ternyata telah di Launching pada bulan Juni 2017 lalu. 

Dalam perusahaan Addventure atau Venture Capital SCG ini, sudah tersedia 3 cara kerjasama dengan perusahaan startup lainnya yaitu : Venture Capital Fund, Kemitraan Ekosistem, Investasi Langsung. Dan ditahun ini sudah ada 11 perusahaan startup yang tergabung dalam Addventure by SCG, serta selain di Asean perusahaan ini juga didukung oleh perusahaan skala dunia seperti : Sillicon Valley, Tel Aviv dan China yang juga berinvestasi di Addventure.

Proses transformasi digital yang difokuskan dalam bisnis SCG ini adalah :
  • Pemasaran untuk bahan bangunan
  • Platform pembayaran untuk B2B E-Commerce
  • Platform Logistik
  • Platform Pencockan Kontraktor
  • Otomatisasi Bisnis dan Proses Manufaktur

Di ke 5 bidang utama tersebut, proses transformasi digital yang dijalankan di Addventure by SCG, diharapkan dapat meningkatkan daya saing untuk 3 unit bisnis utamanya yaitu Cement – Bulidings, Chemical & Packaging.

Nah betul kan seperti yang aku katakan di awal, bahwa perkembangan digital di era industry 4.0 ini, sangat mempengaruhi para pelaku bisnis di seluruh Dunia, dan semoga apa yang diprediksi mengenai perkembangan ekonomi di Indonesia, benar adanya.


1 komentar:

  1. Semoga indonesia makin lebih baik lagi dengan adanya digitalisasi dan forum scg bukan lagi solusi tapi panutan dalam investasi dalam mengembangkan dunia startup

    BalasHapus