Selasa, 02 Oktober 2018

Menghadapi Anak Usia Remaja Dalam Seminar Parenting Di Kalcare Lotte Shopping Evenue

Peranan sebagai orangtua yang bijak dan mencoba untuk bisa memahami keinginan anak-anak itu sangat tidak mudah bagiku. Aku memang belum mempunyai anak yang mau menginjak usia remaja, anakku masih SD kelas 4 saat ini.  Jadi masih terlalu jauh buat aku untuk merasakan, bagaimana mempunyai anak usia remaja atau mau menginjak usia remaja. 

Namun, aku mempunyai beberapa keponakan yang saat ini sudah memasuki usia remaja. Walaupun hanya keponakan, tapi bagiku sama seperti anak kandung sendiri, karena keponakan merupakan keturunan dari keluarga kita sendiri, dan aku merasa wajib untuk ikut serta menjaga masa depannya. Minimal aku bisa belajar mengetahui, cara untuk menghadapi hal-hal yang berhubungan dengan masa mereka.

Oleh sebab itu aku sangat tertarik untuk mengikuti event yang di selenggarakan oleh Kalcare di Lotte Shopping Evenue beberapa hari yang lalu. Dulu saat anakku masih TK, sekolah anakku juga pernah mengikuti kegiatan Kids Club di Kalcare.


Outlet KalCare di Lotte Shopping Evenue

KalCare Outlet di Lotte Shopping Evenue

Awalnya aku mengira bahwa KalCare itu supermarket kecil seperti Century dan semacamnya. Tapi ternyata KalCare tuh berupa "Outlet Layanan Kesehatan" dibawah naungan KALBE Group. Jadi KalCare melayani setiap pelanggannya untuk melakukan cek kesehatan secara gratis, serta bisa konsultasi langsung tentang keluhan penyakitnya dengan para nutrisionist yang selalu stanby disana, secara gratis juga.


Pelanggan yang sedang cek kesehatan di KALCare

Untuk cek kesehatan secara gratis yaitu berupa :
  1. Cek kepadatan tulang
  2. Cek usia biologis
  3. Menganalisa stress
  4. Analisa kesehatan pembuluh darah
  5. Konsultasi gizi
  6. Skrining tumbuh kembang anak
  7. Serta cek berat badan, tinggi badan, IMT dan tensi darah 

Sedangkan untuk cek kesehatan seperti cek Kolesterol, cek Gula darah, cek Asam urat, dan cek Hemoglobin itu berbayar sebesar Rp.50.000 untuk 1 kali pengecekan, dan untuk konsultasi dengan nutrisionistnya tentu saja gratis.

Tapi jika kita belanja produk KalCare minimal Rp. 250.000, maka kita akan mendapatkan voucher untuk cek kesehatan yang berbayar tersebut secara gratis, sebanyak 2 kali pemeriksaan dan 4 kali free Exercise (olahraga) seperti : Zumba, Yoga, Line dance dan Aerobik….wah banyak juga ya gratisannya. Kalau ingin mencari tahu seperti apa acara-acaranya, coba cek saja instagramnya KALCare

Produk-produk yang tersedia di KALCare 

Produk-produk yang tersedia di KalCare yaitu berupa susu dan bubur untuk balita, perlengkapan untuk balita, serta susu untuk kesehatan tulang. Nah jadi setelah di cek kesehatan tulangnya, jika pelanggan perlu minum susu kepadatan tulang yang di anjurkan oleh nutrisionist, maka kita tidak perlu repot-repot lagi untuk mampir dulu ke Supermarket. Para pelanggan bisa langsung membelinya disana, sangat praktis bukan.

Seminar Parent As Coach

Selain bisa cek kesehatan gratis, KalCare juga sering mengadakan event-event parenting, seperti seminar parenting "Parent As Coach" yang aku ikuti beberapa hari yang lalu, dengan tema "Menjadi Orangtua Yang Efektif Bagi Remaja Anda."

Nah kebetulan temanya ini bagus banget dan memang saat ini, aku sedang memerlukan pengetahuan tentang bagaimana menghadapi anak usia remaja seperti yang sudah aku ceritakan diatas.

Pembicara pertama dalam seminar parenting tersebut adalah, ibu Sarilani Wirawan. Beliau adalah seorang Praktisi Mindfulness dan Leadership Coach). Coach disini merupakan seseorang yang bisa melakukan atau bisa mempengaruhi pikiran lawan bicara untuk bisa melakukan aktivitas kreatif dan dapat menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi dirinya sebagai profesional.


Ibu Sarilani Wirawan 

Dalam menghadapi anak usia remaja menurut ibu Sarilani, maka kita perlu atau harus menjadi orang tua yang efektif. Efektif disini mempunyai arti bahwa sebagai orangtua kita harus mengenali sifat dan ciri dari anak-anak kita.

Dimana dalam perkembangannya, anak remaja biasanya menunjukan beberapa cir-ciri sebagai berikut :
Mulai bergaul dan memiliki hubungan yang lebih matang terhadap kedua gender
Mempunyai peran social yang bersifat feminine dan maskulin Mulai mengerti tentang kondisi fisik dan bisa memanfaatkan tubuhnya dengan efektif
Bisa mencapai kemandirian emosionalnya dari orang dewasa
Mulai mempersiapkan diri untuk tujuan masa depannya (berkeluarga)
Mempersiapkan diri untuk berkarir atau memiliki profesi
Mulai bisa menerapkan berbagai macam sistem nilai dan etika
Kemudian mempunyai keinginan untuk prilaku bertanggungjawab secara social.

Jadi mulai dengan kita mengetahu ciri-ciri diatas, maka sebagai orang tua kita harus menjadi coach untuk anak-anak kita sendiri. Karena setiap manusia itu mempunyai sumber daya melalui pikiran, perasaan dan perilaku, dimana pikiran dan perilaku ini akan mempengaruhi prilaku seseorang.

Oleh sebab itu peran Coaching ini akan membantu seseorang tersebut untuk mengelola pikiran dan perasaannya secara sadar. Dengan kesadarannya ini, maka anak akan merasakan kehadiran utuh dari kita atau dengan kata lain, keterlibatan langsung hubungan antara orangtua dan anak.

"Seperti apa sih prakteknya, keterlibatan langsung antara anak dan orang tua?"

Penjelasan tersebut, dijelaskan oleh ibu Eni Widiastuty yang mengajarkan kita para orangtua yang hadir dalam seminar parenting tersebut, cara untuk menjadi pendengar yang aktif. Dimana dalam prakteknya, kita diminta untuk saling berhadapan dengan orang yang duduk disamping kita, untuk saling mendengarkan cerita masing-masing secara bergantian.


Ibu Eni Widiastuty

Jadi dalam tugasnya, dibagi 2 kelompok A dan B yang akan berperan sebagai pendengar dan pencerita. Hal ini dilakukan secara bergantian, yang bertujuan untuk agar orangtua memahami beberapa hal dibawah ini, agar nanti bisa dipraktekkan kepada anak-anaknya :

Emosi
Saat berkomunikasi bersama anak, kita harus bisa merasakan dan mengenal emosinya

Gestur atau Bahasa Tubuh
Kita juga harus dapat mengerti gerak gerik bahasa tubuhnya 

Kata Yang Tak Terungkap
Disini kita juga harus bisa menemukan kata yang sulit diungkapkan oleh mereka, agar mereka juga merasakan interaksinya

Penilaian Diri
Dalam hal ini mereka akan mempertanyakan bagaimana penilaian kita terhadap prilaku dirinya

Pencapai atau Usaha
Kita juga harus bisa menghargai pendapatnya mengenai usaha apa yang sudah mereka lakukan

Intuisi
Dalam hal ini lah kita sebagai orangtua harus bisa dan mengerti tentang apa yang menjadi tujuannya dalam pencapaian masa depannya.

Nah dari beberapa hal diatas, tentunya kita akan menjadi lebih memahami karakter atau sifat serta keinginan dari anak-anak kita, tentang apa yang mereka inginkan dan mereka sukai. Dimana dalam hal ini kita harus sadar bahwa anak-anak kita hidup dijaman milenial, yang tentunya akan ada perbedaan cara dan metode dalam pencapaian masa depan mereka.

Untuk itu lakukan lah komunikasi yang baik dan intens namun tidak berlebihan, agar anak kita bisa merasakan adanya interaksi yang baik dengan kita. Sehingga bisa menciptakan hubungan yang spontan, fleksibel dan percaya diri serta terbuka satu sama lainnya.

Aku berharap semoga catatan ini, bisa mewakili perasaan dan hati para orangtua yang masih bingung bagaimana cara menghadapi anak-anak jaman now, yang membuat kita harus menjadi "Role Model" yang baik untuk anak-anak remaja kita.


0 komentar:

Posting Komentar