Rabu, 03 Oktober 2018

313 Stand Para Pengrajin Di Pameran KriyaNusa 2018 Dalam Rangka HUT ke 39 DEKRANAS

“Wow….meriah namun elegan”….
Kalimat takjub yang aku ucapkan saat memasuki Ballroom Jakarta Convention Center hari Rabu tanggal 26 September 2018. Hari itu adalah hari pertama Pameran KriyaNusa 2018 dimulai, dan pameran tersebut berlangsung selama 5 hari, sampai dengan tanggal 30 September 2018. Lebih takjubnya lagi, aku merasa baru kali ini ada pameran di JCC tanpa ada pembelian tiket masuk, jadi pengunjung bisa berkali-kali datang ke pameran ini.




Awalnya aku berfikir pameran KriyaNusa ini hanya event pameran biasa saja. Tapi ternyata ada beberapa macam acara yang telah terjadwal, dari mulai hari pertama sampai hari terakhir pameran digelar.

Acara-acara tersebut antara lain :
  1. Fashion Show dari berbagai Dekranasda
  2. Talkshow tentang kewirausahaan
  3. Demo Melukis
  4. Demo Kreasi Hijab dan Make up
  5. Setiap hari selama event berlangsung selalu ada live music di jam-jam tertentu.
Seru kan yah, dari judul diatas saja sudah ketahuan kan bagaimana riuhnya suasana disana dengan berbagai macam stand kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Aku tuh merasa kayak jalan jalan ke seluruh Indonesia saat melewati setiap stand para pengrajin yang berasal dari daerahnya masing-masing.


Salah satu stand kerajinan dari Kalimantan
Ada sejumlah 313 Stand Kriya yang terbagi menjadi 172 stand Dekranasda, lalu 37 stand kementrian dan BUMN serta 76 pengrajin individu dari berbagai daerah di Indonesia, serta ada stand ikonik dan desainer. Selain stand-stand fashion dan kerajinan ,juga ada stand kuliner sebanyak 21 stand.





Waahh…komplit banget yah, oleh karenanya ketua Bidang Humas, Promosi dan Publikasi KriyaNusa 2018 yaitu bapak Triana Rudyantara menghimbau para masyarakat Indonesia khususnya yang berada di Jakarta untuk berkunjung ke Pameran KriyaNusa di JCC Senayan, oleh sebab itu tiket masuk pun tidak dikenakan biaya, agar para pengunjung pun ada rasa nyaman untuk bisa berkali-kali datang ke pameran tersebut.

Nah dihari pertama itu, aku berkesempatan menonton Fashion Show pertama persembahan Dekranasda, dengan menghadirkan karya-karya Fashion Etnik Aceh oleh designer Naniek Rahmat dari Jakarta. Kemudian dilanjutkan oleh Desainer dari Aceh yaitu Ayu Harmas, Lisdayanti Abed, Andina Agustina, Sarah Rizka Ibrahim, Nelisma Amin, Novita Bactiar dan Rosnani Djakfar dengan menampilkan Fashion Etnik Aceh Pucuk Rebung. Dimana, motif Pucuk Rebung ini merupakan ikon daerah dari Aceh.








Oleh sebab itu dengan di gelarnya pameran yang mengusung tema “Tingkatkan Sinergitas & Kreativitas Wirausaha Milenial” ini, KriyaNusa 2018 mengajak para desainer untuk bekerjasama dengan para pengrajin dari berbagai daerah, dengan tujuan untuk mengedukasi para pengrajin dan menyebarluaskan hasil kerajinan daerahnya kepada masyarakat luas.

Hal ini bertujuan agar masyarakat di Indonesia, khususnya para remaja era millenial tahu bahwa sinergitas antara kebudayaan dan fashion milenial, bisa dikembangkan melalui tangan-tangan para pengrajin daerah.

Berikut nama-nama desainer yang bersinergi dengan para pengrajin terpilih dari seluruh kabupaten atau kota di Indonesia, yaitu : Naniek Rahmat, Ghea Panggabean, Oscar Lawalata, Didit Maulana dan Carmanita. Sedangkan daerah yang terpilih untuk bekerjama dengan para desainer tersebut adalah : Sintang, Sabu, Cual, Donggala, Tuban dan Ulap Doyo.

Produk kerajinan yang ditawarkan di pameran tersebut sangat bervariasi, dan tentunya original serta berkualitas. Oleh karenanya, produk-produk yang dihasilkan tidak diproduksi secara besar-besaran seperti barang grosiran, yang terkesan modelnya jadi pasaran.

Tapi walaupun produknya asli dan berkualitas, harga yang ditawarkan pun tidak mahal, karena semua produk di pameran tersebut diterima dari tangan pengrajinnya langsung, dan mereka tidak perlu membayar sewa stand. Semua biaya penyewaannya sudah ditanggung oleh Dekranasda dari masing-masing daerah.

Waahh…pantesan saja, kesan pertama saat aku mengunjungi pameran KriyaNusa 2018, suasananya sangat ramai pengunjung. Apalagi di hari pertama itu hadir juga para ibu-ibu pejabat sebagai tamu undangan, yang dengan sangat elegant berdandan memakai busana Tradisional dari berbagai daerah.

Masih tentang merayakan HUT ke 39 Dewan Kerajinan Nasional, jadi ternyata Dekranas tidak hanya menggelar pameran KriyaNusa saja, melainkan ada 3 rangkaian kegiatan besar lainnya, yaitu :
  1. Pameran KriyaNusa 2018 yang digelar dari tanggal 26-30 September 2018 yang sudah aku ceritakan diatas
  2. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diselenggarakan di Kementrian Pertahanan pada tanggal 27 September 2018, yang diikuti 600 peserta terdiri dari : Ketua Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota serta Anggota Pengurus Dekranas Pusat
  3. Penjurian World Craft Council Award 2018 pada tanggal 24-27 Septeber 2018, dan Indonesia menjadi tuan rumah kembali untuk World Craft Council Award Of Exellence (WCC AoE) untuk Handycraft. Dan penyelenggaraan penjurian ini juga dipercayakan kepada Dewan kerajinan Nasional (Dekranas) yang bekerja sama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baiklah, semoga dengan adanya penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ini, para pengrajin daerah di berbagai wilayah di Indonesia dapat lebih totalitas lagi, dalam bersinergi untuk menghasilkan karya-karya kerajinannya, yang bisa disesuaikan dengan perkembangan jaman di era milenial ini.


0 komentar:

Posting Komentar