Kamis, 23 Agustus 2018

UKM Persiapkan Merchandise Asean Games 2018 Yang Berpusat di Gedung Smesco

Akhirnya bulan yang ditunggu-tunggu oleh semua rakyat Indonesia sudah dan sedang terlaksana pada saat ini. Apalagi kalau bukan Pertandingan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Setelah sekian puluh tahun kita semua pasti menantikan moment special yang bersejarah ini, terjadi di tanah air kita lagi. Bertepatan dengan hari Kemerdekaan HUT RI ke 73, bangsa Indonesia kini menjadi tuan rumah atau tempat digelarnya Asian Games yang ke 2 kali, dimana sebelumnya terjadi di tahun 1962.

Berarti sudah sekitar 56 tahun kita menunggu moment kebahagiaan ini, dan kebahagiaannya disambut sangat meriah, yang di awali dengan Opening Ceremonial Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno beberapa hari yang lalu. 

Walaupun aku tidak bisa menyaksikan secara langsung, tapi dengan hanya menyaksikan melalui stasiun televisi saja, membuat aku tidak mau beranjak sedikit pun. Perasaan terharu dan gembira menjadi satu, saat menyaksikan rangkaian acara dari awal sampai akhir.

Terutama saat melihat tarian Ratoeh Jaroe pada opening, yang nyaris membuat mata aku tidak mau menoleh sedikit pun. Tarian Ratoeh Jaroe yang berasal dari Aceh tersebut, merupakan tarian yang dikhususkan untuk penari perempuan, sedangkan tarian Saman dikhususkan untuk penari laki-lak. Ini yang perlu kita ketahui yes! 

Tarian tersebut dilakukan oleh para pelajar Sekolah Menengah sebanyak 1.500 orang, dan sangat terlihat wajah bahagia dan semangat dari adik-adik  penari tersebut. Walaupun menurutku, fisiknya pasti cape. Hhmm…kalau udah  ngomongin tentang special moment pada opening ceremonial tersebut, tidak akan ada habisnya yah.

Baiklah sekarang aku mau ceritakan, info menarik lainnya seputar Asean Games 2018. Dan pastinya hal ini menjadi sangat penting bagi sebagian orang yang sering keliling Dunia. Wow! Apakah itu…??? Taraaaaa…..(aih lebay).

Jadi setiap kita bepergian jauh itu kan pasti kita akan membeli oleh-oleh berupa apapun yang menjadi ciri khas Negara yang kita kunjungi, misalnya seperti Merchandise atau makanan.

Atau bisa juga saat kita menghadiri suatu event besar, baik diluar mau pun di dalam negeri, pasti kita akan tergerak untuk mencari suatu barang yang ada kaitannya dengan event tersebut, dan mempunyai lambang atau ciri dari event tersebut. 

Untuk itu maka, Kementrian Koperasi dan UKM, telah menyiapkan bermacam-macam Merchandise Asian Games, yang sudah berjejer rapih di area paling depan, dalam galeri Paviliun Provinsi Gedung Smesco.

Galeri Paviliun Provinsi Gedung Smesco (dok.pri)

Dalam hal ini Kementrian Koperasi & UKM, berkerjasama dengan INASGOC (Indonesian Asian Games 2018 Organizing Committee) sebagai penyedia Marchandise berupa berbagai macam barang kerajinan yang dibuat langsung oleh para pengrajin dari daerah pedalam Indonesia.

INASGOC merupakan organisasi komite resmi yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia sebagai panitia yang bertanggung jawab menyusun rencana, menyiapkan dan menyelenggarakan Asian Games 2018, termasuk dalam penyediaan Marchandise.


Para Narasumber (dok.pri)

Info mengenai penyediaan Marchandise Asian Games ini aku dapatkan dari forum diskusi Kementrian Koperasi dan UKM dengan tema “UKM Menangkap Peluang Asian Games 2018” yang menghadirkan 3 orang Narasumber, yaitu :

  1. Ibu Emilia Suhaemi sebagai Direktur Utama LPP-UKM
  2. Bapak Mochtar Sarman sebagai Vice Director Revenue
  3. Bapak Juan Firmansyah dari perwakilan UKM DuAnyam 

Mengenai persiapannya, ibu Emilia menjelaskan bahwa Smesco merupakan tempat yang ditunjuk untuk menjadi pusat Destinasi Belanja para atlit Asean Games. "Jadi nanti akan disediakan armada bus penjemputan untuk para Atlit yang mau membeli oleh-oleh Marchandise Asean Games", ujar ibu Emilia.

Walaupun sebenarnya, Marchandise Asean Games bisa didapatkan di setiap mall, tapi Smesco merupakan pusat resmi perwakilan para UKM dari berbagai wilayah di Indonesia.S

Di Smesco juga terdapat berbagai macam Marchandise lainnya dari berbagai daerah, dengan mengedepankan kebudayaan Indonesia, yang dibuat langsung oleh para pengrajin asli daerah tersebut.

Oleh sebab itu harga yang di bandrol pun tentunya akan berbeda dengan harga yang di bandrol di Mall, karena harga ini langsung didapatkan dari tangan para pengrajin UKM tersebut. Kalo tidak salah, selisih perbedannya sekitar Rp. 50.000,-…Wah lumayan yah. 

Menurut penjelasan Bapak Mochtar Sarman yang merupakan perwakilan dari INASGOC. UKM yang ditunjuk dan dipercaya untuk pembuatan Marchandise Asean Games 2018, salah satunya adalah UKM DuAnyam.

Kenapa memilih DuAnyam? 

Untuk alasan di pilihnya UKM DuAnyam, Bapak Juan Firmansyah menjelaskan lebih detail, apa keistimewaan produk yang di hasilkannya, sehingga bisa dipercaya oleh INASGOC untuk membuat 20.000 produk seperti Topi dan Kipas Anyaman, Bookmark, Cable Clip dan Agenda Cover. 

Kipas Anyaman, salah satu produk DuAnyam (dok.pri)

DuAnyam merupakan UKM yang melibatkan para pengrajin souvenir lokal, dengan memanfaatkan sumber daya dan kearifan lokal. Pengrajin yang dilibatkan dalam pembuatan souvenir lokal ini adalah para ibu rumah tangga dari desa Larantuka di Flores.

Alasan utama kenapa DuAnyam melibatkan para ibu rumah tangga dan perempuan di desa tersebut, karena terdapatnya permasalahan kesehatan yang dapat mengancam perempuan dan anak-anak di desa tersebut.

Pada awalnya banyak ditemukan anak-anak yang kekurangan gizi kronis, yang mengakibatkan 260 bayi meninggal dalam 1 hari dan 42 ibu meninggal saat melahirkan. Duh, miris sekali yah? 

Peristiwa tersebut dikarenakan, pihak DuAnyam awalnya merasa khawatir dengan pekerjaan kasar seperti bertani atau mencangkul sawah, yang dilakukan para ibu rumah tangga yang sedang mengandung atau mempunyai anak balita. 

Sehingga tak jarang banyak yang keguguran saat melakukan pekerjaan tersebut. Hal ini disebabkan karena para suaminya harus merantau ke kota sebrang untuk mencukupi kebutuhan mereka dan akhirnya perhatian mereka pun luput dari pemberian gizi untuk anak-anaknya.

Oleh sebab itu pihak DuAnyam berinisiatif untuk memberikan lowongan pekerjaan bagi mereka, dengan hanya melakukan aktifitas kecil, seperti mengerjakan kerajinan tangan dari Anyaman.

Nah dikarena kerajinan tangan tersebut dihasilkan dari pengrajinnya langsung, jadi Inasgoc mendapatkan harga yang lebih murah dibandingan perusahaan pengrajin lainnya. Karena hubungannya langsung ke para pengrajin DuAnyam, tanpa adanya profit dari penjualan tersebut.

Harga-harga yang ditawarkan untuk merchandise atau souvenir yang ada di Smesco berkisar mulai dari Rp. 15.000 sampai Rp. 5.000.000. Jadi tidak heran lagi kan kalau harga Souvenir-souvenir di Smesco lebih murah di banding yang dijual di Mall.

Sedangkan untuk Marchandise Asean Games itu sendiri selain tersedia di Smesco juga bisa kita dapatkan di toko-toko Alfamart dan lain-lain.

Selain Marchandise dari kerajinan tersebut, juga tersedia Pouch, Tas sekolah, Tempat Pencil, Tongsis, Power Bank dan Boneka yang menjadi Maskot Asean Games 2018 yaitu  boneka Bhinbhin, Atung dan Kaka.

Pokoknya masih banyak macamnya, bahkan minyak angin dan shampoo juga tersedia edisi khusus Asean Games 2018 loh. Woww…komplit pokoknya, Dari pada penasaran mending datang saja langsung ke Gedung Smesco yang berada di jl. Gatot Subroto.

Baiklah selamat berbelanja yaaa….mumpung belum kehabisan stock…Ok!

1 komentar:

  1. Pembukaan asian games memang mendapatkan banyak sambutan dan decak kagum akan pembukaan Asian Games

    BalasHapus