Kamis, 02 Agustus 2018

Koperasi Zaman Now Mulai Dilirik Generasi Millenial

Beberapa hari yang lalu aku hadir lagi untuk yang kesekian kalinya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi Dan UKM, yang bertema tentang “Koperasi Zaman Now".

Dalam diskusi tersebut, menghadirkan Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc sebagai Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM. Mendengar penjelasan dari bapak Meliadi tentang keanggotaa dalam koperasi, cukup membuat aku sedih pada awalnya. Karena teryata sasaran keanggotaan koperasi yang di fokuskan untuk anak muda zaman millennial ini, peminatnya masih belum memenuhi target.


Bapak Ir. Meliadi Sembiring sebagai Sekretaris Kementrian Koperasi dan UKM (dok.pri)

Padahal pemerintah sudah memberikan banyak sekali kemudahan dalam pengoperasian koperasi. Untuk mengikuti perkembangan di era yang sudah serba digital ini, pemerintah dibidang kementrian koperasi dan UKM membuat suatu metode koperasi melalui teknologi digital. 

Hal ini dimaksudkan agar, bukan hanya para orang tua saja yang tertarik untuk bergabung dalam keanggotaan koperasi. Akan tetapi anak muda pun akan tertarik untuk bergabung dan mulai melirik usaha lewat koperasi zaman now.

Mungkin diantara para pembaca blog aku ini, ada yang sudah tahu atau bahkan belum mengetahui sama sekali mengenai koperasi yang pertumbuhannya sangat pesat di Negara lain kan?

Nah aku akan bercerita sedikit tentang Koperasi digital yang sudah berjalan dengan sangat baik di negara Swedia misalnya. Dimana pada saat krisis perekonomian melanda negara tersebut, dengan jalan koperasi mereka bisa melewati krisis perekonomiannya.

Pada tahun 2017 Swedia mendirikan koperasi yang diberi nama Svensk Kooperation, dan koperasi ini terbentuk dari komunitas para petani yaitu : Federasi Petani Swedia (LRF), The Swedish Co-Operative Union (KF), Koperasi Perumahan HSB Cooperative dan KFO.

Usaha yang berkembang melalui koperasi tersebut, membuat pertumbuhan perekonomian negara Swedia semakin berkembang pesat. Hal ini dibuktikan dengan omzet sebanyak 400 milliar Krona Swedia (1 Sek = Rp. 1.660,-). Dan dengan berkembangnya koperasi di Swedia, maka tenaga kerja yang dibutuhkan untuk 100 koperasi mencapai 100 ribu orang.

Dengan begitu maka yang diuntungkan bukan hanya saja badan koperasinya, tapi taraf kehidupan para petani dan para tenaga kerja yang tergabung dalam koperasi juga ikut terbantukan. Maka krisis perekonomian di negara tersebut bisa terseleseikan dengan sangat baik.

Seperti itu lah tujuan pemerintah kita, untuk membuat inovasi baru dalam pengoperasian koperasi digital di zaman now ini. Sebagai contoh lainnya juga yang sudah dijelaskan oleh Bapak Bagus Rachman SE, MSc sebagai Asisten Deputi Penyuluhan, Deputi Bidang Kelembagaan, yang turut hadir di dalam diskusi tersebut, memaparkan tentang “Koperasi Zaman Now Utopia”




Koperasi Zaman Now Utopia yang dimaksud adalah koperasi zaman modern. Dimana untuk mencapai suatu kesuksesan dalam usaha yang berkaitan dengan koperasi, sudah harus di operasikan secara modern, sebagai contoh adalah penggunaan teknologi digital.

Menurut hasil survey dari Infografis di tahun 2017, penetrasi para pengguna Internet mencapai 143,26 juta jiwa, atau sekitar 54,68% dari 262 juta jiwa penduduk Indonesia. Melihat fakta tersebut, dari mulai tahun 1998 pertumbuhannya sangat cepat dari tahun ke tahun.

Sedangkan penelusuran berdasarkan usia para pengguna Internet yaitu :

  • Usia 13-18 tahun sekitar 75,50%
  • Usia 19-34 tahun sekitar 74,23%
  • Usia 35-54 tahun sekitar 44,06%
  • Usia 54 tahun lebih sekitar 15,72%

Dengan adanya pencapaian persentasi pengguna internet yang cukup jauh dari usia Baby Boomers (50 tahunan) sampai ke Generasi Z (20 tahunan) tersebut, maka pemerintah sangat mengharapkan sekali bahwa pengoprasian koperasi digital ini lebih banyak diminati oleh anak-anak zaman millennial ini (generasi Z).


Perkembangan Generasi (dok.kemenkop)

Hal tersebut di perlukan untuk membuat perekonomian di negara Indonesia bisa seperti negara lainnya, yang telah berhasil melalui usaha yang tergabung dalam koperasi, seperti contoh di negara Swedia.

Karena dalam hal ini pun pemerintah menargetkan dimasa yang akan datang, negara Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Mungkinkah tercapai ?

Tentu saja itu sangat mungkin sekali tercapai jika kita sebagai generasi penerus bangsa, bisa bersama-sama membuat suatu sistem usaha bersama atau membentuk usaha melalui koperasi, yang hasilnya nanti bisa dinikmati secara bersama-sama.

Dan tentunya kita juga bisa mengajak genersi millennial untuk membangun usaha tersebut dengan menerapkan sistem digital yang sangat diminati oleh anak millennial atau generasi Z dan Y. Sebagai contoh adalah anggota koperasi yang tergabung dalam Koperasi Syariah Baldah.

Koperasi Syariah Baldah yang bertempat di Sawangan depok ini merupakan Koperasi yang sudah berjalan dengan berpegang teguh pada konsep syariah. Dimana didalamnya terdapat adanya larangan dalam pemberian pinjaman yang bersifat Riba, yaitu adanya penambahan yang berlipat ganda, bagi seseorang yang memerlukan pinjaman.


Perwakilan dari Koperasi Syariah Baldah (dok.pri)

Selain itu, ciri dari syariah lainnya dari koperasi baldah ini adalah adanya dukungan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta dukungan dari Koperasi Digital (KODI).

Oleh sebab itu, dengan adanya dukungan dari dari Koperasi Digital (KODI) tersebut, maka dalam pengoprasiannya, Koperasi Syariah Baldah sudah menggunakan sistem digital. 

Sistem digital yang miliki oleh Koperasi Syariah baldah ini adalah mengenai :

  1. Informasi Kinerja yaitu, kemudahan untuk mengetahui kesehatan keuangan koperasi setiap bulannya
  2. Kemudahan Interasi, yaitu Interaksi online untuk memudahkan kegiatan Rapat Anggota Tahunan, jadi tanpa harus bertatap muka
  3. Catatan Online, yaitu adanya pencatatan transaksi dari setiap anggota dan setiap unit usaha
  4. Transparasi, yaitu adanya laporan keuangan yang transparan untuk perhitungan SHU bagi seluruh anggota koperasi.

Dari keempat hal diatas, semua termasuk dalam aplikasi yang dibuat khusus anggota Koperasi Syariah Baldah, jadi hanya orang-orang yang sudah masuk menjadi anggotanya saja yang bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Semenjak berdirinya Koperasi Syariah Baldah yang sudah dibuat sistem digital tersebut, maka sangat memudahkan masyarakat depok untuk memiliki usaha bersama.

Contoh lainnya koperasi usaha bersama yang sudah menggunakan sistem koperasi digital yaitu Koperasi Syariah 212. Nah dua contoh koperasi diatas sejauh ini sudah berjalan dengan sangat baik dan konsisten dalam menjalan usahanya.

Selain koperasi-koperasi yang berlandaskan syariah diatas, ada beberapa koperasi yang dibangun bersama oleh anak-anak muda zaman millenial. Informasi tentang ini aku dapatkan dari Bapak Amrul Hakim sebagai PR Manager Kosakti, yang aku temui dalam forum diskusi tersebut.


Bapak Amrul Hakim sebagai PR Manager Kosakti (dok.kemenkopUKM)

Waaw...aku sangat terkesima setelah mendengar paparan dari Bapak Amrul Hakim, bahwa ternyata saat ini sudah banyak para millenial yang mempunyai masa depan cerah dalam usahanya melalui koperasi zaman now dan juga dapat berdampak pada peningkatan ekonomi negara.

Hal ini terbukti dari usaha-usaha yang mereka jalankan yaitu dengan melibatkan para petani dalam konteks "Ingin menyeleseikan persoalan dunia (From Zero To Hero)". Karena tujuan utama generasi millenial ini lebih mementingkan Passion (kegemaran), dari pada nominal gaji yang besar.


Sociopreuneur Kooperation (dok.kemenkopUKM)

Selain para Sociopreneur diatas juga ada para Travelpreneur, dimana dalam menjalankan koperasi zaman now ini, mereka lebih mengutamakan hobby pikniknya ke lokasi-lokasi yang penuh tantangan, karena dari sini mereka bisa menyalurkan hobbynya sambil berekpresi menikmati pekerjaannya.


Travelpreuneur Kooperation (dok.kemenkopUKM)

Dan yang paling membuat aku terkesima adalah koperasi yang tergabung dalam Sorge Records, yaitu suatu rumah produksi musik, dimana grup band Banda Neira adalah sebagai pelopornya, dan para anggota koperasinya juga para artis penyanyi dan para personil grup band.


Rumah Produksi Musik (dok.kemenkopUKM)

Nah terbukti kan, bagaimana koperasi digital ini atau koperasi zaman now ini, dapat merubah imej koperasi zaman old yang sering dipandang sebelah mata oleh para anak muda. Oleh sebab itu, mari kita bangun secara bersama-sama koperasi zaman now untuk mewujudkan dan meneruskan rantai perekonomian dimasa yang akan datang.

13 komentar:

  1. Eihhhh baru tau banget kalo Sorge Record itu koperasi. Travelpreneur juga? Wuaaaaa.

    BalasHapus
  2. Era jaman now memudahkan hal-hal jadi lebih cepat dan efisien. Maka dari itu wajar aja kalau koperasi harus mengikuti zaman apalagi yang serba digital

    BalasHapus
  3. Pemanfaatan digital untuk keperluan koperasi, adalah langkah yang tepat.
    Dengan begitu efisiensi dan efektifitas lebih meningkat

    BalasHapus
  4. Kalau bicara Koperasi kesannya zaman old ya hahaha tapi dengan teknologi digital generasi zaman now mau terlibat ya

    BalasHapus
  5. Wuih keren. Di tengah maraknya dunia perbankan dan menjamurnya lembaga finansial, kemunculan koperasi kayak gini rasanya bikin takjub. Semoga bisa jadi pemicu buat koperasi2 lain. Yuk, koperasi Indonesia bangkit lagi. :)

    BalasHapus
  6. Bagus banget nih dengan adanya Sociopreneur yang menggunakan koperasi. Adanya koperasi digital memang akan mengubah pandangan orang yang mengidentikkan koperasi dengan kuno dan lawas. Saatnya koperasi era digital.

    BalasHapus
  7. Hihihi... iya bener, koperasi itu masih identiknya orang dewasa ya. Sebetulnya jadi hal yang dekat juga sih dengan anak muda. Tapi di lingkungan sekolah. Cuman ketika mereka lepas dari masa SMA misalnya, ya sudah, mereka nggak kenal lagi dengan koperasi.

    BalasHapus
  8. Wah.. Ternyata bukan hanya industri yang go digital tapi juga koperasi. Keren ya!

    Semakin memudahkan masyarakat dan tentunya mengubah imej koperasi zaman dulu.

    BalasHapus
  9. siaap kakak. Selalu dukung koperasi agar jadi soko guru ekonomi nasional. generasi milenial pun harusnya paham sejarah koperasi yg mengandung nilai2 falsafah budaya kita.. apalagi kini melintas ke digital, moga makin diminati ya

    BalasHapus
  10. Harua kita dukung ya. Anak.muda sekarang lebih suka yang pake aplikasi deh

    BalasHapus
  11. Bahkan koperasi pun udah digital. Kereeenn. Emang sih anak.muda zaman now skrng maunya yg praktis, cepat, kalau koperasi didukung teknologi kyk gini, kemungkinan besar bnyk peminat. Semoga koperasi Indonesia gk pernah mati yaaa

    BalasHapus
  12. Kalo dengar kata "koperasi" selalu ingat papaku, dulu beliau selalu didatangi orang-orang untuk bertanya tentang koperasi ��

    BalasHapus
  13. Keren yes koperasi zaman now,, jadi inget koperasi waktu SMA.

    BalasHapus