Sabtu, 23 Juni 2018

Menggagas Investasi Melalui Koperasi Digital Untuk Kawula Muda Masa Kini

Investasi memang menjadi sesuatu yang menjanjikan di era modern saat ini, terutama untuk para pebisnis. Berbagai macam jenis investasi banyak ditawarkan dengan segala aksesibilitas kemudahan dalam pelayanannya.

Di era modernisasi saat ini tak jarang kawula muda pun banyak yang memulai berinvestasi. Namun seiring berjalannya waktu, dengan munculnya era disruptif yang serba mengedepankan teknologi, maka untuk berinvestasi pun, akan semakin diberi kemudahan untuk pengelolaannya.


Sumber foto : Google 

Dengan semakin berkembangnya teknologi, hampir semua jenis usaha sudah banyak yang memanfaatkannya. Melalui sistem Digital, hampir semua pelaku usaha di Indonesia sudah mulai menggunakannya. Sebagai contohnya dalam usaha koperasi pun sudah mulai menggunakan sistem digital, dimana secara aksesibilitas memudahkan para anggotanya untuk memulai berinvestasi.

Nama koperasi pada jaman dulu memang tidak banyak diminati para kawula muda. Sebanyak yang aku tahu, para anggota koperasi biasanya didominasi oleh para orang tua. Oleh sebab itu, koperasi masa kini mulai memberikan kemudahan dalam pengelolaannya, agar supaya anak muda pun tertarik untuk terjun menjadi anggotanya.

Aku pun baru mengetahui, kalo ternyata untuk menjadi anggota koperasi kini sudah sangat mudah prosesnya. Dan demi untuk menyesuaikan perkembangan jaman di era teknologi ini, operasional koperasi pun dibuat sistem online. 


Sumber foto : Google

Pada saat aku mengikuti acara Launching Aplikasi Lamikro yang di buat oleh Kementrian Koperasi dan UKM beberapa waktu lalu. Aku dibuat penasaran untuk mencoba mencari tahu tentang para pelaku usaha dari anggota koperasi yang sudah menggunakan metoda digital dalam mengelola laporan keuangan usahanya.

Dalam aplikasi Lamikro tersebut, seperti yang sudah aku jelaskan di blogku sebelumnya, tentang lerhitungan Laba Rugi keuangan koperasi. Aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah para anggota koperai, dalam mengelola hasil pendapatan usahanya.

Melalui Aplikasi Lamikro ini, para anggota koperasi bisa mengetahui secara langsung dan transparansi mengenai perhitungan dari pendapatan usaha mereka.

Semenjak di launchingkannya aplikasi tersebut, aku pun penasaran untuk mengetahui para pelaku usaha yang tergabung jadi anggota koperasi, yang sudah menggunakan metode Digital untuk mengelola usahanya.

Lalu aku mencoba untuk survey ke suatu tempat pelaku usaha. Atas saran dari seorang teman, akhirnya aku menemukan koperasi yang berbasis syariah, yang mempunyai nama Koperasi Syariah 212

Koperasi Syariah 212  didirikan oleh Bapak Imron Halimy yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Koperasi. Sampai saat ini keseluruhan anggotanya sebanyak 2.200 anggota, dari berbagai daerah di Jakarta Selatan.


Bapak Imron Halimy (dok. Pribadi) 

Kemudian Bapak Imron beserta anggotanya, mendirikan tempat usaha sebuah mini market yang diberi nama 212 Mart. 212 Mart merupakan usaha mini market yang sudah tersebar dibeberapa wilayah di kawasan Jakarta Selatan.


212 Mart Pengadegan (Dok. Pribadi)  

Selain di Jakarta selatan, 212 Mart juga terdapat di Jakarta Timur, namun ada beberapa perbedaan dalam kepengurusannya. Semua 212 Mart yang berada di wilayah Jakarta Selatan tergabung dalam satu komunitas, sedangkan yang ada di wilayah Jakarta Timur merupakan milik perseorangan.

Kebetulan rumahku berada dikawasan Jakarta Selatan jadi aku survey ke lokasi yang terdekat, yaitu didaerah Pengadegan di Pancoran. Setelah sampai di tempat tujuan, aku langsung masuk ke dalam mini marketnya, dan berkeliling melihat produk-produk yang dijual disana. 

Ternyata di mini market tersebut ada beberapa produk yang dijual berbeda dengan supermarket lainnya, berikut adalah perbedaaannya :

  1. Terdapat produk-produk seperti oleh-oleh khas arab
  2. Adanya produk-produk UKM, baik berupa makanan dan barang-barang kebutuhan rumah tangga
  3. Adanya produk pakaian muslimah seperti Jilbab, mukena, sajadah dan lain-lain.

Produk Busana dan Pelengkapan Islami (dok. Pribadi) 

Produk UKM (dok.pribadi) 

Menurut penjelasan Bapak Imron lagi, yang membedakan mini market 212 Mart dengan mini market lainnya adalah, setiap produk yang masuk harus sesuai dengan syariah islami. Sebagai contoh, mereka tidak menjual produk seperti Rokok, Alat Kontrasepsi dan lain sebagainya yang tidak sesuai dengan syariah islam.

Hal lainnya yang berbeda dari 212 mart ini adalah, Setiap waktu sholat tiba mereka akan menutup mini marketnya, dan mereka hanya memperkerjakan karyawan laki-laki. Tujuannya adalah untuk memuliakan kaum wanita, ”karena pada dasarnya yang mencari nafkah itu kan laki-laki”, Ujar bapak Imron yang aku temui di kediamannya, tidak jauh dari lokasi 212 mart tersebut.

"Lalu bagaimana dengan rapat anggota, pengelolaan laporan keuangan dan teknis pembelanjaan dalam koperasi syariah 212 tersebut?"

Nah ini lah pokok utama yang mau aku bahas. Menurut penjelasan bapak Imron, untuk pertemuan rapat anggota secara langsung memang baru dilakukan 1 kali selama Koperasi ini berdiri. Namun mereka tetap aktif berkomunikasi melalui grup Whattsap, jadi setiap hari selalu ada laporan tentang informasi penting dari mini market, baik info tentang pemesanan produk, sampai hasil laporan keuangannya.

Untuk laporan keuangannya sendiri, mereka sudah menggunakan metoda digital, yang dibuat sendiri oleh bagian IT Programmer, dan hasil Laporan Keuangannya akan dilaporkan setiap hari melalui grup whattsap, yang dibagi menjadi beberapa grup-grup khusus para pengurus, grup perwakilan kecamatan dan grup anggota. Selain melalui grup whattsap, mereka juga akan mengirim  data keuangan melalui email.

Begitupun juga dengan segala kekurangan disetiap daerah, masing-masing wilayah akan saling menutupi kekurangannya. Karena sistem pengelolaan usahanya merupakan usaha bersama, jadi segala bentuk permasalahan pun akan diatasi secara bersama-sama. 

Setiap anggota yang belanja di mini market 212 mart selalu komit, jika di toko tersebut barang yang mereka butuhkan tidak ada atau stock kosong, maka mereka akan menunggu sampai barang yang mereka cari ada. Dan mereka akan diberi info oleh pengurus bahwa barang tersebut ada di 212 mart daerah lainnya yang akan segera dikirim oleh kurir.


Kurir yang siap mengantar barang pesanan (dok. Pribadi) 

Walaupun ada perbedaan harga, mereka tetap membelinya karena dengan tetap membeli pada mini market 212 mart tersebut, sama saja dengan membeli di toko milik mereka sendiri, karena mereka juga akan mendapat keuntungan dari  hasil penjualan toko mereka sendiri.

Jadi dengan menjadi anggota koperasi 212 tersebut, kita sudah dianggap sebagai pemilik toko mini mart 212 yang tersebar di 3 wilayah di Jakarta Selatan. Karena hasil dari keuntungan toko akan kembali jadi milik kita. 

Coba bayangkan saja, dengan hanya investasi sebesar 500.000an, kita berhak atas hasil keuntungan yg kita terima dari setiap store mini mart 212, yang terletak di kawasan Tebet, Mampang dan Pengadegan.  

Nah untuk para kawula muda, semoga tertarik ya untuk mengembangkan usahanya melalui koperasi dan UKM. Karena dengan kita membantu pengelolaan koperasi-koperasi yang tersebar di Indonesia, itu sama saja dengan kita membantu memajukan perekonomian negara. 

Informasi mengenai pelaku usaha diatas merupakan salah satu contoh untuk kawula muda yang ingin memanfaatkan peluang bisnis didaerahnya sendiri. Sekaligus juga memberikan informasi bahwa Koperasi masa kini pengelolaannya sudah tidak “jadul” atau kuno.

Karena koperasi masa kini sudah mulai memanfaatkan perkembangan teknologi untuk pengelolaannya dari mulai proses pembelian dan penjualan produknya,  Laporan Keuangannya dan pembagian hasil keuntungannya, yang juga bisa dilakukan secara online.

Jangan kalah dong dengan Ojeg Pangkalan (Opang)  yang sekarang sudah menggunakan aplikasi online. Dan di Negara-negara Eropa pun seperti  di Finlandia dan Swedia yang dapat mengatasi krisis ekonominya dengan mengembangkan bisnis model baru  yaitu melalui Koperasi yang berkembang dengan cukup pesat, sehingga bisa mengatasi krisis ekonomi yang sedang melanda Negara tersebut. 

Sistemnya sama seperti Koperasi 212, bahwa pelanggannya merupakan anggotanya sendiri, dan keuntungannya juga akan dibagikan untuk anggotanya sendiri, untuk dinikmati bersama-sama, tidak untuk dinikmati oleh para pemegang saham dari tempat usaha dimana kita bekerja.

Jika kita pandai memanfaatkan peluang ini, maka kesejahteraan ekonomi rakyat akan semakin berkembang dan juga sekaligus memajukan perekonomian negara melalui koperasi.

Oleh sebab itu sebagai generasi penerus bangsa, sudah saatnya kita memikirkan masa depan kita dan bangsa, agar krisis-krisis yang selalu melanda Negara kita ini, akan segera tertangani.

Sumber penulisan :

  1. Wawancara langsung dengan Narasumber Bapak Imron Halimy sebagai Ketua atau pendiri 212 Mart dan Ketua Koperasi Syariah 212
  2. Afilia.blogspot.com


2 komentar:

  1. Wah asik bisa beli bahan pokok dan juga pakaian. Cukup membantu orang sekitar

    BalasHapus
  2. Iyups betul sekali mpo, makasih ya udah mampir

    BalasHapus