Senin, 13 November 2017

Waspada Terhadap Bahaya OBESITAS Dan Tips Menghindari OBESITAS

Mendengar kata OBESITAS membuat aku stres, karena takut terhadap bahaya penyakit yang disebabkannya. Mulai dari penyakit Diabetes, Jantung, Stroke, Kanker dan Hipertensi. Mengerikan ya, tapi jujur saja, setelah punya suami dan punya anak susah banget untuk mengurangi berat badan. Bahkan setelah melahirkan pun berat badan ku turunnya sedikit

Niat sih ada untuk mencoba merubah pola makan dan mengatur pola hidup sehat, tapi untuk prakteknya susah banget. Soalnya aku tuh agak parno untuk diet, karena dulu aku pernah dirawat 9 hari di Rumah Sakit disebabkan oleh Pola Diet yang salah. Bayangkan saja berat badanku turun dari 55kg ke 45kg dalam waktu kurang lebih 2 bulan.

Mau tau pola makan dietku pada saat itu gimana? 
Oke aku mau cerita sedikit aja ya, biar temen-temen tidak melakukan kesalahan yang sama seperti aku…..

Pada saat itu usiaku masih sekitar 18 atau 19 tahun, tentunya pengetahuanku tentang pola makan atau diet yang benar masih minim. Jadi apa yang aku makan atau caraku berdiet waktu itu tidak sesui dengan aturan yang benar.

Awalnya saat itu aku mendengar kabar tentang seorang artis penyanyi, yang melakukan diet dengan cara tidak mengkonsumsi nasi. Lalu aku mencoba untuk melakukan itu, awalnya susah namun lama-lama menjadi terbiasa dan hal ini terus berlangsung lebih dari 1 bulan. Sesekali sih aku suka makan nasi tapi hanya 1 kali dalam seminggu dan itupun porsinya Cuma sedikit.

Singkat cerita setelah berselang 1 bulan lebih aku mulai merasa sering lemas dan sering merasa pusing kepala, sampai suatu waktu pada saat bangun tidur pagi, kepalaku sakit banget dan berat serta perutku mual, aku pikir mungkin magg ku kambuh tapi setelah minum obat ga ada perubahan, malah badanku tambah drop, lalu dibawalah aku ke rumah sakit.

Setelah diperiksa ternyata trombositku turun drastis, dan akhirnya mengharuskan aku dirawat diruang UGD karena aku sempet koma selama 1 hari. Aaaahhh…pokoknya kalo mau diceritain masih panjang kali lebar, jadi kejadian itu cukup membuat aku shock dan tidak mau mencoba diet lagi.

Oleh sebab itu sekarang aku ingin mencari cara lain untuk mengurangi berat badan tapi tidak harus diet. Dan kebetulan sekali pada tanggal 7, hari Selasa kemarin aku diundang oleh komunitas Blogger Crony untuk menghadiri seminar hari Obesitas Se-Dunia yang diselenggarakan di Hotel Harris Kelapa Gading. Seminar ini mengusung tema Cegah OBESITAS melalui GERMAS.


Para Narasumber

Selain tema yang cocok, Narasumber yang hadir pun merupakan pakar untuk Diet sehat. Wah pokoknya kebetulan banget deh, ilmu ini yang sedang aku cari selama ini. Oh iya, di blog ku beberapa waktu yang lalu juga pernah bahas tentang bahan-bahan makanan alami yang terbuat dari sayuran dan jenis-jenis sayuran yang bagus untuk kesehatan, kayaknya nyambung banget deh dengan tema judul yang ini.

Baca juga : “Back to Nature” Tantangan Pola Hidup Sehat Dalam Diskusi Asian Pacific Food Forum

Kajian Seminar Cegah Obesitas

Menurut Ibu Lily S. Sulistyowati, MM yaitu Direktur P2PTM Kemenkes RI, menyatakan "bahwa obesitas di Dunia meningkat dua kali lipat sejak tahun 1980, pada tahun 2014 lebih dari 1.9 miliar orang dewasa di usia 18 tahun keatas mengalami kelebihan berat badan dan 600 diantaranya mengalami Obesitas." Aku pikir kelebihan berat badan dan Obesitas itu sama, ternyata ada sedikit perbedaan ya.

Jadi menurut WHO, Obesitas merupakan penumpukan lemak berlebih yang diakibatkan dari ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu yang lama. Sedangkan cara untuk mengukur apakah berat badan kita sudah termasuk obesitas atau tidak, bisa dilihat dari ukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

IMT juga bisa didefinisikan sebagai ukuran berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2). Sebagai contoh Berat Badan aku saat ini sekitar 78 kg dan Tinggi Badan aku 165 m, cara perhitungannya sebagai berikut :

Tinggi Badan (165 m) = 1,65 x 1,65 = 2,7225
Berat Badan (78 kg) = 78 : 2,7225 = 28.7 ( Obesitas 1 )

Menurut klasifikasi WHO, rata-rata berat badan di kategorikan sebagai berikut : 

Berat badan kurang ( Underweight) < 18,5
Berat badan normal 18,5 – 22,9
Kelebihan berat badan (Overweight) ada 2 tipe :
Obesitas 1 = 25 – 29,9
Obesitas 2 = > 30

Dengan mengacu pada data diatas, berat badanku ada di taraf obesitas tahap 1, waduh berarti ini sudah berada ditaraf peringatan untuk menurunkan berat badan. Karena seperti yang sudah aku jelaskan diatas, aku takut terhadap beberapa Penyakit Tidak Menular (PTM) yang disebabkan oleh Obesitas tersebut.

Menurut penjelasan Ibu Diah dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), bahwa penyebab dari Obesitas itu sendiri adalah karena teknologi yang membuat sebagian orang pada saat ini malas untuk bergerak, selain itu faktor makanan berlebihan juga bisa menjadi penyebab, sementara energi yang dikeluarkan hanya sedikit, jadi tentu saja terjadi adanya ketidak seimbangan diantara keduanya.


Ibu Diah

Dalam hal ini GERMAS mengajak mayarakat untuk melakukan pola hidup sehat, dengan melakukan kegiatan sebagai berikut :

• Melakukan aktivitas fisik
• Mengkonsumsi sayur dan buah
• Tidak merokok
• Tidak mengkonsumsi alkohol

Akan tetapi Germas lebih memfokuskan pada pola makan yang benar seperti konsumsi sayur dan buah setiap hari, melakukan pemeriksaan kesehatan setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali dan melakukan aktifitas fisik setiap hari.

Berikut penjelasan mengenai konsumsi sayur dan buah yang dijelaskan oleh Dr. Rita Ramayulis DCN, MKes sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia dan juga sebagai penulis buku menu sehat. Menu sehat adalah susunan hidangan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh secara seimbang. Dimana zat gizi tersebut dibagi 2 yaitu : Zat gizi makro dan zat gizi mikro.


Dr. Rita Ramayulis 

Zat gizi makro terdiri dari, Karbohidrat, Protein, Lemak dan Air sedangkan Zat gizi mikro terdiri dari Vitamin dan mineral. Untuk kalori yang masuk ke dalam tubuh kita normalnya adalah 400 kalori yang terisi dari sayuran dan buah. Piring model T yang disarankan ibu Rita yaitu terdiri dari 2 macam sayuran, nasi dan lauk pauk.


Contoh Piring model T

Lalu hindari makanan gorengan apalagi gorengan atau masakan yang digoreng dengan memakai minyak yang dipanaskan lebih dari 20 menit atau minyak yang menimbulkan asap saat menggoreng, karena hal ini dapat menimbulkan zat karsiogenik yaitu zat baru penyebab penyakit kanker.

Berikut adalah beberapa protein dari mulai yang Rendah, Sedang dan tinggi lemak, yaitu :

  1. Protein Rendah : Ikan, Udang dan Ayam ( mengandung kurang lebih 7g protein dan 2g lemak)
  2. Protein Sedang : Daging merah dan Telur ( mengandung kurang lebih 7g dan 5g lemak)
  3. Protein Tinggi Lemak : Bebek, Sosis dan Belut (mengandung 7g dan 13g lemak) 

Dari data diatas menunjukan bahwa Protein tinggi lemak ada di daging bebek, sosis dan belut. Akan tetapi menurut data WHO, makanan yang bersifat Karsinogenik terdapat dalam Sosis, oleh sebab itu makanan cepat saji seperti sosis ini harus kita hindari ya.

Nah mulai sekarang untuk mengurangi atau menghindari Obesitas, sebaiknya pehatikan dulu asupan makanan, mana yang seharusnya kita konsumsi, seperti misalnya kalo mau mengkonsumsi jus, menurut Ibu Rita Jus yang sehat itu adalah tanpa ada tambahan Gula, SKM dan Air.

Selain informasi diatas hal berikutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan aktivitas fisik, misalnya dengan berolahraga. Bagi sebagian orang yang malas untuk berolah raga, timbul berbagai macam alasan. Untuk yang berkarier atau pekerja kantoran, alasannya karena banyak pekerjaan, sedangkan ibu rumah tangga karena sibuk mengurus anak dan tugas rumah tangganya.

Namun semua itu tidak bisa dijadikan alasan karena menurut Dr. Michael Triangto, SpKO, sebagai Sport Therapist untuk Slim and Healty dari RS. Mitra Keluarga Kemayoran. Beliau mengatakan bahwa "kegiatan sehari-hari yang kita lakukan tidak menjadi alasan untuk kita tidak bisa melakukan olah raga", karena untuk berolah raga ada 3 tujuan, yaitu : Untuk Sehat, Rekreasi, atau Prestasi.

Dr. Michael Triangto 
Ketika kita menentukan tujuan olahraga tersebut, maka kita akan sanggup malakukannya dimana saja dan kapan saja. Tentu saja jika kita belum terbiasa berolahraga, maka bisa kita lakukan secara bertahap. Dari mulai yang paling ringan dulu, karena jika kita olah raga berat secara langsung, maka hasilnya tidak baik juga untuk kesehatan kita. Karena olah raga yang terlalu berat bisa menimbulkan radikal bebas bahkan bisa juga mengakibatkan kematian.

Berikut workshop atau latihan olah raga yang dicontoh kan Dr. Michael kepada para undangan seminar :


Latihan Otot Lengan
Dengan melihat contoh diatas tentunya ketika sedang dikantor pun bisa kita lakukan dalam waktu kurang lebih 15 – 30 menit atau sambil menggendong anak pun bisa loh. Dan kita juga bisa memanfaatkan Gadget sebagai alat Pedometer untuk berolahraga. 

Ada beberapa macam olah raga yang diajarkan Dr. Michael yaitu Latihan Otot Perut, Latihan Otot Paha, Latihan Otot Lengan Belakang, Latihan Otot Punggung


Contoh Latihan untuk Otot

Jika sedang senggang di kantor, bisa melakukan dengan cara menggoes kaki sambil duduk dan melakukan peregangan seperti contoh gambar dibawah ini :


Olahraga di Kantor

Kemudian bila teman-teman pembaca adalah pengguna Gadget yang sering menggunakan internet, saat ini sudah ada aplikasi GORRY yang bisa di download di Playstore. Dalam aplikasi tersebut ada berbagai macam menu yang bisa kita manfaatkan untuk cara mengecek kesehatan kita, menu untuk belanja online dan resep makanan sehat.



Tampilan Aplikasi Gorry

1 komentar:

  1. Saya obesitas, jadi perlu banget nih dengan tips dalam artikel ini. Terimakasih ya, sangat membantu untuk hidup lebih sehat.

    BalasHapus