Sabtu, 21 Oktober 2017

Mengenal Materi Tentang Content Writer

Beberapa hari ini aku sangat bersyukur sekali, karena banyak sekali ilmu-ilmu baru yang aku terima dari berbagai sumber. Semua ini berkat teman-teman yang baru yang mau membantu satu sama lainnya, juga berkat seseorang yang merasa peduli pada blogger-blogger baru seperti aku ini, yang katanya hanya remahan rempeyek aja sih….hihihi. Engga juga sih, kalo kata seseorang bilang, jangan merendahkan diri sendiri, kita harus anggap bahwa kita ini bisa dan akan selalu bisa.

Yups….kata-kata itu selalu menjadi penyemangat aku kalo sudah mulai merasa tidak percaya diri. Iya aku setuju juga sih, karena pada dasarnya manusia itu sudah diberi banyak kelebihan dan kebisaan oleh Allah SWT, untuk bisa mencoba sesuatu yang baru dan mengembangkannya. Maka dari itu aku belajar dari para senior-seniorku dan mencoba mendengarkan pendapat-pendapat mereka tentang kualitas kerja kita.

Ada beberapa orang senior blogger yang memberi aku banyak masukan dan pembelajaran tentang seputar ngeblog, ada yang melalui workshop-workshop yang aku ikuti dan aja juga yang melalui kontak personal. Salah satu blogger senior yang selalu merasa peduli pada blogger-blogger baru ini adalah sebut saja teh Ani Berta, kita semua biasa menyebut beliau Teh Ani.

Teh Ani Berta adalah salah satu Blogger senior yang humble, yang tidak pernah sungkan membagi ilmunya pada blogger-blogger yang memang mau belajar, baik itu blogger baru maupun blogger lama. Seperti dalam kesempatan kali ini dan untuk yang kesekian kalinya, aku memperoleh ilmu seputar blogging dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Tentunya kesempatan ini sangat jarang sekali, soalnya ilmu-ilmunya kita dapatkan secara gratis. Asik kan….



Dalam tulisan kali ini, aku akan memberikan penjelasan dari Teh Ani tentang materi "Content Writer" dan beliau sendiri adalah seorang Content Writer dari beberapa perusahaan. Portofolio Content writer teh ani sebenarnya banyak, tapi maaf ya aku tidak akan kasih bocorannya disini, karena itu merupakan rahasia perusahaan. Nah sebagai gambaran, sebagai seorang Content Writer memang tidak boleh sembarangan memberi informasi untuk siapa kita bekerja, atau minimal harus ada persetujuan dulu dari pihak perusahaan.

Tapi sebelum masuk ke topik utama, aku akan bercerita dulu tentang CNI Indonesia ya, karena materi workshop tentang content writer ini, adalah salah satu rangkaian dari event CNI Indonesia tapi khusus untuk blogger. Pada saat itu mas Gusti dari CNI menerangkan bahwa member-member CNI itu ada banyak, jumlahnya ada 900 member CNI di seluruh Indonesia. Cakupannya yaitu Jakarta, Bandung, Pekanbaru, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, Balikpapan, Makassar dan Denpasar.


Bapak Gusti dari CNI 

Dari semua member-member CNI Indonesia adalah para pekerja keras yang mau berusaha memperjuangkan keberhasilan karirnya di CNI demi kemajuan hidupnya, akan tetapi menurut mas Gusti hanya sedikit member yang mengerti tentang dunia Digital Marketing, oleh sebab itu kemarin di awal acara Expo 2017 CNI, ada acara workshop tentang materi Digital Marketing dan workshop Food Fotograph, semua ini untuk diberikan arahan kepada para membernya agar bisa memanfaatkan perkembangan teknologi pada jaman sekarang. 

Semoga semangat dan ketekunan mereka akan tambah terbantukan ya dengan diterapkannya system Digital Marketing oleh CNI. Dan semoga CNI akan selalu sukses serta melahirkan lebih banyak lagi member-member baru. Oke sekarang kita lanjut ke materi Content Writer.

Teh Ani Berta founder ISB 

MATERI CONTENT WRITER

Content Writer merupakan seorang penulis professional yang dipakai disuatu perusahaan untuk menulis konten web atau artikel untuk dipublikasikan di Internet. 

Apa sebab yang melatarbelakangi adanya Content Writer ? 

Disebabkan karena pada saat ini kita hidup di era digital, dan kebutuhan akan informasi dunia digital semakin meluas. Disetiap perusahaan-perusahaan di Jakarta masih ada pekerja kantor atau Jabatan seorang manajer yang belum bisa menggunakan peralatan komputer dan untuk membuat email saja masih belum bisa. Sementara di Era Digital ini, tentunya banyak perusahaan yang membutuhkan informasi dari dunia luar dan perlu mempublikasikan kegiatannya, oleh sebab itu maka dibutuhkanlah seorang Content Writer untuk membantu perusahaan, instansi pemerintah atau tokoh terkenal seperti Artis misalnya.

Apakah alasan Perusahaan lebih tertarik pada Blogger ?

Alasan perusahaan kenapa lebih memilih blogger untuk menjadi Content Writer, karena seorang blogger lebih bisa mengekspresikan tulisannya dan selalu memberikan story telling. Maka dari itu sebenarnya banyak peluang untuk para blogger dalam mendapatkan job selain dari blog. Contohnya seperti the Ani Berta, selain beliau merintis karier sebagai blogger, beliau pun menerima pekerjaan sebagai Content Writer dan bisa mendapatkan penghasilan tetap yang lebih dari pada penghasilan dari Blog. 

Kemudian ada beberapa alasan dibutuhkannya Content Writer pada suatu perusahaan : 

  • Adanya Media Online dan Website perusahaan yang semakin meningkat 
  • Tidak semua orang-orang penting dan terkenal mempunyai keterampilan menulis 
  • Adanya kebutuhan produksi konten 

Mengenai ketiga hal tersebut diatas, otomatis akan melahirkan banyak peluang untuk blogger, oleh sebab itu sebagai blogger kita tidak usah takut kehabisan peluang untuk mendapatkan job, karena kebutuhan sebagai penulis tidak akan pernah habis selama masih ada Internet.

Lalu dibawah ini ada beberapa peluang yang bisa kita manfaatkan sebagai Blogger :

  • Bisa mendapatkan pekerjaan Freelance dari media cetak atau online
  • Bisa menjadi Kontributor konten website perusahaan, organisasi atau institusi pemerintah
  • Dan bisa menjadi Ghos Writer juga

Ghos writer konteksnya sama dengan Content Writer tapi bedanya adalah, kita sebagai penulis harus merahasiakan nama kita atas permintaan perusahaan, karena hasil karya tulisan kita akan menjadi milik perusahaan.

Adapun beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menjadi kontributor Website adalah sebagai berikut :

1. Tentukan tujuannya apa
Misalnya mau menambah penghasilan atau sukarela, maksudnya jika kita bertujuan ingin mendapatkankan penghasilan, maka perhitungannya harus jelas dan keanggupannya juga harus disepakati. Tapi apabila hanya untuk sukarela, biasanya dengan tujuan hanya ingin menambah protofolio, maka berapapun hasilnya itu tidak akan berpengaruh pada niat awal kita sendiri

2. Kenali Website atau Portal yang diminati
Dalam hal ini kita harus rajin membaca website dari perusahaannya dan kita harus ikuti idealisme perusahaannya. Jadi apa yang akan kita tulis harus disesuaikan dengan sifat atau ciri perusahaan

3. Mengajukan Proposal Penawaran
Dalam Proposal penawaran ini, kita harus memberikan Portofolio kita ke Marketing Communication atau Publik Relation perusahaan

4. Untuk membuat Portofolio
Sebaiknya kita gunakan konten gratisan dengan memanfaatkan kanal citizen Jurnalis di media cetak mainstream seperti : Kompasiana, Indonesiana, Blogdetik dan lainnya.

5. Share tulisan
Share lah tulisan kita ke social media Facebook, Twitter, Instagram, Google+ dan lainnya.

Kemudian ada beberapa tips untuk menulis konten di website nih dari teh Ani Berta, tipsnya adalah sebagai berikut :

  • Minimal tulisannya terdiri dari 500 kata atau maksimal 1000 kata sudah cukup, kalo kebanyakan nanti pembaca bisa bosen
  • Sesuaikan gaya tulisan kita dengan ciri khas website perusahaannya
  • Untuk tulisan Reportase harus memperhatikan 5W1H yaitu : Who, What, Where, When, Why dan How dengan kaidah jurnalis lainnya dan tidak memasukan tentang pendapat kita, karena tidak seperti menulis di blog
  • Mengatur jadwal update yang disesuaikan dengan kesepakatan perusahaan
  • Mengisi kanal-kanal website yang disesuaikan dengan kategori yang kita kuasai Memasukkan Key Words atau kata kunci dengan tepat
  • Kemudian dibaca kembali tulisan sebelum di publish
  • Untuk foto harus High Resolution, jangan asal-asalan ya agar pembaca pun merasa tertarik.

Selain memperhatikan tips-tips diatas, ada beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan sebagai seorang Content Writer, karena jika kita melakukan hal dibawah ini, karir kita sebagai penulis lama-lama akan hancur. Yuk hindari hal dibawah ini ya :

  • Tidak boleh Plagiat atau mengcopy paste tulisan orang lain
  • Jangan menggunakan bahasa alay dan singkatan
  • Membuat opini yang terlalu personal
  • Adanya unsur kepentingan pribadi, misalnya sambil mempromosikan barang dagangan kita
  • Menyebutkan Brand secara Hard Selling tanpa persetujuan pemilik website Mendiskreditkan orang lain
  • Keluar dari konteks idealisme perusahaan
  • Menuliskan berita atau opini tidak sesuai dengan faktanya atau tidak terverifikasi

Lalu untuk mendapatkan bahan-bahan konten tentunya kita harus mengikuti beberapa hal berikut ini, yaitu : mengikuti Workshop dan Talkshow, Wawancara dengan Narasumber, mengikuti event-event, mengikuti forum diskusi secara langsung, atau bisa juga mendapatkan referensi dari buku, majalah dan surat kabar.

Nah yang paling penting lagi nih, perlengkapan yang harus kita punya adalah : 

  1. Kamera, karena untuk menulis konten di website orang lain kita harus memberikan hasil yang bagus baik tulisan maupun gambar, jadi ini sifatnya wajib
  2. Alat perekam atau Recorder, kalo tidak ada bisa dengan menggunakan Handphone
  3. Buku catatan dan alat tulis tentunya.

Selanjutnya kita semua sudah tau dong kalo benefit sebagai seorang Content writer itu penghasilannya lebih besar dari pada fee dari blog, tapi selai itu kita juga bisa mendapat keuntungan lainnya yaitu :

  • Mempunyai Personal Branding
  • Mempunyai Portofolio
  • Menjadi social Entrepreneur
  • Bisa menjadi hobi yang menghasilkan
  • Tulisan kita akan bermanfaat untuk banyak orang
  • Menjalin Relationship cukup luas
  • Mendapatkan ilmu baru setiap saat
  • Meningkatkan wawasan dan skill 

Hal-hal tersebut diatas memang yang aku inginkan, tapi saat ini perwujudannya baru sebatas sebagai blogger aja dulu yah. Hehehe….. 

Kesimpulannya untuk menjadi seorang Content Writer itu tidak lah mudah, beberapa hal diatas adalah sebagai gambaran kita untuk memperbaiki tulisan-tulisan kita, ya minimal sebagai blogger kita juga harus memperhatikan point-point penting yang sudah aku tuliskan diatas. 

Oke sekian dulu materi tentang Content Writernya ya, semoga besok-besok aku di kasih kesempatan lagi untuk ikut workshop seperti ini, biar ilmunya nambah terus. Dan semoga aku bisa mengikuti jejak teh Ani Berta untuk bisa menjadi seorang Content Writer….Aamiin. Terimaksih sudah membaca, semoga bermanfaat ya.

12 komentar:

  1. Semangat ya Mba diaplikasikan hehehe
    Terima kasih sudah hadir di acara ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Semoga bisa aku ya teh. Makasih Ilmunya.

      Hapus
  2. content writer ini pekerjaan yang menantang. Perlu banyak belajar menulis supaya bisa jadi CW handal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus banyak belajar lagi, minimal belajar diblog aja dulu ya. Hehehe...

      Hapus
  3. Saya kira dulu blogger y content writer ternyata samavtp beda y... Masih hrs bnyak belajar saya ni. Mksih tipsny

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi beda ternyata ya, jadi ini profesi lanjutannya blogger barangkali yak.

      Hapus
  4. Jadi semangat tuk belajar jadi content writer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya... Tapi kalo aku harus banyak belajar lagi nih. Ga gampang soalnya ya.

      Hapus
  5. Asyik ya jadi content writer itu. Menciptakan kalimat indah yang bisa dinikmati banyak orang dan tidak hanya menyalurkan kemampuan nulis saja. Bertemu banyak orang dan berkomunikasi yang baik kepada narsum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Jun, kalo sudah expert kayak teh ani sih jadi seru yak. Banyak pengalamannya pasti, tapi ga ada salahnya ya nyoba.

      Hapus
  6. aku lagi belajar bikin proposal pengen nyobain profesi content writer hehe

    BalasHapus
  7. content writer itu profesi yang paling banyak dicari saat ini
    asyik banget, penuh tantangan tapi ga terikat
    *yang penting DL beres hehehe :)

    BalasHapus