Jumat, 20 Oktober 2017

Mencoba Memahami Isi Hati Remaja Jaman Now

Sebagai orang tua yang mempunyai anak laki-laki, tentunya selalu ada perasaan was was, jujur aja aku memang agak over protektif sama anakku. Kekhawatiran ku terhadapnya agak berlebihan, mungkin ini karena aku terlahir dari keluarga yang sangat over protektif juga.

Dulu saat masih ada Almarhum Bapakku, aturan-aturan yang beliau buat di rumah cukup ketat. Seperti aturan tentang adanya Jam malam, baik aturan tentang jam pulang malam dan aturan terima telepon dari teman. Aturan-aturan tersebut dibuat karena kedua orang tuaku terlalu mengkhawatirkan anak-anaknya. Apa lagi aku dulu masih jadi anak gadis perawan.

Namun setelah aku berumah tangga dan mempunyai seorang anak laki-laki, dan setelah anakku berusia 8 tahun saat ini, aku masih selalu merasa khawatir, dan masih harus selalu mengantar dan menjemput anakku ke sekolah. Pernah suatu ketika dia mengajukan permintaan untuk pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda seperti teman-temannya, tapi kemudian aku melarangnya dan anakku selalu bilang, "Mah aku kan sudah besar"....lalu aku bilang, "Tidak nak...kamu masih kecil, kamu masih belum boleh pergi sendirian kemanapun." 

Itu yang selalu aku katakan pada anakku, wajar kah jika aku terlalu khawatir seperti itu, karena ada sebagian orang tua yang membiarkan anaknya pergi ke sekolah sendirian, padahal baru kelas 1 SD, bahkan dia seorang anak perempuan. Dalam hati aku berujar, kenapa mereka seperti tidak ada perasaan khawatir terhadap anaknya. Kenapa tidak seperti aku, atau apakah aku saja yang terlalu berlebihan. 

Hal yang aku takutnya jika rasa kekhawatiran yang berlebihan seperti ini berlanjut sampai dia berusia ABG atau remaja, dimana pada usia remaja seperti itu, mereka justru akan mencari jati dirinya. Apakah aku bisa berubah? Mengingat anak-anak jaman sekarang mempunyai pemikiran yang berbeda dengan pemikiran anak jaman dulu atau jaman aku remaja dulu. Benar ga sih?

Tapi aku kemudian berfikir, saat ini memang anakku masih kecil, namun dari mulai sekarang aku sudah harus mempersiapkan diri untuk mencoba memahami pemikiran anak jaman sekarang yang disebut jaman millenial. Karena pemikiran anak jaman now dan anak jaman old itu sangat berbeda.

Seperti kisah cerita dalam film "My Generation" yang akan tayang pada 9 November 2017, dalam film itu menceritakan tentang 4 orang anak muda yang mempunyai beban masalah di dalam keluarganya sendiri, yaitu mendapatkan tekanan dari orang tuanya dan problematika lainnya yang harus mereka hadapi. 4 orang anak muda tersebut bernama "zeke, Orly, Suki dan Konji." Apa yang terjadi dengan mereka, apakah orang tuanya terlalu menekan? 


My Generation Fim

Memang sih sikap setiap orang tua berbeda, kalo aku sendiri walaupun agak protektif tapi kalo dalam hal memberikan arahan tentang masa depannya, aku tidak pernah mendikte untuk harus berprestasi disekolah, jadi tidak mau menekan dalam pendidikannya, dan tidak mengharuskan anakku mendapatkan rangking di sekolah. Tapi entah lah dengan orang tua lainnya, karena dilingkungan keluargaku sendiri pun, keponakan-keponakanku mendapat tekanan dari orang tuanya untuk selalu bisa berprestasi. 

Setelah menonton tayangan trailer film My Generation, membuat aku penasaran apa yang dilakukan orang tua dari keempat anak-anak muda tersebut, sampai mereka bertingkah konyol dan membuat gaduh, serta tuntutan hak apa yang mereka inginkan. Nah bagi yang membaca blog ini, penasaran juga kan konflik apa yang mereka hadapi dan hak apa yang anak-anak jaman sekarang inginkan dari orang tuanya masing-masing

Yuk kita saksikan sama-sama Film MY GENERATION, tanyang tanggal 9 November 2017, film ini hasil garapan sutradara UPI dan dibintangi oleh arti-artis pendatang baru. saranku sih semua orang tua harus ikut nonton sepertinya, dan boleh membawa anak-anak remajanya yang sudah berusia 13 tahun keatas, biar bisa sambil memberikan penjelasan tentang pesan moral dalam film ini.

Oke semoga informasi tentang film ini bisa bermanfaat untuk kita semua ya, jadi jangan dulu berfikiran negatif mengenai tayangan film-film remaja masa kini, karena pembuatan film yang tidak mendidik, tentunya tidak akan mendapatkan ijin untuk tayang kan, maka mari kita berfikir positif dalam menanggapi segala hal. Yuk dilihat dulu tayangan video trailernya ya...... 



9 komentar:

  1. karena perbedaan generasi, kadang bikin salah persepsi. semoga film ini bisa menginspirasi remaja-remaja dan orang tua di Indonesia

    BalasHapus
  2. Generasi milenial yg ingin dipahami oleh lingkungan sekitarnya, dan baiknya memang bisa utk saling memahami baik dari keluarga dan lingkungan sekolahnya

    BalasHapus
  3. Komunikasi menjadi solusi untuk bisa memahami kids zaman now. Semoga kita bisa saling memahami dan memberi solusi ya bun.

    BalasHapus
  4. Mba mba, plis dong ajak aku nonton film ini. Filmnya aku banget lho. Bikin melodi memori masa lalu

    BalasHapus
  5. Aku malah sangsi apakah dg film ini mampu membuat remaja zaman now memahami etika yg ada. Aku berpikir kalau film ini hrs ditonton oleh para orangtua spy mrk memahami bagaimana isi hatiremaja. Aku.malah cemas jika remaja nonton film ini eh malah ngikutin krn dianggap sebagai tindakan yg wajar.

    BalasHapus
  6. Kekhawatiran seorang ibu wajar aja sih sebenernya. Penasaran deh sama filmnya, pengen tau endingnya kayak apa.

    BalasHapus
  7. Kita ambil sisi positifnya saja ya tinggalkan negatifnya. Kalau memang anak cerdas pastinya tidak akan mencontoh hal buruk dari film ini.

    BalasHapus
  8. Belum punya anak remaja tapi boleh juga ditonton utk persiapan.

    BalasHapus
  9. Karena anakku masih kecil aku mo ajak suamiku aja. Ngga sabar nunggu tgl 9

    BalasHapus