Selasa, 24 Oktober 2017

Kampanye Selamatkan Generasi Bangsa Dari Obat Ilegal dan NAPZA

Hallo semua…kali ini aku mau bahas tentang penyalahgunaan obat, yang akhir-akhir ini sedang marak sekali beredar di masyarakat. Terus terang aku sangat miris sekali dengan kondisi negeri kita ini, yang sering menjadi tempat atau lahan diperjualbelikannya obat-obatan terlarang. Padahal sanksi hukumnya sudah jelas ada, tapi kenapa manusia seakan seperti menutup mata dan telinga hanya karena uang.

Mereka sama sekali tidak memikirkan nasib anak-anaknya kelak atau nasib keluarganya. Keserakan dan keegoisan menutupi segala akal sehat yang diberikan oleh Allah SWT. Jujur aku sedih, mengingat nasib anak-anak kita yang akan menjadi korbannya. Bukan hanya anak-anak sih, semua orang yang tinggal di negeri ini adalah korbannya, korban dari kesewenang-wenangan dari segelintir orang yang serakah dan tidak bertanggungjawab.

Siapa dalang dibalik semua ini, Wallohu a’llam bi showabi “Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu” dan juga orang-orang yang terlibat didalamnya. Tentunya mereka adalah orang-orang yang iri atas keindahan negeri ini, orang-orang yang iri atas keanekaragaman budaya negeri ini dan orang-orang yang iri akan toleransi antar umat beragama di negeri kita tercinta Indonesia.

Tanpa kita sadari, sedikit demi sedikit kita akan dipecah belah oleh orang-orang tersebut. Dari mulai Isu Politik, Agama, Ras dan sekarang mereka mau menghancurkan JIWA dan RAGA anak-anak bangsa negeri ini melalui penyalahgunaan obat. Dari dulu sampai sekarang yang namanya aksi pemberantasan obat-obatan terlarang seakan tidak akan pernah berhenti, karena selalu ada jalan bagi mereka yang ingin memakan korban jutaan manusia di seluruh Dunia.

Bagi kita yang masih diberi kesadaran penuh oleh Allah SWT sepatutnya harus bersyukur dan melindungi mereka yang mau, hampir atau bahkan sudah kena dampaknya. Kita yang diberi kecerdasan harus selalu bisa menjaga dan melindungi, dimulai dari diri kita sendiri dan keluarga. Kunci utamanya adalah selalu bertindak hati-hati dan waspada pada apapun yang terjadi pada diri kita. 

Usaha untuk menghindari situasi seperti ini adalah dengan selalu mencermati atau membaca dengan detil sesuatu jenis apapun yang akan kita konsumsi, dari mulai makanan dan minuman sampai obat-obatan. Karena situasi Negara pada saat ini sedang sangat berbahaya, banyak musuh yang mengancam keselamatan jiwa di negeri ini, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Obat-obatan terlarang yang dimaksudkan disini adalah, obat-obatan yang dilarang diperjualbelikan secara bebas (obat khusus) dan obat-obatan yang Ilegal. Kategori khusus adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya yang merupakan sejenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi gangguan kesehatan dan kejiwaan.



Berikut penjelasannya menurut UU RI No. 22 tentang Narkotika yaitu : 
  1. Narkotika yaitu suatu zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri serta dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun psikologi
  2. Psikotropika yaitu berupa bahan baik alami ataupun buatan bukan Narkotika, yang berkhasiat psikoaktif yang mempunyai pengaruh selekif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
  3. Zat Adiktif yaitu bahan lain yang bukan Narkotika atau Psikotropika yang merupakan inhalasi uang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan, misalnya lem, aceton, eter,premix, thiner dan lain-lain. 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Narkotika dan Psikotropika adalah obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter. Dan tidak sembarang apotik yang menyediakan obat ini, karena mengingat banyaknya oknum-oknum yang menyalahgunakannya. Sedangkan obat-obatan Ilegal yaitu obat-obatan yang tidak ada ijin resmi dari Departemen Kesehatan RI atau Kemenkes RI.



Pada tanggal 22 Oktober 2107 hari Minggu kemarin, kami para blogger yang tergabung dalam komunitas Blogger Cihuy dan organisasi aksi berantas penyalahgunaan obat, ikut dukung pemerintah dan Badan POM RI untuk mengkampanyekan dengan bersama-sama menyerukan kesadaran kita akan bahaya yang mengancam keselamatan jiwa. Kampanye yang diselenggarakan oleh Badan POM RI ini bertempat titik kumpul di Bundaran HI area Car Free Day (CFD).

Long March Kampanye Tolak Penyalahgunaan Obat 
Acara pertama dimulai dengan Long March para mahasiswa beberapa Perguruan Tinggi Farmasi dan para pelajar SMA seJakarta dengan mengusung tema “Tolak Penyalahgunaan Obat dan NAPZA”, Long March ini dimulai dari Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di depan Sarinah Thamrin Plaza Indonesia, sambil menyerukan pesan edukasi melalui Yel-yel Tolak Penyalahgunaan Obat dan Napza, dan pesan-pesan edukatif yang ditulis pada Banner dan poster-poster. Serta mereka juga menyerukan melalui Jingle Edukasi dan lagu-lagu perjuangan.

Pada kampanye tersebut juga tersedia mobil dari Badan POM RI yang memberi info kepada masyarakat yang berkesempatan hadir di area CFD Bundaran HI tentang obat-obatan Ilegal dan NAPZA. 


Mobil Badan POM RI dan contoh hasil Uji Lab
Dibawah ini adalah beberapa contoh obat-obatan hasil Uji Lab BPOM RI yang sudah ditarik dari pasaran Karena tidak ada ijin edar : 


Obat-obatan tanpa ada Ijin Depkes RI
Kiri : contoh obat Asli dan Palsu
Kanan : alat Uji Lab BPOM RI
Kampanye ini dihadiri oleh Bapak Penny K. Lukito sebagai Kepala Badan POM RI dan dihadiri juga oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN yaitu Bapak Sobri, Ketua IAI Jakarta yaitu Ibu Azizahwati, kemudian hadir juga perwakilan dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yaitu Ketua Bidang Umum Kowani ibu Nuning Siregar dan Wasekjen Kowani yaitu Ibu Hikam serta hadir pula perwakilan dari Kepolisian RI (POLRI) 


Para Pejabat Negara yang hadir
Tujuan diadakannya kampanye ini adalah karena beberapa tahun ini penyalahgunaan obat dan NAPZA di negeri kita ini semakin meluas. Pada saat ini Indonesia ada pada kondisi Darurat Narkoba, menurut data BNN-Pulitkes UI melalui survey Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2014 bahwa sebanyak 4.022.702 (2,18%) mayarakat Indonesia menjadi korban penyalahgunaan Narkotika dengan jumlah 91,3% adalah berjenis kelamin laki-laki dan 60,7%nya adalah para pelajar SMA.

Oleh sebab itu seperti yang sudah aku jelaskan diatas, bahwa perlu adanya tindakan yang harus kita lakukan sebagai masyarakat yang cerdas dan teliti sebelum membeli apapun, baik itu berupa makanan atau minuman yang akan dikonsumsi termasuk obat-obatan. Untuk menghindari semakin meluasnya atau bertambahnya data-data persentase pengguna Narkoba tersebut maka kita harus selalu memberikan edukasi kepada orang-orang terdekat kita terlebih dahulu untuk kemudian disebarkan ke masyarakat luas dan melakukan beberapa hal berikut ini : 
  • Periksa tanggal kadaluarsa yang tertera didalam kemasan
  • Periksa ijin resmi dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia 
  • Membeli obat di apotik-apotik resmi yang mempunyai ijin usaha 
  • Jangan tergoda dengan harga murah seperti yang ditawarkan oleh penjual Online
  • Harus dengan resep Dokter
Jika kita selalu mentaati kelima hal diatas maka In Sha Allah kita akan terhindar dari obat-obatan palsu atau terhindar dari NAPZA. Karena bagi sebagian masyarakat yang tidak paham tentang obat-obatan tertentu itu, bisa menjadi korban penyalahgunaan obat. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas akan bahayanya praktek penyalahgunaan obat dan NAPZA.


Dok. Blogger Cihuy

7 komentar:

  1. sebagai pengguna kita perlu waspada biar ga salah membeli obat, bukannya tambah sehat malah sakit

    BalasHapus
  2. Setuju, sebagai konsumen harus teliti saat membeli obat. Jangan sampai tertipu obat ilegal.

    BalasHapus
  3. Ternyata ada banyak sekali obat palsu ya. Haru hati-hati saat membeli obat agar kita terhindar dari bahaya obat palsu.

    BalasHapus
  4. Harus semakin disuarakan lbh luas, karena saya juga pernah dpt informasi beberapa remaja yg menyalahgunakan konsumsi obat utk hal2 yg tidak pada porsinya

    BalasHapus
  5. Kalo beli obat di minimarket gimana ya? Jarang beli di apotik nih.

    BalasHapus
  6. Dampak yang sangat buruk akibat Narkoba bisa terjadi oleh siapa saja, kewajiban kita untuk mencegah itu terjadi.

    BalasHapus
  7. Penyalahgunaan obat ilegal dan napza itu sih luar biasa dampaknya. Yuk ambil bagian dari kampanye ini

    BalasHapus