Kamis, 10 Agustus 2017

Program Philips Lighting Untuk "Kampung Terang Hemat Energi"

Pemadaman listrik dari PLN yang cuma satu hari, atau 1 minggu, sudah membuat kita resah ya. Dibelahan wilayah lainnya di Negara Indonesia, ada saudara-saudara kita yang tidak memiliki aliran listrik. Itu artinya mereka merasakan kegelapan pada malam hari dengan waktu yang sangat lama. Hanya bisa mengandalkan lampu patromak yaitu cahaya api dari bahan bakar minyak tanah atau cahaya lilin. Tentunya hal ini akan sangat membahayakan mereka, baik untuk kesehatannya dan juga keselamatannya.
Lalu kemudian saat cuaca panas melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya, kita pasti juga akan merasa tidak nyaman, apalagi bagi sebagian masyarakat yang tidak mempunyai AC atau kipas angin. Tapi tau kah teman, ternyata teriknya panas bumi ini, sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sehari-harinya tidak bisa menikmati cahaya lampu. Loh apa hubungannya ya? 

Tentu ada hubungannya, maka disini aku akan memaparkan bahwa tenaga surya atau tenaga sinar matahari, dapat memberikan energi yang berguna untuk membantu pencahayaan pada malam hari, khususnya untuk daerah-daerah terpencil di belahan wilayah Indonesia yang belum terjangkau listrik.

Dok. Foto @ninityunita 
Apakah maksud dari Tenaga Surya atau Tenaga Matahari yang berguna untuk penerangan di malam hari itu ?

Philips Lighting dalam hal ini membuat suatu program yang disebut Program "Kampung Terang Hemat Energi." Program ini bertujuan untuk memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya, yaitu sistem pencahayaan yang bersumber dari tenaga matahari yang diserap melalui Solar Lighting. Sasaran untuk program ini adalah desa-desa terpencil yang tidak mempunyai aliran listrik atau jangkauan listriknya sangat minim sekali. Program "Kampung Terang Hemat Energi" ini akan di lakukan di 25 desa di wilayah Indonesia.

Menurut Mr. Ramy Hajjar sebagai Country Leader Philips Lighting Indonesia, "Program ini bertujuan untuk membantu pencahayaan pada saat matahari tenggelam atau pada malam hari, hal ini tentunya sangat bermanfaat untuk mendukung aktivitas warga dimalam hari, misalnya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau sarana belajar untuk anak-anak, sedangkan manfaat umum lainnya adalah, bisa menerangi puskesmas jika ada keadaan darurat di malam hari, lampu jalan agar tidak terjadi kecelakaan atau hal lainnya yg tidak diinginkan dan juga menerangi mushola-mushola agar warga bisa sholat berjama'ah pada waktu malam hari." Banyak sekali manfaat dan kegunaannya kan.

Program KTHE yang sedang dijalankan (dok. Pribadi) 

Program "Kampung Terang Hemat Energi" atau bisa disingkat dengan program KTHE ini sudah berjalan sejak tahun 2015. Ada 9 desa yang tersebar di 3 Kabupaten di Sulawesi Selatan. Dan kini di tahun 2017 sampai 2018 Philips Lighting Indonesia akan memperluas programnya di 25 desa di Sulawesi Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Dimana titik lampunya diperkirakan mencapai 2.886 titik. Tahun 2017 ini akan menjangkau 6 desa di Sumatera Utara.

Untuk setiap desa yang terpilih, maka akan diberikan paket pencahayaan LED tenaga surya, paket tersebut terdiri dari :
  • Solar Indoor Lighting System, dilengkapi dengan Panel Surya
  • Philips LifeLight, daya terangnya 10 kali lebih terang dari lampu patromak
  • Solar LED Road Light, berfungsi untuk menerangi jalan pada malam hari
Untuk Solar Indoor Lighting System, salah satu produknya yang paling berkualitas adalah LED Blub yang bisa tahan sampai 15.000 jam dan panel suryanya bisa digunakan sampai 15 tahun. Produk Indoor ini biasanya dipakai untuk rumah pribadi dan fasilitas umum seperti Puskesmas, Balai Desa, Mushola dan lain-lain. Ketahanan dari Solar Indoor Lighting System juga difungsikan untuk apabila cuaca sedang dalam musim penghujan atau mendung, yang membuat matahari tidak bersinar dan belum bisa memberikan energinya. Jadi masyarakat pun tidak perlu khawatir akan mati lampu, selama masih ada energi matahari yang tersimpan dalam solar tersebut. 

Lampu Philips yang menyala dari tenaga surya dilengkapi dengan Panel Surya (dok. Pribadi) 

Mengapa memakai energi pencahayaan Solar ?  
Karena menurut penjelasan dari Mr. Lee sebagai Product Marketing Manager Philips Lighting Indonesia"Indonesia berada dalam garis katulistiwa, oleh sebab itu negara indonesia mempunyai sumber energi yang sangat melimpah dari energi matahari dan ini bisa didapatkan secara GRATIS." dalam data secara global bahwa sekitar 75% masyarakat Indonesia ini menggunakan energi listrik dan lampu memakan 20% dari energi yang digunakan selama ini, jadi program ini sangat membantu sekali untuk mengantisipasi masalah ini agar pemakaiannya tidak melebihi dari data diatas.

Semoga program ini dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, karena selain 25 desa dari kota-kota yang sudah aku sebutkan diatas ternyata masih banyak lagi desa terpencil lainnya di daerah Jawa Barat yang belum memiliki akses listrik. Oleh sebab itu semoga program "Kampung Terang Hemat Energi" tahun ini dapat terselesaikan dengan cepat, agar desa terpencil lainnya menjadi sasaran program KTHE berikutnya.

Dok. Foto Philips Lighting dan Replika Rumah dan Balai Desa (dok. Pribadi) 

Maka bersyukurlah kita yang bisa dengan bebas menggunakan listrik kapan pun dan dimana pun, jadi tidak usah berkeluh kesah apabila dalam beberapa jam saja mati listrik atau mati lampu, anggap saja kita sedang menghemat energi listrik yang kita pakai secara berlebihan dan bisa merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa listrik seperti saudara-saudara kita yang tinggal di desa terpencil. Oke semoga info ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua. 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan klik website berikut ini : http://www.newsroom.lighting.philips.com
Twitter : http://twitter.com/LightingPress
This entry was posted in

27 komentar:

  1. Sedih melihat masih banyak daerah yang belum mendapat penerangan optimal. Semoga makin banyak pihak swasta dan institusi lainnya yang peduli akan hal ini sehingga tidak menggantungkan ke PLN dengan memanfaatkan energi terbarukan. Salam Mely:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba betul banget, kalo melihat yang seperti ini memang sangat perlu diperlihatkan kepada institusi lainnya, karena di jawa barat pun masih banyak yang tdk bs menikmati cahya lampu di malam hari.

      Hapus
  2. semoga desa2 terpencil bisa dapet program ini ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Iya mba semoga desa terpencil lainnya segera jadi program selanjutnya

      Hapus
  3. Yaaahhh berarti klo cuacanya lagi mendung atau musim hujan, dimana gak ada matahari sama sekali, gak akan berfungsi dong ya penerangan utk malam harinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penampungan tenaga suryanya bisa untuk 1 minggu kedepan mba bahkan bisa lebih.

      Hapus
  4. Aku salut dengan philips yang selalu konsisten dgn CSR yang bermanfaat bagi banyak orang. Dan di rumah pun pakainya lampu hemat energinya. Awet dan nyalanya terang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, lampu merk Philips memang sudah tidak usah diragukan lagi daya terang dan keawetannya.

      Hapus
  5. keren ya philips, mudah2an brand2 lain meniru sehingga saudara2 kita bisa merasakan cahaya yang sama dengan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba harapannya sih seperti itu ya. Soalnya di daerah jawa barat pun masih banyak yang blm bisa menikmati cahaya di malam hari

      Hapus
  6. Yeeassss.....tenaga matahari itu anugerah. Sayang kalo ga dipakai. Tapi alatnya masih mahal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang sih alatnya mahal, tapi kita jadi bisa hemat listrik juga ya mas. Seandainya punya... Hehe

      Hapus
  7. Mudah-mudahan niat baiknya Philips selalu dilancarkan, supaya teman-teman yang di luar sana juga bisa merasakan lampu terang di malam hari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.... Betul mba, semoga program ini lancar sesuai jadwalnya ya

      Hapus
  8. Programbarunya philips ini memang sangat membantu dan pastinya sodara-sodara kita diluar sana bisa menikmati listrik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul sekali, sangat membantu sekali. Kita doakan saja sdmoga programnya bisa berjalan dengan efektif

      Hapus
  9. pemadaman listrik 1 hari udah bikin resah? Duh ini tuh menohok deh. Jd muhasabah kalo seringkali ga bersyukur atas segala keadaan.

    Semoga semua daerah bisa terang ya suatu hari nanti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mba, masih banyak banget manusia yang tidak bersyukur, tidak bs merasakan ditempat lain banyak yang tidak seberuntung kita

      Hapus
  10. Hehehe mati lampu sebentar aja ngomelnya sampe besok pagi ya. Harusnya besyukur, kadang suka kesel kalau ada yg lupa mematikan lampu di siang hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tuh, baru beberap hati aja sudah merasa ga nyaman, malah sebagian ada yang sampe ngungsi ke tempat lain. Hehehe....bagaimana kalo selamanya ya.

      Hapus
  11. Enggak bisa bayangin sih kalau sampai hidup di pedalaman tanpa listrik. Haduuh mati gaya dech. Jangankan tanpa listrik dan penerangan dlm waktu lama, sehari aja listrik mati, itu rasanya sudah amburadul. Philips selalu peduli ya dengan kehidupan bnyk org.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba terkadang kita ga sabaran ya padahal cuma sehari atau beberapa jam saja. Iya semoga programnya dapat berjalan dengan efektif ya mba.

      Hapus
  12. saya senang ada perusahaan yang peduli daerah terpencil. karna ada listrik berpengaruh kegiatan sehari-hari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Alhamdulillah, masih ada orang2 yang peduli kepada mereka yang membutuhkan ya

      Hapus
  13. Philips peduli ya dengan keadaan masyarakat yg belum ada penerangan. Semoga program ini bisa menyebar ke daerah2 lain dgn jumlah yg lebih besar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga ya mba, soalnya di daerah jawa juga banyak yang belum bisa menikmati cahaya di malam hari.

      Hapus
  14. Progran yang keren, mudah mudahan banyak yg mengikuti apa yg phillips gagas, agar banyak daerah pedalaman yg ikut merasakan manfaatnya

    BalasHapus